Showing posts with label Biologi Bab 05 Protista. Show all posts
Showing posts with label Biologi Bab 05 Protista. Show all posts

Sunday, August 20, 2017

√ Ciri-Ciri Protista

Sebelum membahas perihal ciri-ciri protista alangkah baiknya jikalau kita memahami terlebih dahulu -apa itu protista?- alasannya ialah kami yakin bahwa diantara pengunjung siswapedia niscaya ada yang belum paham perihal protista. Setuju?, baiklah kita akan membahasnya.


Cobalah amati pemikiran sungai atau danau yang jernih niscaya warnanya agak kehijau-hijauan, iya kan?. Cobalah ambil setetes airnya kemudian kau teteskan pada beling yang higienis dan lihatlah memakai mikroskop cahaya. Apa yang akan terlihat?, yah Anda akan melihat mikroorganisme yang sangat sederhana melayang-layang di dalam air. Ada yang bergerak lambat, sangat cepat bahkan ada yang membisu saja. Bentuk mikroorganismenya pun bermacam-macam, ada yang persegi, bulat, lonjong dan sebagainya.


 alangkah baiknya jikalau kita memahami terlebih dahulu  √ Ciri-Ciri Protista

Macam-Macam Protista


Nah, melihat organisme tersebut para hebat flora kemudian menggolongkannya sebagai flora alasannya ialah sesudah dipelajari makhluk hidup ini mempunyai klorofil. Tapi berdasarkan para hebat binatang justru menggolongkannya ke dalam salah satu jenis binatang alasannya ialah makhluk hidup ini bisa bergerak bebas bahkan mempunyai bintik mata. Loh, bagaimana ini, mana yang benar?.


Adanya perbedaan penggolongan ini kemudian para hebat setuju untuk mengambil jalan tengah yaitu menggolongkan makhluk hidup tersebut ke dalam kingdom tersendiri yaitu Protista. Kata Protista diambil dari bahasa Yunani yaitu “Protos” yang berarti pertama dan “kritos” yang berarti menyusun. Kaprikornus protista merupakan makhluk hidup yang bukan tumbuhan, bukan binatang dan bukan jamur. Protista diperkirakan telah ada sekitar 1 sampai 2 miliar tahun yang lalu.


Lalu, apa sajakah ciri-ciri Protista itu?


Ciri-ciri protista diantaranya:



  • Protista ada yang bersel satu (uniseluler), tapi ada juga yang bersel banyak (multiseluler).

  • Sel protista besifat eukariotik (sudah mempunyai inti sel).

  • Protista bukan hewan, flora atau jamur, tapi hanya seolah-olah saja atau menyerupai.

  • Pada umumnya protista bersifat aerobik dimana untuk proses respirasinya memakai mitokondria, tapi ada juga protista yang bisa memproduksi makanannya sendiri.

  • Protista yang bisa menghasilkan makanannya sendiri, maka makanannya dihasilkan dari proses fotosintesis sehingga menghasilkan nutrisi yang bersifat fototropik, heterotropik atau keduanya.

  • Protista mempunyai flagela atau cilia.


Dimanakah daerah hidup protista?


Protista hidup di tempat-tempat yang lembap atau lembab contohnya dasar air sungai, air laut, air danau, tanah bahkan ada yang hidup di dalam jaringan badan makhluk hidup yang lain. Protista sanggup hidup sebagai saprofit, benalu atau bersimbiosis dengan makhluk lainnya.


Bagaimana cara protista berkembangbiak?


Protista sanggup berkembangbiak melalui proses asecual dan secual. Pada proses asecual, protista sanggup membelah diri yaitu contohnya dengan pembelahan biner. Sedangkan pada cara secual, maka akan ada penyatuan dua gamet.


Secara secual, perkembangbiakan pada protista sanggup dibedakan menjadi tiga macak yakni isogami, oogami dan anisogami.



  • Isogami merupakan penyatuan dua gamet yang sanggup bergerak atau motil yang sama baik bentuk dan ukurannya.

  • Oogami merupakan penyatuan dua gamet yang tidak bergerak atau inmotil yang berbeda baik ukuran dan bentuknya.

  • Anisogami merupakan penyatuan dua gamet yang bergerak atau motil yang berbeda baik ukuran dan bentuknya.


Oleh alasannya ialah banyak para hebat menemukan protista yang seolah-olah tumbuhan, seolah-olah binatang dan seolah-olah jamur baik sifat maupun ciri-cirinya, maka kemudian dibagilah protista menjadi tiga golongan yaitu protista seolah-olah tumbuhan, protista seolah-olah binatang dan protista seolah-olah jamur.


Nah, di halaman ini kita hanya akan membahas ciri-ciri protista saja sedangkan tiga golongan protista di atas akan kita bahas pada halaman selanjutnya. Anda bisa mengeceknya di daftar isi yaitu Bab 5 Protista (Baca juga: ciri-ciri jamur dan ciri-ciri animalia).


[color-box]Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.

Sumber gambar diambil dari situs www.clickescolar.com.br diakses tanggal 7 Agustus 2015.

Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.[/color-box]



Sumber https://www.siswapedia.com

√ Protista Seakan-Akan Jamur

Protista mirip jamur ini mempunyai struktur badan dan cara reproduksi yang sama dengan keluarga jamur. Bedanya gerakan pada fase asecualnya lebih mirip amoeba ketimbang jamur pada umumnya sehingga tidak sanggup dimasukan ke dalam Kingdom Fungi. Yang termasuk jenis protista jenis ini yaitu oomycota (jamur air) dan myxomycota (jamur lendir).


A. Filum Oomycota (Jamur Air)


Pada struktur molekulnya, jamur air ini lebih mirip dengan ganggang, tapi bedanya tidak mempunyai klorofil. Jamur air sanggup hidup di tempat-tempat yang lembab atau mengandung banyak air serta mempunyai oospora sebagai penghasil spora dimana pada kondisi tertentu, spora ini akan bermetamorfosis hifa baru.


Dalam bukunya halaman 98, Ari Sulistyorini menjelaskan adapun ciri-ciri jamur air ialah sebagai berikut.


1. Jamur air mempunyai banyak inti yang terdapat di dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat.


2. Jamur air mempunyai dinding sel yang berupa selulosa.


3. Jamur air sanggup berkembang biak secara asecual dan secual. Secara asecual yakni dengan membentuk zoospora. Nah, zoospora ini dilengkapi dengan dua buah flagel yang mempunyai kegunaan untuk berenang di air.


Sedangkan secara secual yakni dengan membentuk gamet jantang dan betina yang jika terjadi pembuahan, maka akan menghasilkan zigot yang kemudian akan tumbuh menjadi oomycota yang mempunyai dinding tebal. Oomycota mempunyai oospora yang akan menjadi benang-benang gres atau hifa baru, begitu seterusnya.


Yang termasuk jamur air antara lain Pythium, Saphrolegnia dan Phytophthora. Jamur Phytophthora merupakan jamur karat putih yang sanggup hidup secara saprofit atau parasit.


Adapun jamur Phytophthora yang hidup sebagai benalu antara lain P. nicotinae benalu pada tembakau, P. palmifera pada kelapa dan P. infestans pada kentang.


Saphrolegnia merupakan jamur yang hidup saprofit pada bangkai binatang yang mati di dalam air. Hal ini menciptakan air menjadi lebih higienis dari bangkai dan sampah-sampah (Baca juga: Ciri-ciri jamur).


B. Filum Myxomycota (Jamur Lendir)


Dinamakan sebagai jamur lendir sebab bentuk tubuhnya mirip lendir atau plasmodium yaitu massa protoplasma tidak berdinding. Lendir ini mempunyai warna dan ukuran yang sangat bermacam-macam serta bentuknya yang sangat gampang sekali berubah-ubah saat merayap di atas medium yang ia tempati. Plasmodium sanggup segera bergerak untuk menangkap kuliner dengan sangat cepat mirip amoeba.


Apabila jamur ini berada dalam keadaan kekeringan atau kondisi tidak ada makanan, maka jamur ini akan membisu tidak aktif kemudian membentuk tangkai-tangkai untuk menghasilkan spora.


Pola sikap ini mirip dengan jamur. Nah, spora tersebut jika telah matang akan pecah dan menyebar dengan proteksi angin. Bila jatuh di daerah yang cocok, maka spora ini akan berkecambah dan membentuk sel-sel tunggal yang mempunyai flagela dan pseudopodia yang berfungsi sebagai alat gerak.


Adapun materi kuliner jamur ini sangat bervariasi tergantung daerah dimana ia tinggal. Jamur ini sanggup memakan bakteri, bahan-bahan organik, daun atau kayu-kayu sisa dari flora yang telah mati. Dalam bukunya halaman 99, Ari Sulistyorini menjelaskan bahwa jamur jenis ini mempunyai ciri antara lain.


1. Bersel satu atau bersel banyak.

2. Memiliki banyak inti sel.

3. Struktur vegetatifnya ibarat amoeba, tapi cara berkembangbiakannya ibarat fungi.

4. Jamur lendir sanggup berkembang biak secara asecual dan secual.


Jamur lendir sanggup dibagi menjadi dua jenis yakni:


a. Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat) merupakan jamur lendir yang mempunyai sekat sehingga kumpulan sel-selnya sanggup dipisahkan. Misalnya Dictyostelium discoideum.


b. Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat) merupakan jamur lendir yang tidak mempunyai sekat sehingga kumpulan sel-selnya tidak sanggup dipisahkan serta mempunyai banyak inti sel. Misalnya: Physarum.


Agar lebih jelasnya wacana Protista mirip jamur sanggup dilihat gambar di bawah ini.


 ini mempunyai struktur badan dan cara reproduksi yang sama dengan keluarga jamur √ Protista Mirip Jamur

Protista mirip jamur


Nah, untuk jamur lendir bersekat dan tidak bersekat akan kita bahas pada halaman tersendiri. Anda sanggup cek di daftar isi Bab 5 Protista.


Daftar Pustaka:


Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.


Sumber gambar diambil dari situs www.sciencebooth.com diakses tanggal 7 Agustus 2015.


Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.



Sumber https://www.siswapedia.com

Saturday, August 19, 2017

√ Protista Seakan-Akan Hewan

Yang termasuk Protista ibarat hewan ialah golongan Protozoa. Protozoa merupakah makhluk hidup yang sanggup hidup di air asing, air tawar, di dalam jasad yang telah mati ataupun di dalam badan makhluk yang masih hidup.


Apa ciri-ciri protozoa?, Nah, ciri-ciri protozoa sanggup kita bedakan dalam dua macam yakni ciri-ciri secara morfologi dan fisiologi.


A. Ciri-Ciri Protozoa


a. Ciri morfologi Protozoa


Protozoa mempunyai bentuk fisik yang sangat kecil dan sangat beragam. Ukurannya sekitar 100 hingga 300 mikron. Bentuknya ada yang panjang, lonjong, bulat, persegi empat dan ada pula yang mempunyai aneka macam bentuk morfologi. Untuk lebih jelasnya, sanggup dilihat pada gambar berikut ini.


 Protozoa merupakah makhluk hidup yang sanggup hidup di air abnormal √ Protista Mirip Hewan

Protista ibarat binatang (Protozoa). Sumber gambar: enfo.agt.bme.hu


Protozoa merupakan makhluk hidup bersel satu yang sudah mempunyai membran inti (eukariota). Beberapa protozoa tidak mempunyai alat gerak namun pada umumnya mereka telah mempunyai alat gerak yang berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagellum) dan bulu getar (cilia).


Pada keadaan tertentu, Protozoa sanggup membentuk dirinya menjadi kista yang mempunyai kegunaan untuk melindungi dirinya dari ancaman lingkungan sekitar, contohnya adanya kadar asam yang tinggi di dalam air, kekeringan atau kondisi dimana materi kuliner sangat minim.


b. Ciri fisiologi Protozoa


Protozoa sanggup hidup dalam suhu lingkungan sekitar 36-40°C dengan kondisi lingkungan terbaik berkisar 16-25°C dan kondisi keasaman untuk sanggup melaksanakan proses metabolisme yaitu sekitar pH 6-8.


Sebagian besar protozoa mempunyai zat hijau daun (klorofil) sedangkan sebagian kecil lainnya tidak memilikinya. Untuk protozoa yang mempunyai klorofil, mereka sanggup mendapat kuliner dari proses fotosintesis sedangkan untuk protozoa yang tidak mempunyai klorofil, mereka mendapat makanannya melalui melalui membran sitoplasma. Ini ibarat halnya yang terjadi pada pada kuman (Baca juga: Bentuk, Ukuran dan Struktur Bakteri ).


Ada juga protozoa yang mendapat makanannya dengan cara memakannya mentah-mentah, contohnya memakan kuman atau ganggang. Makanannya dimasukan ke dalam lisan kemudian dicerna di dalam vakuola oleh enzim-enzim hingga nutrisi dalam kuliner tersebut sanggup dicerna oleh protozoa. Sisa pencernaan ini sebagian akan dibuang dikala vakuola membuka, tapi ada juga pembuangan yang dilakukan melalui anus.


Protozoa yang hidup sebagai benalu pada umumnya merugikan inangnya, akan tetapi ada pula yang menjalin kekerabatan simbiosis mutualisme (saling menguntungkan), contohnya protozoa di dalam perut rayap yang ikut membantu dalam mencerna kayu yang dimakan oleh rayap (Baca juga: Ciri-ciri Protista ).


B. Reproduksi Protozoa


Protozoa sanggup berkembang biak dengan cara asecual dan secual. Reproduksi secara asecual dilakukan melalui proses pembelahan biner. Sedangkan reproduksi secual dilakukan dengan cara penyatuan sel generatif (sel gamet) atau dengan penyatuan inti sel vegetatif. Nah, proses reproduksi secual dengan penyatuan inti vegetatif ini dinamakan sebagai konjugasi.


C. Penggolongan Protozoa


Berdasarkan alat geraknya, protozoa sanggup digolongkan menjadi empat macam golongan yaitu:



  • Rhizopoda atau Sarcodina (Berkaki Semu), contohnya Amoeba proteus.

  • Kelompok Flagellata atau Mastigophora (Bercambuk), contohnya Trypanosoma gambiense.

  • Kelompok Ciliata (Berambut Getar), contohnya Paramaecium, Didinium, Stentor dan Vorticella.

  • Kelompok Sporozoa (Penghasil Spora), contohnya Plasmodium.


Nah, terkait pembahasan wacana macam-macam protozoa, lebih lanjut akan kita bahas pada artikel berjudul Klasifikasi Protozoa (Anda sanggup melihatnya di Biologi Bab 05 Protista) sebab di halaman ini kita hanya membahas protista ibarat hewan atau protozoa secara umum saja.


Daftar Pustaka


Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.

Sumber gambar diambil dari situs www.sciencebooth.com diakses tanggal 7 Agustus 2015.

Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.



Sumber https://www.siswapedia.com

Friday, August 18, 2017

√ Pembagian Terstruktur Mengenai Protozoa Menurut Alat Geraknya

Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya – Ini merupakan halaman lanjutan dari pembahasan sebelumnya yang berjudul Protista Mirip Hewan. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa Protozoa jenisnya sangatlah banyak, ada lebih dari 65 ribuan jenis yang sudah diidentifikasi sampai dikala ini. Untuk itu perlu di klasifikasikan atau digolongkan biar gampang dipelajari.


Protozoa merupakan makhluk hidup yang ibarat dengan hewan, tapi susunan dalam tubuhnya masih sangat sederhana (tidak selengkap hewan) yang hanya terdiri dari inti dan protoplasma dimana keduanya ini mempunyai bentuk yang labil atau berubah-ubah. Protoplasma berfungsi sebagai alat gerak, alat penangkap mangsa, alat perkembangbiakan serta sebagai alat pencernaan masakan (baca juga: ciri-ciri protista).


Nah, klasifikasi protozoa atau penggolongan protozoa sanggup dilihat menurut alat geraknya dimana akan menghasilkan lima kelompok yakni Rhizopoda (Berkaki Semu), Actinopoda (Bercambuk), Zooflagellata (bulu cambuk), Ciliata (Berambut Getar) dan Sporozoa (Penghasil Spora).


Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya


A. Rhizopoda (Filum Sarcodina)


Golongan Rhizopoda pergerakannya didukung oleh kaki semu (pseudopodia) yang merupakan ekspansi dari protoplasma sehingga bisa bergerak dan menangkap mangsa. Nah, mangsa yang ditangkap ini kemudian akan dicerna di dalam vakuola. Anggota dari golongan Rhizopoda yang paling populer ialah amoeba. Selain itu adapula Foraminifera dan Arcella yang keduanya diselimuti oleh cangkang.


1. Amoeba (Ektoamoeba dan Entamoeba)


Amoeba sanggup kita jumpai di sekitar kita, contohnya di tanah becek yang banyak mengandung unsur organik. Amoeba sanggup dibagi menjadi dua jenis yaitu Ektoamoeba (hidup di luar badan organisme lain) dan Entamoeba (hidup di dalam badan organisme lain sebagai parasit).


Ektoamoeba contohnya Amoeba proteus (hidup di tanah lembap/berair), Globigerina (hidup di air laut) dan Difflugia (hidup di air tawar). Yang termasuk Entamoeba contohnya Entamoeba gingivalis hidup di dalam verbal insan yang sanggup menjadikan radang pada gusi. Selain itu ada juga Entamoeba c0l1 dan Entamoeba histolytica yang hidup di dalam usus manusia.


Bentuk amoeba sanggup berubah-ubah dan merupakan makhluk hidup bersel satu. Dalam tubuhnya dilindungi oleh membran sel serta membran plasma yang berfungsi untuk mengatur pertukaran zat, pengeluaran, pertukaran gas, alat gerak serta penangkap rangsang yang berasal dari luar tubuhnya.


Sel Amoeba terdiri dari sitoplasma luar (ektoplasma) dan sitoplasma dalam (endoplasma). Ektoplasma berbentuk ibarat cairan kental, tipis dan jernis. Ektoplasma berbatasan dengan membran plasma. Sedangkan endoplasma akan terlihat lebih keruh alasannya ialah di dalamnya terdapat organel sel ibarat lisosom, vakuola dan inti sel (nukleus). Untuk lebih jelasnya sanggup kita lihat pada gambar di bawah ini.


Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya √ Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya

Bagian badan amoeba (Sumber: Advanced Biology, 2000)


Sumber masakan Amoeba berbeda-beda antara amoeba yang satu dengan yang lainnya, ada Amoeba yang sumber makanannya berasal dari bahan-bahan organik yang telah mati namun adapula Amoeba yang sumber makanannya berasal dari protista lainnya dan bakteri. Saat amoeba bergerak mendekati mangsanya, ia akan memakai pseudopodianya (kaki semunya) untuk mengepung mangsa kemudian menelannya kemudian mencernanya di dalam vakuola. Perhatikanlah gambar di bawah ini.


Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya √ Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya

Amoeba menangkap mangsa (Sumber: Biologi 1A, 2004)


Apabila masakan di lingkungan sekitar telah habis atau keadaan lingkungan sangat jelek bagi kehidupan Amoeba, maka Amoeba akan melaksanakan suatu pertahanan diri dengan membentuk kista. Pembentukan kista dimulai dimana Amoeba akan menggumpalkan dirinya ibarat bola kemudian membran plasmanya akan mengeras ibarat cangkang. Jika keadaan lingkungan telah membaik atau ada makanan, maka kista akan pecah dan keluarlah amoeba (Baca juga: Protista ibarat hewan).


Bagaimana cara reproduksi Amoeba?. Nah, dalam hal ini Amoeba akan melaksanakan proses pembelahan biner yang berlangsung selama 21 menit. Perhatikanlah gambar di bawah ini.


Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya √ Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya

Amoeba membelah diri (Sumber: Mikrobiologi UI, 1986)


2. Foraminifera dan Radiolaria


Anggota Rhizopoda lainnya yakni Foraminifera (sejenis plankton) dan Radiolaria yang mempunyai cangkang keras serta mengandung silikon dan kalsium karbonat. Jika kedua makhluk ini mati kemudian menjadi fosil, bisa dipakai insan untuk memprediksi umur lapisan bumi.


Anggota Foraminifera bergerak sangat lambat, hidup melekat di dasar bahari dan juga mempunyai cangkang yang berbahan silika dan zat kapur. Warna cangkang Foraminifera bewarna cerah dimana pada permukaannya terdapat lubang-lubang berukuran kecil. Oleh manusia, cangkang Foraminifera biasanya dipakai untuk memperkirakan usia lapisan tanah di dasar bahari serta untuk pertanda keberadaan sumber minyak.


Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya √ Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya

Foraminifera dan Radiolaria (Sumber: Dr. Giuseppe dari www.photomazza.com)


B. Actinopoda (Bercambuk)


Anggota Actinopoda mempunyai bentuk badan ibarat bola serta mempunyai kaki semu yang lebih ramping dan menyebar yang dinamakan sebagai axopodia. Misalnya Heliozoa yang tidak bercangkang dan hidup di air tawar serta radiozoa yang mempunyai cangkang dari materi silika dan hidup di air asin. Pada umumnya, insan memanfaatkan cangkang Actinopoda untuk menciptakan materi pembentuk gelas, materi peledak dan materi penggosok.


Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya √ Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya

1) Actinomma antarcticum, 2) Actinomma aff. leptodermum dan 3) Actinomma sp (Sumber: www.scielo.cl)


Untuk golongan Zooflagellata, Ciliata dan Sporozoa akan kita bahas di halaman Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya (Bagian kedua).


[color-box]Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.

Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.[/color-box]



Sumber https://www.siswapedia.com

Tuesday, August 15, 2017

√ Zooflagellata, Ciliata Dan Sporozoa

Pada halaman ini kita akan membahas perihal pembagian terstruktur mengenai Protozoa menurut alat geraknya (bagian kedua) dimana yang akan kita bahas mencakup Zooflagellata, Ciliata dan Sporozoa sedangkan untuk Rhizopoda dan Actinopoda sudah kita bahas disini.


C. Zooflagellata


Zooflagellata tergolong dalam Protista ibarat hewan yakni salah satu jenis Protista yang mempunyai bulu cambuk atau flagel. Bulu cambuk ini selain berfungsi sebagai alat gerak sanggup juga berfungsi sebagai alat untuk menangkap mangsa. Makhluk hidup yang satu ini sanggup hidup di air tawar, air asin atau tanah lembap atau sebagai benalu di badan binatang atau tumbuhan.


Zooflagellata dinamakan juga sebagai zoomastigophora. Salah satu jenis Protozoa ini sanggup berkembangbiak secara secual maupun secara asecual yakni melalui pembelahan biner. Adapun ciri-cirinya yaitu sebagai berikut:


1. Hidup berkelompok,

2. Bersifat mikroskopis (tidak bisa dilihat dengan mata telanjang),

3. Sebagian Zooflagellata mempunyai mitokondria,

4. Sebagian besar hidup sebagai parasit,

5. Dapat hidup di air tawar dan air asin,

6. Reproduksi asecualnya dilakukan dengan cara pembelahan biner.


Contoh Zooflagellata antara lain:


1. Trypansoma gambiense yang sanggup menimbulkan penyakit tidur,

2. Leishmania donovani yang sanggup menimbulkan penyakit hitam atau kala azar,

3. Trichomonas v@gin@lis yang sanggup menimbulkan penyakit keputihan pada v@gin@ wanita.


D. Ciliata (Filum Ciliophora)


Mungkin dalam benak Anda bertanya-tanya, ibarat apa sih Ciliata itu?. Nah, macam-macam Ciliata sanggup kita lihat pada gambar di bawah ini.


Pada halaman ini kita akan membahas perihal pembagian terstruktur mengenai Protozoa menurut alat geraknya √ Zooflagellata, Ciliata dan Sporozoa

macam-macam Ciliata


Coba cermati gambar di atas, anggota Ciliata mempunyai rambut getar yang dinamakan “silia”. Beberapa Ciliata mempunyai rambut getar yang tumbuh di seluruh tubuh, tapi beberapa dari yang lainnya hanya mempunyai rambut getar yang tumbuh di sebagian badan saja. Lalu apa fungsi dari rambut getar ini?.


Nah, rambut getar ini berfungsi sebagai alat gerak bagi Ciliata. Selain itu, rambut getar yang tumbuh di sekitar lisan Ciliata sanggup juga dipakai untuk memutar air semoga membentuk ibarat pusaran yang kemudian bisa menyedot masakan menuju rongga lisan Ciliata.


Anggota Ciliata pada umumnya hidup bebas di daerah lembap ibarat sawah, sungai, rawa atau tanah yang becek namun adapula yang hidup sebagai parasit. Contoh anggota Ciliata yang hidup bebas antara lain Paramaecium caudatum, Didinium, Stentor dan Vorticella sedangkan yang hidup sebagai benalu misalnya Balantidium yang hidup pada usus besar ternak atau manusia.


Ciliata mempunyai dua inti sel (nukleus) yakni makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus berfungsi untuk mengatur metabolisme di dalam badan sedangkan mikronukleus berfungsi mengatur acara reproduksi. Ciliata berkembang biak secara

asecual dan secual. Perkembangbiakan secara asecual dilakukannya dengan pembelahan biner membujur sedangkan reproduksi secualnya dilakukan dengan konjugasi.


E. Sporozoa


Sporozoa merupakan kelompok Protozoa yang tidak mempunyai alat gerak sehingga untuk sanggup bergerak mereka harus melenturkan tubuhnya di dalam medium daerah mereka hidup. Sporozoa hidup sebagai benalu pada binatang dan insan yakni dengan cara menyerap nutrisi inangnya. Contoh yang paling populer yakni Plasmodium yang sanggup menimbulkan penyakit malaria pada manusia.


Berbeda dengan anggota lainnya dalam kelompok Protozoa, Sporozoa mempunyai ciri khas yakni membentuk spora pada salah satu tahapan siklus hidupnya. Tubuh Sporozoa berbentuk lingkaran atau oval dan mempunyai nukleus. Akan tetapi Sporozoa tidak mempunyai vakuola kontraktil sehingga masakan akan diserap eksklusif dari hospesnya melalui permukaan tubuh. Demikian pula respirasi dan ekskresinya, semuanya dilakukan melalui permukaan tubuhnya.


Selain Plasmodium, pola lainnya yaitu Babesia dan Theileria. Babesia bigemina menimbulkan penyakit demam Texas dan Theileria parva menimbulkan penyakit demam Pantai Timur (Afrika).


[color-box]Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.

Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.[/color-box]



Sumber https://www.siswapedia.com