Showing posts with label SOP Kamar Operasi. Show all posts
Showing posts with label SOP Kamar Operasi. Show all posts

Friday, October 6, 2017

√ Sop Kunjungan Pra Anestesi

Kunjungan pra anestesi

pengertian

Kunjungan pra anestesi yaitu suatu kunungan dokter anestesi yang bertujuan untuk menilai kondisi pasien, memperkirakan (prediksi) resiko anestesi dan menjelaskan mekanisme anestesi yang diharapkan untuk planning pembedahan yang direncanakan dan mendapat persetujuan tindakan anestesi (informed consent)


Tujuan

  1. untuk menilai kondisi pasien secara optimal pada ketika menjalani tindakan anestesi dan pembedahan.
  2. mengurangi angka kesakitan dan final hidup selama tindakan anestesi dan pembedahan
  3. memberikan rasa nyaman dan kondusif sebelum dilakukan tindakan anestesi.

Prosedur
  1. perawat (rang rawat inap, IGD, poliklinik dan instalasi kebidanan) menghubungi dokter anestesi
  2. dokter anestesi melaksanakan kunjungan pra anestesi
  3. dokter anestesi menciptakan planning pengelolaan anestesi mencakup : melaksanakan identifikasi pasien, melaksanakan wawancara dan investigasi tanda - tanda vital, menanyakan riwayat penyakit, alergi, kebiasaan, riwayat anestesi terdahulu, pengobatan ketika ini, menilai status fisik pasien (menentukan ASA)
  4. dokter anestesi meminta dan mempelajari hasil - hasil investigasi dan konsultasi yang perlu dilakukan untuk tindakan anestesi
  5. dokter anestesi memilih obat - obatan dan tehnik yang diharapkan untuk tindakan anestesi
  6. dokter anestesi menjelaskan wacana kondisi pasien kepada pasien atau keluarga, mencakup diagnosa kerja, planning tindakan dan faktor penyulit anestesi serta kemungkinan komplikasi intra maupun paska anestesi.
  7. dokter anestesi mengisi form check list assesment anestesi dan menandatangani blangko terkait dengan anestesi
  8. pasien siap diantar ke kamar operasi sesuai dengan agenda yang telah ditentukan

Unit terkait
  1. unit kamar operasi
  2. Instalasi gawat darurat dan ruang rawat intensif
  3. instalasi kebidanan


Sumber http://bangsalsehat.blogspot.com

√ Sop Intubasi Endotrakhea Tube (Ett)

Intubasi ETT

Pengertian

Intubasi endotrakhea yakni tindakan pemasangan pipa endotrakhea kedalam trakea untuk menjamin ventilasi, oksigenasi serta dukungan gas anestesi semoga pasien sanggup dilakukan pembedahan.


Tujuan

  1. minimalisasi komplikasi yang mungkin timbul jawaban dari intubasi 
  2. pemantauan dini komplikasi jawaban intubasi endotrakhea dan penatalaksanaan segera dari komplikasi yang timbul.

Prosedur
  1. dokter anestesi merupakan koordinator tindakan intubasi, dibantu perawat anestesi yang bertugas : memasukkan obat, dan memperlihatkan tekanan krikoid kalau dibutuhkan pada dikala intubasi dilakukan.
  2. perawat anestesi memastikan susukan intravena yang adekuat telah terpasang dengan baik
  3. perawat anestesi memastikan mesin anestesi berfungsi dengan baik
  4. perawat anestesi memastikan oksigen dan N2O dalam keadaan terisi dan siap pakai
  5. alat - alat yang dibutuhkan : set laringoskop yang bekerja dengan baik, oropharingeal airway, facemask yang sesuai, siapkan 2  ukuran pipa endotrakheal tube (1 untuk ukuran normal, i untuk ukuran yang lebih kecil ) pastikan ceffed pipa endotrakeal baik, forcep magil, suction unit yang bekerja dengan baik dengan kateter suction yang sesuai, plester, stetoskop
  6. perawat anestesi memasang monitor pada pasien ; saturasi oksigen, tekanan darah, EKG
  7. perawat anestesi menyiapkan obat - obatan yaitu : obat induksi, obat pelumpuh otot, sulfas atropin, obat golongan opioid, adrenalin dan obat - obatan resusitasi lainnya ( dibutuhkan dikala emergency pada pasien dikala intubasi)
  8. dokter anestesi / perawat anestesi melaksanakan intubasi dengan cara
  • oksigenasi dengan oksigen 100% + agent dan N2O selama 3 - 5 menit.
  • berikan obat - obatan induksi dan pelumpuh otot sesuai takaran / berat badan, dan kalau tidak terdapat kontra indikasi.
  • asisten (penata anestesi) memperlihatkan tekanan pada krikoid kalau diperlukan
  • visualisasi eksklusif pita bunyi dengan laringoskop dan intubasi trakea
  • pasien dengan dugaan trauma cervical dilakukan pada posisi netral dengan in line axial stabilization.
  • inflasi cuff ujung pipa endotrakhea melalui auskultasi dada kiri dan kanan, pada dikala ventilasi manual, dan kedalamannya pun sanggup dilihat dari nomor yang tertera pada pipa endotrakea 
  • perawat anestesi memfiksasi pipa endotrkhea dengan plester
  • dokter anestesi menghubungkan pipa dengan mesin anestesi 
  • dokter memastikan sedasi dan pelumpuhan otot adekuat
  • dokter anestesi mempertimbangkan pemasangan pipa nasogastrik kalau dibutuhkan
  • perawat anestesi mencatat pada rekam medis : ukuran ETT dan NGT yang dipakai, dan obat - obatan yang diberikan

Unit terkait
  1. Unit kamar operasi
  2. instalasi gawat darurat dan ruang intensif
  3. instalasi kebidanan
  4. ruang rawat inap

Sumber http://bangsalsehat.blogspot.com

Thursday, October 5, 2017

√ Sop Konsultasi Pre Operasi Atau Durante Operasi


Pengertian Konsultasi pre operasi atau durante operasi


Konsultasi pre operasi atau durante operasi ialah konsultasi kepada konsulen atau seorang andal lain yang dilakukan pada dikala pre operasi yang dijadwalkan efektif atau durante operasi alasannya kasus diluar kewenangan klinis / emergency.


Tujuan konsultasi pre operasi atau durante operasi


memperlancar jalannya operai sehingga pasien akan mendapat pelayanan yang terbaik


Prosedur konsultasi pre operasi atau durante operasi

  • DPJP memilih dokter konsulen dan menghubungi dokter tersebut serta menjelaskan secara verbal mengapa dibutuhkan konsul. undangan konsul ini juga sanggup dilakukan melalui perawat.
  • kedua dokter bersama - sama melaksanakan investigasi dan evaluasi.
  • bila tidak perlu dilakukan nya tindakan pembedahan, maka dokter konsulen akan mengisi lembar konsultasi dan konsul selesai.
  • bila perlu dilakukan tindakan pembedahan : 
  1. dokter primer dan atau bersama - sama dengan dokter konsulen berbicara dengan pasien dan atau anggota keluarganya untuk memperlihatkan klarifikasi mengapa perlunya konsultasi dan tujuannya.
  2. bila pasien dan atau keluarganya baiklah maka konsul dilanjutkan dan melengkapi informed konsen
  3. bila pasien dan atau keluarga tidak baiklah maka konsul dibatalkan dan dokter primer melanjutkan tindakannya dan melengkapi surat penolakan.
  • bila tindakan pembedahan disetujui maka:
  1. kedua dokter bedah melaksanakan tindakan bersama - sama
  • setelah tindakan selesai
  1. dokter primer dan konsulen melengkapi status rekam medis antara lain laporan operasi, assesment ulang dan undangan investigasi lanjut.
  2. pasien yang sudah dilakukan tindakan sanggup dirawat oleh salah satu operator atau rawat bersama.

Unit terkait

  • unit kamar bedah
  • instalasi gawat darurat dan ruang rawat intensif
  • ruang rawat inap
  • instalasi kebidanan
  • poliklinik.

Sumber http://bangsalsehat.blogspot.com

Wednesday, October 4, 2017

√ Sop Ekstubasi Endotrakhea (Ett) Pasca Operasi

ekstubasi endotrakhe (ETT)

Pengertian Ekstubasi Endotrakhe (ETT) Pasca Operasi

Ektubasi Endotrakhea (ETT) pasca operasi yaitu melepaskan kembali ETT sesudah mekanisme operasi tamat dan ekstubasi dilakukan dengan persiapn peralatan pengelolaan jalan nafas dan kriteria ekstubasi telah terpenuhi.

Tujuan SOP Ekstubasi Endotrakhe (ETT) Pasca Operasi

Tersedianya contoh dalam pelaksanaan tindakan ekstubasi pada pasien yang terintubasi sesudah operasi selesai.

Prosedur Ekstubasi Endotrakhe (ETT) Pasca Operasi


  • Ekstubasi Bangun Penuh
  1. Posisika pasien terlentang
  2. Dokter anestesi / perawat anestesi mematikan seluruh gas anestesi kecuali oksigen yang tetap mengalir sekitar 6 L / menit.
  3. dokter anestesi / perawat anestesi memastikan pengaruh pelumpuh otot sudah hilang, jika perlu berikan reverse pelumpuh otot
  4. dokter anestesi / perawat anestesi memastikan pola nafas sudah reguler
  5. bila tidak ada retraksi dinding dada, SpO2 > 95% dengan udara luar.
  6. dokter anestesi / perawat anestesi membangunkan pasien dengan cara mengikuti perintah sederhana (buka mata, buka lisan atau angkat tangan)
  7. dokter anestesi / perawat anestesi mengkempiskan balon endotrachel kemudian tarik pipa nya.
  8. berikan oksigen lewat kanul 3L / menit.
  • Ekstubasi dalam anestesi
  1. dokter anestesi mematikan seluruh gas anestesi, kecuali N2O.
  2. dokter anestesi memastikan pengaruh pelumpuh otot sudah hilang, jika perlu berikan reverse pelumpuh otot.
  3. dokter anestesi memastikan pola nafas sudah reguler
  4. dokter anestesi memastikan kapsitas otot pernafasan adekuat.
  5. dokter anestesi melaksanakan suction untuk membersihkan secret atau darah di rongga mulut.
  6. dokter anestesi mematikan seluruh gas, 
  7. dokter anestesi memperlihatkan oksigen 6 - 10 L / menit. melalui sungkup muka sampai pasien bangun
  8. setelah pasien dapat melaksanakan perintah sederhana (buka mata dan angkat tangan) berikan oksigen kanul 3L / menit.
Unit terkait
  • unit kamar operasi

Sumber http://bangsalsehat.blogspot.com

Tuesday, October 3, 2017

√ Sop Sedasi Sedang (Moderat)


Pengertian Sedasi sedang (Moderat)

Pemberian obat - obatan untuk mendepresi kesadaran pasien, dimana pasien sanggup merespon terhadap perintah ( baik dengan kemauan sendiri ataupun dibantu dengan rangsangan taktil ) dimana dibutuhkan upaya untuk menjaga potensi jalan nafas, nafas impulsif adekuat, dan sistem kardiovaskuler terjaga.


Tujuan 

menawarkan pelayanan sedasi sedang pada pasien yang memerlukan


Prosedur sedasi sedang ( moderat )

  • Persiapan alat dan obat
  1. obat - obtan untuk sedasi dan anestesi (midazolam, atropin sulfas, opioid )
  2. spuit
  3. monitor (nadi, saturasi)
  4. oksigen
  5. peralatan dan obat resusitasi
  6. rekam medis
  7. ambubag / ventilasi tekanan positif

  • Persiapan pasien
  1. dokter anestesi melaksanakan anamnesis dan investigasi keadaan umum
  2. dokter anestesi menawarkan klarifikasi ihwal hal - hal yang akan dilakukan kepada pasien dan keluarga
  3. dokter anestesi melaksanakan informed konsent / persetujuan tindakan 
  4. dokter anestesi menyuruh pasien puasa sebelum dilakukan sedasi (dewasa > 6 jam dan anak - anak > 4 jam)

  • Pelaksanaan 
  1. perawat anestesi mempersiapkan peralatan
  2. perawat anestesi mengatur posisi pasien dan dipasang monitor.
  3. perawat anestesi memasang oksigen 3 - 5 L / menit
  4. perawat anestesi memasukkan obat sesuai kode dokterbedah antara lain :Fentanyl 1 - 3 Mcg / kg BB (IV), midazolam 0,05 - 0,07 mg / kg BB (IV), thyopental 1 - 2 mg / Kg BB ( IV), sulfas atropin 0,25 mg (IV)
  5. dokter anestesi dan atau perawat anestesi memantau hemodinamik dan mencatat dalam rekam medis selama pembiusan
  6. setelah tindakan selesai, dokter anestesi mengawasi pasien sampai sadar
  7. apabila pasien hemodinamik stabil dan nafas adekuat kemudian dipindahkan ke ruang pulih sadar (RR)
  8. perawat anestesi merapikan alat

Unit terkait
  • unit kamar bedah

Sumber http://bangsalsehat.blogspot.com

√ Sop Anestesi Spinal

anestesi spinal

Pengertian Anestesi Spinal

Suatu proses pembiusan dengan memasukkan obat anestesi lokal dengan konsentrasi tertentu ke dalam ruang subaraknoid melalui jarum spinal.


Tujuan

  1. memberikan suatu kondisi operasi yang optimal sesuai dengan level blok yang diinginkan 
  2. mengurangi resiko mual muntah yang diakibatkan apabila dilakukan anestesia umum 

Prosedur Anestesi spinal
  • persiapan alat dan obat
  1. obat - obatan untuk sedasi dan anestesi (bupivacain, fentanil)
  2. spuit dan spinocan sesuai ukuran 
  3. monitor (nadi dan saturasi)
  4. Oksigen
  5. peralatan dan obat resusitasi
  6. rekam medis
  7. ambubag

  • Persiapan pasien
  1. dokter anestesi melaksanakan anamnesis dan investigasi keadaan umum
  2. dokter anestesi menawarkan klarifikasi perihal hal - hal yang akan dilakukan kepada pasien dan kelurga.
  3. dokter anestesi melaksanakan informed konsent / persetujuan tindakan
  4. dokter anestesi menyuruh pasien puasa sebelum dilakukan sedasi (dewasa >6 jam dan anak -anak >4 jam)

  • Pelaksanaan
  1. dokter anestesi mengecek hemodinamik pasien
  2. perawat anestesi memposisikan pasien duduk / miring dengan kepala fleksi 
  3. perawat anestesi menyiapkan peralatan dan obat - obatan sesuai dengan kebutuhan
  4. perawat anestesi melaksanakan desinfektan tempat yang akan ditusuk
  5. dokter anestesi melaksanakan penusukan didaerah lumbal 3-4 / 4-5
  6. setelah final perawat merapikan alat

Unit terkait
  • unit ruang bedah

Sumber http://bangsalsehat.blogspot.com