Showing posts with label Senjata Tradisional. Show all posts
Showing posts with label Senjata Tradisional. Show all posts

Tuesday, December 19, 2017

√ 3 Senjata Tradisional Kalimantan Tengah Yang Bersejarah

Senjata tradisional kalimantan tengah – teman disiniaja yang berbahagia, mungkin teman sudah tahu bagaimana sejarah Indonesia ketika menghadapi belanda yang menjajah selama 350 tahun. Bukan tanpa perlawanan. Pahlawan Indonesia yang dikala itu melaksanakan perlawanan salah satunya dengan memakai senjata tradisional.


Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa jenis senjata tradisional tepatnya Kalimantan Tengah yang beribukota di Palangkaraya. Jika teman hendak berkunjung ke Provinsi Kalimantan Tengah, banyak tempat-tempat yang menarik.


Sebut saja Museum Balanga yang berada di Kota Palangkaraya di Jalan Tijilik Riwut. Apalagi jikalau teman suka dengan sejarah. Karena di Museum tersebut terdapat banyak benda-benda sejarah diantaranya ialah keunikan dari senjata tradisional Kalimantan menyerupai Sumpit, duhung, dan mandau. Berikut klarifikasi ke tiga senjata tradisional tersebut.


1.    Senjata Tradisional Kalimantan Tengah – Sumpit / Sipet


 mungkin teman sudah tahu bagaimana sejarah Indonesia ketika menghadapi belanda yang menja √ 3 Senjata Tradisional Kalimantan Tengah Yang Bersejarah
Sumber : 3.bp.blogspot.com

Sumpit atau dalam bahasa Kalimantan Tengah disebut Sipet ini merupakan senjata tradisional yang dipergunakan dalam pertempuran, berburu, sampai sebagai senjata pembunuh secara diam-diam. Jika disepertikan yaitu menyerupai sniper tetapi versi tradisionalnya, hehe.


Cara memakai senjata ini yaitu dengan cara ditiup. Layaknya sniper, sumpit ini sanggup dipakai sebagai senjata jarak jauh dan mempunyai akurasi tembak mencapai 200 meter. Sumpit yang terdiri dari tabung bambu dan kayu yang panjangnya sekitar 1-3 m, dilengkapi dengan anak sumpit sebagai peluru yang berbentuk lingkaran dengan diameter kira-kira 1 cm.


Anak sumoit atau damek ini sanggup terbuat dari bambu yang salah satunya berbentuk kerucut dan terbuat dari kayu yang massanya ringan (kayu pelawi) yang berfungsi semoga anak sumpit sanggup melesat dengan lurus juga sebagai penyeimbang dikala lepas ditiupkan buluh.


Sedangkan ujung lainnya berbentuk runcing dan diberikan racun yang mematikan untuk berburu hewan buruan. Racunnya pun terbuat dari getah tumbuh-tumbuhan hutan yang sampai dikala ini belum ada penawarnya. Serem juga ya senjata tradisional ini.


Karena cara kerjanya ditiup, untuk memilih sejauh mana jarak anak sumpit itu melesat, ditentukan dengan seberapa berpengaruh tidaknya nafas dikala ditiupkan. Mungkin kalau kita yang meniupnya (pemula) hanya akan melesat 1 meter saja. Mau mencoba senjata tradisional ini? Siapkan nafas yang berpengaruh ya.


2.    Senjata Tradisional Kalimantan Tengah – Duhung / Dohong


 mungkin teman sudah tahu bagaimana sejarah Indonesia ketika menghadapi belanda yang menja √ 3 Senjata Tradisional Kalimantan Tengah Yang Bersejarah
Sumber : 1.bp.blogspot.com

Duhung yang merupakan senjata tradisional suku dayak ini dipercaya merupakan senjata tertua suku dayak. Pemilik awal senjata ini juga memang tidak sembarang orang, hanya raja-raja dan leluhur orang dayak. Seperti Raja Sangiang, Raja Sangen, dan Raja Bunu.


Menurut legenda, ketiga raja tersebut mempunyai duhung yang berbeda. Duhung milik Raja Sangiang dan Raja Sangen terbuat dari besi yang sanggup mengapung. Sedangkan duhung milik Raja Bunu terbuat dari besi yang tidak sanggup mengapung. Duhung jenis ini biasa disebut dengan leteng.


Duhung yang mempunyai ukuran sekitar 50-75 cm ini pada jaman dahulu dipakai sebagai alat untuk berburu dan bercocok tanam. Dalam perkembangannya, untuk dikala ini duhung tidak lagi berfungsi dan dipergunakan sebagai senjata, tetapi dijadikan sebagai benda pusaka yang dipajang dan disimpan.


3.    Senjata Tradisional Kalimantan Tengah – Mandau ( Suku Dayak )


 mungkin teman sudah tahu bagaimana sejarah Indonesia ketika menghadapi belanda yang menja √ 3 Senjata Tradisional Kalimantan Tengah Yang Bersejarah
Sumber : 2.bp.blogspot.com

Mandau merupakan senjata tradisional yang sudah dikenal sebagai senjata masyarakat suku dayak dari Kalimantan. Mandau merupakan sejenis bendo dengan panjang kira-kira 1/2 meter. Mandau sendiri berasal dari kata “Man”, yaitu salah satu suku di China bab selatan dan ‘Dao’ yang berarti golok dalam bahasa China. Senjata yang berasal dari Suku Dayak ini rupanya dibentuk oleh cendekia besi yang mempunyai ilmu gaib.


Mandau juga mempunyai ciri khas, yaitu adanya ukiran-ukiran pada bab bilahnya yang tidak tajam. Banyak juga dijumpai ada pelengkap lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud untuk memperindah bilah mandau.


Ternyata, mandau terdiri dari dua macam, yakni mandau tampilan dan mandau biasa. Biasanya, mandau versi tampilan dipakai untuk perang dan upacara. Sedangkan mandau biasa dipakai untuk keperluan sehari-hari.


Nah, itulah senjata tradisional kalimantan tengah yang menjadi sejarah Indonesia. Semoga menambah pengetahuan dan semoga bermanfaat. Terimakasih telah berkunjung.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ 5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat Dan Penjelasannya

Senjata tradisional Kalimantan Barat – Dalam artikel kali ini masih akan membahas mengenai senjata tradisional yang pada artikel sebelumnya kita sudah membahas senjata tradisional asal Kalimantan Tengah. Untuk kali ini kita akan membahas senjata tradisional dari Kalimantan Barat.


Walaupun sama-sama dari Kalimantan, ternyata senjata tradisional dari masing-masing Kalimantan tidak semuanya sama. Untuk itu, eksklusif saja disimak pembahasan lengkapnya dibawah ini.



1. Senjata Tradisional Kalimantan Barat – Sipet / Sumpit


 Dalam artikel kali ini masih akan membahas mengenai senjata tradisional yang pada artikel √ 5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat dan Penjelasannya
Sumber : 3.bp.blogspot.com

Sipet atau sumpitan ini terbuat dari batang kayu yang keras berdiameter 2-3 cm dengan panjang kira-kira 1.5 m – 2.5 m dan pecahan tengahnya dilubangi dengan diameter lubang sekitar ¼ – ¾ cm yang berfungsi sebagai laras untuk meluncurkan dan menembakan anak sumpit atau disebut ‘damek’.


‘Damek’ sendiri terbuat dari bambu yang ujungnya diberi racun atau sanggup dari getah pohon ipuh atau pohon Iren yang mereka sebut ‘Ipu’. Konon sanggup / racun tersebut sangat mematikan dan belum ada penawarnya.


Menurut dongeng tetek tatum (cerita turun-temurun), ipuh atau racun dari anak sumpit ini sanggup melumpuhkan seekor beruang dan harimau dalam waktu kurang lebih 10 menit dengan tingkat akurasi tembak mencapai jarak 200 meter dikala berburu oleh suku Dayak pedalaman. Wow.


2. Senjata Tradisional Kalimantan Barat – Lonjo / Tombak


 Dalam artikel kali ini masih akan membahas mengenai senjata tradisional yang pada artikel √ 5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat dan Penjelasannya
Sumber : hwww.indonesiakaya.com

Tombak merupakan senjata tradisional yang biasa digunakan untuk berburu dan juga berperang oleh tentara-tentara nusantara sebab pada waktu itu kurangnya materi besi untuk menciptakan pedang. Bagian tombak yang terdiri dari tongkat sebagai pegangannya dan kelapa tombak atau mata yang tajam yang diperkeras dan dibentuk runcing dengan materi lain.


3. Senjata Tradisional Kalimantan Barat – Perisai / Telawang


 Dalam artikel kali ini masih akan membahas mengenai senjata tradisional yang pada artikel √ 5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat dan Penjelasannya
Sumber :
4.bp.blogspot.com

Perisai atau telawang terbuat dari materi kayu, kulit hewan atau tempurung kura-kura. Memiliki ukuran panjang 1-2 meter dan lebar 30-50 cm. Untuk dibagian luar atau pecahan depan dibentuk sebuah tabrakan atau lukisan yang mempunyai makna tertentu. Dan pecahan dalam atau belakang terdapat sebuah daerah pegangan.


Perisai yang mempunyai fungsi sebagai penahan dari segala kerusakan dan serangan dari lawan menyerupai pedan dan anak panah ini biasanya didampingkan oleh senjata lain semisal pedang, gada ataupun tombak.


4. Senjata Tradisional Kalimantan Barat – Mandau


 Dalam artikel kali ini masih akan membahas mengenai senjata tradisional yang pada artikel √ 5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat dan Penjelasannya
Sumber :
4.bp.blogspot.com

Mandau mempunyai nama orisinil ialah “Mandau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau” selalu dirawat oleh pemiliknya dengan baik sebab dianggap kramat. Batu-batuan yang sering digunakan sebagai materi dasarnya ialah ; Batu Mujat, Batu Sanaman Mantikei, dan Batu Montalat.


Mandau merupakan senjata tradisional orisinil Kalimantan dan juga merupakan senjata bebuyutan yang dianggap sebagai senjata keramat dan mempunyai nilai religius. Bentuknya yang panjang dan terdapat sebuah tabrakan dari emas, perak, dan tembaga, juga dihiasi dengan bulu burung bahkan rambut manusia.


5. Senjata Tradisional Kalimantan Barat Dohong / Duhung


 Dalam artikel kali ini masih akan membahas mengenai senjata tradisional yang pada artikel √ 5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat dan Penjelasannya
Sumber : 1.bp.blogspot.com

Dohong merupakan senjata tradisional yang menyerupai keris akan tetapi mempunyai ukuran lebih besar dan tajam sebelah menyebelah. Atas atau hulunya terbuat dari tanduk dan sarungnya terbuat dari kayu.


Dohong sebagai senjata yang digunakan oleh masyarakat Kalimanta untuk berburu dan bercocok tanam ini hanya boleh digunakan oleh Raja-raja atau kepala suku tersebut. Dohong atau duhung ini konon merupakan senjata tertua suku Dayak.


Demikianlah pembahasan singkat, padat dan terang mengenai senjata tradisional Kalimantan Barat yang mudah-mudahan menambah wawasan kita. Semoga bermanfaat dan semoga lebih bermanfaat kau sanggup like dan share ke teman-teman yang lain ya.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Monday, December 18, 2017

√ 4 Senjata Tradisional Kalimantan Timur Yang Di Lestarikan Di Museum

Senjata Tradisional Kalimantan Timur – Selamat tiba kembali di disinaja.net. Kali ini masih dalam pembahasan mengenai senjata tradisional yang berasal dari Kalimantan. Tepatnya dalam artikel kali ini, kita akan membahas kembali senjata tradisional ialah dari Kalimantan Timur.


Nah, bagi kau yang berada di wilayah Kalimantan dan sedang mencari tahu apa saja senjata tradisional daro Provinsi Kaltim, kau dapat mengunjungi sebuah museum yang dipenuhi dengan benda-benda sejarah tentunya yakni di tempat Kabupaten Kutai.


Jadi pemerintah Tingkat II Kutai mendirikan sebuah museum yang diberi nama Museum Kutai yang bertujuan memelihara dan melestarikan benda-benda sejarah peninggalan krajaan. Museum ini juga dijadikan sebagai sentra kesenian dan olahraga, yang diresmikan pada 25 November 1971.


Kalimantan Timur mempunyai beberapa senjata tradisional ialah sumpit, mandau, sarepang, bujak, gayang dan kelibit. Bisa kau temukan di Museum Kutai tersebut. Tetapi tidak semua senjata tersebut akan aku jelaskan sebab belum ada reperensi dan artikel yang membahas secara lengkap. Langsung saja disimak penjelasannya di bawah ini.



1. Senjata Tradisional Kalimantan Timur – Mandau


 Kali ini masih dalam pembahasan mengenai senjata tradisional yang berasal dari Kalimantan √ 4 Senjata Tradisional Kalimantan Timur Yang di Lestarikan di Museum
Sumber : www.suarawajarfm.com

Mandau yang merupakan senjata tradisional suku dayak ini dipergunakan oleh Raja-Raja atau kepala suku saja. Karena mandau dipercaya merupakan senjata keramat yang sangat dipelihara dan dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Mandau yang sejenis dengan parang, mempunyai panjang ½ meter.


Ciri khas yang menempel pada senjata tradisional ini ialah pada ukiran-ukiran pada bilahnya yang tidak terlalu tajam. Banyak juga ditemui mandau dengan gesekan perhiasan lubang pada bilahnya dengan ditutupi dengan tembaga dengan tujuan memperindah bilah mandau.


2. Senjata Tradisional Kalimantan Timur – Bujak


Bujak merupakan senjata tradisional Kaltim yang sejenis dengan tombak.


3.    Senjata Tradisional Kalimantan Timur – Gayang


 Kali ini masih dalam pembahasan mengenai senjata tradisional yang berasal dari Kalimantan √ 4 Senjata Tradisional Kalimantan Timur Yang di Lestarikan di Museum
Sumber :
folksofdayak.wordpress.com

Gayang merupakan senjata tradisional suku Dayak Kadazandusun, bentuknya yang menyerupai dengan mandau tetapi mempunyai perbedaan dalam segi desain bilah dan sarungnya yang melengkung semisal Parang Ilangnya Dayak Iban.


Juga dalam segi ukuran, gayang mempunyai ukuran panjang yang lebih panjang dari mandau. Gayang juga dibentuk dengan ritual-ritual tertentu menyerupai pembuatan mandau.


4.    Senjata Tradisional Kalimantan Timur – Sumpit


 Kali ini masih dalam pembahasan mengenai senjata tradisional yang berasal dari Kalimantan √ 4 Senjata Tradisional Kalimantan Timur Yang di Lestarikan di Museum
Sumber :
statik.tempo.co

Sumpit ialah senjata tradisional Kalimantan yang dipakai dengan cara ditiup. Senjata tradisional ini sering dipakai untuk memburu dan sebagai senjata perang. Sumpit yang dibentuk dari bilahan bambu sebagai batang (pipa sumpit) dan anak panah (damek) yang dibentuk dari bilah bambu, lidi aren atau dirap.


Demikianlah klarifikasi singkat terkait senjata tradisional Kalimantan Timur yang mudah-mudahan dapat menambah wawasan kita. Semoga bermanfaat dan semoga lebih bermanfaat lagi share ke teman yang lain ya. Terimakasih.


Referensi:


Tradisikita.my.id/senjata-tradisional-kalimantan-timur/



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ Senjata Tradisional Maluku Yang Penuh Makna

Senjata Tradisional Maluku – Kembali lagi di disiniaja.net. Dalam artikel ini kita akan membahas lagi mengenai senjata tradisional. Tepatnya senjata tradisional dari Provinsi Maluku. Ada yang tahu apa saja nama senjata tersebut? Mungkin ada yang sudah tahu dan mungkin banyak yang belum tahu. Hehe, biasanya sih lebih banyak yang nggak tahunya.


Tapi damai aja gak usah khawatir, stres apalagi galau. Kita akan bahas secara singkat, padat dan terang pokonya. Langsung saja kita simak penjelasannya berikut ini.


1. Senjata Tradisional Maluku – Parang Salawaku


 Dalam artikel ini kita akan membahas lagi mengenai senjata tradisional √ Senjata Tradisional Maluku Yang Penuh Makna
Sumber : zipoer7.files.wordpress.com

Parang salawaku merupakan satu pasang senjata tradisional dari Maluku yang terdiri dari Parang (pisau panjang) dan Salawaku (perisai) yang pada ketika jaman dulu merupakan senjata yang digunakan para pendekar Indonesia untuk berperang melawan penjajah.


Senjata tradisional ini, juga merupakan lambang pemerintah kota Ambon. Parang dan salawaku bagi masyarakat Maluku adalah simbol kemerdekaan rakyat Maluku. Jika kau hendak berkunjung ke Maluku, kau sanggup melihat senjata tradisional Maluku ini dalam tarian Cakelele.


 Dalam artikel ini kita akan membahas lagi mengenai senjata tradisional √ Senjata Tradisional Maluku Yang Penuh Makna
Sumber : kidnesia.com

Cekelele merupakan tarian khas Maluku yang menyimbolkan kekuatan kaum laki-laki Maluku. Pada ketika tarian cakelele, bendo yang dipegang ditangan kanan penari melambangkan sebuah keberanian. Sedangkan salawaku yang dipegang di tangan kiri adalah melambangkan usaha untuk mendapat keadilan.


2. Senjata Tradisional Maluku – Kalawai


 Dalam artikel ini kita akan membahas lagi mengenai senjata tradisional √ Senjata Tradisional Maluku Yang Penuh Makna
Disiniaja.Net

Bagi masyarakat Maluku niscaya sudah tidak abnormal lagi dengan senjata tradisional ini, adalah kalawai. Bagi kita yang belum tahu, sanggup menjadi pengetahuan bagi kita tentunya. Kata kalawai sendiri berasal dari kata bahasa orisinil tempat Maluku, terkhusus tempat Maluku Tengah ( Ambon, Haruku, Pulau Seram, Nusalaut, Buru dll ).


Kata kalawai adalah berasal dari dua kata, yakni ‘kala’ dan ‘wai’. ‘Kala’ memiliki arti tikam dan ‘wai’ memiliki arti air. Makara secara harfiah kata ‘kalawai’ berarti menikam air. Kalawai merupakan senjata tradisional khas tempat Maluku.


Bentuk kalawai ini adalah menyerupai mirip tombak akan tetapi bentuk dari kalawai sendiri biasanya sebuah pegangan yang terbuat dari kayu ataupun buluh yang sedikit lebih panjang dari tombak. Ujung buluhnya diberi besi tajam dan lebih dari satu sebab akan diikat melingkari buluh tersebut.


Perbedaan yang paling terlihat dari kalawai dan tombak adalah pada ujung atau matanya. Jika tombak yang umumnya bermata 1, maka kalawai bermata 3 yang menyerupai dengan Trisula. Dalam fungsinya, kalawai memiliki fungsi yang berbeda dengan tombak.


Jika tombak merupakan senjata untuk berburu di hutan, kalawai berfungsi  menangkap ikan dilautan ataupun di sungai oleh para nelayan di dalam air. Bisa untuk menangkap ikan, teripang, gurita, morea dan lain sebagainya.


Demikian pembahasan singkat perihal senjata tradisioal Maluku, mudah-mudahan sanggup menambah wawasan bagi pembaca. Supaya bermanfaat jangan lupa like dan share ke temain yang lainnya ya. Terimakasih.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Sunday, December 17, 2017

√ 4 Senjata Tradisional Riau Yang Masih Eksis

Senjata Tradisional Riau – Provinsi Riau yang mempunyai bermacam-macam budaya dan watak istiadat yang sudah berkembang dari keberadaannya masyarakat Melayu, salah satunya juga mempunyai senjata tradisional yang khas dan perlu dilestarikan.


Riau yang merupakan provinsi penghasilkan kekayaan alam terbanyak di Indonesia dari mulai minyak bumi, gas alam, kelapa sawit, karet, hingga perkebunan, juga pernah kehilangan 2.45 juta hektar hutan pada tahun 2009, yang menjadikan deforestasi hutan.


Nah, jangan hingga terulang kembali hilangnya kekayaan alam di Riau yaitu salah satunya dengan melestarikan senjata tradisional khas Riau. Berikut 4 senjata tradisionalnya:



1. Senjata Tradisional Riau – Keris


 Provinsi Riau yang mempunyai bermacam-macam budaya dan watak istiadat yang sudah berkembang dari  √ 4 Senjata Tradisional Riau Yang Masih Eksis
Sumber :
kotamanusia.files.wordpress.com

Keris yaitu senjata tradisional yang telah digunakan semenjak berabad-abad lalu. Tidak hanya di Riau saja, keris juga pada umumnya digunakan oleh bangsawan-bangsawan di Asia Tenggara. Keris yang merupakan alat pertahanan diri jarak bersahabat ini juga menjadi sebuah simbol kehormatan.


Sejak masa kerajaan, keris memang memmpunyai kedudukan sebagai simbol kehormatan. Sebagai bentuk pemberian juga sebagai kebanggaan. Sampai sekarang, dalam watak dan budaya Melayu Riau, selalu mengikursertakan keris dalam busana mereka sebagai suplemen turun-temurun.


Jika pakaian keris yang terdapat di pulau Jawa yaitu dengan menyimpan keris yang diselipkan di bab pinggang belakang, maka di Riau dan masyarakat Melayu umumnya menyimpan keris dalam busana mereka yaitu di depan.


2. Senjata Tradisional Riau – Beladau


 Provinsi Riau yang mempunyai bermacam-macam budaya dan watak istiadat yang sudah berkembang dari  √ 4 Senjata Tradisional Riau Yang Masih Eksis
Sumber : 2.bp.blogspot.com

Beladau atau pisau belati merupakan salah satu senjata tradisional Riau yang telah dipergunakan oleh masyarakat Melayu dan Indonesia pada umumnya. Beladau sendiri awal dikenal di kawasan Sumateradan Kepualauan Riau hingga Mentawai.


Balada ini ialah senjata tradisional sejenis senjata tikam dan senjata sayat yang mempunyai panjang sekitar 24 cm.


3. Senjata Tradisional Riau – Kelewang


 Provinsi Riau yang mempunyai bermacam-macam budaya dan watak istiadat yang sudah berkembang dari  √ 4 Senjata Tradisional Riau Yang Masih Eksis
Sumber :
www.tradisikita.my.id

Senjata tradisional khas Riau selanjutnya yaitu kelewang. Kelewang yaitu senjata sejenis golok yang semenjak jaman dahulu sudah digunakan oleh para prajurit. Namun untuk sekarang, masyarakat Riau memakai senjata ini untuk keperluan pertanian.


4.    Senjata Tradisional Riau – Pedang Jenawi


 Provinsi Riau yang mempunyai bermacam-macam budaya dan watak istiadat yang sudah berkembang dari  √ 4 Senjata Tradisional Riau Yang Masih Eksis
Sumber :
4.bp.blogspot.com

Ternyata pada jaman dulu masyarakat Riau memakai senjata pedang untuk berperang. Pedang Jenawi yang merupakan senjata tradisional berupa pedang ini digunakan oleh para hero dan palima perang jaman dulu. Panjang pedang ini sekitar 1 meter.


5.    Senjata Tradisional Riau – Badik Tumbuk Lada


 Provinsi Riau yang mempunyai bermacam-macam budaya dan watak istiadat yang sudah berkembang dari  √ 4 Senjata Tradisional Riau Yang Masih Eksis
Sumber :
4.bp.blogspot.com

Badik tumbuk lada merupakan salah satu senjata tradisional dari Riau yang harus dilestarikan.


Demikian klarifikasi singkat terkati senjata tradisional yang mudah-mudahan pengetahuan kita semua dan sanggup melestarikannya. Semoga bermanfaat, jangan lupa like dan share. Terimakasih.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ 3 Senjata Tradisional Sumatera Selatan Yang Penuh Akan Makna

Senjata Tradisional Sumatera Selatan – Masih mengenai senjata tradisional. Kali ini kita akan membahas mengenai senjata tradisional yang berasal dari Sumatera Selatan. Berbicara soal senjata, di Sumatera sendiri terdapat sebuah kerajaan yaitu pada masa Kesultanan Palembang Darussalam menggunakan senjata tradisional sebagai pertahanan diri dari aneka macam serangan dari musuh.


Senjata yang dipergunakan selain sebagai pertahanan diri juga menawarkan kelas sosial mereka di masyarakat. Seperti senjata keris, beberapa jenis pedang, tombak trisula yang populer dan skin. Jika kita cermati, senjata-senjata tradisional tersebut merupakan bentuk akulturasi dari budaya-budaya besar ketika itu.


Misalnya kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India, dan kebudayaan Arab. Ketiga budaya tersebut disatukan oleh anak negeri dalam sebuah budaya yang berbeda dari aslinya. Berikut yaitu 3 senjata tradisional dari Sumatera Selatan yang unik dan terkenal.


1. Senjata Tradisional Sumatera Selatan – Keris Palembang


 Kali ini kita akan membahas mengenai senjata tradisional yang berasal dari Sumatera Selat √ 3 Senjata Tradisional Sumatera Selatan Yang Penuh Akan Makna
Sumber :
pusakasumatera.blogspot.co.id

Keris merupakan senjata tradisional yang sudah populer di Sumatera Selatan. Berbeda dengan keris-keris pada umumnya, keris orisinil Sumatera ini mempunyai lekukan ganjil dari mulai 7 lekukan, 9, sampai 13 lekukan. Walaupun pada zaman kini ini replika keris dipakai sebagai perhiasan pakaian watak tradisional dari Sumatera Selatan.


2. Senjata Tradisional Sumatera Selatan – Tombak Trisula


 Kali ini kita akan membahas mengenai senjata tradisional yang berasal dari Sumatera Selat √ 3 Senjata Tradisional Sumatera Selatan Yang Penuh Akan Makna
Sumber : 3.bp.blogspot.com

Senjata tradisional di Sumatera Selatan memang banyak kesamaan dengan senjata tradisional di provinsi lainnya di Pulau Sumatera dan Kepulauan Riau. Tetapi ada satu senjata memang merupakan senjata paling dan populer yaitu Tombak Trisula. Seperti halnya kujang dari Sunda, mandau dari Kalimantan, tombak trisula sudah dikenal berasal dari Palembang Sumatera Selatan.


Akan tetapi belum diketahui secara niscaya semenjak kapan tombak trisula ini menjadi senjata tradisional di tanah Palembang. Menurut para ahli, diduga perkembangan tombak trisula ini berkaitan dengan perkembangan kebudayaan Hindu pada masa kerajaan Sriwijaya yang memang berpusat di Palembang.


Hal tersebut sanggup dilihat dari bentuk tombak trisula yang seolah-olah dengan bentuk trisula yang ada di kuil-kuil Hindu yakni senjata yang dipegang oleh Dewa Siwa. Meskipun senjata tradisional ini dipakai oleh banyak negara, akan tetapi yang menjadi ciri khas dari tombak trisula ini yaitu kedua sisi tombak sanggup dipakai sebagai senjata. Di satu sisi tombak berbentuk trisula dan sisi yang lainnya yaitu mata tombak biasa.


3.    Senjata Tradisional Sumatera Selatan – Skin


 Kali ini kita akan membahas mengenai senjata tradisional yang berasal dari Sumatera Selat √ 3 Senjata Tradisional Sumatera Selatan Yang Penuh Akan Makna
Disiniaja.Net

Skin merupakan salah satu senjata tradisional khas Palembang yang sering disebut dengan jembio atau rambai ayam ( bentuk yang ibarat ekor ayam ) atau taji ayam. Skin juga merupakan artefak berupa senjata tusuk genggam yang bentuknya meruncing dengan tajaman pada salah satu sisi bilahnya.


Menurut kepercayaan masyarakat Palembang, skin mempunyai kedudukan yang sangat penting bagi pemiliknya. Karena selain sebagai senjata, skin juga dianggap sebagai benda keramat yang mempunyai kimpalan mekam atau sawah ( mempunyai kekuatan magis ).


Skin yang dibentuk oleh berilmu besi dan terbuat dari materi baku besi, umumnya berukuran antara 25-30 cm untuk skin ramba ayam. Tapi, adapula skin yang mempunyai ukuran yang lebih pendek yaitu sekitar 10-15 cm. Skin berukuran pendek ini biasa disebut sebagai taji ayam alasannya yaitu memang bentuknya yang ibarat taji seekor ayam jantan.


Dalam nilai budaya, skin merupakan hasil dari budaya anak negeri alasannya yaitu di dalamnya mengandung banyak nilai-nilai yang sanggup dijadikan sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat. Nilai-nilai tersebut yang sanggup kita ambil yaitu; keindahan seninya, ketekunan, kesabaran dan ketelitian.


Nilai keindahan, tercermin dari bentuk skin dibentuk dengan sedemikian rupa sampai memancarkan keindahan. Sementara nilai ketekunan, kesabaran dan ketelitian, tercermin dari proses pembuatannya yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan ketelitian. Tanpa nilai-nilai tersebut, kemungkinan tidak akan terwujud sebuah skin yang indah dan sarat akan makna.


Demikianlah klarifikasi singkat terkait senjata tradisional Sumnatera Selatan yang begitu penuh akan makna. Semoga artikel singkat ini bermanfaat. Agar lebih bermanfaat jangan lupa like dan share ke sobat yang lain. Terimakasih.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Saturday, December 16, 2017

√ 3 Senjata Tradisional Lampung | Warisan Leluhur Kerajaan Tulang Bawang

Senjata Tradisional Lampung – Kembali membahas senjata tradisional, kali ini yang akan kita bahas yaitu senjata tradisional dari Lampung. Ada beberapa senjata tradisional yang merupakan peninggalan dari sebuah kerajaan yang dulu pernah bangun di tanah Lampung. Tepatnya pada zaman dahulu, di tanah Lampung terdapat sebuah kerajaan yaitu kerajaan Tulang Bawang.


Sudah niscaya yang namanya kerajaan mempunyai sebuah senjata yang digunakan entah untuk berperang ataupun sebagai alat pusaka kerajaan yang dipercaya mempunyai fungsi dan dianggap keramat. Senjata yang dikenal di Lampung yaitu pedang, keris, payan (tombak) dan badik. Berikut klarifikasi lengkap dari senjata tradisional tersebut.


1. Senjata Tradisional Lampung – Badik


 kali ini yang akan kita bahas yaitu senjata tradisional dari Lampung √ 3 Senjata Tradisional Lampung | Warisan Leluhur Kerajaan Tulang Bawang
Sumber : 1.bp.blogspot.com

Badik merupakan senjata tradisional yang sanggup kita jumpai di beberapa wilayah di Indonesia yaitu salah satunya di Lampung dan Sulawesi Selatan. Badik yang berada di Lampung ataupun di Sulawesi mempunyai bentuk yang sama, tetapi sampai kini belum diketahui bagaimana sejarah badik tersebut.


Ada dugaan bahwa rakyat Goa Sulawesi Selatanlah yang membawa dan memperkenalkan badik ke Kerajaan Tulang Bawang di Lampung. Dalam segi ukuran, senjata tradisional badik Lampung dibedakan menjadi 2, yaitu badik yang berukuran kecil yang berukuran bilah 11 cm dan lebarnya 2 cm. Yang kedua badik siwokh yang mempunyai panjang bilah lebih panjang yaitu sekitar 12 cm dengan lebar 2 cm.


Di Lampung sendiri terdapat beberapa jenis badik. Seperti badik Bugis, Tumbuk Lada, Palembang Capit, Kelinggi, Siwak dan Pagar Dewa.


2. Senjata Tradisional Lampung – Keris Lampung


 kali ini yang akan kita bahas yaitu senjata tradisional dari Lampung √ 3 Senjata Tradisional Lampung | Warisan Leluhur Kerajaan Tulang Bawang
Sumber : 1.bp.blogspot.com

Di Lampung, keris disebut dengan punduk/tekhapang. Keris di Lampung ini juga sangat dipengaruhi oleh kebudayaan kerajaan di Pulau Jawa dan Luar Jawa. Salah satu yang menghipnotis keris Lampung ini yaitu oleh kerajaan Sriwijaya dan biasanya mempunyai gagang yang lebih halus. Sementara keris yang dipengaruhi dari kerajaan Goa atau Melayu yaitu biasanya mempunyai gagang yang relatif lebih sederhana.


Keris Lampung yang asli, kebanyakan pada zaman dahulu pada bab bilahnya memesan ke kerajaan Jawa dan luar Jawa. Untuk gagangnya, biasanya keris yang orisinil yaitu mempunyai ciri khas tersendiri berupa bentuk burung garuda yang terbuat dari kayu kemuning emas dan perak.


3. Senjata Tradisional Lampung – Payan ( Tombak )


 kali ini yang akan kita bahas yaitu senjata tradisional dari Lampung √ 3 Senjata Tradisional Lampung | Warisan Leluhur Kerajaan Tulang Bawang
Sumber : 4.bp.blogspot.com

Payan atau tombak merupakan senjata tradisional dari Lampung. Payan sendiri merupakan sebutan tombak dalam bahasa Lampung. Berdasarkan dari bentuknya, senjata tradisional ini sanggup diklasifikasikan menjadi 2 bentuk yaitu:



  • Tombak panjang ( Payan Kejang )

  • Tombak pendek ( Payan Buntak atau Linggis )


Untuk tombak panjang, merupakan tombak yang mempunyai gagang yang terbuat dari materi kayu yang berukuran tidak lebih dari 150 cm. Sementara mata tombaknya yaitu berukuran sama dengan jenis tombak pendek sekitar 34-40 cm.


Untuk tombak kecil, merupakan tombak yang gagangnya berukuran tidak lebih dari 90 cm. jenis tombak ini termasuk tombak yang langka alasannya yaitu biasanya mempunyai kualitas yang sangat tinggi yakni diberi bulu ekor kuda yang biasa disebut tunggul. Untuk mata tombaknya, sama dengan keris yakni mempunyai pamor dan berlapis. Banyak yang memandang bahwa tombak Lampung ini mempunyai kekuatan magis.


Biasanya tombak yang dianggap mempunyai kekuatan magis atau yang merupakan warisan pusaka dari leluhur, dilengkapi dengan sarung untuk mata tombaknya. Sedangkan untuk tombak yang dianggap tidak mempunyai kekuatan magis, tidak dilengkapi sarung (wrangka/ sakhung, Lampung).


Demikian klarifikasi lengkap, singkat, padat dan terperinci mengenai senjata tradisional Lampung yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Janga lupa like dan share ya. Terimakasih.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com