Showing posts with label hijab. Show all posts
Showing posts with label hijab. Show all posts

Wednesday, March 15, 2017

√ Menciptakan Ciput Kerut Dari Dalaman Jilbab Lama

Pengen bergaya ala-ala Risty Tagor? Tau kan ciri khas style jilbab si artis bagus yang ibarat aku ini ialah menggunakan inner hijab atau dalaman jilbab yang memiliki aksen kerutan. Dalaman hijab model ini biasa disebut dengan ciput kerut atau ninja kerut.

Gak usah jauh-jauh pergi ke mall atau malah usang nunggu pesanan dari online shop buat punya inner kerut. Tinggal ambil dalaman jilbab di lemari pakaian dan kita ubah menjadi ciput kerut. Biar makin cantik, modis dan pintar menjahit, hihihi. Bikinnya juga cepat lho, GPL alias gak pakai usang deh pokoknya. :D

 Tau kan ciri khas style jilbab si artis bagus  √ Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama

Jangan khawatir kalau gak punya mesin jahit. Karena kali ini saya akan bermain-main dengan jahitan tangan untuk menciptakan dalaman jilbab kerut. Yuk ikuti step by step-nya ya.

👉👉 Klik di sini, untuk melihat cara menciptakan ciput rajut dari baju lama 👈👈

Bahan yang dibutuhkan:
 Tau kan ciri khas style jilbab si artis bagus  √ Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
( klik pada gambar
untuk memperbesar gambar
)

- Ciput / dalaman jilbab
   (bisa menggunakan ciput bandana, ciput ninja, ciput cepol)
- Benang jahit (gunakan warna yang senada dengan ciput)
- Jarum jahit
- Gunting

Cara membuatnya ialah sebagai berikut:
 Tau kan ciri khas style jilbab si artis bagus  √ Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
  • 1. Buat jahitan jelujur kurang lebih sepanjang 9-10cm pada ciput ibarat pada gambar. Jarak antar jahitan jangan terlalu lebar.
    Untuk ciput bandana, letakkan jahitan jelujur di pecahan tengah ciput. Ciput ini lebih fleksibel alasannya aksen kerutan dapat di pindah posisinya sesuai keinginan. Caranya tinggal geser/putar bandana-nya saja ke kiri/kanan ketika digunakan untuk menyesuaikan posisi kerutan ingin diletakkan di pecahan tengah atau samping.
    Jika menggunakan ciput ninja atau ciput cepol, maka letak aksen kerutannya paten (tidak dapat digeser). Kaprikornus letakkan jahitan jelujur agak ke samping kiri/kanan kalau menginginkan kerutan ibarat belahan rambut samping.

  •  Tau kan ciri khas style jilbab si artis bagus  √ Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
  • 2. Tarik sisa benang sampai terbentuk kerutan yang rapat pada ciput. Lalu jahit mati di sisi belakang ciput (sisi pecahan buruk) dan potong sisa benang. 
  • Jika punya mesin jahit, dapat ditambahkan jahitan tindas pada kerutan ciput tersebut biar jahitan lebih berpengaruh dan alhasil lebih rapi. Dan ciput kerut siap dipakai. ;)  
Hah gitu doank? Iya, cuma dua step aja maka dalaman jilbab kerut ini sudah jadi. Cepat kan bikinnya. Kaprikornus gak perlu kelamaan keliling "mol" buat beli ninja kerut. Hasilnya akan terlihat ibarat ini kalau dipakai. Udah ibarat Risty Tagor belum? Hehehe. :D

 Tau kan ciri khas style jilbab si artis bagus  √ Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
ciput kerut belah tengah

 Tau kan ciri khas style jilbab si artis bagus  √ Membuat Ciput Kerut dari Dalaman Jilbab Lama
ciput kerut belah samping,
digunakan untuk dalaman jilbab ruffle
Dan, masih belum lengkap kalau kau cuma bikin ciputnya aja. Mau bikin jilbab rufflenya juga nggak? Lihat tutorialnya di sini yuk. ;)



Sumber http://jemariayumna.blogspot.com

Sunday, March 12, 2017

√ Refashion Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle

Bosan dengan jilbab paris usang kau yang modelnya itu-itu aja? Selain menyiasatinya dengan bermacam-macam cara model menggunakan jilbab, kita makeover aja yuk bikin jadi jilbab ruffle atau biasa disebut dengan jilbab rempel. Hitung-hitung sambil mengasah keterampilan menjahit kita. ;)

 Bosan dengan jilbab paris usang kau yang modelnya itu √ Refashion Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle

Para muslimah a.k.a hijabers niscaya sudah pada tahu kan dengan jilbab paris? Setidaknya pada punya lah ya koleksi jilbab paris walaupun satu atau dua biji aja, eh atau malahan punya bejibun nih mirip aku, hehe. Secara jilbab paris ini kan sanggup dibilang jilbab sejuta umat yang harganya terjangkau dan sangat nyaman dipakai.

Bagi yang belum pada tahu mirip apa itu jilbab paris, sini saya kasih tempe tahu. Jilbab paris ini bukan kerudung yang diimpor dari Paris ya. Tapi konon katanya jilbab paris ini ialah jilbab yang terbuat dari materi kain katun paris. Umumnya dijual dalam bentuk segi empat dengan jahitan ibarat neci di pinggiran kainnya. Dan materi dengan kualitas terbaik ialah dari kain katun paris made in Japan.

Kebetulan saya punya dua buah jilbab paris dengan warna yang sama. Nah daripada punya double, mendingan saya makeover jadi satu aja kan. Kaprikornus satu buah jilbabnya akan saya pakai menjadi materi ruffle (rempel) untuk dipasang di jilbab yang satunya lagi. Sebenarnya untuk menciptakan jilbab ruffle ini nggak harus pakai jilbab paris kok. Kalian sanggup mencoba berkreasi juga menggunakan jilbab segiempat dengan materi lainnya yang ada di rumah. ;)
Tutorial Membuat Jilbab Paris Ruffle :
1. Untuk menciptakan jilbab paris ruffle, dibutuhkan dua buah jilbab paris (lihat gambar). Jilbab A sebagai jilbab utama, sedangkan jilbab B sebagai materi menciptakan ruffle (rempel/rumbai). Usahakan keduanya berwarna sama, atau sanggup juga menggunakan dua buah jilbab yang warnanya berbeda namun dengan padu padan warna yang serasi.
 Bosan dengan jilbab paris usang kau yang modelnya itu √ Refashion Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle
Klik gambar untuk memperbesar
Potong jilbab B menjadi 2 bagian. Ambil satu potongan tadi kemudian potong lagi menjadi 4 potongan (seperti pada gambar yang ditandai dengan garis putus-putus berwarna merah). Nah sisa potongan yang lainnya tadi sanggup disimpan untuk dimanfaatkan menjadi materi ruffle lagi untuk jilbab yang lainnya.

NB: Satu jilbab paris sanggup dimanfaatkan sebagai materi ruffle untuk dua buah jilbab.

2. Sambungkan (jahit) keempat buah potongan pada materi B tadi secara memanjang. Kemudian buat kelim rol (tindas) pada salah satu tiras bahan. Jangan lupa ketika menciptakan keliman, sisi kain potongan jelek (yang terdapat jahitan sambungan yang terlihat) menghadap ke sisi atas, jangan hingga terbalik (perhatikan pada gambar).
 Bosan dengan jilbab paris usang kau yang modelnya itu √ Refashion Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle
NB: Setelah kain dipotong (pada step-1), usahakan segera menciptakan keliman. Karena tiras kain pada jilbab paris gampang brudul. Kaprikornus menurut pengalaman saya waktu bikin materi ruffle ini, saya jahit kelim sehabis keesokan harinya. Dan cukup menguras keringat juga nih ketika bikin keliman. Hasilnya sanggup dilihat mirip gambar, cukup acak-acakan dan kurang rapi. Jangan ditiru ya, hehe. :D


3. Step selanjutnya ialah menciptakan ruffle (rempel) pada materi B dengan menciptakan jahitan kerut. Lalu buat jahitan dengan tension rendah di sepanjang tiras kain yang satunya (yang tidak ada keliman). Tarik salah satu ujung benang jahitan potongan bawah hingga membentuk kerutan. 
 Bosan dengan jilbab paris usang kau yang modelnya itu √ Refashion Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle

Ratakan (rapikan) kerutan, kemudian ukur dan sesuaikan panjang ruffle sepanjang dua buah sisi pada tepian jilbab A (atau seukuran dua kali panjang jilbab). Jika panjang ruffle masih kelebihan maka tarik lagi benangnya hingga panjangnya sesuai, atau sebaliknya. Lihat pada gambar di bawah ini.

 Bosan dengan jilbab paris usang kau yang modelnya itu √ Refashion Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle


4. Jahit ruffle mengelilingi 2 sisi tepi jilbab A (seperti pada gambar di atas). Lakukan dengan cara letakkan ruffle di potongan atas jilbab A, dengan potongan jelek ruffle menghadap ke atas. Dan lebihkan potongan tepi jilbab A sekitar 1cm, mirip pada gambar di bawah ini (jangan letakkan tepi ruffle sejajar dengan tepi jilbab A).
 Bosan dengan jilbab paris usang kau yang modelnya itu √ Refashion Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle


5. Tekuk tepi jilbab A ke dalam, menutupi tiras (tepi) ruffle, kemudian jahit. Dan alhasil akan tampak mirip pada gambar di bawah ini.
 Bosan dengan jilbab paris usang kau yang modelnya itu √ Refashion Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle
Detail jilbab ruffle potongan dalam
 Bosan dengan jilbab paris usang kau yang modelnya itu √ Refashion Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle
Detail jilbab ruffle potongan luar


Dan refashion jilbab parisnya sudah selesai. Nggak terlalu sulit kan cara menciptakan jilbab rufflenya. Jilbab paris saya yang tadinya polosan, kini sudah jadi jilbab ruffle. Makin manis kan? ;)

 Bosan dengan jilbab paris usang kau yang modelnya itu √ Refashion Jilbab Paris Menjadi Jilbab Ruffle

Selamat berkreasi ;)



Sumber http://jemariayumna.blogspot.com

Friday, March 10, 2017

√ Cara Gampang Menciptakan Mukena, Cocok Untuk Pemula

Nah sesudah kita berguru menciptakan teladan mukena sederhana pada artikel sebelumnya, it's time to make it happen now :p . Kali ini kita eksklusif praktek menciptakan mukenanya donk. Yuk eksklusif aja simak cara gampang menciptakan mukena berikut ini. Mesin jahit kau sudah siap kan? :)


Kain yang akan saya pakai kali ini yaitu kain rayon motif (bahan mukena bali) dengan lebar kain 120cm. Aku menentukan kain rayon yang tidak full motif, jadi hanya ada motif di salah satu sisinya saja, sedangkan sebagian besar lainnya tidak bermotif (polos). Biasanya teladan mukena sederhana ini juga memang dipakai untuk menciptakan mukena bali. Karena intinya mukena bali sudah menggunakan kain bermotif (bercorak), sehingga tidak perlu terlalu menambahkan beberapa aksen tambahanpun juga sudah terlihat cantik.

Lihat juga di sini, cara memotong teladan untuk menciptakan mukena bali.

Siapkan kain yang sudah dipotong mirip pada teladan mukena yang sebelumnya sudah saya bahas di sini. Pola mukena tersebut yaitu teladan mukena sederhana, tanpa ada embel-embel pelapis di bab kepala dan juga tanpa rempel (ruffle). Sehingga membuatnya pun gampang dan tidak terlalu rumit, serta cocok dipakai untuk kita yang masih pemula dalam dunia jahit-menjahit.


Bagian Dagu
Awal mulanya, siapkan bab dagu yang telah dipotong sesuai pola. Lalu lipat bab yang lebih panjang menjadi dua sehingga panjangnya menjadi 6cm. Pastikan posisi kain bab baik saling berhadapan.


 Kemudian buat kampuh dengan lebar 1cm di sepanjang J-K-N , sisakan ruang pada M-N, kemudian lajutkan jahitan pada M-I. Makara M ke N jangan dijahit, beri jarak kira-kira 1,5cm sebagai ruang untuk membalik kain. Setelah selesai dijahit, baliklah kain tersebut melalui lubang M-N sehingga kain bab baik berada di luar mirip gambar di bawah ini.


Nah untuk bab dagunya, saya ambil dari bab kain yang bermotif. Makara sanggup sekaligus bermanfaat sebagai variasi. Oh iya, jangan lupa ya untuk merapikan tiras kain yang ada di bab yang tidak terjahit dengan cara memasukkannya ke dalam di bab yang tidak terjahit.


Tali kepala
Lipat lebar materi menjadi dua dengan posisi kain bab baik saling berhadapan. Gabungkan pinggiran kain (buat kampuh) dan jahit selebar 1cm. Lalu balik kain dengan dukungan bolpoin atau sumpit, sehingga bab baik kain berada di luar dan lebar tali kepala yaitu 1,5cm.


Siapkan karet lentur lebar 1cm dengan panjang ± 25cm. Masukkan ke dalam tali kepala dengan dukungan peniti sampai posisi ujung karet lentur berada ± 1cm dari ujung tali kepala. Tahan dengan dukungan jarum pentul mirip pada gambar di atas. Kemudian tindas dengan jahitan pada jarak ±1,5cm dari masing-masing ujung tali kepala. Lalu rapikan ujung tali kepala dengan memasukkan tiras kain ke dalam lubang selebar 0,5cm.



Atasan mukena
Siapkan materi atasan mukena yang sudah dipotong mirip seperempat bundar sesuai dengan teladan yang sudah saya bahas sebelumnya. Langkah pertama yaitu menjahit kampuh (menggabungkan dua sisi pinggiran kain) mengikuti garis putus-putus berwarna biru mirip gambar di bawah ini. Jahit kampuh di sepanjang Z-B dengan lebar kampuh ± 1cm dari tepi kain. Sisakan A-Z untuk lubang kepala. Saat menjahit kampuh, posisikan kain bab baik saling berhadapan (kain bab jelek menghadap ke luar).

Selanjutnya buat kelim untuk merapikan tiras kain mukena dengan lebar  ± 1cm. Karena nggak punya mesin obras, biasanya saya pakai kelim tindas (double). Caranya tekuk kain ke arah bab yang jelek  ±  ½ cm, kemudian lipat lagi selebar 1 cm kemudian jahit tindas. Lakukan di sekeliling tepi bawah pada atasan mukena, yaitu dari B ke C kemudian lanjutkan sampai ke B lagi. Lakukan juga untuk tepi bawah pada rok mukena, yaitu dari  H ke G dan lanjutkan sampai ke H lagi. Dan hasilnya terlihat mirip ini.

Langkah selanjutnya yaitu memasang karet elastik untuk bab dahi. Siapkan karet elastik dengan lebar 0.5-0,75cm sepanjang 15cm. Tekuk pinggiran kain bab lubang kepala ke arah jelek kain selebar 1cm, sematkan dengan beberapa jarum pentul. Masukkan karet elastik ke dalamnya (menempel ke pinggir tekukan kain), di posisi antara V1 - V2, mirip gambar di bawah ini.

Sematkan jarum pentul pada ujung-ujung elastik ke kain. Lalu jahit, beri jarak  ±  ½ cm dari masing-masing ujung karet elastik (perhatikan gambar kiri bawah). Lalu jahit tepi ruang kepala dengan lebar kelim 1cm, mulai dari titik Z ke A kemudian lanjutkan ke Z lagi. Jahit pelan-pelan dan teliti dikala melewati bab yang terdapat karet elastik. Karena akan sedikit susah dan mengganggu proses menjahit, alasannya panjang karet elastik lebih pendek dari panjang kain supaya menghasilkan kerutan. Pastikan karet elastik tetap melekat di ujung tekukan kain supaya tidak ikut terjahit dikala menciptakan kelim. Tarik karet elastik sesekali ke arah kita, sehingga bab kelim (yang terisi karet elastik) yang sudah terjahit akan membentuk kerutan, mirip pada gambar kanan bawah.


 Lanjutkan menjahit kelim sampai kembali ke titik Z. Dan hasilnya akan terlihat mirip gambar di bawah ini.




Selanjutnya yaitu memasang segitiga bab dagu yang telah dibentuk sebelumnya. Letakkan bab dagu dengan posisi titik K (bagian dagu) berada di bab Z (bagian atasan mukena). Beri jarak 1cm dari tepi bahan. Tahan dengan jarum pentul mirip gambar di bawah ini.


Agar rapi, saya memasangnya dengan cara mirip gambar di atas ini. Makara bab dagunya dipasang dari bab dalam mukena, kemudian sematkan dengan beberapa jarum pentul. Kemudian balik atasan mukenanya sehingga sekarang kita sedang melihat bab luar (baik) mukena. Lalu sisipkan lagi jarum pentul dari bab luar mukena mirip gambar di atas (gambar bab bawah), dan lepas jarum pentul yang ada di bab dalam mukena. Setelah itu, jahit tindas tepi bab dagu (dari bab luar mukena) dengan lebar 1-2mm. Dan hasilnya akan terlihat mirip ini.


Nah, langkah terakhir untuk menciptakan atasan mukena yaitu memasang tali mukena yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Caranya, tinggal tempelkan masing-masing ujung tali mukena di bab bawah masing-masing ujung tali elastik (kerutan) pada bab dahi. Kemudian jahit tindas. Dan hasilnya akan terlihat mirip ini.


detail atasan mukena


Rok mukena
Untuk menciptakan bawahan mukena atau rok mukena, caranya cukup gampang dan nggak begitu ribet mirip menciptakan atasan mukena. Langkah awal yang harus dilakukan, sama mirip langkah awal dikala menciptakan atasan mukena, yaitu menyambung kedua tepi kain (membuat kampuh). Untuk bawahan mukena, lantaran tepi kain F-H (lihat gambar di bawah) bertiras maka tepi kain pada bab kampuhnya sanggup diobras. Karena nggak punya mesin obras, maka saya menggunakan teknik kampuh perancis. Aku menciptakan kampuh dengan lebar 1cm, sehingga membutuhkan kelebihan kain  ± 1,5cm untuk masing-masing tepi kain,  ½cm untuk lipatan awal dan 1cm untuk lipatan kedua.

Setelah kampuh F-H selesai dijahit, maka rapikan tiras kain di bab bawah rok mukena dengan menciptakan kelim tindas selebar 1cm di sekeliling H ke G dan lanjut ke H lagi. Caranya sama mirip dikala menciptakan keliman atasan mukena. Dan hasilnya akan tampak mirip ini.

Langkah terakhir untuk menciptakan bawahan mukena yaitu menciptakan ban pingang. Gunakan karet elastik dengan lebar 1,5-2cm. Caranya untuk menciptakan ban pinggang elastik sanggup dilihat di sini. Hasil akhirnya bakalan mirip ini nih.


Dan voila, mukenanya jadi deh. Seneng juga ya jikalau sanggup bikin mukena sendiri. Meskipun dengan bentuk yang sederhana, tapi masih keliatan kece kan kayak yang jahit :p . Buat yang kebetulan mukena lamanya udah kucel, bulukan atau bahkan bolong-bolong *parah ya :p*, buruan dah capcus jahit sendiri aja. Biar makin pede sewaktu tarawih di masjid pas bulan ramadhan nanti. Eh siapa tau juga tetiba ada yang order minta dibikinin mukena gegara lihat mukena keceh buatan kamu. Hahaha, tidak mengecewakan buat tambah-tambah ongkos lebaran lah ya. :D

mukena bali tampak depan

mukena bali tampak belakang


Gimana, sudah sanggup kan menciptakan mukena sendiri. Emang sih, pada awalnya kelihatan ribet juga ngejahitnya. Seperti waktu dulu awal saya menciptakan mukena kelihatannya emang mudah, tapi namanya pemula niscaya masih tetep kerasa ribetnya. Tapi percayalah, ini beneran nggak sesulit yang dibayangkan kok. Selamat mencoba yah. ;)

Happy sewing evribadehh... ^^




Sumber http://jemariayumna.blogspot.com

Tuesday, March 7, 2017

√ Makeover Pashmina Yang Kependekan

Pernah beli pashmina tapi berasa akronim alias kurang panjang? Aku sih sering banget. Buat aku, pashmina yang panjangnya nggak hingga 2meter itu jikalau digunakan di tubuh saya jatuhnya jadi tanggung. Makara jikalau saya lagi pengen pakai model tertentu, kurang sanggup maksimal nutupin dada.

Pernah beli pashmina tapi berasa akronim alias kurang panjang √ Makeover Pashmina yang Kependekan


Tapi jikalau udah suka ama motifnya ya mau gimana lagi, kadang tetep dibeli juga itu pashmina. Dan ujung-ujungnya juga tuh jilbab jadi jarang kepakai. Sayang kan jikalau cuma ngendon doank di lemari.

Nah bagai menerima pangsit wangsit dari Gunung Kidul  😄 , mendadak kok saya ada inspirasi nih buat makeover beberapa pashmina saya biar jadi makin panjang. Gimana caranya? Ya terang disambung lah, namanya juga biar makin panjang, hihihi. Aku akan menyambungnya di kedua sisi ujung pashmina dengan kain yang akan kuberi "sedikit" aksen ruffle (kerutan).

Sebelum memulai, kita juga perlu memperhatikan komposisi bahan, warna, motif dan lebar dari kedua materi yang akan disatukan. Jangan asal sambung-menyambung menjadi satu ya. Jangan hingga saling tabrak, entar ditilang pak polisi. Nah loe, nggak nyambung. 😂

Aku pilih yang simpel aja. Kebetulan punya pashmina sifon berwarna hitam polos, jadi nggak susah juga cari warna yang harmonis sebagai kain tambahannya. Dan pilihanku jatuh kepada kain sifon dengan warna dasar hitam bermotif daun putih - debu sebagai kain sambungannya (bahan untuk ruflle).

 Umumnya ukuran pashmina ialah 175 x 70cm. Kali ini saya menggunakan 2 buah kain sambungan (untuk materi ruffle) dengan ukuran masing-masing yaitu 21cm x 85cm (sudah termasuk kelebihan kain untuk ruang menjahit kampuh dan kelim). Sehingga sesudah disambung nantinya panjang pashmina akan menjadi sekitar 215cm.

Panjang kain untuk sambungannya saya lebihkan 15cm dari lebar pashmina untuk menciptakan sedikit kesan ruffle(kerutan). Sengaja saya buat "sedikit saja" terlihat berkerut (ruffle) alasannya ialah saya ingin supaya tidak terlalu terlihat ramai, Ini sesuai selera aja sih, jadi silakan menyesuaikan panjang dan lebar kain sesuai selera untuk menghasilkan panjang pashmina ibarat yang diinginkan.



Buat ruffle pada kain sambungan ibarat gambar di atas. Lihat di sini untuk cara menjahit ruffle (kerutan) pada kain.  Sesuaikan panjang ruffle supaya sama ukurannya dengan lebar pashmina yaitu 70 cm,. Lalu gabungkan ujung pasmina dengan kain sambungan dengan cara menjahitnya di pecahan tanda garis putus-putus berwarna merah ibarat pada gambar di bawah ini. Lakukan pada masing-masing sisi kanan dan kiri pashmina. Jangan lupa pada ketika menjahit kain, posisikan pecahan baik kain saling berhadapan.

   
Pernah beli pashmina tapi berasa akronim alias kurang panjang √ Makeover Pashmina yang Kependekan

Dan kesannya akan terlihat ibarat gambar di atas ini.Pashmina saya kini udah panjang. Makin anggun ya? ☺



Sumber http://jemariayumna.blogspot.com

Monday, March 6, 2017

√ Upcycle Menciptakan Ciput Rajut Dari Baju Lama

Ngacung dulu buat yang pakai jilbab. Karena yang bakalan saya bikin kali ini khusus untuk yang berhijab ya. Mumpung kini lagi musim ciput rajut, jadi kepikiran deh buat upcyle baju rajut saya yang sudah usang tak terpakai.

 Karena yang bakalan saya bikin kali ini khusus untuk yang berhijab ya √ Upcycle  Membuat Ciput Rajut dari Baju Lama

Emang dalaman jilbab yang berbahan rajut ini lebih yummy dan nyaman banget dipakainya. Kalau digunakan usang juga nggak bikin sakit di kepala dan kuping. Makara bila kau ada baju atau cardigan rajut yang nggak terpakai, nggak ada salahnya juga cobain di-upcycle menjadi ciput / dalaman jilbab berbahan rajut.

Yuk bila gitu eksklusif aja simak cara membuatnya ya.

1. Siapkan pakaian bekas yang berbahan rajut. Bisa baju, sweater atau cardigan. FYI, usahakan materi pakaian rajut yang akan digunakan ialah yang tidak terlalu tebal dan jarak rajutannya rapat, supaya nyaman dipakai.

 Karena yang bakalan saya bikin kali ini khusus untuk yang berhijab ya √ Upcycle  Membuat Ciput Rajut dari Baju Lama

Potong pakaian tersebut dengan ukuran 41 cm x 26 cm menyerupai pada gambar di bawah ini. Bagian ujung bawah baju rajutan akan digunakan sebagai potongan muka/dahi pada dalaman jilbab. Jika kau memakai cardigan rajut, maka potongan yang dipotong ialah cardigan potongan belakang.


2. Lipat potongan materi menjadi dua. Atur supaya potongan baik kain saling berhadapan, sehingga potongan jelek kain yang berada di sisi luar. Kemudian sambungkan/jahit, beri jarak 1 cm dari tepi kain sebagai kampuh.
Oh iya, menjahit materi rajutan juga gampang-gampang susah menyerupai menjahit kaos. Kadang suka loncat-loncat jahitannya. Di sini saya memakai jarum nomor 14. Dan pada ketika menjahit, usahakan kain agak ditarik sedikit (jangan berlebihan) supaya jahitan juga stretch mengikuti sifat kain. 


3. Lipat ujung potongan atas membentuk wiru/lipitan dan tahan dengan jarum pentul. Kemudian jahit, beri jarak kampuh 1cm.

4. Jahit zigzag potongan tepi kain supaya tidak brudul. Atau dapat juga diobras bila kalian punya mesin obras alasannya ialah akan lebih rapi lagi hasilnya.



 Karena yang bakalan saya bikin kali ini khusus untuk yang berhijab ya √ Upcycle  Membuat Ciput Rajut dari Baju Lama

Dan taraaaa... Ciput rajut ini sudah siap dipakai. asilnya gak kalah kan ama ciput rajut yang dibeli di toko sebelah. 😄



Sumber http://jemariayumna.blogspot.com