Monday, May 8, 2017

√ Fungsi Uterus Atau Rahim Pada Sistem Reproduksi Wanita

Fungsi Uterus atau Rahim Pada Sistem Reproduksi Wanita – Makhluk hidup mempunyai banyak sekali ciri-ciri salah satunya yakni sanggup melaksanakan perbanyakan diri atau melaksanakan reproduksi. Ternyata sebagian besar perempuan masih banyak yang belum mengetahui apa saja alat reproduksi yang ada pada perempuan selain v@gin@.


Uterus atau rahim juga merupakan salah satu organ dalam reproduksi wanita. Dalam pembahasan kali ini akan membahas fungsi uterus.


Uterus sendiri merupakan salah satu jalan masuk reproduksi perempuan selain oviduk dan v@gin@. Reproduksi sendiri merupakan kemampuan yang dimiliki makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan.


Pada insan proses menghasilkan keturunan diawali dengan insiden fertilisasi yang nantinya uterus atau yang sering dikenal dengan istilah rahim mempunyai tugas dan fungsi yang sangat penting.


Fungsi Uterus atau Rahim Pada Sistem Reproduksi Wanita √ Fungsi Uterus atau Rahim Pada Sistem Reproduksi Wanita


Fungsi Uterus atau Rahim Pada Sistem Reproduksi Wanita


1. Sebagai Saluran Gamet (Spermatozoa)


Pada ketika pembuahan atau 3j4kulasi, spermatozoa berjalan ke atas melalui servik melalui uterus menuju tuba falopi atau oviduk. Umumnya pembuahan serta kehamilan terjadi segmen distal tuba falopi pada bersahabat ovarium. Sehingga fungsi lain dari uterus merupakan daerah jalan masuk gamet (spermatozoa).


2. Menahan Ovum yang Dibuahi


Apabila tidak terjadi pembuahan, maka sel telur (ovum) akan keluar. Tetapi apabila sel telur (ovum) telah dibuahi oleh sperma maka ovum yang telah dibuahi tadi perlu ditahan semoga sanggup tumbuh dan menjelma janin. Dengan dukungan jalan masuk tuba uterine ovum yang telah dibuahi diantarkan menuju uterus.


3. Tempat Implantasi


Fungsi selanjutnya dari uterus yaitu sebagai daerah implantasi yang terjadi pada ketika awal terjadinya kehamilan. Implantasi sendiri merupakan keadaan ovum yang telah dibuahi, kemudian jaringan yang berada di sekitar sel telur mengalami kerusakan pembuluh darah, sehingga darah akan keluar dan terdapat bercak darah. Ini bukanlah haid, akan tetapi tanda awal kehamilan.


Artikel terkait: Sistem reproduksi laki-laki


4. Tempat Janin untuk Tumbuh dan Berkembang


Saat telah terjadinya pembuahan antara sperma dan ovum. Dan ovum yang telah dibuahi tentu akan membutuhkan daerah untuk janin sanggup tumbuh dan berkembang. Ini merupakan fungsi uterus yang paling utama. Janin akan tumbuh dan berkembang pada perempuan apabila uterus mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.


Dinding uterus sebagai daerah untuk berkembang dan tumbuhnya janin mempunyai tiga lapisan yaitu perimetrium yang merupakan lapisan terluar yang disebut juga selaput dinding rahim, myometrium yang merupakan lapisan tengah yang sangat tebal dan kaya akan jaringan jaringan otot, dan endometrium yang merupakan lapisan paling dalam yang terdiri atas banyak lendir dan pembuluh darah.


5. Tempat Berlindung serta Memberi Nutrisi untuk Janin


Fungsi uterus atau rahim selain sebagai daerah tumbuh dan berkembang juga mempunyai fungsi lain yaitu untuk daerah berlindung dan juga memperlihatkan nutrisi untuk janin. Lamanya janin di dalam uterus atau rahim akan berlangsung selama janin mencapai masa maturisasi yaitu keadaan ketika janin telah mengalami pematangan dan pertumbuhan.


Baca juga: Gametogenesis: Pembentukan Sel Kelamin Spermatogenesis dan Oogenesis


6. Mendorong Janin dan Plasenta Keluar


Janin dan juga plasenta akan keluar pada ketika terjadinya proses persalinan. Uterus akan mendorong janin dan plasenta sehingga gampang untuk keluar. Pada beberapa perempuan yang melahirkan ada yang mengalami kesulitan untuk mengeluarkan plasenta dan ada yang mudah.


7. Mengendalikan Pendarahan


Apabila uterus mengalami pendarahan maka otot-otot uterus akan berkontraksi untuk mengendalikan pendarahan. Pendarah yang terjadi pada uterus terjadi pada ketika menstruasi dan awal kehamilan atau implantasi. Hormon yang memengaruhi kontraksi pada uterus yaitu hormon ADH (Anti-diuretik hormon).


Pendarahan yang terjadi ketika menstruasi dan implantasi yaitu pada banyaknya darah yang dikeluarkan dan waktu keluarnya darah. Darah yang keluar alasannya yakni implantasi lebih sedikit dibanding dengan darah menstruasi.


Daftar Pustaka

Amirin, Siti et all. (2016). Biologi. Cilacap: MGMP.

Pujianto, Sri. (2014). Menjelajah Dunia Biologi. Surakarta: Tiga Serangkai.

Suharsono, dan Popo Mustofa K. (2017). Biologi Umum. Tasikmalaya: Universitas Siliwangi.



Sumber https://www.siswapedia.com