Showing posts with label Komunikasi Jurnalistik Bab 08 Jurnalisme Infotainment. Show all posts
Showing posts with label Komunikasi Jurnalistik Bab 08 Jurnalisme Infotainment. Show all posts

Tuesday, June 13, 2017

√ Beberapa Kemampuan Yang Harus Dikuasai Oleh Reporter Infotainment

Berikut ini beberapa kemampuan yang harus dikuasai oleh reporter infortaiment


Reporter infotainment berperan sebagai pengganti produser pelaksana di lapangan. Selain meliput, ia juga bertugas men-direct kameraman untuk mengambil gambar sesuai dengan kebutuhan liputan yang ia peroleh atau diinginkan.


Setelah mendapat penugasan Korlip, reporter eksklusif menghubungi narasumber untuk meminta waktu wawancara. Namun kalau liputan dilakukan dalam format hunting, tim liputan biasanya eksklusif menuju lokasi tanpa harus menciptakan komitmen terlebih dahulu dengan narasumber.


Oleh alasannya ialah itu, wartawan harus mempunyai beberapa kemampuan. Berikut beberapa kemampuan yang harus dimiliki seorang wartawan.


1. Kepekaan alias Tajam Dalam Penciuman Berita


Reporter dituntut mempunyai indera keenam yang akan membantunya memilih mana yang termasuk gosip dan mana yang termasuk bukan. Di sini juga diperlukan kemampuan untuk mengenali informasi menarik atau bukan, dan mempunyai kemampuan menelisik gosip lain di balik gosip yang sedang diliputnya.


Sebagai contoh, reporter mengetahui rencana perceraian artis senior. Tentu saja ia harus mempertimbangkan terlebih dahulu apakah gosip itu akan menarik perhatian atau tidak.


Di sinilah naluri si reporter bermain menurut pengalaman beliau menayangkan gosip serupa wacana artis senior yang satu generasi dengannya. Apakah pemirsa masih mengingat nama si artis itu atau tidak. Ini juga yang harus jadi pertimbangkan sebelum menurunkannya menjadi tayangan infotainment atau tidak.


2. Harus Memiliki Jaringan Terhadap Sumber Informasi dan Berita


Dengan mempunyai jaringan yang luas, ia pasti selalu unggul dalam melaksanakan peliputan, baik dari sisi kecepatan maupun informasi yang diperoleh. Contohnya, reporter yang mempunyai korelasi baik dengan polisi mempunyai susukan lebih cepat mendapat informasi seputar penangkapan artis terkenal.


Berikut ini beberapa kemampuan yang harus dikuasai oleh reporter infortaiment √ Beberapa Kemampuan yang Harus Dikuasai Oleh Reporter Infotainment

Gambar Ilustrasi. Seorang reporter harus mempunyai jaringan pertemanan yang luas (Foto: Siswapedia)


3. Pengetahuan Tentang Berita dan Narasumber


Pengetahuan wacana latar belakang insiden maupun insiden itu sendiri, akan sangat memudahkan wartawan melaksanakan wawancara ataupun ketika aktivitas peliputan. Reporter juga wajib mengenali siapa dan apa latar belakang narasumbernya, sehingga ia sanggup lebih banyak informasi seputar narasumber.


Adanya kisah banyak reporter diusir narasumbernya biasanya alasannya ialah gara-gara ia tidak mempunyai pengetahuan latar belakang si narasumber. Kejadian ibarat ini biasanya dialami oleh reporter yunior yang malas mencari informasi wacana narasumbernya.


4. Kemampuan Lobi


Melobi ialah seni tersendiri dalam pergaulan. Kepiawaian melobi memilih keberhasilan reporter dalam mendapat liputan ibarat yang diinginkannya.


Dengan lobi personal, narasumber yang semula bersikeras tidak mau diwawancara bisa dengan gampang di interview.


Urusan melobi ialah hal yang dihentikan diremehkan, yang sangat membantu kesuksesan dalam melaksanakan peliputan. Contoh yang paling sering dilakukan ialah membawa bunga atau bingkisan untuk artis yang gres saja melahirkan, atau yang sedang berulang tahun.


5. Sikap Skeptis


Sikap tidak gampang percaya terhadap pernyataan narasumber ialah hal mutlak yang harus dimiliki oleh seorang reporter. Dengan bersikap skeptis terhadap informasi narasumber, reporter dituntut selalu melaksanakan proses cek dan ricek.


Contohnya, produser film menyampaikan film yang menjadi box office di bioskop- bioskop. Reporter yang baik tidak begitu saja mengutip keterangan tersebut, melainkan melaksanakan cek silang ke bioskop-bioskop atau forum terkait ibarat berkunjung eksklusif ke PPFI.


6. Selalu Ingin Tahu


Keingintahuan yang tinggi terhadap suatu informasi menjadi langkah awal bagi reporter untuk menelusuri lebih lanjut, atau mendalami berita. Rasa ingin tahu menciptakan reporter tidak berhenti mencari, dan terus menggali apa yang ada di balik peristiwa.


Reporter tidak pernah puas dengan fakta yang tersaji di depan matanya. Ia akan mencari apa dibalik fakta tersebut. Bagaimana kekerabatan atau kaitan dengan insiden lain yang serupa.



Sumber https://www.siswapedia.com

√ Sumber Isu Tayangan Infotainment

Apa sajakah sumber informasi tayangan infotainment itu?


Selain sumber liputan yang menjadi materi bakar proses produksi tontonan pada infotainment. Sumber informasi yaitu bab lain yang tidak kalah pentingnya. Sumber informasi terdiri atas sumber aktif dan pasif.


Adanya informasi awal diharapkan untuk membantu memilih anggle liputan sehingga reporter tidak tersesat dalam medan liputan.


Sumber Informasi Tayangan Infotainment


Berikut ini beberapa jenis-jenis sumber informasi yang sanggup dijadikan sebagai materi untuk menciptakan tayangan infotainment.


1. Sumber Informasi Pasif


Yang dimaksud sumber informasi pasif yaitu data yang diperoleh dari dokumen, buku, internet maupun media cetak. Misalnya, foto perihal kesepakatan nikah Siri Mayangsari dan Bambang Trihatmojo. Dari foto yang menjadi bukti fakta insiden itu liputan dimulai. Korlip tinggal membuatkan cerita di balik insiden dalam foto itu dengan mencari keterangan sumber-sumber terkait, lokasi, dan tanggal peristiwanya kapan.


Berita dari portal internet juga sanggup dikembangkan menjadi informasi gres yang lebih lengkap dan menyeluruh. Misalnya, informasi perihal penangkapan artis alasannya masalah narkoba. Berita ini tentunya masih sangat mungkin untuk dikembangkan menjadi informasi yang bersifat investigatif.


2. Narasumber Artis Itu Sendiri


Tidak jarang informasi penting dihembuskan sendiri oleh artis yang bersangkutan, alias narasumber utama itu sendiri. Dalam banyak sekali kasus, artis kerap aktif memberitahu wartawan yang dikenalnya perihal insiden yang menimpa dirinya. Misalnya, insiden kecurian, sebagai korban penipuan, dll.


Kerap terjadi artis curhat perihal perselingkuhan suami atau pasangannya kepada wartawan yang dianggap sanggup dipercaya. Tentu saja ia tidak mau pribadi diwawancara on the record, melainkan hanya memberi petunjuk ke mana wartawan harus mencari bukti, atau siapa menduakan si suami itu. Setelah informasi itu muncul dan viral di televisi biasanya sang artis gres pribadi ikut memebrikan kesaksian.


3. Orang Dekat Narasumber (Artis)


Yang tidak kalah penting dalam menunjukkan informasi perihal artis yaitu orang-orang dekatnya sendiri. Orang-orang erat artis ini biasa tiba dari lingkungan keluarga, sahabat sesama artis maupun bukan.


Dalam tayangan infotainment yang bersifat masalah aturan atau konflik, informasi dari orang erat narasumber menyerupai ini sanggatlah penting dan menentukan. Mereka sering memebrikan informasi paling gres dan seputar perkembangan masalah tersebut.


4. Pemirsa Televisi


Jangan remehkan tugas pemirsa ( masyarakat) dalam menunjukkan informasi penting. Keterikatan emosi antara pemirsa dan kegiatan menciptakan mereka dengan suka rela memeberikan informasi penting perihal kehidupan artis tertentu.


Informasi sanggup diberikan dalam bentuk keterangan maupun gambar foto dan video.


Contohnya sanggup dilihat dari video ekslusif antara Pasha Ungu dan Alyssa Soebandono yang ditayangkan C & R pada episode ke 1875. Video amatir yang direkam memakai telepon itu direkam oleh pemirsa Tayangan C & R yang diberikan kepada pihak redaksi.


5. Instansi


Instansi yang menjadi sumber informasi wartawan infotainment antara lain Kantor Urusan Agama, Kantor Pengadilan Agama maupun Negeri, Kantor Polisi, dan lain-lain. Biasanya, instansi yang sering menjadi sumber informasi para wartawan infotainment yaitu Pengadilan Agama. Kedekatan wartawan dengan instansi tersebut memudahkan wartawan mendapat informasi terbaru perihal siapa-siapa saja artis yang sedang mengajukan somasi cerai.


Apa sajakah sumber informasi tayangan infotainment itu √ Sumber Informasi Tayangan Infotainment

Gambar. Papan informasi di kantor urusan agama juga sanggup dijadikan sebagai sumber informasi tayangan infotainment (Sumber: siswapedia)


Untuk mendapat terusan informasi dari sumber-sumber informasi yang telah disebutkan tadi tentunya dibutuhkan korelasi yang baik antara wartawan dan para pegawai di instansi tersebut. Relasi itu dibangun atas dasar iman dan pertemanan di antara keduanya.


Namun tidak semua korelasi pertemanan dengan narasumber informasi menghasilkan nilai positif. Ada juga sisi negatif yang sanggup ditimbulkan oleh kedekatan semacam ini.


Kelima sumber informasi tayangan infotainment di atas niscaya akan diburu oleh para wartawan/reporter untuk dimintai keterangan. Dari keterangan inilah nantinya diolah menjadi berita, contohnya informasi selebritis.



Sumber https://www.siswapedia.com

Monday, June 12, 2017

√ Bencana Yang Layak Dijadikan Tayangan Infotainment

Beberapa Syarat Sebuah Peristiwa Yang Layak Dijadikan Tayangan Infotainment


Jika beberapa hari bulan yang kemudian kita sudah sempat membahas beberapa syarat sebuah berita insiden layak dijadikan sebuah pemberitaan, kali ini kita akan membahas beberapa persyaratan yang masuk dalam kategori menarik untuk dijadikan tayangan infotainment.


Pada umumnya, antara jurnalisme berita dengan jurnalisme gosip (infotainment) tidaklah jauh berbeda. Tapi ada beberapa poin-poin khusus yang harus kalian ketahui. Berikut saya paparkan beberapa syarat insiden yang layak dijadikan tayangan infotainment atau menu jurnalisme infotainment.


1. Eksklusifitas


Ekslusif diukur dari nilai insiden dan narasumbernya. Tayangan infotainment yang ekslusif ialah tayangan yang mencakup insiden besar, aktual, dan merupakan momentum yang hanya sekali terjadi, serta tidak dimiliki wartawan/media lain. Misalnya, tayangan cek & cek pada edisi ke 1875 pernah menampilkan video amatir yang menggambarkan kemesraan Pasha Ungu dan Alyssa Soebandono.


Nilai tayangan itu sangat ekslusif, sebab ketika itu media infotainment tengah gencar memberitakan seputar hubungan asmara mereka. Secara ketokohan dua artis tersebut ialah bintang muda yang namanya sangat mentereng dari segi popularitas. Video yang ditayangkan Cek & Ricek.


Narasumber ekslusif ialah narasumber utama peristiwa, atau saksi mata insiden yang berhasil diwawancarai wartawan/media secara khusus. Dengan kata lain, tidak ada wartawan atau media lain yang berhasil mendapat wawancara atau pernyataan dari narasumber itu. Jadi, bukan ekslusif ibarat yang sering diklaim infotainment bernuansa misteri.


2. Dramatisasi


Peristiwa yang mengandung nilai drama juga menjadi salah satu daya tarik yang berpengaruh untuk dijadikan sebagai tontonan infotainment. Misalnya, kasus perkembangan belum dewasa Ayu Azhari. Konflik ibu dan anak ini ibarat dongeng dalam sinetron maupun telenovela yang menjadi favorit pemirsa televisi, khususnya kaum hawa. Ini juga drama kehidupan yang mengandung nilai ironi.


3. Ironi


Peristiwa yang mengandung ironi juga berpotensi berpengaruh menarik perhatian pemirsa. Misalnya, konflik Ayu Azhari dan anak-anaknya. Axl dan Sean mengaku harus menempuh perjalanan berkilo-kilo meter memakai sepeda hanya untuk mendapat masakan di rumah neneknya. Axel Gondokusumo dan Sean tinggal terpisah dari Ayu maupun nenek mereka.


Inilah nilai ironinya. Bagaimana mungkin belum dewasa artis populer yang serba mewah di mata masyarakat harus mengalami kelaparan ibarat itu.


4. Misteri


Kisah yang mengandung sisi misteri pasti bakal menyedot perhatian pemirsa televisi. Demikianlah ibarat yang dikutip dalam buku Infotainment Proses Produksi dan Praktik Jurnalistik ,karya Dudi Iman Hartono.


Kisah yang mengandung misteri ini setidaknya telah terjadi pada ketika media banyak membicarakan lagu Gaby. Lagu ini mempunyai sisi-sisi misteri di balik proses penciptaannya, maupun siapa penciptaannya itu sendiri.


Konon kabarnya, lagu Gaby ini diciptakan dari pengalaman pilu seorang gadis yang ditinggal mati pacarnya yang mengalami kecelakaan sepeda motor. Kabarnya, gadis ini kemudian memutuskan untuk bunuh diri.


Namun itu bukan satu-satunya dongeng misteri di balik terciptanya lagu ini, sebab kemudian sejumlah orang saling klaim sebagai pencipta lagu tersebut. Sampai kini kebenaran perihal proses penciptaan dan siapa sesungguhnya pencipta dan siapa sesungguhnya pencipta lagu ini masih misteri.


5. Tren


Tren yang sedang terjadi di dunia fesyen, musik, film, atau apa pun juga menjadi salah satu daya tarik menu infotainment. Model rambut asimetris ala Maia Estianty pernah menjadi demam isu di dunia hiburan. Bukan hanya oleh masyarakat awam, sejumlah artis pun juga kemudian ikut-ikutan latah mengikuti Maia.


Beberapa Syarat Sebuah Peristiwa Yang Layak Dijadikan Tayangan Infotainment √ Peristiwa Yang Layak Dijadikan Tayangan Infotainment

Gambar. Contoh insiden yang layak dijadikan tayangan infotainment (Sumber: Bintang.com)


6. Unik


Peristiwa yang unik dapat dijadikan sebagai menu infotainment yang menarik. Kisah ini setidaknya pernah terjadi kepada sosok Mbah Surip.


Ia merupakan sosok pengamen Bulungan yang tiba-tiba menjadi sentra perhatian masyarakat sebab gaya rambut, dan pakaiannya yang unik. Rambutnya terlihat gimbal, dan pembawaan diri yang sangat muda.


Padahal mbah Surip tidak lagi muda lagi umurnya. Adanya insiden yang unik ibarat ini tentu jadi ladang subur, para awak media untuk dijadikan sebagai menu tayangan infotainment.


Enam insiden yang layak dijadikan tayangan infotainment di atas sangat pas kalau dijadikan sebagai materi infotainment sebab sangat menarik masyarakat umum.



Sumber https://www.siswapedia.com