Sistem tata surya terdiri dari: planet, matahari, satelit, asteroid, satelit bumi dan lain sebagainya yang ada di langit. Objek-objek langit tersebut membentuk sebuah sistem secara teratur. Semua objek yang ada di langit itu terikat oleh gaya gravitasi.
Perhatikan pergerakan planet-planet mengelilingi matahari, pada vidieo berikut:
Terbentuknya Tata Surya
Teori Planetesmal
Menurut hasil penelitian para ahli, tata surya terbentuk alasannya yaitu adanya benda langit lain yang lewat cukup erat dengan matahari. Itu terjadi pada dikala awal pembentukan matahari. Akibat dari kedekatan benda langit tersebut dengan matahari menyebabkan adanya tonjolan pada permukaan matahari. Dengan adanya pinjaman bintang yang erat dengan matahari mka menawarkan dampak gravitasi. Hal ini menyebabkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang pada matahari.
Setelah itu sebagian besar bahan tertarik kembali, dan sebagian benda langit lainnya tetap di orbitnya. Lalu sesudah mendingin dan memadat menjadi benda-benda berukuran kecil yang disebut dengan planetisimal dan beberapa benda planet lainnya yang berukuran besar disebut dengan protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu. Ada yang membentuk bulan dan planet dan sisa dari bahan lainnya menjadi komet dan asteroid.
Teori ini dibangun oleh andal geologi Thomas C.Chamberlin (1843-1928) dan Astronom Forest R. Moulton (1872-1952)
2. Teori Awan Debu
Menurut hasil penelitian para andal ini tata surya terbentuk dari gumpalan gas dan abu lalu gumpalan awan mengalami penyumbatan dan pada proses penyumbatan tersebut partikel-partikel abu akan tertarik masuk ke bab sentra awan membentuk gumpalan bola dan lalu mulai terikat yang akan membentuk cakram yang tebal dibagian tengah dan bab tepi nya yang tipis. Lalu partikel-partikel di bab tengah cakram akan saling menekan dan lalu menyebabkan panas dan berpijar , dan bab inilah yang akan menjadi matahari. Sementara itu bab yang luar akan berputar sangat cepat sehingga akan terpecah-pecah membentuk gumpalan yang lebih kecil dan gumpalan kecil ini akan terikat dan lalu membeku yang akan menjadi planet-planet.
Teori ini dibangun oleh: Carl Von Weizsaeker (1940) dan Gerard P Kuiper (1950)
Revolusi ialah perubahan pada tatanan sosial yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Revolusi Digital yang dimaksud pada goresan pena inil ialah perubahan kegiatan dalam masyarakat (komunikasi, acara ekonimi, dll.) dari konvensional ke digital. Perubahan ke digital ini ditandai dengan penggunaan sarana atau media online (melalui proses digital). Atau melibatkan penggunaan "artificial Intelligence" atau robotik. Lalu kita bersahabat dengan istiah Digital Marketing. Konsep pemasaran yang memakai sarana media online dan internet untuk memasarkan produk dan jasa. "Masyarakat digital” (digital society) ialah sekelompok masyarakat yang dalam aktifitas kesehariannya begitu lekat dengan dunia internet (online). Maka Revolusi Digital merupak perubahan dari acara masyarakat (komunikasi, acara ekonomi, dll.) yang awalnya dilakukan secara konvensional, sekarang berubah dengan memakai media online, memakai alat atau mesin sebagai produk dari artificial intelligence.
Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Kesoema, di kampus Universitas Flinders, Adelaide, menegaskan, Indonesia hari ini dan pada masa mendatang merupakan masyarakat digital dengan transformasi di aneka macam sektor. "Masyarakat digital (digital society) ialah realitas hidup di masa 21, dan Indonesia ialah teladan bagaimana komunitas digital mengubah banyak sektor dalam kehidupan," kata Kesoema, dalam sesi pembukaan Konferensi Internasional Pelajar Indonesia 2016 oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia. Ia bercerita di daerah timur Indonesia sekarang sudah banyak siswa Sekolah Menengan Atas yang sudah mempunyai telepon android dan terkoneksi internet.
Proses Revolusi Dgitalpun Dimulai
Ketika (terutama) handphone berbasis android, penggunaan internet, mesin atau perangkat automatis menggantikan kerja manusia. Maka acara konvensional mulai beralih ke digital. Revolusi digitalpun sudah mulai, acara perekonoman masyarakat terus beralih dari konvensional ke perekonomian digital. Pada tatanan masyarakat pergeseran ini diawali terutama dengan kehadiran media sosial, yang dengan cepat mengubah cara berkomunikasi. Komunikasi dalam media umum menjadi lebih mudah, lebih murah dan lebih intensif, tanpa terkendala jarak dan waktu. Pertukaran informasi yang didukung teknologi audio visual juga kian menambah gairah untuk berpromosi bagi pelaku-pelaku bisnis baik korporasi atau pribadi.
Tentu adanya perubahan akan memperlihatkan imbas baik nyata juga negatif. Ada jenis pekerjaan gres yang terbuka. Namun ada juga jenis pekerjaan tertentu yang "menghilang". Demikian yang juga terjadi dikala revolusi industri tahun 1750-1850.
Lempeng Tektonik yakni litosfer dengan ketebalan sekitar 50 hingga 100 kilometer. Litosfer merupakan lapisan bumi yang paling luar dan tipis dibandingkan dengan lapisan di bawahnya. Lempeng tekntonik pada litosfer terdiri dari dua bagian, yaitu lempeng samudra yang ada di dasar maritim dan lempeng benua yang terlihat di daratan. Lempeng samudra lebih luas tapi lempeng benua lebih tebal. Adanya acara konveksi pada astenosfer yang berada persis di bawah litosfer, lempeng litosfer terpecah menjadi beberapa Lempeng:
Pacific
North America
South America
African
Eurasian (Indonesia berada),
Australian
Antartica.
Pergerakan Lempeng Tektonik
Adanya pergeseran lempeng-lempeng tektonik (continental drift) diduga sebab adanya arus konveksi di dalam lapisan mantel bumi. Arus konveksi ini terjadi sebab adanya pemanasan yang bersumber dari inti bumi. Pada tempat-tempat tertentu matrial pijar naik ke permukaan, lalu menyebar horisontal meninggalkan tempat naiknya. Di tempat lain arus itu masuk ke dalam mantel lagi. Arus itulah yang menggerakan lempeng-lempeng seolah mengapung di atasnya. Lempeng-lempeng tektonik tersebut ada yang terdorong saling menjauh (divergent), ada juga yang saling berbenturan (convergent), dan saling bergesekan.
Diketahui bahwa "zona-gempa" aktif di seluruh dunia berkaitan dengan pergerakan lempeng tektonik tersebut. Kawasan gempa aktif berupa patahan atau sesar semuanya berada di daerah tumbukan atau pinggiran lempeng tektonik. Pergerakan lempeng tektonik merupakan pemicu munculnya daerah gunung berapi aktif di seluruh dunia. Saat ini kita mengenal apa yang disebut Cincin Api Pasifik (ring of fire) yang melingkar dari Amerika Utara, Jepang, Indonesia, Hawaii dan kembali ke arah Amerika Selatan. Lalu apa sesungguhnya dan bagaimana gerakan lempeng tektonik itu?
Silahkan simak tayangan berikut:
Bumi yang dinamis
Dengan berdasar teori Wegener mengenai "Continental Drift" alias pergerakan lempeng tektonik itu, ternyata bahwa Bumi yakni planet yang dinamis. Inti Bumi terdiri dari batuan panas yang cair, dan di atasnya mengapung lapisan kerak bumi. Adanya tumbukan (convergen) atau penyebaran (divergen) dua atau lebih lempeng tektonik, selama ratusan juta tahun silam membentuk morfologi Bumi ketika ini.
Mitigasi berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007, ialah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Sedang yang dimaksud bencana ialah rangkaian kejadian atau kejadian yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan/atau faktor non alam, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan imbas psikologis. Contoh tragedi misalnya: gempa bumi, letusan gunung berapi, Tsunami, banjir, kebakaran, longsor, tornado tropis, angin kencang dan lainnya sebagainya.
Indonesia berada di wilayah pertemuan 3 lempeng bumi dan berada di wilayah ring of fire. Kondisi geologi ini pada prosesnya kemungkinan besar berdampak pada timbulnya tragedi yang akan dialami oleh penduduk yang ada disekitarnya. Karenanya kesadaran akan adanya petaka yang sewaktu-waktu terjadi dan pemahaman konsep mitigasi, harus disosialisasikan semenjak dini.
Mitigasi pada tahap awal bertujuan untuk mengurangi dan memperkecil imbas tragedi alam. Misal menciptakan peta wilayah rawan bencana, pembuatan bangunan tahan gempa, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, serta memperlihatkan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa.
Kegiatan mitigasi tragedi di antaranya adalah:
pengenalan dan pemantauan risiko bencana;
perencanaan partisipatif penanggulangan bencana;
pengembangan budaya sadar bencana;
penerapan upaya fisik, nonfisik, dan pengaturan penanggulangan bencana;
identifikasi dan pengenalan terhadap sumber ancaman atau ancaman bencana;
pemantauan terhadap pengelolaan sumber daya alam;
pemantauan terhadap penggunaan teknologi tinggi;
pengawasan terhadap pelaksanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidup aktivitas mitigasi tragedi lainnya.
Segitiga Kehidupan
Dari artikel Dough Copp mengenai “Segitiga kehidupan”:
Saya Dough Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team international (ARTI), tim penyelamat paling besar lengan berkuasa di dunia. Informasi dari artikel ini sanggup menyelamatkan nyawa anda dari gempa.
Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan. Bekerja sama dengan tim penyelamat dari enam puluh Negara, dan mendirikan tim penyelamat dibeberapa Negara serta salah satu dari hebat PBB untuk mitigasi tragedi selama dua tahun. Saya telah bekerja di seluruh tragedi besar di dunia semenjak tahun 1985.
Secara sederhana, ketika bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda itu, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong inilah yang saya sebut “segitiga kehidupan”. Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinan untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosong, semakin besar kemungkinan orang yang menggunakannya selamat dari luka-luka.
Amati
Saat melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah “segitiga kehidupan” yang ditemui.
Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.
Hampir semua orang yang hanya “menunduk dan berlindung” pada ketika bangunan runtuh tewas lantaran tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.
Kucing, anjing, dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus dilakukan pada ketika gempa. Ini ialah insting alami untuk menyelamatkan diri. Kita sanggup bertahan hidup dalam ruangan sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
Bangunan dari kayu ialah tipe konstruksi yang paling kondusif selama gempa bumi. Kayu bersifat elastis dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang kondusif akan terbentuk. Selain itu, bangunan kayu mempunyai sedikit konsentrasi dari potongan yang berat. Bangunan dari kerikil bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan kerikil bata akan mengakibatkan luka tubuh tapi hanya sedikit yang meremukkan tubuh dibandingkan beton bertulang.
Jika sedang berada di daerah tidur pada ketika gempa terjadi, bergulinglah ke samping daerah tidur. Ruangan kosong yang kondusif berada di samping daerah tidur. Hotel mempunyai tingkat keselamatan tinggi jikalau memasang peringatan di belakang pintu biar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah daerah tidur jikalau terjadi gempa.
Jika terjadi gempa dan tidak sanggup keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaringlah meringkuk di sebelah sofa atau dingklik besar.
Hampir semua orang yang berada di belakang pintu ketika bangunan runtuh akan tewas. Mengapa? Jika berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut roboh ke depan atau ke belakang, kita akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut roboh ke samping, kita akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, kita tidak akan selamat!
Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga mempunyai “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan potongan lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan hingga terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu roboh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jikalau bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi potongan bangunan yang paling mungkin rusak. Bahkan jikalau gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga itu akan runtuh juga pada ketika orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun potongan lain dari bangunan tidak rusak.
Berdiri di akrab dinding paling luar bangunan atau di sebelah luarnya jikalau memungkinkan. Akan lebih kondusif berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh dari potongan luar bangunan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri tertutup.
Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jikalau jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan. Ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban gempa bumi San Fransisco yang bertahan di dalam kendaraan tewas. Mereka mungkin sanggup selamat jikalau keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan. Semua kendaraan yang hancur mempunyai ruangan kosong yang kondusif setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa pribadi kolom jalan tol.
Saya menemukan kenyataan, ketika merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.
Tsunami dari bahasa Jepang: tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan". Tsunami yaitu perpindahan tubuh air yang disebakan oleh perubahan permukaan bahari secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan bahari tersebut sanggup disebabkan oleh:
gempa bumi yang berpusat di bawah laut,
letusan gunung berapi bawah laut,
longsor bawah laut,
hantaman meteor di laut.
Gelombang tsunami sanggup merambat ke segala arah. Di bahari dalam, gelombang tsunami sanggup merambat dengan kecepatan 500–1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di bahari dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami sanggup masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi jawaban Tsunami, umumnya dikarenakan hantaman air maupun material yang terbawa oleh pedoman gelombang tsunami.
Gempa Di Bawah Laut
Tsunami yang terjadi 90% jawaban gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, contohnya ketika meletusnya Gunung Krakatau. Gerakan lempeng vertikal pada kerak bumi, sanggup menimbulkan dasar bahari naik atau turun secara tiba-tiba, yang menimbulkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini menimbulkan terjadinya pedoman energi air laut, yang ketika hingga di pantai menjadi gelombang besar yang menimbulkan terjadinya tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman bahari Kecepatan gelombang sanggup mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya berkurang hingga berkisar 50 km/jam, namun energinya tetap sangat merusak bagi kawasan pantai yang dilaluinya. Di tengah bahari tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun dikala mencapai pantai tinggi gelombangnya sanggup mencapai puluhan meter lantaran terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan sanggup beberapa kilometer. Gerakan vertikal ini sanggup terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di kawasan subduksi, ketika lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.
Tanah Longsor
Tanah longsor yang terjadi di dasar bahari serta runtuhan gunung api juga sanggup menimbulkan gangguan air bahari yang sanggup menghasilkan tsunami. Gempa yang mengakibatkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar bahari naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air bahari yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, sanggup terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.
Gempa yang mengakibatkan tsunami
Gempa bumi yang berpusat di tengah bahari dan dangkal (0 – 30 km)
Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
Gempa bumi dengan referensi sesar naik atau sesar turun
Silahkan simak tayangan berikut:
Sistem Peringatan Dini
Ilmu perihal tsunami kini sudah cukup berkembang, meskipun proses terjadinya masih banyak yang belum diketahui dengan pasti. Episenter dari sebuah gempa bawah bahari dan kemungkinan kejadian tsunami sanggup cepat dihitung. Pemodelan tsunami yang baik telah berhasil memperkirakan seberapa besar tinggi gelombang tsunami di kawasan sumber, kecepatan penjalarannya dan waktu hingga di pantai, berapa ketinggian tsunami di pantai dan seberapa jauh rendaman yang mungkin terjadi di daratan. Walaupun begitu, lantaran faktor alamiah, ibarat kompleksitas topografi dan batimetri sekitar pantai dan adanya corak ragam tutupan lahan (baik tumbuhan, bangunan, dll), asumsi waktu kedatangan tsunami, ketinggian dan jarak rendaman tsunami masih belum sanggup dimodelkan secara akurat.
Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia
Pemerintah dengan derma negara-negara donor, telah menyebarkan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesian Tsunami Early Warning System – InaTEWS). Sistem ini berpusat pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta. Sistem ini memungkinkan BMKG mengirimkan peringatan tsunami jikalau terjadi gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami. Sistem yang ada kini ini terus disempurnakan.
Pengembangan Sistem Peringatan Dini Tsunami ini melibatkan banyak pihak, baik instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, forum internasional, forum non-pemerintah. Koordinator dari pihak Indonesia yaitu Kementrian Negara Riset dan Teknologi (RISTEK). Sedangkan instansi yang ditunjuk dan bertanggung jawab untuk mengeluarkan INFO GEMPA dan PERINGATAN TSUNAMI yaitu BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). Sistem ini didesain untuk sanggup mengeluarkan peringatan tsunami dalam waktu paling usang 5 menit sehabis gempa terjadi.
Cara Kerja
Sebuah Sistem Peringatan Dini Tsunami yaitu merupakan rangkaian sistem kerja yang rumit dan melibatkan banyak pihak secara internasional, regional, nasional, kawasan dan bermuara di Masyarakat.
Saat terjadi suatu Gempa, maka gempa tersebut tercatat pada Seismograf. Informasi gempa (kekuatan, lokasi, waktu kejadian) dikirimkan melalui satelit ke BMKG Jakarta. Selanjutnya BMKG akan mengeluarkan INFO GEMPA yang disampaikan melalui peralatan teknis secara simultan. Data gempa dimasukkan dalam DSS untuk memperhitungkan apakah gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami. Perhitungan dilakukan menurut jutaan skenario modelling yang sudah dibentuk terlebih dahulu. Kemudian, BMKG sanggup mengeluarkan INFO PERINGATAN TSUNAMI.
Data gempa ini juga akan diintegrasikan dengan data dari peralatan sistem peringatan dini lainnya (GPS, BUOY, OBU, Tide Gauge) untuk memperlihatkan konfirmasi apakah gelombang tsunami benar-benar sudah terbentuk. Informasi ini juga diteruskan oleh BMKG. BMKG memberikan info peringatan tsunami melalui beberapa institusi perantara, yang mencakup (Pemerintah Daerah dan Media). Institusi mediator inilah yang meneruskan informasi peringatan kepada masyarakat. BMKG juga memberikan info peringatan melalui SMS ke pengguna ponsel yang sudah terdaftar dalam database BMKG. Cara penyampaian Info Gempa tersebut untuk dikala ini yaitu melalui SMS, Facsimile, Telepon, Email, RANET (Radio Internet), FM RDS (Radio yang memiliki akomodasi RDS/Radio Data System) dan melalui Website BMKG (www.bmkg.go.id).
Radio Alat Efektif untuk Peringatan Dini Terjadinya Tsunami
Pengalaman serta banyak kejadian dilapangan menunjukan bahwa meskipun banyak peralatan canggih yang digunakan, tetapi alat yang paling efektif hingga dikala ini untuk Sistem Peringatan Dini Tsunami yaitu RADIO. Oleh lantaran itu, kepada masyarakat yang tinggal didaerah rawan Tsunami diminta untuk selalu siaga mempersiapkan RADIO FM untuk mendengarkan informasi peringatan dini Tsunami. Alat lainnya yang juga dikenal ampuh yaitu Radio Komunikasi Antar Penduduk. Organisasi yang mengurusnya yaitu RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia). Mengapa Radio ? jawabannya sederhana, lantaran ketika gempa seringkali mati lampu tidak ada listrik. Radio sanggup beroperasi dengan baterai. Selain itu lantaran ukurannya kecil, sanggup dibawa-bawa (mobile). Radius komunikasinyapun relatif cukup memadai.
Likuifaksi tanah (soil liquefaction) atau pencairan tanah (sederhananya) terjadi sebab naiknya air di bawah tanah jawaban guncangan andal sehingga mengakibatkan tanah di atasnya menjadi lumpur. Bahaya dari 'tanah bergerak' ini ialah bangunan akan ambles masuk ke dalam. Silahkan simak ilustrasi terjadinya likuifaksi, pada tayangan berikut:
Dikutip dari salah satu media online, Yosef Prihanto (Peneliti Geografi dan Tata Ruang Badan Informasi Geospasial). Ia mengungkapkan cara sederhana untuk memilih ciri-ciri tanah rawan likuifaksi, sanggup dilihat dari material dasar penyebab likuifaksi yakni tanah pasir: "Coba ambil tanah dan air di daerah rumah anda, rasakan apakah pasirnya banyak. Coba raba dengan tangan saja," tutur Yosef di daerah Senopati, Jakarta Selatan, Kamis, (11/10). Langkah selanjutnya degan mengamati rumput sekitar yang tumbuh di daerah rumah. Apabila tumbuh rumput jarum, sanggup dipasatikan bahan dasar tanah sekitarnya ialah pasir.
"Kemudian lihat di lingkungan sekitar jika ada tumbuhan yang bentuknya menyerupai rumput jarum yang bintang, itu ialah salah satu ciri material dasar di tempat Anda niscaya pasir," kata Yosef.
Ikatan Ahli Geologi Indonesia, dikutip dari sumber pemberitaan media online yang berbeda menjelaskan, fenomena likuifaksi yang sekarang tengah terjadi di Palu, Sulawesi Tengah jawaban tanah yang strukturnya pasir dan jenuh air. Ketua IAGI Sukmandaru Prihamoko menjelaskan,: “likuifaksi terjadi di daerah yang meski permukaan tanahnya bebatuan dan keras tetapi dasarnya pasir, contohnya pasir pantai dan jenuh atau air penuh, masyarakat mendirikan rumah atau membangun jalan di tanah yang terlihat keras, padahal tanah menyerupai itu memungkinkan terjadinya likuifaksi”.
Dampak Likuifaksi diantaranya adalah:
Tanah bergeser, (bangunan yang ada diatasnya sanggup roboh atau bergeser)
Permukaan tanah menjadi turun
Material diatas tanah sanggup hanyut
Lokuifaksi di Petobo, Palu Selatan
Setelah gempa terjadi di Palu dengan krkuatan 7,4 SR pada 28 September 2018 pada pukul 18:02 WITA, terjadi likuifaksi di Petobo, Palu Selatan. Petobo kelurahan di pecahan selatan-tenggara kota Palu yang berbatasan eksklusif dengan Kab. Sigi & Kab. Donggala.
Setelah gempa terjadi di Palu, 28 September 2018 pada pukul 18:02 WITA, terjadi likuifaksi di Petobo, Palu Selatan. Petobo kelurahan di pecahan selatan-tenggara kota Palu yang berbatasan eksklusif dengan Kab. Sigi & Kab. Donggala.
Burj Khalifa “Pencakar Langit” dengan ketinggian 828 m ini berada di kota Dubai. Burj Khalifa saat ini menjadi gedung tertinggi di dunia. Gedung tertinggi yang merupakan hasil karya cipta perpaduan antara seni, keahlian teknis, dan warisan budaya. Gedung tersebut terdiri atas kantor dengan luas ratusan meter, 900 daerah tinggal pribadi, Armani Hotel dengan 160 kamar, dan At the Top, ruang observasi outdoor di lantai 124. Tambahan terbaru ialah TopSKY, ruang observasi pemecah rekor di lantai 148.
At.mosphere ialah restoran glamor yang terletak di lantai 122 Burj Khalifa. Guinness World Record mencatat At.mosphere sebagai restoran tertinggi di atas permukaan bumi. Burj Khalifa juga merupakan nirwana bagi para pecinta seni; Ada lebih dari 1000 karya seni yang khusus dibentuk dari Timur Tengah dan dari seniman internasional di seantero gedung.
Gedung Tetinggi Di Dunia 2020
The Creek Harbour Tower ketinggiannya mencapai 928 meter, direncanakan akibat dibangun pada 2020, juga berada di Dubai. Puncak The Creek Harbour Tower 100 meter lebih tinggi dibandingkan Burj Khalifa. Dengan demikiaan The Creek Harbour Tower akan menyandang predikat geung tertinggi di dunia. Gedung tertinggi dunia ini dirancang oleh arsitek Santiago Calatrava Valls. Ia dikenal dengan gayanya yang futuristis menyerupai terlihat di kompleks sains dan seni rupa di Valencia, Spanyo. Demikian juga pada sentra transportasi di gedung World Trade Centre yang gres di New York.
Geografi Dubai
Dubai berda di pantai Teluk Persia di Uni Emirat Arab. Berada pada ketinggian 16 m di atas permukaan laut. Emirat Dubai menyebarkan perbatasan dengan Abu Dhabi di selatan, Sharjah di timurlaut, dan Kesultanan Oman di tenggara. Dubai mempunyai luas wilayah 4.114 km².
Secara seismik, Dubai berada di zona yang sangat stabil, jalur patahan seismik terdekat, Patahan Zargos, terletak 120 km dari UEA dan mustahil memberi pengaruh apapun terhadap Dubai. Para ilmuwan juga memperkirakan bahwa kemungkinan tsunami di wilayah itu kecil alasannya ialah perairan Teluk Persia tidak cukup dalam untuk menciptakan tsunami.