Showing posts with label Sosiologi. Show all posts
Showing posts with label Sosiologi. Show all posts

Wednesday, February 5, 2020

√ 5 Ciri Struktur Sosial Berdasarkan Abdul Syani

Berikut ini merupakan ciri-ciri struktur sosial berdasarkan abdul Syani yaitu sebagai berikut: Struktur sosial mengacu pada hubungan-hubungan sosial yang pokok, yang sanggup memperlihatkan bentuk dasar pada masyarakt dan memperlihatkan batas-batas pada acara yang mungkin dilakukan oleh organisasi dalam masyarakat. Konsep sosial diterapkan pada acara setiap totalitas menyerupai lembaga-lembaga, kelompok, dan proses sosial.


Struktur sosial meliputi semua kekerabatan sosial antara individu-individu pada ketika tertentu. Oleh alasannya yaitu itu, struktur sosial sanggup disebut sebagai aspek non-proses dari sistem sosial. Dalam sistem sosial, struktur sosial cenderung bersifat statis. Struktur sosial merupakan kerangka pola yang utama dalam setiap studi wacana keteraturan hubungan-hubungan sosial dalam masyarakat.


Struktur sosial meliputi seluruh kebudayaan dalam masyarakat. Kebudayaan suatu masyarakat bekerjasama dengan derajat dari susunan sosial masyarakat. Dengan demikian, struktur sosial sanggup dipandang sebagai suatu hal yang ada pada setiap terjadinya kekerabatan sosial antar insan dalam kurun waktu tertentu. Dalam hal ini, kekerabatan sosial tersebut meliputi perilaku, perasaan, kepercayaan, serta unsur-unsur kebudayaan lainnya.


Struktur sosial merupakan realitas sosial yang bersifat statis dan mempunyai kerangka yang membentuk suatu tatanan. Jadi, struktur sosial merupakan aspek statis dari suatu proses atau fungsional dari sistem sosial.


Struktur sosial merupakan tahapan perubahan dan perlembangan dua pengertian. Pertama, di dalam struktur sosial terdapat peranan yang bersifat empiris dalam proses perubahan dan perkembangan. Kedua, dalam setiap perubahan dan perkembangan tersebut terhadap tahap perhentian dimana terjadi stabilitas, keteraturan, dan integrasi sosial yang berkesinambungan sebelum lalu “terancam” oleh proses ketidakpuasan dalam badan masyarakat.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ 5 Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

Perbedaan ras dan agama


Mobilitas sosial sanggup terhambat alasannya ialah faktor ras dan agama. Perbedaan ras menimbulkan perbedaan status sosial. Berikut ini beberapa contohnya.

1. Perbedaan tingkat ras yang pernah terjadi di Afrika Selatan. Ras berkulit putih berkuasa dan tidak memberi kesempatan kepada mereka yang berkulit hitam berada di pemerintahan sebagai penguasa. Namun, sehabis politik apartheid berakhir, Nelson Mandela dari kalangan kulit gelap menjadi Presiden Afrika Selatan.


2. Sistem kasta di India. Sistem tersebut tidak memungkinkan seseorang yang berasal dari kasta rendah sanggup naik ke kasta yang paling tinggi.

3. Dalam agama, seseorang tidak dibenarkan dengan sebebas-bebasnya dan sekehendak hatinya berpindah agama untuk mencapai status tertentu.


Dikriminasi Kelas


Diskriminasi kelas dalam sistem kelas terbuka sanggup menghalangi mobilitas ke atas. Hal ini terbukti dengan adanya pembatasan keanggotaan suatu organisasi tertentu dengan aneka macam syarat dan ketentuan, contohnya anggota dewan perwakilan rakyat dibatasi hanya 500 orang.


Pengaruh sosialisasi yang sangat kuat


Sosialisasi ialah suatu proses dimana seorang anak mencar ilmu berpartisipasi menjadi anggota masyarakat. Jika prose sosialisasi ini berjalan baik, maka pola-pola perilaku, cara pandang, dan persepsi, akan tertanam dengan sangat kuat sehingga sulit dipengaruhi oleh unsur-unsur yang dianut kelas sosial lainnya. Misalnya pada umumnya seprang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang tinggal di pedesaan sederhana akan menghayati senua norma dan nilai-nilai keluarganya, sehingga akan menolak atau bahkan menghindar kalau bertemu dengan tata nilai dan norma dalam masyarakat kota yang di anggap tidak pantas dilakukan.


Kemiskinan


Kemiskinan sanggup membatasi kesempatan bagi seseorang untuk berkembang dan mencapai status sosial tertentu. Sebagai contoh, Ananda memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya alasannya ialah kedua orang tuanya tidak sanggup membiayai.


Perbedaan jenis kelamin (gender)


Perbedaan jenis kelamin kuat terhadap prestasi, kekuasaan, status sosial, dan kesempatan-kesempatan untuk maju. Pria dipandang lebih tinggi derajatnya dan cenderung menjadi lebih gampang mengalami gerak sosial daripada wanita. Sebagai contoh, perempuan yang hidup di desa yang masih sederhana merasa bahwa kiprahnya hanyalah sebagai ibu rumah tangga. Hal itu dipengaruhi oleh pandangan yang umum ada pada masyarakatnya.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Tuesday, February 4, 2020

√ Diferensiasi Sosial Menurut Perbedaan Ras

Menurut Prof. Koentjaraningrat, ras yaitu suatu golongan insan yang mengatakan banyak sekali ciri tubuh tertentu dengan suatu prekuensi yang besar. Berdasarkan pengertia tersebut tampak terang bahwa ras merupakan penggolongan yang bersifat jasmaniah semata, bukan rohaniah. Dalam diferensi sosial, perbedaan menurut ras bukanlah perbedaan yang mengandung tingkatan.


Keragaman ras merupakan kekayaan dan bukan menjadi ajang untuk meninggikan diri di atas ras, agam, atau suku bangsa lain. Semua mempunyai hak yang sama sebagai warga negara Indonesia. Prof. Koentjaraningrat mengutip pembagian atau pembagian terstruktur mengenai dari A.L. Kroeger (Antropologi 1948) perihal ras-ras yang terpenting di dunia dan hubungan antara ras yang satu dengan yang lain dengan pembagian sebagai berikut:



  • Austroloid, penduduk Australia

  • Mongoloid



  1. Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah, dan Asia Timur).

  2. Malayan Mongoloid (Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan penduduk orisinil Taiwan).

  3. American Mongoloid (penduduk orisinil Benua Amerika Utara dan Selatan dan orang-orang Eskimo di Amerika Utara hingga penduduk Terra del Fuego di Amerika Selatan).



  • Caucasoid



  1. Nordic (Eropa Utara, sekitar Laut Baltik).

  2. Alpine (Eropa Tengah dan Timur).

  3. Mediteranian (penduduk orisinil Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, dan Iran).

  4. Indic Pakistan, India, Bangladesh, Srilanka).



  • Negroid



  1. Afrika Negroid (Benua Afrika)

  2. Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, Filipina).

  3. Melanesian (Irian Melanesia).



  • Ras-ras khusus


Tidak sanggup diklasifikasi ke dalam empat ras tersebut:



  1. Bushurau (di tempat Gurun Kalahari, Afrika Selatan).

  2. Veddoid (di pedalaman Sri Lanka dan Sulawesi Selatan).

  3. Polynesian (di kepulauan Mikronesia dan Polynesia).

  4. Ainu (di Pulau Karafuto dan Hokkaido, Jepang Utara).


Sebagai masyarakat majemuk, di Indonesia terdapat banyak sekali macam ras yaitu:



  1. Ras Malayan Mongoloid, kebanyakan tinggal di Pulau Jawa.

  2. Ras Negroid (Melanesia), tinggal di Papua.

  3. Ras Veddoid, tinggal di Sulawesi Selatan.


Perbedaan ras merupakan faktor pembawaan secara ilmiah bagi setiap individu. Dalam kehidupan perbedaan demikian merupakan suatu kewajaran mengingat bahwa lingkungan yang ditinggalinya juga mempunyai perbedaan yang signifikan.


Akibat faktor lingkungan inilah maka masyarakat mempunyai banyak sekali variasi yang tampak dalam bentuk kepala, warna kulit, bentuk muka dan banyak sekali bentuk fisik.


Secara sosiologi perbedaan ras ini berkaitan dengan sikap individu dalam masyarakat. Setiap ras dalam masyarakat akan menimbulkan suatu perbedaan dalam kebudayaan maupun adat-istiadat yang sendiri.


Misalnya, pada ras negroid yang mempunyai contoh sikap yang berbeda dengan masyarakat ras lain dimana masyarakat negroid lebih mengagungkan nenek moyang. Dengan demikian perbedaan ras inilah akan memicu diferensiasi sosial di dalam masyarakat.


Di dalam masyarakat dunia bahwa ras dikelompokan ke dalam ras utama yaitu Mongoloid, Caucasoid, dan Negroid. Disamping pengelompokan ras secara utama para ilmuwan sosial juga mengklasifikasikan ke dalam kelompok kecil di bawah ras utama. Secara umum, gejala fisik yang dipakai sebagai patokan pembagian terstruktur mengenai ras antara lain: bentuk kepala, bentuk rambut, bentuk raut muka, bentuk hidung, bentuk tulang rahang bawah, bentuk badan, bentuk rambut, warna kulit, warna mata, dan sebagainya.


Pada masyarakat Indonesia terdapat dua kelompok yang saling berinteraksi satu sama lainnya. Kedua kelompok tersebut yaitu Papua Melanesoid, dan Melayu Mongoloid. Kelompok ras Papua Melanesoid kesemuanya tinggal di Papua dengan bercirikan kulit hitam. Sedangkan kelompok ras Melayu Mongoloid umumnya hidup di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, dan Madura, Pulau Sulawesi, dan Kepulauan sekitarnya. Mereka berbaur satu sama lainnya dalam struktur masyarakat yang stabil.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ 5 Faktor Penyebab Konflik

Perbedaan Individu


Setiap insan yaitu individu yang unik. Artinya, setiap orang mempunyai pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian atau perasaan akansesuatu hal atau lingkungan yang kasatmata ini sanggup menjadi faktor penyebab konflik sosial, alasannya yaitu dalam menjalani kekerabatan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.


Misalnya, saat berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu lantaran berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.


Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan


Dalam kekerabatan sosialnya, seseorang akan dipengaruhi oleh pola-pola anutan kelompoknya. Orang dibearkan dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda-beda. Ada yang diasuh dengan pola latihan kemandirian yang akan mendorong seseorang menjadi berani dalam mengambil tindakan, bertanggungjawab, kritis, tetapi sedikit agak individualis.


Ada pula yang diasuh dalam lingkungan kebudayaan yang menerapkan pola ketergantungan. Dalam hal ini, seseorang akan cenderung bersifat kurang mandiri, menghargai orang lain, dekat dan tidak individualis. Dalam lingkup yang lebih luas, masing-masing kelompok kebudayaan mempunyai nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berbeda-beda ukurannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.


Perbedaan-perbedaan inilah yang sanggup mendatangkan konflik sosial, alasannya yaitu kriteria baik-buruk, sopan-tidak sopan, pantas-tidak pantas atau bahkan berkhasiat atau tidak bergunanya sesuatu, baik itu benda fisik maupun non fisik, berbeda-beda berdasarkan pola anutan masing-masing yang didasarkan pada latar belakang kebudayaan masing-masing.


Perbedaan Kepentingan


Manusia mempunyai perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh alasannya yaitu itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang sanggup melaksanakan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda.


Sebagai contoh, mislanya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menganggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi cuilan dari kebudayaan mereka sehingga harus di jaga dan dihentikan di tebang. Para petani menebang pohon-pohon lantaran di anggap sebagai penghalang bagi mereka untuk menciptakan kebun  atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya di ekspor guna mendapat uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan yaitu cuilan dari lingkungan sehingga harus dilestarikan.


Disini terang terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akhir perbedaan kepentingan ini sanggup pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.


Begitu pula sanggup terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, contohnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi lantaran perbedaan kepentingan diantara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume perjuangan mereka.


Perubahan-Perubahan Nilai yang Cepat


Perubahan yaitu sesuatu yang lazim dan masuk akal terjadi, tetapi kalau perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut sanggup memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadakakan memunculkan konflik sosial alasannya yaitu nilai-nilai usang pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat bermetamorfosis nilai-nilai masyarakat industri.


Nilai-nilai yang berubah itu menyerupai nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang diubahsuaikan berdasarkan jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi kekerabatan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan bermetamorfosis individualis dan nilai-nilai perihal pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat bermetamorfosis opembagian waktu yang tegas menyerupai jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri.


Perubahan-perubahan ini, kalau terjadi secara cepat atau mendadak, akan menciptakan kegoncangan proses-proses sosila di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan lantaran dianggap mengacaukan tatanan kehidupan masyarakat yang telah ada.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Monday, February 3, 2020

√ 3 Fungsi Struktur Sosial

Secara sederhana struktur sosial diambil dari kata structum artinya menyusun atau membangun yang banyak dipakai dalam istilah konstruksi bangunan. struktur sosial ialah suatu tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat, yang menyangkut hubungan timbal balik antara status dan peranan yang mengacu pada suatu keteraturan sikap di dalam masyarakat Terdapat tiga fungsi struktur sosial yaitu sebagai berikut.


Fungsi Identitas


Dalam hal ini struktur sosial berfungsi sebagai penegas identitas yang dimiliki oleh sebuah kelompok. Kelompok yang anggotanys mempunyai kesamaan dalam latar belakang ras, sosial, dan budaya akan menyebarkan struktur sosialnya sendiri sebagai pembeda dari kelompok lainnya.


Fungsi Kontrol


Struktur sosial berfungsi untuk mengontrol individu yang berada di dalam struktur tersebut. Dalam diri individu selalu muncul kecenderungan untuk melanggar nilai, norma, atau peraturan lain yang berlaku dalam masyarakat.


Apabila individu tersebut mengingat akan status dan tugas yang dimilikinya dalam struktur sosial maka kemungkinan akan mengurungkan niatnya melanggar aturan.


Fungsi Pembelajaran


Mengingat masyarakat merupakan salah satu kawasan berinteraksi maka individu mencar ilmu dari struktur sosial yang ada dalam kelompoknya. Individu sanggup mencar ilmu banyak hal dari sebuah struktur sosial masyarakat antara lain sikap, kebiasaan, kepercayaan, dan kedisiplinan.


Menurut Mayor Polak, struktur sosial sanggup berfungsi sebagai pengawas sosial yaitu sebagai penekan kemungkinan terjadinya pelanggaran terhadap norma, nilai, dan peraturan kelompok atau masyarakat. Selain itu, struktur sosial berfungsi sebagai dasar untuk menanamkan disiplin sosial kelompok atau masyarakat.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

√ 5 Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Status Sosial


Setiap insan dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki oleh orang tuanya. Apabila seseorang tidak puas dengan status sosialnya, maka ia sanggup mencari kedudukannya sendiri dilapisan sosial yang lebih tinggi. Misalnya anak seorang kuli bangunan, alasannya yakni ulet berguru sekarang berhasil menjadi seorang guru teladan.


Kondisi Ekonomi


Banyak orang yang hidup serba kekurangan, alasannya yakni wilayahnya tandus. Akhirnya mereka melaksanakan urbanisasi untuk memperbaiki kehidupannya. Di kawasan tempat tinggal yang baru, seseorang telah berhasil mendapat penghasilan yang cukup besar. Dengan penghasilannya itu ia lalu dipandang baik oleh masyarakat sekitar dan sekarang ia di golongkan sebagai orang kaya.


Situasi Politik


Situasi keamanan yang tidak aman sanggup mempengaruhi penduduk untuk meninggalkan negaranya, meskipun tanahnya subusr. Misalnya, oerang antara elit politik di Korea Utara menimbulkan perpindahan penduduk warga Korea Utara menerobos masuk ke Korea Selatan.


Pertambahan Penduduk


Laju pertambahan penduduk yang pesat akan berdampak pada kehidupan masyarakat, menyerupai lapangan pekerjaan menjadi sulit, pemukiman padat dan lahan pertanian semakin terbatas. Misalnya pada pemukiman padat sanggup menjadikan perpindahan penduduk dan pengangguran kondisi ini sanggup merubah status dan stratifikasi sosial dalam masyarakat. Ada yang menjadi kaya atau miskin, ada yang mendapat jabatan tertentu tetapi ada juga yang kehilangan jabatan.


Petualangan


Adanya harapan untuk melihat kawasan lain, akan mendorong insan melaksanakan mobilitas geografis dari satu tempat ke tempat lain. Ada juga orang yang ingin mencoba menekuni perjuangan dan jenis pekerjaan baru. Bila ia berhasil, maka akan meningkatkan status sosialnya di masyarakat. Sebaliknya jikalau tidak berhasil, maka status sosialnya akan menurun.


Misalnya; seorang turis Belanda yang berprofesi wartawan di negaranya, alasannya yakni tertarik dengan keindahan Candi Borobudur, ia membeli rumah di sekitar lokasi untuk ditempati dan disewakan. Kini ia sangat kaya di Indonesia dari usahanya itu.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com

Sunday, February 2, 2020

√ Efek Nyata Dan Negatif Konflik Sosial

a. Dampak Positif Konflik Sosial


1) Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (in-group solidarity) yang sedang berkonflik dengan kelompok lain.

2) Konflik sanggup memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum terang atau belum tuntas ditelaah.

3) Memungkinkan adanya adaptasi kembali norma-norma, nilai-nilai, dan korelasi sosial dalam kelompok bersangkutan sesuai dengan kebutuhan individu atau kelompok.


4) Merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antar individu dan kelompok.

5) Membantu menghidupkan kembali norma-norma usang dan membuat norma-norma baru.

6) Sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat.

7) Memunculkan suatu kompromi gres apabila pihak yang berkonflik berada dalam kekuatan yang seimbang.


b. Dampak Negatif Konflik Sosial


1) Keretakan korelasi antar individu atau kelompok.

2) Perubahan kepribadian para individu.

3) Kerusakan harta benda dan bahkan hilangnya nyawa manusia.

4) Adanya dominasi kelompok bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam pertikaian.

5) Timbulnya anarkisme.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com