[vc_row css=”.vc_custom_1544440140525{margin-bottom: 30px !important;}”][vc_column][vc_single_image source=”featured_image” img_size=”large”][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_column_text]Pemilik bisnis secara rutin akan mengadakan review kinerja karyawan setahun sekali. Pada ketika itulah detil pekerjaan karyawan dinilai. Apakah karyawan tersebut berkembang ke arah yang lebih baik atau malah mengalami penurunan. Namun sesudah mengetahui progress tersebut biasanya tidak ada tindak lanjut yang dilakukan.
Penilaian untuk perubahan yang lebih baik memang cantik dilakukan secara berkala. Namun sesudah itu diharapkan tindak lanjut untuk mencari tahu akar permasalahan bila mengalami penurunan kerja. Jika perkembangannya cukup baik maka perlu tindak lanjut untuk mempertahankan hal tersebut. Inilah kiprah dari pemilik bisnis untuk merancang sistem tindak lanjut yang baik bagi karyawannya,
Untuk itu diharapkan bisnis coaching yang sanggup membantu perkembangan potensi karyawan. Selain itu, kesempatan untuk bertumbuh dan mencapai performa optimal dengan umpan balik yang konsisten, konseling dan mentoring.
Ini lebih baik dibandingkan hanya sekedar review. Anda sanggup mendukung anggota tim bahu-membahu mencapai tujuan mereka. Jika dijalankan dengan baik, coaching bisa menjadi peta menuju kesuksesan dan bermanfaat. Namun jikalau tidak dijalankan dengan baik maka karyawan akan merasa dibebankan.
Agar sanggup menjalankan bisnis coaching dalam tim dengan baik, silakan baca artikel ini hingga selesai. Pada artikel ini akan dibahas lebih lanjut langkah-langkah coaching menuju kesuksesan tim. Bagi Anda pemilik bisnis atau leader di perusahaan, ini yaitu tips yang sangat bermanfaat. Silakan simak bersama berikut ini.
1. Bangun Hubungan dengan Rasa Percaya
Sebagai leader butuh bonding dengan karyawan Anda. Hal ini cukup penting sebagai dasar dalam menjalankan coaching. Anda perlu dipercaya oleh anggota supaya mereka sanggup terbuka pada Anda.
Hubungan atasan dan bawahan ini dibangun hari demi hari. Melalui percakapan sehari-hari dan ikut bersama dalam banyak sekali acara di luar jam kantor. Ini efektif dilakukan terutama bagi karyawan gres Anda.
Anda sebagai leader/pemilik bisnis dengan mengenal karyawan Anda menciptakan mereka merasa dihargai. Karyawan lebih bersemangat bekerja apabila dikenal oleh atasan. Selain itu, buatlah mereka membangun kepercayaan terhadap Anda. Hal ini berkhasiat ketika sesi coaching.
Karyawan lebih bergantung dan terbuka ketika Anda melaksanakan sesi coaching. Percakapan berjalan secara alami dan mengalir. Mereka juga nyaman untuk mencurahkan duduk masalah kantor ataupun duduk masalah personal. Posisikan diri Anda sebagai coach bukan bisnis owner supaya Anda lebih objektif dalam memberi saran.
2. Jalankan Sesi Coaching
Dalam sesi coaching, selalu beritahu coachee/karyawan Anda maksud dan tujuan dari sesi ini. Anda harus memaparkan dengan terang goal yang kalian capai bersama. Ini menciptakan coachee merasa Anda mendukung mereka secara tidak langsung. Dengan demikinan, kepercayaan diri akan meningkat dan ada rasa aman.
Berikan klarifikasi secara detil perihal goal yang akan dicapai dari sesi ini. Buatlah poin-poin penting dan ulangi terus supaya coachee niscaya akan goal tersebut. Yakinkan mereka untuk ingat akan apa yang akan dicapai ketika sesi berlangsung.
3. Mendapat Persetujuan
Langkah selanjutnya dalam sesi coaching ialah mendapat janji akan duduk masalah yang terjadi. Ini yaitu langkah yang paling kritikal. Banyak karyawan yang suka menolak akan sesuatu yang dianggap masalah. Lalu leader tidak memperlihatkan solusi akan duduk masalah tersebut. Jadilah duduk masalah terus berkembang dan tidak ada perubahan yang terjadi.
Tentu hal ini beresiko besar bagi perusahaan. Jika terus terjadi maka akan menghambat perkembangan bisnis. Sebagai pemimpin harus lebih sadar akan duduk masalah yang dihadapi oleh karyawan. Hambatan apapun bisa jadi awal permasalahan besar. Beritahu resiko yang akan terjadi apabila tidak adanya tindak lanjut atas duduk masalah yang ada. Ini akan menciptakan coachee sadar bahwa masalah/hambatan bisa merugikan perusahaan.
4. Cari alternative solusi
Selanjutnya, eksplorasi duduk masalah yang akan diperbaiki. Cara eksplorasi dalam coaching yaitu membebaskan karyawan untuk mencari alternatif solusi. Inilah uniknya bisnis coaching dari teknik lainnya.
Karyawan dibebaskan untuk berpikir terhadap solusi masalah. Anda hanya membantu mengarahkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang bisa merangsang fatwa mereka. Untuk paham perihal pertanyaan yang baik Anda bisa membaca artikel perihal ini di link berikut.
Selalu tahan diri untuk memperlihatkan solusi pada karyawan. Ingat untuk mendorong mereka mendapat alternative duduk masalah yang spesifik. Semakin spesifik dan detil semakin bagus. Cara ini merangsang otak mereka berpikir kritis. Bahkan mereka bisa saja menemukan solusi di luar fatwa Anda.
Solusi bukanlah harus satu namun banyak pilihan lebih baik. Hal ini memberi peluang bagi coachee untuk bisa melaksanakan uji coba.
5. Buat Komitmen untuk Bertindak
Langkah berikutnya yaitu arahkan coachee menentukan solusi terbaik dari alternative yang ada. Ingat jangan menciptakan pilihan Anda tapi karyawan Anda. Untuk menjalankan tahap ini, sebagai leader Anda harus menyakinkan karyawan untuk berkomitmen secara lisan.
Selalu pastikan solusi terbaik yang telah dipilih, tanyakan kepastian mereka sekali lagi. Kemudian tanyakan waktu untuk menjalankan solusi tersebut. Kapan akan dilaksankan dan berapa lama. Dukung terus karyawan Anda dengan pilihannya dan berikan pujian.
6. Menanggulangi Alasan
Dalam sesi coaching, sering kali karyawan berdalih/beralasan pada titik tertentu misal ketika diajak berkomitmen untuk bertindak. Untuk menanggulanginya, kita tegaskan lagi perihal alasan tersebut. Berikan komentar atas alasan itu. Lalu berikan derma terhadap alasan itu. Hal ini guna mengetes abjad karyawan.
Berikan respon secara empatik untuk memperlihatkan derma Anda. Kemudian komunikasikan secara intim perihal apa yang dirasakan karyawan supaya mereka paham.
7. Berikan Umpan Balik Positif
Bisnis coach yang efektif, misalnya menyerupai yang ada di GLC, yaitu memperlihatkan umpan balik bagi coacheenya. Hal ini harus anda pelajari dengan baik. Ini yaitu poin penting terakhir dalam sesi coaching.
Coach harus paham perihal nilai dan pentingnya umpan balik yang kontinu kepada coacheenya. Umpan balik sanggup bersifat faktual dan korektif. Poin penting dalam umpan balik yang harus diperhatikan adalah.
- Spesifik
- Tepat waktu
- Focus perihal apa yang Anda lihat, dengar dan bagaimana berdampak pada coachee.
- Intonasi bunyi yang memperlihatkan ketulusan.
Umpan balik faktual memperlihatkan kekuatan. Orang akan bekerja melewati batasnya jikalau mereka merasa dikenal dan dihargai. Ketika memberika umpan balik korektif maka lakukan sebaik mungkin supaya memberi imbas faktual bagi karyawan Anda.
Setiap tindakan coaching baik oleh bisnis coach external atau bisnis owner sendiri harus dilakukan dengan baik. Tindak lanjut terhadap sesi coaching yaitu poin penting selanjutnya. Hal ini saling berafiliasi supaya sanggup membawa tim Anda menuju sukses yang diinginkan.
Jika Anda ingin paham lebih dalam perihal coaching silakan diskusi dengan bisnis coach kami di kontak halaman ini. SIlakan juga bagikan artikel ini supaya memberi manfaat lebih banyak ke orang lain. Semoga bermanfaat, Always Go Big![/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]
Sumber aciknadzirah.blogspot.com