Beda Manusia dengan Hewan-Salah satu bentuk pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dalam benak seorang yang menjadi mahasiswa yaitu pertanyaan-pertanyaan dasar wacana kehidupannya.
Mahasiswa memang identik dengan daya intelektualitasnya. Mahasiswa sering menggunakan nalar bahakan merupakan kewajiban mereka untuk menggunakan nalar mereka untuk menemukan balasan yang niscaya dan benar wacana hakikat kehidupan ini.
Salah satu dari sekian banyak pertanyaan yang sering dipertanyakan seorang mahasiswa yaitu "Beda insan dengan hewan? ", apakah terdapat perbedaan.
Kemudian, ada yang berasumsi salah dan mengemukakan kesimpulan yang salah bahwa insan itu tiada bedanya dengan hewan.
Dalam salah satu artikel yang saya sarikan dari situs Islam, dinyatakan bahwa insan "bisa saja sama" dengan hewan. Saya beri tanda kutip alasannya derajatnya sanggup dan bahkan kurang daripada hewan.
Ketika saya berbicara panjang lebar didepan seekor kambing betina, tentang kewajiban menutup aurat, wacana wajibnya menggunakan pakaian yang tepat (Kerudung & Jilbab) dikala berada di ruang publik, kambing betina itu hanya melongo sambil mengembik "embe...embe"... masuk akal saja, Kambing hanyalah seekor hewan, ia tidak memiliki akal, dan tidak memahami apa yang saya katakan..
Tapi dikala saya berbicara didepan seorang perempuan yang tidak mengenakan pakaian syar’I dan selalu mengumbar auratnya, sama, perempuan itupun tidak juga memahami apa yang saya katakan.. Malah ia berkata "Alah,,, sok suci Lo!!! Kalo mau dakwah di Masjid Aja bukan disini tempatnya. " Saya kaget!!! Lho kok ibarat ini jawabannya!!! mungkin benar firman Allah didalam surat Al-araf ayat 179:“Dan gotong royong Kami jadikan isi Neraka Jahannam kebanyakan jin dan manusia, mereka memiliki hati (akal) tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat gejala kekuasaan Allah dan mereka memiliki indera pendengaran (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah).Mereka itu sebagai binatang ternak bahkan lebih sesat lagi.Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS Al A’raf 179).
Manusia merupakan makhluk yang unik dan sangat jauh berbeda dengan hewan.Karena intinya insan diberikan nalar oleh Allah swt, untuk memahami segala apa yang sanggup di indera. Perbedaan fundamental antara binatang dan insan terletak pada adanya nalar dan aturan hidup. Hewan tidak memiliki aturan, sehingga dikala berprilaku pun binatang terbiasa hidup bebas, sebebas-bebasnya tanpa adanya beban aturan.
Sedangkan insan memiliki aturan, dimana segala perbuatan insan itu terikat dengan aturan syara, tak sanggup sebebas-bebasnya bertindak, alasannya insan memiliki aturan. Aturan yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits.
Karena insan yaitu makhluk yang berbeda dengan hewan, maka insan harus senantiasa terikat dengan aturan aturan yang telah Allah menetapkan untuk manusia. Dan harus selalu menggunakan akalnya untuk memahami segala apa yang sanggup terindra dan memahami teks-teks yang bersumber dari Al-Khaliq. Tak boleh insan membangkang apa-apa yang diperintahkan Allah SWT.
Ketika ada perintah untuk melakukan banyak sekali kewajiban . Maka laksanakanlah secara menyeluruh, tidak dipilih-pilih, alasannya pada hakikatnya semua kewajiban itu yaitu taklif yang apabila dilaksanakan dengan penuh keikhlasan akan berbuah pahala, dan kalau tidak dikerjakan akan mendapat siksa.
Orang yang memiliki nalar tetapi tidak mau menggunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah, memiliki mata tetapi tidak digunakan untuk melihat gejala kekuasaan Allah, memiliki indera pendengaran tetapi tidak mau mendengarkan kebenaran yang bersumber dari Allah. Maka orang tersebut derajatnya sama dengan Hewan bahkan lebih sesat lagi, lebih hina dari pada hewan.
Source : www.globalmuslim.web.id
Sumber http://kutukuliah.blogspot.com