Monday, February 26, 2018

Tanah Gambut: Ciri-Ciri, Proses Terbentuk, Jenis Dan Persebarannya

Planet Bumi yakni sebuah planet yang sangat kaya. Tidak hanya kaya akan kehidupan manusia, namun juga kaya alamnya, sehingga makhluk hidup mirip manusia, binatang dan tumbuhan sanggup hidup dengan baik. Bumi mempunyai sumber daya alam yang luar biasa untuk makhluk hidup. Tidak hanya udara, sinar matahari (baca: bagian-bagian matahari), namun juga ada air. Ada satu lagi sumber daya alam yang tidak kalah penting berperang, ialah tanah. Tanah yakni tempat berpijak atau rupa daratan (baca: ekosistem darat). Tanah di bumi terdiri atas aneka macam jenis. Jenis- jenis tanah tersebut banyak yang bisa kita temukan di Indonesia. Salah satu jenis tanah tersebut yakni tanah gambut. Pada kesempatan ini kita akan mempelajari perihal tanah gambut ini, mencakup pengertian, proses terbentuk, ciri- ciri, keadaan ketika ini serta pemanfaatannya,


Pengertian Tanah Gambut


Apabila kita telah mempelajari mengenai penguraian dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains, tentu kita tahu bahwa ada jenis sampah yang bisa membusuk dan terurai oleh bakteri. Ya, sampah- sampah organik merupakan jenis sampah yang sanggup membusuk. Sampah- sampah organik yang menumpuk dan tergoda waktu maka lambat maritim akan membusuk dan bisa membentuk sebuah tanah. Nah tanah yang sebagian besar terdiri dari bahan- materi organik yang telah membusuk disebut sebagai ciri- ciri tanah gambut. Lebih tepatnya lagi tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari penumpukan sisa dari tumbuhan yang setengah membusuk atau mengalami dekomposisi yang tidak sempurna. Tanah gambut mempunyai kandungan materi organik yang tinggi lantaran materi bakunya tersebut yakni sisa- sisa dari tumbuhan, mirip lumut dan pepohonan serta sisa- sisa dari binatang yang telah mati.


Ciri- ciri Tanah Gambut


Bumi ini kaya akan sumber daya alam, dan tanah merupakan salah satu bentuk dari sumber daya alam yang ada di bumi. Karena faktor geografis dan juga faktor alam yang berbeda- beda, maka tanah yang ada di aneka macam belahan dunia antara satu dengan yang lainnya juga berbeda. Ada jenis tanah yang subur dan tidak subur (baca: ciri tanah yang subur dan tidak subur), ada jenis tanah yang keras atau lunak, ada jenis tanah yang becek dan tidak, dan lain sebagainya. Lalu, bagaimna supaya kita mengetahui mengenai satu jenis tanah tersebut? Kita sanggup mengenalnya melalui ciri- ciri dari tanah tersebuut. Beberapa ciri yang dimiliki oleh tanah gambut antara lain sebagai berikut:



  • Merupakan tanah lembap atau banyak terdapat pada lahan basah

  • Memiliki warna gelap

  • Memiliki sifat asam yang tinggi

  • Kurang subur

  • Lembek atau lunak

  • Banyak terbentuk di wilayah rawa


Nah, itulah beberapa ciri yang dimiliki oleh tanah gambut. Dari ciri- ciri yang telah disebutkan di atas, kita sanggup mengetahui bahwasannya tanah gambut ini meruapakan tanah yang lembap sekali dan banyak menyimpan zat asam, sehingga mempunyai tanah gambut bukan merupakan tanah yang gampang untuk bercocok tanam.


Proses Terbentuknya Tanah Gambut


 Tidak hanya kaya akan kehidupan insan Tanah Gambut: Ciri-ciri, Proses Terbentuk, Jenis dan PersebarannyaTanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari sisa- sisa binatang atau tumbuhan baik yang tengah dalam keadaan layu maupun tidak layu yang telah mengalami proses dekomposisi yang tidaksempurna. Proses dekomposisi yang tidak tepat ini dikarenakan jumlah kuman yang kurang dan dalam kondisi yang terbatas oksigen atau anaerob. Proses terbentuknya tanah gambut di Bumi sudah terjadi sangat lama, yakni sekitar 5000 hingga 10000 tahun yang lalu. Sehingga sanggup dikatakan bahwa tanah gambut di muka bumi ini sudah sangat tua. Lalu bagaimana cara kita untuk mengetahui apakah tanah gambut tersebut bau tanah atau belum? Praktis saja bagi kita untuk mengetahuinya, yakni dengan melihat kedalaman pada tanah gambut tersebut. Karena tanah gambut ini selalu menumpuk, maka sanggup dikatakan bahwa tanah gambut yang semakin dalam, maka usianya akan semakin tua. Tanah gambut sangat sering kita jumpai di tempat yang lembap dan lembab. Bahkan tanah gambut juga seringkali membentuk suatu hutan(baca: hutan hujan tropis). hutan gambut sendiri sudah ada di bumi ini dari semenjak ribuan tahun yang kemudian dan tersebar di penjuru- penjuru wilayah bumi.


Proses pembentukan tanah gambut terjadi dengan peranan tanaman- tumbuhan air, yakni tumbuhan air yang tumbuh pada danau yang dangkal akan mati. Kemudian tumbuhan itu akan karam ke dasar maritim dan mengalami pelapukan disana, sehingga terbentuklah lapisan- lapisan organik. Perlu diketahui tanah yang telah menupuk di dasar maritim ini kaya akan lapisan organik namun sifatnya tidak terlalu subur.


Kandungan Tanah Gambut


Tanah gambut merupakan tanah yang kaya akan bahan- materi organik, bahkan sangat kaya. Hal ini lantaran tanah gambut sendiri terbentuk lantaran sisa- sisa dari makhluk hidup baik tumbuhan maupun binatang, mirip sisa pepohonan, lumut, rerumputan dan binatang- binatang yang telah mata. Sisa- sisa makhluk hidup tersebut telah diuraikan oleh dekomposer atau pengurai. Kendati dalam proses pelapukan tersebut ada sesuatau kekurangan dalam bahan, yakni kekurangan oksigen, maka proses penguraian tersebut menjadi tidak sempurna. Nah lantaran proses penguraian yang tidak tepat inilah yang membentuk suatu tanah gambut. Jika mengetahui dan memahami proses pembentukan tanah gambut maka kita sanggup menyampaikan bahwa tanah gambut ini bukan merupakan tanah yang subur.


Tanah gambut merupakan jenis tanha yang bisa menyimpan banyak sekali karbon. Sehingga tidak jarang kita temukan di hutan- hutan gambut mengandung banyak karbon. Selain karbon, tanah gambut juga sanggup menyimpan air dalam jumlah yang besar atau berkali- kali lipat dibandingkan dengan jenis tanah lainnya. Karena kemampuannya menyimpan banyak air berkali- kali lipat, maka tanah atau hutan gambut ini sangat efekyif dalam mencegah terjadinya peristiwa banjir (baca: jenis banjir). Maka tidak mengherankan apabila di tempat yang bersahabat dengan aliran air banyak kita jumpai lahan- lahan gambut. Hal ini ternyata bertujuan untuk mencegah terjadinya peristiwa banjir sehingga tidak merugikan orang- orang yang berada di dekatnya.


Jenis- jenis Tanah Gambut


Kita mengetahui bersama bahwa di dunia ini permukaan bumi terdiri atas daratan dan juga perairan. Daratan di bumi ini ditutupi oleh yang namanya tanah. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa jenis tanah yang ada di bumi ini ada banyak sekali dan sangat bervariasi. Ternyata tidak hanya jenis tanah saja yang bervariasi melainkan salah satu dari jenis tanah tersebut sanggup dipecah emnjadi beberapa jenis lagi. Sebagai teladan yakni tanah gambut ini. tanah gambut ternyata dibedakan ke dalam beberapa jenis lagi.  Beberapa jenis tanah gambut antara lain sebagai berikut:



  1. Gambut Topogen


Jenis tanah gambut yang pertama yakni gambut Topogen. Gambut Topogen merupakan jenis tanah gambut yang terdapat pada penggalan atas tanah mineral yang terdapat pada dasar danau. Karena terdapat pada dasar danau, maka tanah gambut ini sanggup mengendap dan bertumpuk- tumpuk di dasar danau sehingga usang kelamaan dasar danau sanggup dipenuhi oleh tanah gambut ini. Di dasar maritim yang dipenuhi oleh lapisan tanah gambut topogen ini tumbuhan masih bisa tumbuh dan berkembang dengan baik serta subur. Untuk ketebalan lapisan tanah topogen ini, bahwa tanah topogen mempunyai kedalaman hingga 4 meter. Di kedalaman 2 meter ini sifat lapisan tanah gambut topogen ini subur dan mempunyai tingkat keasaman yang rendah. Selain itu lapisan tanah topogen ini mempunyai kandungan unsur hara yang berasal dari mineral yang ada di dasar danau (baca: macam-macam danau). Keberadaan tanah gambut topogen ini tidak terlalu banyak, dasar danau dengan lapisan tanah topogen ini jarang ditemui.



  1. Gambut Ombrogen


Jenis tanah gambut yang kedua yakni tanah gambut ombrogen. Tanah gambut ombrogen ini mirip tanah gambut sekunder. Mengapa demikian? Karena tanah gambut ombrogen ini merupakan tanah gambut yang berkembang di atas tanah gambut topogen. Makara tanah gambut ombrogen ini berada di atas dan bisa menutupi lapisan tanah gambut topogen. Karena letaknya di atas, maka lapisan tanah gambut ombrogen ini tebalnya bisa hingga melebihi permukaan danau. Tebalnya lapisan gres oleh tanah gambut ombrogen ini akan terlihat mirip lapisan tanah gambut yang mirip kubah. Dalam pembentukan lapisan tanah gambut ombrogen ini melibatkan elemen yang penting, yakni berupa air hujan. Air hujan mempunyai peranan yang cenderung banyak, salah satu peranannya yakni sebagai pencuci. Efek yang ditimbulkan oleh air hujan yakni sebagai pencuci atau pembersih lapisan tanah ini sehingga menciptakan unsur hara dalam lapisan tanah gambut ombrogen menjadi berkurang sehingga akan miskin zat hara.


Itulah jenis- jenis dari tanah gambut. Jenis dari tanah gambut ini hanya ada dua macam yakni tanah gambut topogen dan juga tanah gambut ombrogen. Kedua lapisan tanah gambut tersebut beriringan, yakni lapisan bawah yakni tanah gambut topogen dan yang berkembang di atasnya yakni tanah gambut ombrogen. Dari klarifikasi di atas, kita juga mengetahi bahwasannya jenis tanah gambut yang subur yakni tanah gambut topogen.


Persebaran Tanah Gambut


Tanah gambut yakni tanah yang lembab, biasanya tanah gambut ini masih berbentuk hutan gambut yang di dalam hutan tersebut terdapat bermacam- macam spesies binatang dan tumbuhan. Tanah gambut ini biasnya terdapat pada lahan yang lembab dan lembap atau jenuh air, mirip halnya cekungan, lembah maupun rawa- rawa. Tanah gambut ini apabila kita lihat maka mirip tanah yang sangat becek. Biasanya tanah gambut apabila diinjak maka akan amblas mirip ingin menyedot apa yang telah menginjaknya. Tanah gambut sangat dalam dan kedalamannya bisa mencapai 10 meter.


Keberadaan tanah gambut ini sangat gampang dijumpai di aneka macam belahan dunia. Ada banyak negara yang mempunyai tanah gambut, diantaranya adalah:



  • Irlandia

  • Finlandia

  • Skotlandia

  • Belanda

  • Jerman

  • Skandinavia

  • Amerika utara

  • Ukraina

  • Estonia

  • Rusia

  • Belarusia

  • California

  • Minesota

  • Michigan

  • Florida

  • Patagonia

  • Selandia Baru, dan lain sebagainya


Nah itulah beberapa negara atau wilayah yang merupakan persebaran tanah gambut. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Indonesia juga merupakan salah satu negara yang mempunyai tanah gambut. Hutan (baca:


Taman hutan raya) gambut di Indonesia juga banyak jumlahnya lantaran hampir semua negara di dunia ini mempunyai lahan gambut. Bahkan separus dari lahan lembap yang ada di Bumi merupakan lahan gambut. Lahan gambut sanggup dengan gampang ditemukan di aneka macam belahan dunia baik di negara yang mempunyai iklim tropis, iklim sub tropis bahkan iklim kutup sekalipun.


Persebaran lahan gambut di dunia mencakup hampir semua negara di dunia. Di wilayah Asia yang mempunyai iklim tropis, lahan gambut ini banyak terdapat di Rusia. Lahan gambut tropis ini juga terdapat di wilayah benua lain, meskipun jumlahnya tidak terlalu luas. Lahan gambut yang tidak terlalu luas terdapat di Afrika, Karibia dan juga di Amerika Latin. Lebih sempit lagi kita melihat di wilayah Asia Tenggara. Di wilayah Asia Tenggara sendiri, lahan gambut mempunyai prosentasi sebanyak 76% atau sekitar 27 juta hektar. Dari luas sekian, sebanyak 83%nya berada di wilayah Indonesia.


Persebaran tanah atau lahan gambut di Indonesia mencakup semua wilayah di Indonesia. Beberapa diantaranya yakni di Sumatera, Papua dan juga Kalimantan. Tanah atau lahan gambut yang yang berada di masing- masing wilayah ini mempunyai ketebalan yang berbeda- beda. Ketebalan lahan gambut ini mulai dari 1 meter hingga 12 meter, bahkan ada yang hingga mecapai 20 meter. Dan untuk sebutan tanah yang terbentuk pada lahan lembap yakni peak. Perlu kita ketahui bersama bahwa lahan atau tanah gambut ini ternyata mempunyai nama lain di aneka macam belahan dunia. Beberapa sebutan bagi tanah gambut antara lain muskeg, pocsin, mire, moor dan bog.


Pemanfaatan Tanah Gambut


Tanah gambut yakni tanah yang sanggup kita jumpai di tempet- tempat yang lembek, basah, becek, dan sejenisnya. Hal ini tidak lepas dari tanah gambut yang mengandung banyak air. Ciri yang paling gampang untuk mencari tahu apakan suatu tanah yakni tanah gambut antara l ain terasa lunak apabila kita tekan, gampang ditekan, serta air yang ada di dalamnya sanggup dengan gampang untuk dikeluarkan. Dengan ciri demikian ini maka tanah gambut terperinci bukanlah tanah yang bisa dipakai untuk hunian. Seperti yang kita ketahui sebelumnya pula, bahwa tanah gambut merupakan tanah yang tidak subur, sehingga bukan merupakan tanah yang cocok untuk bercocok tanam. Lalu, untuk apakah tanah gambut ini dimanfaatkan?


Pemanfaat tanah gambut ini ternyata bisa untuk sebagai sumber energi atau materi bakar. Pemanfaatan tanah gambut sebagai sumber energi atau materi bakar ini bisa diperoleh dengan cara mengeringkannya. Banyak negara- negara yang sering memanfaatkan lahan gambut ini sebagai sumber energi. Beberapa negara yang memanfaatkan lahan gambut ini antara lain Skotlandia dan juga Irlandia. Jika kita berada di kedua negara tersebut maka kita tidak akan menjumpai banyak pepohonan. Oleh lantaran alasan itulah maka kedua negara tersebut memanfaatkan lahan- lahan gambut. Selain sebagai sumber energi dan juga materi bakar, tanah gambut juga bisa dmanfaatkan untuk hal lain. Secara tradisional lahan gambut ini dimanfaatkan sebagai pemanas rumah- rumah dan juga untuk masak. Semakin usang zaman semakin modern dan gambut mulai dimanfaatkan secara berbeda. Di zaman modern, tanah gambut ini dipanen secara khusus untuk dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Gambut atau PLTG. Dan negara yang mempunyai Pembangkit Listrik Tenaga Gambut terbesar di dunia yakni Finlandia. Pembangkit Listrik Tenaga Gambut di negara ini mempunyai kekuatan sebesar 190 Mega Watt. Tenaga listrik gambut yang terbesar ini dinamakan Toppila Power Station.


Keadaan Gambut ketika Ini


Lahan gambut bukan merupakan lahan yang tetap lestari. Seiring dengan perkembangan zaman banyak sekali lahan- lahan gambut yang telah rusak. Rusaknya lahan gambut ini disebabkan oleh aneka macam hal, dan penyebab yang paling banyak yakni lantaran ulah manusia. Banyak insan yang mulai melirik lahan gambut untuk dijadikan lahan pertanian atau perkebunan. Mengapa bisa mirip ini sedangkan tanah gambut bukan merupakan tanah yang subur? Tentunya hal ini melibatkan suatu proses yang panjang. Tanpa disadari usaha- perjuangan insan tersebut malah menjadikan banyak peristiwa alam. Untuk melihat proses perusakan lahan gambut hingga menjadi lahan yang diinginkan manusia, kita akan menjelaskannya secara detail langkah demi langkah. Proses yang dilakukan oleh insan antara lain sebagai berikut:



  1. Perusakan lahan gambut diawali dengan menebangi pepohonan yang ada dan tumbuh di atas lahan gambut tersebut.

  2. Kedua, lahan gambut tersebut dikeringkan. Pengeringan lahan gambut ini dilakukan dengan cara menciptakan jalan masuk air supaya air yang ada di dalam gambut ini keluar mengalir.

  3. Proses pengeringan tersebut akan menawarkan dampak pada permukaan tanah gambut menjadi turun.

  4. Keadaan tanah yang demikian (turun) akan menawarkan dampak berupa tertariknya akar- akar pohon sehingga keluar atau tercabut dengan sendirinya dan mengakibatkan pohon- pohon menjadi tumbang. Hal yang demikian juga dengan gampang mengakibatkan erosi tanah.

  5. Lahan gambut yang sudah kering akan bersifat kering permanen atau tetap. Dengan demikian keadaan lahan gambut tidak bisa kembali mirip sedia kala.

  6. Tanah gambut yang telah kering tidak akan bisa menyimpan air secara maksimal, dan justru akan rentan mengalami kebakaran terlebih ketika demam isu kemarau datang. Hal ini mirip sifat orisinil tanah gambut yang gampang untuk terbakar.

  7. Kebakaran lahan ini akan mengakibatkan lepasnya banyak karbon ke lapisan atmosfer dan mengakibatkan matinya banyak tumbuhan dan binatang yang hidup di hutan gambut tersebut.

  8. Dan ketika demam isu penghujan datang, tanah gambut yang sudah mengering tadi tidak akan bisa menyimpan banyak air hujan atau penyimpanannya sudah tidak optimal. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan terjadinya banjir (baca: banjir rob).


Nah, kira- kira itulah beberapa tahapan atau proses yang bisa dijelaskan untuk menggambarkan proses rusaknya lahan gambut lantaran perbuatan insan yang ingin membuka lahan- lahan pertanian atau perkebunan baru. Perlu diketahui bahwa kandungan karbon pada lahan gambut ini bisa dua kali lipat lebih banyak daripada tanah- tanah yang lainnya. Dengan demikian, dampaknya pun juga lebih besar. Beberapa dampak yang ditimbulkan lantaran rusaknya lahan gambut antara lain sebagai berikut:



  • Terjadinya perubahan iklim

  • Beralihnya fungsi lahan gambut menjadi lahan pertanian atau perkebunan dengan aneka macam cara jahat, mirip membabat pepohonan, aben pepohonan, dan lainnya.

  • Pengalihan lahan gambut menjadi lahan pertanian ini juga akan kuat pada proses dekomposisi. Hal ini lantaran pertanian mengakibatkan emisi karbon yang ada di dalam tanah tersebut gampang terlepas.


Beberapa dampak di atas merupakan dampak dari rusaknya lahan gambut. Sebagai perhiasan informasi, di wilayah Asia ini penggalan yang yang mempunyai kerusakan lahan gambut paling banyak yakni di Asia tenggara, termasuk di Indonesia ini. Lahan gambut sanggup dimanfaatkan untuk aneka macam kepentingan, maka dari itukah sebaiknya lahan gambut dimanfaatkan dengan baik. Demikianlah warta yang sanggup kami sampaikan mengenai lahan gambut beserta hal- hal yang berkaitan, semoga bermanfaat bagi pembaca.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com