Showing posts with label Metodologi Penelitian. Show all posts
Showing posts with label Metodologi Penelitian. Show all posts

Monday, July 24, 2017

√ Gaes, Ketahuilah Teori Yang Di Perlukan Dalam Penelitian Kualitatif

Teori yang di Perlukan dalam Penelitian Kualitatif  √ Gaes, Ketahuilah Teori yang di Perlukan dalam Penelitian Kualitatif

Teori yang di Perlukan dalam Penelitian Kualitatif - Sumua penelitian bersifat ilmiah, oleh alasannya itu semua penelitian harus berbekal teori. Dalam penelitian kualitatif, teori yang digunakan harus sudaj jelas, alasannya teori disini akan berfungsi untuk memperjelas dilema yang diteliti, sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis, dan sebagai referensi untuk menyusu instrumen penelitian. Oleh alasannya itu landasan teori dalam tawaran penelitian kualitatif harus sudah terang teori apa yang akan dipakai.

Dalam penelitian kualitatif, alasannya permasalah yang dibawa oleh peneliti masih bersifat sementara, maka teori yang digunakan dalam penyusuna tawaran kualitatif juga masih bersifat sementara, dan akan berkembang sesudah peneliti memasuki lapangan atau konteks sosial. Dalam kaitannya dengan teori, jika dalam penelitian kuantitatif itu bersifat menguji hipotesis atau teori sedangkan dalam penelitian kualitatif bersifat menemukan teori.
Dalam penelitian kuantitatif jumlah teori yang digunakan sesuai dengan variabel yang digunakan dalam penelitian, sedangkan dalam penelitian kualitatif yang bersifat holistik, jumlah teori yang harus dimiliki oleh peneliti kualitatif jauh lebih banyak alasannya harus diubahsuaikan dengan fenomena yang berkembang dilapangan. 

Peneliti kualitatif akan lebih prosfessional jika menguasai semu teoi sehinga wawasannya akan menjadi lebih luas, dan sanggup menjadi instrumen penelitian yang baik. Teori bagi penelitian  kualitif akan berfungsi sebagai bekal untuk bisa memahami konteks sosial secara lebih luas dan mendalam. Walaupun peneliti kualitatif dituntut untuk menguasai teori yang luas dan mendalam, namun dalam melaksanakan penelitian kualitatif, peneliti kualitatif harus bisa melepaskan teori yang dimiliki tersebut  dan tidak digunakan sebagai panduan untuk menyusun instrumen dan sebagai panduan untuk wawancara, dan observasi. Peneliti kualitatif dituntut sanggup menggali data menurut apa yang diucapkan , dirasakan, dan dilakukan oleh partisipan atau sumber data. Peneliti kualitatif harus bersifat “perspective emic” artinya memperoleh data bukan “bukan sebagai mana seharusnya”, bukan menurut apa yang difikirkan oleh peneliti, tetapi menurut sebagaimana adanya yang terjadi dilapangan, yang dialami, dirasakan, dan difikirkan oleh partisispan/sumber data

Oleh alasannya itu penelitian kualitatif ini jauh lebih sulit dari pada penelitian kuantitaif, alasannya peneliti harus berbekal teori yang luas sehingga bisa menjadi “human Instrumen” yang baik. Peneltian kualitatif lebih sulit bila dibandingkan dengan penelitian kuantitatif, alasannya data yang terkumpul bersifat subyektif dan instrumen sebagai alat pengumpul data yaitu peneliti itu sendiri.

Untuk sanggup menjadi instrument peneliti yang baik, peneliti kualitatif dituntut untuk mewakili wawasan yang luas, baik wawancara teoritis maupun wawasan yang terkait dengan konteks social yang diteliti yang berupa nlai, budaya, keyakinan, hukum, etika istiadat yang terjadi dan berkembang pada konteks sosial tersebut. Bila peneliti tidak mempunyai wawasan yang luas, maka peneliti akan sulit membuka pertanyaan kepada sumber data, sulit memhami apa yang terjadi, tidak aka sanggup melaksanakan analisis secara induktif terhadap data yang diperoleh. Sebagai rujukan seorang peneliti dibidang administrasi akan merasa sulit untuk mendapat data wacana kesehatan, alasannya untuk bertanya pada bidang kesehatan saja akan mengalami kesulitan. Demikian juga peneliti yang berlatar belakangkan bidang pendidikan, akan sulit untuk bertanya dan memahami bidang antropologi.

Peneliti kualitatif dituntut bisa mengorganisasikan semua teori yang dibaca. Landasan teori yang dituliskan ldama tawaran penelitian lebih berfungsi untuk menujukkan seberapa jauh peneliti mempunyai teori dan memahami permasalahan yang diteliti walaupun masih permasalahan tersebut bersifat sementara itu. Oleh alasannya itu landasan teori yang dikemukan,  tidak merupakan harga mati, tetapi bersifat sementara. Peneliti kualitatif dituntut untuk melakuakan grounded reasearch, yaitu menemukan teori menurut data yang diperoleh dilapangan atau situasi sosial.

Nah Gaes, Itulah klarifikasi artikel terkait dengan Teori yang di Perlukan dalam Penelitian Kualitatif yang kami rangkum dari buku Sugiono dalam bukunya yang berjudul "Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D". terkait dengan artikel ini apakah ada yang ingin di tanyakan gaes ?

Sumber http://www.galinesia.com

Wednesday, July 19, 2017

√ Kerangka Berpikir (Pengertian, Teori, Cara Menyusun Dan Contoh)

kerangka berfikir yaitu model konseptual wacana bagaimana teori berafiliasi dengan banyak sekali faktor yang telah diidentifikasi sebagai duduk kasus yang penting (Uma,1992).



Kerangka berfikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antara variabel yang akan diteliti. Makara secara teoritis perlu dijelaskan kekerabatan antara variable independen dan variabel dependen. Bila dalam penelitian ada variable moderator dan intervening. Maka juga perlu dijelaskan, mengapa variabel itu ikut dilibatkan dalam penelitian. 

Pertautan antar variable tersebut, selanjutnya dirumuskan dalam bentuk paradigma penelitia. Oleh sebab itu pada setiap penyusunan paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka berfikir.

Kerangka berfikir dalam suatu penelitian perlu dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua veriabel atau lebih. Apabila penelitian hanya membahas sebuah variabel atau lebih secara mandiri, maka yang dilakukan peneliti disamping mengemukakan deskripsi teoritis untuk masing-masing variabel, juga argumentasi terhadap variasi besaran variabel yang diteliti.

Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiyah sebagai dasar bagi argumentasi dalam menyusun kerangka ajaran yang membuahkan hipotesis. Kerangka ajaran ini merupakan klarifikasi sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi obyek permasalahan. Kriteria utama agara suatu kerangka ajaran sanggup meyakinkan sesama ilmuan, yaitu alur-alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berfikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis. Makara kerangka berfikir merupakan sintesa wacana kekerabatan antar variabel yang disusun dari banyak sekali teori yang telah dideskripsikan. Berdasarkan teori yang telah dideskripsikan tersebut, selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis, sehingga menghasilkan sintesa yang kekerabatan antar variabel yang diteliti. Sintesa wacana kekerabatan variabel tersebut selanjutnya dipakai untuk merumuskan hipotesis

Contoh dan Cara Menyususn Kerangka Berpikir
Penelitian yang berafiliasi dengan dua variabel atau lebih, biasanya dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. Oleh sebab itu dalam menyusun hipotesis penelitian yang berbentuk kekerabatan maupun komparasi, maka perlu dikemukakan kerangka berfikir. Langkah-langkah dalam penyusunan kerangka ajaran yang selanjutnya membuahkan hipotesis yaitu Sebagai Berikut:

#1. Menetapkan Variabel yang diteliti
Untuk memilih kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam menyusun kerangka berfikir untuk pengajuan hipotesis, maka harus ditetapkan terlebih dahulu variabel penelitian. Berapa jumlah variabel yang diteliti, dan apakah nama setiap variabel, merupakan titik tolak untuk memilih teori yang akan dikemukakan. 

#2. Membaca Buku dan Hasil Penelitian (HP)
Setelah variabel ditentukan, maka langkah berikutnya yaitu membaca buku-buku dan hasil penelitian yang relevan.  Buku-buku yang dibaca sanggup berupu buku teks, ensiklopedia, dan kamus. Hasil penelitian yang sanggup dibaca adalah, laporan penelitian, journal ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi.

#3. Diskripsi Teori dan Hasil Penelitian
Dari buku dan hasil penelitian yang dibaca akan sanggup dikemukakan teori-teori yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. Seperti telah dikemukakan, deskripsi teori berisi wacana definisi terhadap masing-masing variabel yang diteliti, uraian rinci, wacana ruang lingkup setiap variabel, dan kedudukan antara variabel satu dengan yang lain dalam konteks penelitian itu.

#4. Analisis Kritis Tentang Teori dan Hasil Penelitian
Pada tahap ini melaksanakan analisis secara kritis terhadap teori-teori dan hasil penelitian yang telah dikemukakan. Dalam analisis ini peneliti akan mengkaji apakah teori-teori dan hasil penelitian yang telah ditetapkan itu betul-betul sesuai dengan obyek penelitian atau tidak, sebab sering terjadi teori-teori yang berasal dari luar tidak sesuai untuk penelitian didalam negeri.

#5. Analisis komparatif terhadap teori dan hasil penelitian   
Analisis dan komparatif dilakukan dengan cara membandingkan antara teori satu gengan teori yang lainnya ,dan hasil penelitian satu dengan hasil penelitian yang lainnya melalui analisis komparatif ini peneliti sanggup memadukan antara teori satu dengan teori yang lain ,atau mereduksi bila dipandang terlalu luas .

#6. Sintesa kesimpulan 
Melalui analisis kritis dan komparatif terhadap teori teori dan hasil penelitian yang relefan dengan semua variabel yang diteliti ,selanjutnya peneliti sanggup melaksanakan sintesa atau kesimpulan sementara perpaduan sintesa antara variabel yang satu dengan  yang lain akan menghasilkan kerangka berfikir yang selanjutnya sanggup dipakai untuk merumuskan hipotesis.

#7.kerangka berfikir
Setelah ssintesa atau kesimpulan sementara sanggup dirumuskan maka selanjutnya disusun kerangka berfikir.kerangka berfikir yang dihasilkan sanggup berupa kerangka befikir yang assosiatif /hubungan maupun komparatif /perbandingan. Kerangka berfikri assosiatif sanggup memakai kalimat: kalau begini maka akan begitu; kalau kesepakatan kerja tinggi maka produktivitas forum akan tinggi pula atau kalau pengawasan dilakukan dengan baik (positive), maka kebocoran anggaran akan berkurang (negarive).

#8. Hipotesis
Berdasarkan kerangka berfikir tersebut selanjutnya disusun hipotesis. Bila kerangka berfikir berbunnyi “jika kesepakatan kerj tinggi, maka produktivitas forum akan tinggi”. Maka hipotesisnya berbunyi “ada kekerabatan yang positive dan signifikan antara kesepakatan kerja dengan produktivitas kerja”. bila kerangka berfikir berbunyi “karena forum A memakai teknologi tinggi, maka produktivitas kerjanya lebih tinggi bila dibandingkan dengan forum B yang teknologi kerjanya rendah” maka hipotesisnya berbunyi “ terdapat perbedaan produktivitas kerja yang signifikan antara forum A dan B, atau produktivitas kerja forum A lebih tinggi bila dibandingkan dengan forum B”

Demikian Ulasan singkat dan ringkas terkait dengan Kerangka Berfikir Dalam Metodologi Penelitian yang kami rangkum dari buku Sugiono yang berjudul Metodologi peneliti Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Terkait dengan artikel tersebut apakah ada yang dutanyakan?

Sumber http://www.galinesia.com

Monday, July 17, 2017

√ Memahami Analisis Swot (Pengertian, Kuadrant, Dan Matriks Swot) Lengkap

Analisis Swot : Pengertian, Kuadrant, dan Matriks SWOT - Pengertian Analisis SWOT yaitu metode perencanaan strategis yang dipakai untuk mengevaluasi kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) internal organisasi, serta peluang (opportunities) dan bahaya atau tantangan (threats) eksternal suatu organisasi atau proyek atau suatu spekulasi bisnis. 


Pengertian Analisis SWOT yaitu metode perencanaan strategis yang dipakai untuk mengeval √ Memahami ANALISIS SWOT (Pengertian, Kuadrant, dan Matriks SWOT) Lengkap

Kekuatan didefinisikan sebagai sumberdaya, keterampilan, atau keunggulan-keunggulan lain relative terhadap pesaing dan kebutuhan pasar yang harus dilayani perusahaan. Kelemahan didefinisikan sebagai keterbatasan dalam sumberdaya, keterampilan, dan kapabilitas yang menghambat kinerja perusahaan. Peluang didefinisikan sebagai situasi penting yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. 

Ancaman didefinisikan sebagai situasi penting yang tidak menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Keempat faktor itulah yang membentuk sebuah kependekan SWOT. Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diharapkan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam analisis SWOT. Analisis SWOT harus dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi, baik faktor internal maupun eksternal. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang dan bahaya dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan. Bentuk kuadran analisis SWOT digambarkan pada gambar dibawah ini.

Pengertian Analisis SWOT yaitu metode perencanaan strategis yang dipakai untuk mengeval √ Memahami ANALISIS SWOT (Pengertian, Kuadrant, dan Matriks SWOT) Lengkap
Kuadran Analisis SWOT
Kuadran 1 : merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Organisasi mempunyai peluang dan kekuatan sehingga sanggup memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang sanggup diterapkan yaitu dengan mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif

Kuadran 2 : Meskipun menghadapi banyak sekali ancaman, perusahaan masih mempunyai kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan yaitu memakai peluang jangka panjang.

Kuadran 3 : perusahaan menghadapi peluang  pasar yag sangat besar, tetapi di lain pihak, ia menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Fokus strateginya yaitu dengan meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan, sehingga sanggup merubah peluang pasar yang lebih baik.

Kuadran 4 : merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, perusahaan menghadapi banyak sekali bahaya dan kelemahan internal.

Analisis SWOT terdiri dari analisis faktor internal (Internal Factor Analysis Summary/IFAS) dan analisis faktor eksternal (Eksternal Factor Analysis Summary/EFAS). Pengambilan keputusan sanggup dilakukan menurut skor yang diperoleh dari faktor IFAS dan EFAS. Bentuk matrik posisi taktik perjuangan yaitu sebagai berikut.
Pengertian Analisis SWOT yaitu metode perencanaan strategis yang dipakai untuk mengeval √ Memahami ANALISIS SWOT (Pengertian, Kuadrant, dan Matriks SWOT) Lengkap
Matrik Analisis SWOT
Kriteria Pengambilan Keputusan
Kriteria dalam melaksanakan pengambilan keputusan ialah sebagai berikut :
Kriteria 1. Apabila usahatani terletak di tempat White Area (Bidang Kuat-Berpeluang), maka perjuangan tersebut mempunyai peluang pasar yang prospekif dan mempunyai kompetensi untuk mengerjakannya.

Kriteria 2. Apabila usahatani terletak di tempat Grey Area (Bidang Lemah-Berpeluang), maka perjuangan tersebut mempunyai peluang pasar yang prospekif namun mempunyai kompetensi untuk mengerjakannya.

Kriteria 3. Apabila usahatani terletak di tempat Grey Area (Bidang Kuat-Terancam), maka perjuangan tersebut cukup berpengaruh dan mempunyai kompetensi untuk mengerjakannya, namun peluang pasar sangat mengancam.

Kriteria 4. Apabila usahatani terletak di tempat Black Area (Bidang Lemah-Terancam), maka perjuangan tersebut tidak mempunyai kompetensi untuk mengerjakannya dan tidak mempunyai peluang pasar.

Nah Gaes, Itulah ulasan artikel terkait dengan Analisis Swot : Pengertian, Kuadrant, dan Matriks SWOT yang kami rangkum dari beberapa literatur langsung kami yang lalu sanggup anda jadikan sebagai makalah. Analisis Swot ini sanggup di gunakan dalam perusahaan, pendidikan, dan sekolah. Untuk lebih memahami analisis swot ini, silahkan lihat vidio di bawah ini:

Dengan adanya artikel ini kami harap apa yang ada dalam komponen artikel ini sanggup bermanfaat bagi anda. terkait dengan artikel tersebut apakah ada yang ditanyakan?

Sumber http://www.galinesia.com

Thursday, July 13, 2017

√ Pengujian Hipotesis (Pengertian, Contoh, Rumus, Kriteria Uji Hipotesis) Lengkap

Pengujian hipotesis yakni suatu mekanisme yang dilakukan dalam penelitian dengan tujuan untuk mengambil keputusan mendapatkan atau menolak hipotesis yang diajukan. uji hipotesis dilakukan dengan menaksir parameter populasi menurut data sampel melalui uji statistik inferensial, yaitu untuk menguji kebenaran suatu pernyataan secara statistik dan menarik kesimpulan mendapatkan atau menolak pernyataan tersebut.

Pengujian hipotesis yakni suatu mekanisme yang dilakukan dalam penelitian dengan tujuan un √ Pengujian Hipotesis (Pengertian, Contoh, Rumus, Kriteria Uji Hipotesis) LENGKAP

Terdapat dua cara menaksir parameter populasi menurut data sampel, yaitu: a point estimate dan interval estimate atau disebut juga confidence interval. a point estimate yakni suatu taksiran parameter populasi menurut satu nilai data sampel. Sedangkan interval estimate yakni suatu taksiran parameter populasi menurut nilai interval data sampel.


Menaksir parameter populasi dengan memakai a point estimate akan memiliki tingkat resiko kesalahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang memakai interval estimate. Semakin besar interval taksirannya, maka akan semakin kecil kesalahannya. biasanya kesalahan taksiran dalam penelitian ditetapkan terlebih dahulu, yang pada umumnya dipakai yakni 10%, 5%, dan 1%

Pengambilan keputusan dalam uji hipotesis dibutuhkan pada dua alternatif kemungkinan kesalahan, yaitu:

1. Kesalahan Tipe 1 (Type 1 Error) 

Kesalahan yang di perbuar pabila menolak hipotesis yang pada hakikatnya yakni benar (seharusnya diterima). Probabilitas kesalahan Tipe 1 ini biasanya disebut dengan resiko Alpha (Alpha Risk), dilambangkan dengan simbol α. Tingkat kesalahan dinyatakan dengan α yang dalam bentuk penggunaannya disebut sebagai taraf kasatmata atau taraf signifikansi (level of significant). 1-α disebut tingkat iktikad (level of confidence). alasannya yakni menurut hal tersebut kesimpulan yang dibentuk yakni benar, sebesar 1-α.

2 kesalahan tipe 2 (Type 2 Error) 
Kesalahan yang diperbuat apabila mendapatkan hipotesis yang pada hakekatnya yakni salah (seharusnya ditolak). probabilitas kesalahan tipe 2 ini biasanya disebut dengan risiko beta (beta risk). dilambangkan dengan simbol β. tingkat kesalahan ini dinyatakan dengan β yang dalam bentuk penggunaannya disebut sebagai fungsi ciri operasi (operating characteristic function). 1-β disebut sebagai kuasa pengujian.

Dua pernyataan yang diperlakukan dalam Pengujian Hipotesis. dua hal tersebut yakni sebagai berikut:


Pernyataan Hipotesis Nol (H0)
  1. Pernyataan yang diasumsikan benar, kecuali ada bukti yang berpengaruh untuk membantahnya;
  2. Selalu mengandung pernyataan "sama dengan", "tidak ada pengaruh", "tidak ada perbedaan", dan
  3. Dilambangkan dengan H0
Pernyataan Hipotesis Alternatif (H1)


  1. Pernyataan yang dinyatakan benar jikalau hipotesis Nol (H0), berhasil ditolak; dan,
  2. Dilambangkan dengan H1 atau HA
Menentukan Kriteria Pengujian Hipotesis
Kriteria pengujian hipotesis yakni proses pengambilan keputusan untuk mendapatkan atau menolak hipotesis nol dengan cara membandingkan nilai a tabel distribusinya (nilai kritis) dengan nilai uji statistiknya, sesuai dengan bentuk pengujiannya, yaitu:


  1. H0 diterima, apabila nilai uji statistiknya lebih kecil atau lebih besar daripada nilai positif atau nilai negatif dari a tabel. Dengan kata lain, uji statistik berada diluar nilai kritis; dan
  2. H0 ditolak, apabila nilai uji statistiknya lebih besar atau lebih kecil daripada nilai positif atau negatif dari a tabel. dengan kata lain, nilai uji statistik berada di dalam nilai kritis.
Pengambilan kesimpulan analisis statistik menurut pada tingkat signifikansi. tingkat signifikansi yakni kemampuan untuk digeneralisasikan dengan tingkat kesalahan tertentu. ada relasi signifikan berarti relasi sanggup digeneralisasikan untuk populasi. ada perbedaan signifikan berarti perbedaan sanggup digeneralisasikan.

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Pengujian Hipotesis (Pengertian, Contoh, Penentuan Kriteria Hipotesis) Lengkap. yang kami ulas pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat bagi anda khususnya dalam bidang penelitian. Mohon maaf bila ada kesalahan dan terima kasih telah berkunjung di blog kami.



Sumber: Agung W.K., dan Zarah P.2016. Metode Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta; Pandiva Buku

Sumber http://www.galinesia.com

Thursday, June 29, 2017

√ Adat Penelitian Yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Peneliti [Penting]

Etika Penelitian - Sebagaian besar konten dan isi dari blog ini mengantarkan anda menuju logika dan strategi-strategi metodologi penelitian yang tertentu, ada suatu masalah yang harus diakui terkandung dalam kesemuanya itu, yaitu terkait dengan adat penelitian. Pada hakikatnya, upaya-upaya penelitian kita harus tunduk pada standar professionalismedan kejujuran; usaha-usaha kita harus berjuang untuk memperoleh pernghargaan dan kepercayaan dari baik akseptor penelitian pada khususnya maupun public pada umumnya.

Sebagaian besar konten dan isi dari blog ini mengantarkan anda menuju logika dan taktik √ Etika Penelitian yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Peneliti [PENTING]

Supaya karya kita berlandaskan etika, kita harus siap mengevaluasi rencana dan kegiatan penelitian kita dalam sorotan aturan-aturan penyelenggaraan penelitian yang diterima secara umum. Untuk kepentingan terkait dengan ini, pembahasan kita akan berfokus pada beberapa adat standar terpenting yang terkandung dalam arahan etik asosiasi sosiologi amerika.  Berikut ialah beberapa Etika yang Sebaiknya dilakukan dalam Penelitian:

Penelitian Seharusnya tidak Membahayakan Subyek Penelitian

Pada pandangan pertama, ungkapan “tidak membahayakan” mungkin merupakan panduan etis penelitian yang paling “mudah di pahami”. Segala kegiatan yang membahayakan akan menghadapkan resiko yang tidak masuk kecerdikan terhadap subyek-subyek penelitian tidaklah selaras dengan kewajiban etis fundamental untuk menjaga keamanan fisik, psikologis, dan emosional partisipan. Penelitian yang membawa resiko yang membahayakan tanpa memperlihatkan laba kasatmata apapun tidaklah sanggup dipertahankan.

Peneliti Seharusnya Memperoleh Izin Terang-Terangan Dari Subyek Penelitian


Prinsip izin terang-terangan (informed consent) ini mengenai hak-hak individu-individu untuk memilih sendiri apakah mereka ingin ataukah tidak menjadi bab dari proyek penelitian.  Yang lebih spesifik, izin terang-terangan gosip sepenuhnya perihal segala aspek penelitian yang bias menghipnotis kepeutusan mereka untuk berpartisipasi.
Jika kita uraikan terkait dengan izin terang-terangan ini, maka akan kita saksikan bahwa prinsip ini terdiri dari empat usnsur.

Kompetensi
Unsur ini menggap bahwa izin terang-terangan hanya bias diberikan oleh individu-individu yang berkompetem, yakni individu yang bisa menetapkan sendiri apakah partisipasi dalam suatu penelitian merupakan minat utama mereka.

Kesukareklaan
Unsur ini memprasyratkan bahwa izin terang-terangan hanya bias diberikan oleh individu-individu yang sungguh-sungguh bebas untuk berkata atau tidak terhadap proyek penelitian. Jika ada gelagat pemaksaan, maka prinsip izin terang-terangan sudah dilanggar.

Kelengkapan informasi
Unsur-unsur ini memprasyaratkan bahwa subyek-subyek penelitian diberis semua gosip relevan yang mereka butuhkan untuk menetapkan izin terang-terangan. Namun standar ini jauh dari terbukti sendiri.

Pemahaman
Unsur ini memprasyaratkan bahwa biar para individu memberi izin terang-terangan, mereka harus bisa memhami gosip yang diterima. Usaha tersebut sanggup dilakukan dengan cara memperlihatkan beberapa panduan terkait dengan obyek penelitian.

Peneliti Seharausnya menghargai privasi subyek penelitian

Hak privasi ini mengacu pada kemampuan kita untuk mengendalikan kapan dan dalam kondisi apa orang lain bisa mengakses gosip mengenai kita. Siapapun yang bersahabat dengan budaya amerika serikat dan system hukumnya bisa mengapresiasi seberapa besar hasrat orang-orang mengenai prinsip dihargai ini. Hak privasi subyek penelitian ini mensyaratkan peneliti untuk menaruh perhatian kepada tiga jenis masalah privasi:

Kepekaan Informasi
Masalah privasi tentu diperumit oleh fakta bahwa segala jenis gosip eksklusif bisa berpotensi mengancam bagi sebagian responden. Semakin besar kepekaan topik penelitian, semakin besar perpanjangan diharapkan untuk melindungi privasi responden.

Latar Penelitian
Sebagaimana topic dan populasi penelitian social sangat beragam, bergitu pula latar penelitian. Penelitian bisa berlokasi dirumah pribadi, sekolah, daerah kerja, kampong, sudut jalan, mall perblanjaan, dll. Namun ini hanyalaha sedikir dari kemungkinan lokasi. Dalam mempertimbangkan masalah privasi, peneliti harus siap mengevaluasi lokasi penelitian yang menjangkau daerah eksklusif hingga publik.

Penyebaran Tenmuan Penelitian
Salah satu cara yang terang melanggar privasi seorang ialah mempublikan gosip pribadinya. Walau perundang-undangan telah mengatur bahwa seklompok tertentu (seperti politisi dan selebritis) berada dalam pantuan public yang melenyapkan sebagian dari hak privasi mereka, warganegara biasa seharusnya bisa menikmati perlindungan ini tanpa terkecuali.

Penelitian Seharusnya Menghindari Konflik Kepentingan

Pada pandangan pertama, penyataan eksplisit perihal konflik kepentingan mungkin terlihat tidak perlu dalam arahan etik penelitian. Bagaimanapun semua penelitia bertekad obyektif dan tidak setengah-setengah dalam pengumpulan gosip . padahal tentu saja, sebagaiman semua pelaku social, peneliti-peneliti itu dipengaruhi oleh kontek social mereka.

Etika Pelaporan ialah Jujur Seratus Persen

Peneliti-peneliti yang bekerja sebagai konsultan bagi perusahaan atau kelompok kepentingan tertentu itu membawa satu masalah adat lainnya: melaporkan temuan penelitian secara akurat dan apa adaya.

Demikian ulasan artikel terkait dengan Etika Penelitian yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Peneliti yang kami ulas dari buku “dasar-dasar metode penelitian – Panduan Riset Ilmu Penelitian” yang ditulis oleh Janet M.Ruane pada tahun 2008 dan diterjemahkan oleh M Shodiq Mustika dan diterbitkan oleh Penerbit Nusa Media di kota bandung. Semoga bermanfaat dan terima kasih

Sumber http://www.galinesia.com

Wednesday, June 28, 2017

√ Pengertian Persoalan Penelitian, Cara Merumuskan, Contoh, Dan Bentuk Persoalan Penelitian

Pengertian problem berdasarkan para ahli yaitu kesenjangan atau penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang sebetulnya terjadi. problem sanggup dikatakan sebagai sesuatu yang memerlukan pemecahan / solusi. pemecahan problem tersebut dilakukan melalui penelitian, sehingga intinya penelitian dilakukan untuk mendapat data yang sanggup dipakai untuk pemecahan suatu masalah.

 yaitu kesenjangan atau penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang sebetulnya te √ Pengertian Masalah Penelitian, Cara Merumuskan, Contoh, dan Bentuk Masalah Penelitian


Seorang peneliti sanggup menemukan problem di lingkungan kerja sendiri. bisa juga ditemui di lingkungan masyarakat, seperti: problem kepemimpinan, cara meningkatkan kinerja karyawan melalui pengembangan sumber daya manusia, metode berinvestasi bagi pegawai negeri karyawan dalam menghadapi masa pensiun, dan lain sebagainya, merupakan sebagian contoh kecil yang sanggup digagas sebagai tema penelitian.

Kunci utama untuk menemukan titik awal problem yang sanggup dicari jawabannya melalui penelitian yaitu kepekaan terhadap keadaan di sekitar lingkungan. artinya peneliti harus bisa "membaca" keadaan lingkungan, kemudian rajin membaca pustaka yang terkait dengan problem tersebut untuk mencari tahu apakah sudah pernah dijawab atau ditemukan oleh orang (peneliti) lain. sumber bacaan sanggup diperoleh dari buku teladan (hand book) sebagai pondasi info kerangka pikir, kemudian dilanjutkan membaca artikel di jurnal ilmiah sebagai info terkini.


Masalah penelitian seharusnya dirumuskan secara spesifik, sehingga sanggup dilakukan pengujian secara empiris. apabila problem yang dirumuskan terlalu umum, maka akan menyulitkan tahapan pemecahan problem lantaran pokok massa permasalahannya tidak jelas. kekerabatan antara ketepatan rumusan problem dan cara pemecahannya disajikan dalam tabel dibawah ini. diperlukan Penelitian yang dilakukan dengan rumusan problem benar maka cara pemecahan masalahnya juga benar.

No Ketepatan Rumusan Masalah Ketepatan Cara Pemecahan Masalah
1 Rumusan problem benar Cara Pemecahan problem benar
2 Rumusan problem benar Cara Pemecahan problem salah
3 Rumusan problem salah Cara Pemecahan problem benar
4 Rumusan problem salah Cara Pemecahan problem salah

Bentuk-bentuk problem penelitian 


Bentuk problem penelitian sanggup dikelompokkan menjadi tiga golongan. golongan golongan tersebut yaitu sebagai berikut: 

Permasalahan deskriptif 


permasalahan deskriptif yaitu suatu permasalahan yang berkaitan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada suatu variabel atau lebih. penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menciptakan perbandingan variabel satu dengan variabel lain dan juga tidak bermaksud mengetahui kekerabatan antar variabel. penelitian semacam ini disebut sebagai penelitian deskriptif.

Permasalahan asosiatif 


permasalahan komparatif permasalahan komparatif yaitu suatu permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan variabel satu dengan variabel lainnya. 

Permasalahan asosiatif 


permasalahan asosiatif yaitu suatu pertanyaan penelitian yang bersifat menjelaskan kekerabatan antara dua variabel atau lebih. terdapat tiga bentuk kekerabatan yaitu: 
  • Hubungan simetris adalah suatu kekerabatan antara dua variabel atau lebih yang munculnya secara bersama 
  • Hubungan kausal adalah kekerabatan bersifat lantaran akibat. Dalam penelitian ini terdapat variabel independen dan variabel dependen 
  • Hubungan interaktif / resiprokal /timbal balik yaitu kekerabatan yang saling mensugesti dalam penelitian ini tidak diketahui variabel independen dan variabel dependen.
Perlu diingat bahwa tidak semua problem sanggup diteliti dan tidak semua problem penelitian sanggup dijawab. Oleh lantaran itu, biar suatu problem sanggup diteliti maka suatu problem atau pertanyaan penelitian harus sedemikian rupa, sehingga pengumpulan data akan sanggup menunjukkan jawabannya. lantaran banyak problem atau pertanyaan penelitian yang tidak sanggup dijawab lantaran hanya didasarkan pada info pada umumnya. rumusan problem dalam penelitian dengan pendekatan kuantitatif meliputi beberapa persyaratan antara lain: 
  1. Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan 
  2. Rumusan problem hendaknya terang dan padat 
  3. Rumusan problem harus didukung dengan adanya data 
  4. Rumusan problem mengandung kekerabatan dua variabel atau lebih dan 
  5. Rumusan problem berorientasi pada suatu teori tertentu


Contoh Merumuskan Masalah Penelitian

Berikut yaitu beberapa contoh rumusan problem berdasarkan pada judul penelitian yang telah ditetapkan 

#A. Judul penelitian : Pengaruh kepemimpinan dan pengembangan sumber daya insan terhadap kinerja karyawan 
Rumusan problem : 
  1. Apakah kepemimpinan kuat terhadap kinerja karyawan ?
  2. Apakah pengembangan sumber daya insan kuat terhadap kinerja karyawan ?
#B. Judul penelitian: Pengaruh rasio likuiditas dan financial leverage terhadap tingkat pengembangan investasi 
Rumusan masalah:
  1. Apakah likuiditas kuat terhadap tingkat pengembangan investasi ?
  2. Apakah financial leverage kuat terhadap tingkat pengembalian investasi ?
Demikian ulasan artikel kami yang berjudul Pengertian Masalah Penelitian, Cara Merumuskan, Contoh, dan Bentuk Masalah Penelitian. Semoga bermanfaat dalam pengetahuan dan penelitian anda. Mohon maaf bila ada kesalahan dan terima kasih telah berkunjung. 
Sumber: Agung W.K., dan Zarah P.2016. Metode Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta; Pandiva Buku

Sumber http://www.galinesia.com

Sunday, June 25, 2017

√ #13 Alasan Penggunaan Metode Kualitatif Dan Kuantitatif (Lengkap)

Kapan Metode Kualitatif dan kuantitatif dipakai - Antara metode penelitian Kualitatif dan kuantitatif tidak perlu dipertentangkan, alasannya ialah saling melengkapi dan masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. 



Namun kadang kita sebagai peneliti sebelum melaksanakan penelitian sering dibingungkakn terkait dengan metode apa yang akan kita gunakan dan Kapan metode Kuantitatif dan kuantitatif digunakan. Bersamaan dengan artikel kali ini, berikut dikemukakan kapan sebaiknya kedua metode tersebut digunakan.

1.Penggunaan Metode Kuantitatif
Penggunaan metode Kuantitatif dalam kesempatan kali ini yaitu pengunaan metode Kuantitatif dengan mencakup survey dan experiment. Metode kuantitatif dipakai apabila 


a.Bila permasalahan yang merupakan titik tolak sudah jelas.
Masalah ialah merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi, antara hukum dan pelaksanaan, antara teori dan praktek, antara rencanan dengan pelaksanaan. Dalam menyusun ajuan penelitian, dilema ini harus ditunjukan dengan mata, baik data hasil penelitian sendiri maupun dokumentasi. Misalnya akan meneliti untuk menemukan pola pembrantasan kemiskinan, maka data orang miskin sebagai dilema harus ditunjukan. 

b.Bila peneliti ingin mendapat isu yang luas dari suatu populasi.
Metode penelitian Kuantitatif cocok dipakai untuk mendapat isu yang luas tetapi tidak mendalam. Bila populasi terlalu luas, maka penelitian sanggup memakai sample yang diambil dari populasi tersebut.

c.Bila ingin diketahui dampak perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain.
Untuk kepentingan ini metode eksperimen paling cocok digunakan. Misalnya dampak jamu tertentu terhadap derajat kesehatan.

d.Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian.
Hipotesis sanggup berbentuk hipotesis deskriptif, komparatif dan asosiatif. Dan dikala para peneliti ingin menguji hipotesis yang sudah ada, peneliti sanggup memakai metode Kuantitatif ini.

e.Bila peneliti ingin mendapat data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan sanggup diukur. 
Misalnya seorang penelitia ingin mengetahui IQ bawah umur dari golongan masyarakat tertentu yang, maka dilakukan pengukuran dengan Test IQ. Pengukuran test IQ sanggup memakai metode Kuantitatif ini.

f.Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan wacana validitas pengetahuan, teori, dan produk tertentu.
Metode Kuantitatif cocok dipakai sebagai parameter pengukuran validitas terkait dengan pengetahuan, teori, dan produk dengan memakai perhitungan yang telah disediakan oleh para peneliti terdahulu. Karena metode kualiatif lebih memperlihatkan sajian pendiskripsian yang mendalam.

2.Penggunaan Metode Kualitatif
Metode kuantitatif dipakai untuk kepentingan yang berbeda apabila dibandingkan dengan metode Kuantitatif. Berikut ini dikemukakan kapan metode kuantitatif sanggup anda gunakan dalam penelitian anda. 

a.Bila dilema penelitian masih belum jelas.
Kondisi semacam ini cocok untuk diteliti dengan metode kualitatif alasannya ialah peneliti kualitatif akan pribadi masuk ke obyek, melaksanakan penjelajahan dengan grand to question, sehingga dilema akan sanggup di temukan dengan jelas. Melalui penelitian model ini, peneliti akan melaksanakan eksplirasi terhadap suatu obyek. Ibarat orang akan mecari sumber minyak, tambang emas, dan lainnya. 

b.Untuk memahami makna dibalik data yang tampak.
Gejala social sering tidak sanggup difahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang. Setiap ucapan dan tindakan orang sering mempunya makna tertentu. Sebagai contoh, orang yang menangis, tertawa, cemberut, mengedipkan mata, mempunyai makna tertentu. Sering terjadi, berdasarkan peneliti kuantitatif, tetepi justru menjadi tanda tanya berdasarkan peneliti kualitatif. 

Sebagai referensi ada 99 orang menyatakan bahwa A ialah pencuri, sedangkan satu orang menyatakan tidak. Mungkin yang satu orang ini yang benar. Menurut penelitian kuantitatif, cinta suami kepada istri sanggup diukur dari banyaknya sehari di cium. Menurut penelitian kualitatif semakin banyak suami mecium istri maka malah menjadi tanda tanya. Janga-jangan hanya berpura-pura. Data untuk mencari makna dari setiap perbuatan tersebut hanya cocok diteliti dengan metode kualitatif, dengan teknik wawancara mendala, dan observasi serta berperan serta dokumentasi.

c.Memahami interaksi sosial
Interaksi sosial yang komplek hanya sanggup diurai bila peneliti melaksanakan penelitian dengan metode kualitatif dengan cara ikut berperan serta, wawancara mendalam terhadap interaksi sosial tersebut. Dengan demikian akan sanggup ditemukan pola-pola korelasi yang jelas

d.Memahami perasaan orang
Perasaan orang sulit dimengerti bila tidak diteliti dengan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, dan observasi berperan serta untuk ikut mencicipi apa yang dirasakan orang tersebut.

e.Untuk berbagi teori
Metode kualitatif paling cocok dipakai untuk berbagi teori yang dibangun melalui data yang diperoleh melalui lapangan. Teori yang demikian dibangun melalui grounded reasearch. Dengan metode kualitatif peneliti pada tahap awalnya melaksanakan penjelahan, selanjutnya melaksanakan pengumpulan data yang mendalam sehingga sanggup ditemukan hipotesis yang berupa korelasi antar gejala. Hipotesis selanjutnya diverivikasi dengan pengumpulan data yang lebih mendalam. Bila hipotesis terbukti, maka akan menjadi thesis atau teori. 

f.Untuk memastikan kebenaran data.
Data sosial sering dipastikan kebenarannya dengan metode kualitatif, melalui teknik pengumpulan data secara triangulasi, adonan (karena dengan teknik pengumpulan data tertentu belum sanggup menemukan apa yang dituju, maka diganti dengan teknik lain), maka kepastian data akan lebih terjamin. 

Selain itu dengan metode kualitatif, data yang diperoleh diuji kredibilitasnya, dan penelitian berakhir sehabis data itu penuh maka kepastian data akan diperoleh. Ibarat mencari siapa yang mecari siapa yang menjadi porfokator, maka sebelum ditemukannya siapa yang menjadi profokator, yang dimaksud maka penelitian belum dinyatakan selesai.

g.Meneliti sejarah perkembangan.
Sejarah perkembangan kehidupan seseorang tokoh atau masyarakat akan sanggup dilacak melalui metode kualitatif. Dengan memakai data dokumentasi, wawancara mendalam kepada orang atau pelaku yang dipandangan tau, maka sejarah perkembangan kehidupan seseorang. contohnya akan meneliti sejarah perkembangan kehidupan raja-raja di jawa, sejarah perkembangan masyrakat tertentu sehingga masyrakat tertentu menjadi masyarakat yang etos kerjanya tinggi atau rendah. 

Penelitian perkembangan ini juga sanggup dilakukan dibidang pertanian, bidang teknik ibarat meneliti kinerja kendaraan beroda empat dan sejenisnya, dengan melaksanakan pengamatan secara terus menerus dengan dibantu kamera terhadap proses tumbuh dan berkembangnya bunga terntu atau mesin kendaraan beroda empat tertentu.

Demikian artikel terkait dengan Kapan Metode Kualitatif dan kuantitatif dipakai yang kami rangkum dari buku seorang penulis ternama dengan bukunya yang berjudul Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Kami harap dengan adanya artikel ini sanggup bermanfaat dalam penelitian kau gaes. Terkait dengan artikel tersebut apakah ada yang ditanyakan gaes?


Sumber http://www.galinesia.com