Showing posts with label Mineral. Show all posts
Showing posts with label Mineral. Show all posts

Sunday, April 22, 2018

√ Mineral Barit

Barite is a mineral composed of barium sulfate (BaSO4). It receives its name from the Greek word "barys" which means "heavy." This name is in response to barite's high specific gravity of 4.5, which is exceptional for a nonmetallic mineral. The high specific gravity of Mineral Barit makes it suitable for a wide range of industrial, medical and manufacturing uses. Mineral Barit also serves as the principal ore of barium. 

Barite Occurrence
Barite Occurrence Barite often occurs as concretions and void-filling crystals in sediments and sedimentary rocks. It is especially common as concretions and vein fillings in limestone and dolostone. Where these carbonate rock units have been heavily weathered, large accumulations of barite are sometimes found at the soil-bedrock contact. Many of the commercial barite mines produce from these residual deposits.

Mineral Barit is also found as concretions in sand and sandstone. These concretions grow as barite crystallizes within the interstitial spaces between sand grains. Sometimes crystals of barite grow into interesting shapes within the sand. These structures are known as "barite roses" (see image at right). They can be up to several inches in length and incorporate large numbers of sand grains. Occasionally barite is so abundant in a sandstone that it serves as the "cement" for the rock. Mineral Barit is also a common mineral in hydrothermal veins and is a gangue mineral associated with sulfide ore veins. It is found in association with ores of antimony, cobalt, copper, lead, manganese and silver. In a few locations barite is deposited as a sinter at hot springs. 

 It receives its name from the Greek word  √ Mineral Barit
Picture of barite

Physical Properties of Barite
Barite is generally easy to identify. It is one of just a few nonmetallic minerals with a specific gravity of four or higher. Combine that with its low Mohs hardness (2.5 to 3.5) and its three directions of right angle cleavage, and the mineral can usually be reliably identified with just three observations.

In the classroom, students often have difficulty identifying specimens of massive barite with fine-grained crystals. They look at the specimen, see the sugary appearance, correctly attribute it to cleavage and apply a drop of dilute hydrochloric acid. The mineral effervesces and they think that they have calcite or a piece of marble. The duduk kasus is that the effervescence is caused by contamination. The students tested the hardness of the barite with a piece of calcite from their hardness kit. Or the specimen of barite can naturally contain calcite. However, any student who tests the specific gravity will discover that calcite or marble are incorrect identifications.

Barite is also a good mineral to use when teaching about specific gravity. Give students several white mineral specimens that are about the same size (we suggest calcite, quartz, barite, talc, gypsum). Students should be able to easily identify barite using the "heft test" (placing Specimen "A" in their right hand and Specimen "B" in their left hand and "hefting" the specimens to determine which one is heaviest). Students in third or fourth grade are capable of using the heft test to identify barite. 

 It receives its name from the Greek word  √ Mineral Barit
Physical Properties of Barite

Uses of Barite
Most barite produced is used as a weighting agent in drilling muds. These high-density muds are pumped down the drill stem, exit through the cutting bit and return to the surface between the drill stem and the wall of the well. This flow of fluid does two things: 1) it cools the drill bit; and, 2) the high-density barite mud suspends the rock cuttings produced by the drill and carries them up to the surface. Barite is also used as a pigment in paints and as a weighted filler for paper, cloth and rubber. The paper used to make some playing cards has barite packed between the paper fibers. This gives the paper a very high density that allows the cards to be "dealt" easily to players around a card table. Barite is used as a weighting filler in rubber to make "anti-sail" mudflaps for trucks.

Barite is the primary ore of barium, which is used to make a wide variety of barium compounds. Some of these are used for x-ray shielding. Barite has the ability to block x-ray and gamma-ray emissions. Barite is used to make high-density concrete to block x-ray emissions in hospitals, power plants, and laboratories.

Barite compounds are also used in diagnostic medical tests. If a patient drinks a small cup of liquid that contains a barium powder in a milkshake consistency, the liquid will coat the patient's esophagus. An x-ray of the throat taken immediately after the "barium swallow" will image the soft tissue of the esophagus (which is usually transparent to x-rays) because the barium is opaque to x-rays and blocks their passage. A "barium enema" can be used in a similar way to image the shape of the colon.

Sumber http://www.geologinesia.com

Thursday, April 19, 2018

√ Deskripsi Dan Kegunaan Mineral Feldspar

Apa itu Feldspar?

Kata feldspar berasal dari dua kata dalam bahasa Swedia yaitu "feldt atau falt" yang berarti medan dan "spath" yang bermakna belahan batuan dalam batuan granit (Deer dkk, 1966). Pengertian "spar" lebih diperjelas lagi oleh Castle dan Gilson (1960) yang mengutip istilah "spat" dalam bahasa Jerman dan mengacu kepada setiap mineral transparan atau translusen berkarakter bidang belah.

Pada awalnya istilah "spar" digunakan untuk menamakan setiap kalsit dan fluorit (Rogers dan Neal, 1975), sebagai pola istilah barium feldspar. Dalam hal ini pengertian feldspar untuk keperluan komersial hanya mengacu kepada 3 mineral silikat yang mempunyai formula K3AlSi3O8 (ortoklas atau mikroklin), NaAlSi3O8 (albit) dan CaAl2Si2O8 (anortit). Dua yang terahir ialah mineral-mineral yang termasuk ke dalam kelompok plagioklas. Di alam ketiganya hampir tidak ditemukan dalam bentuk murni tetapi terdapat bersamaan secara melimpah.

 Kata feldspar berasal dari dua kata dalam bahasa Swedia yaitu  √ Deskripsi dan Kegunaan Mineral Feldspar
Gambar mineral feldspar (K-feldspar).

Bagaimana Feldspar Terbentuk?

Mineral pembentuk batuan dibedakan atas mineral mafik dan felsik; yang pertama mengacu kepada mineral-mineral feromagnesian berupa mineral-mineral silikat mengandung unsur besi (Fe) dan atau magnesium (Mg) sebagai unsur dominan. Mineral mafik dikelompokkan menjadi olivin, hipersten, augit, hornblende, dan biotit. Warna mineral-mineral tersebut umumnya gelap (hijau gelap, coklat atau hitam).

Felsik (akronim dari feldspar - silika) digunakan untuk mineral-mineral silikat berwarna lebih terang ibarat kuarsa, feldspar dan felspatoid. Batuan yang mempunyai komposisi mineral mafik lebih lebih banyak didominasi disebut batuan basa sebaliknya kalau komposisi mineral felsik lebih abnyak di sebut batuan asam, sedangkan batuan dengan komposisi mineral mafik dan felsik seimbang digolongkan ke dalam batuan intermediet.

Terbentuk dari proses kristalisasi magma, feldspar biasanya berasosiasi dengan batuan granitis dan metamorfis, paling umum dijumpai pada batuan beku korok pegmatis (lihat disini contoh batuan beku). Pegmatit yang mempunyai nilai komersial umumnya mempunyai bentuk ibarat lensa dengan panjang bervariasi dari 0,3 hingga 1500 m. Karena terbentuk pribadi dari proses kristalisasi magma, jenis feldspar ini disebut feldspar primer, berukuran berangasan dan terdapat berasosiasi dengan kuarsa. Kehadiran kuarsa ini bersifat pengotor yang harus dipisahkan pada ketika pengolahan. Untuk keperluan komersial, feldspar primer harus mempunyai kadar alkali total (K2O + Na2O) lebih dari 10%.

Selain feldspar primer, terdapat pula jenis lain yang digolongkan ke dalam feldspar diagenetis dan aluvial. Kedua jenis feldspar di atas ialah feldspar sekunder. Yang pertama terbentuk sebab proses diagenesis sedimen piroklastik halus asam yang terendapkan dalam lingkungan air lakustrin, yang berasosiasi dengan cekungan sedimen tersier, umumnya endapan bentonit atau zeolit, feldspar diagenetis mempunyai kadar alkali total (K2O + Na2O) relatif rendah (5%). feldspar aluvial terjadi sebagai akhir rombakan batuan granit dan batuan asam lainnya. Kadar alkali total berkisar antara 5- 10%. Kedua jenis feldspar banyak terkandung mineral ikutan, ibarat mika, hematit, tourmalin, garnet dan kuarsa (Hardjatmo dkk, 1992).

Deskripsi Mineralogi Feldspar

Sebagai mineral silikat pembentuk batuan, feldspar mempunyai kerangka struktur tektosilikat yang mengatakan 4 (empat) atom oksigen dalam struktur tetrahedra SiO2 yang digunakan juga oleh struktur tetrahedra lainnya. Kondisi ini menghasilkan kisi-kisi kristal seimbang terutama kalau ada kation-kation lain yang masuk ke dalam struktur tersebut ibarat penggantian silikon oleh aluminium (lihat proses pembuatan aluminium).

Terlepas dari bentuk strukturnya, apakah triklin atau monoklin, feldspar secara kimiawi dibagi menjadi empat kelompok mineral yaitu kalium feldspar (rumus kimia: KAlSi3O8), natrium feldspar (Rumus Kimia: NaAlSi3O8), kalsium feldspar (Rumu kimia: CaAl2Si2O8) dan barium feldspar (Rumus Kimia: Ba Al2Si2O8). Sedangkan secara mineralogi feldspar dikelompokkan menjadi Plagioklas dan K-Feldspar. Plagioklas merupakan seri yang menerus suatu larutan padat tersusun dari variasi komposisi natrium feldspar dan kalsium feldspar. Kelompok feldspar mempunyai struktur kristal triklin, terdiri dari Na-plagioklas murni (albit, disingkat Ab) hingga Ca-plagioklas murni (anortit, disingkat An).

Mineral yang termasuk kelompok K-feldspar diklasifikasikan menurut suhu kristalisasinya, mulai dari sanidin (suhu tinggi), ortoklas, mikroklin hingga adu-laria (suhu rendah). Keempat mineral mempunyai rumus kimia sama yaitu KAlSi3O8 dan (terutama) ditemukan pada batuan beku asam ibarat granit dan sienit, selain itu ditemukan pula pada batuan metamorfosis dan hasil rework pada batuan sedimen.

Kegunaan Feldspar dan Spesifikasinya

Keberadaan feldspar dalam kerak bumi cukup melimpah. Walaupun demikian untuk keperluan komersial diperlukan feldspar yang mempunyai kandungan (K2O + Na2O) lebih dari 10%. Selain itu, material pengotor oksida besi, kuarsa, oksida titanium dan pengotor lain yang berasosiasi dengan feldspar diusahakan sesedikit mungkin.

feldspar dari alam sehabis diolah sanggup dimanfaatkan untuk kerikil gurinda dan feldspar olahan untuk keperluan industri tertentu. Mineral ikutannya sanggup dimanfaatkan untuk keperluan industri lain sesuai spesifikasi yang ditentukan. Industri keramik halus dan kaca/gelas merupakan dua industri yang paling banyak mengkonsumsi feldspar olahan, terutama yang mempunyai kandungan K2O tinggi dan CaO rendah.

Sebagai industri yang banyak mengkonsumsi feldspar, industri keramik mensyaratkan beberapa hal untuk feldspar olahan biar sanggup digunakan. Untuk pembuatan glasir dengan materi feldspar, tergantung kelasnya yang mengharuskan mempunyai kandungan oksida natrium dan besi dalam jumlah tertentu. Industri kaca/gelas, gelas amber dan beling lembaran mempunyai spesifikasi tertentu pula yang harus dipenuhi biar produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan pasar.

Sebagai komponen batuan granit bersama kuarsa, mika dan mineral aksesori, keindahan mineral feldspar dimanfaatkan untuk kerikil hias (ornament stone). Keindahan ini akan terlihat kalau batuan granit (lihat perusahaan tambang granit) tersebut telah dipotong dalam bentuk lembaran (slab) dan dipoles. Istilah bahwa feldspar ialah batuan ialah sesuatu yang salah kaprah. feldspar bangkit sendiri dan material lain penyusun granit tetap berperan sebagai mineral, bukannya batuan. Masyarakat awam banyak yang tidak mengerti perihal ini.
Sumber http://www.geologinesia.com

Tuesday, April 10, 2018

√ Mengenal Galena Dan Kegunaannya

Pengertian dan Deskripsi Galena

Galena yakni mineral timbal sulfida dengan komposisi kimia PbS. Galena merupakan bijih utama timbal (timah hitam) dan ditambang dari sejumlah besar deposit di banyak negara. Galena banyak ditemukan dalam batuan beku dan metamorf. Dalam batuan sedimen, galena sanggup terbentuk sebagai urat, semen breksi, butiran-butiran yang terisolasi, dan sebagai mineral replacment pada kerikil kapur dan dolostone.

Baca juga: Mineral Kuarsa dan Kegunaannya

Galena sangat gampang untuk diidentifikasi. Mineral Galena menunjukkan belahan yang tepat dalam tiga arah yang bersinggungan 90 derajat. Galena mempunyai warna perak, kilap logam cerah, mempunyai berat jenis tinggi (7,4-7,6) . Galena cukup lembut dengan kekerasan 2.5+ Skala Mohs. Galena mempunyai cerat abu-abu sampai hitam dan kristal galena pada umumnya berbentuk kubus ataupun oktahedron.

 Galena yakni mineral timbal sulfida dengan komposisi kimia PbS √ Mengenal Galena dan Kegunaannya
Gambar mineral galena dan deskripsinya.

Argentiferous Galena (Bijih Silver)

Ciri khas galena yakni mengandung sekitar 86,6% timbal dan 13,4% sulfur. Namun, ada beberapa jenis dari galena mengandung perak sampai beberapa persen (by weight). Galena yang mengandung perak disebut sebagai "Argentiferous Galena". Dalam struktur atom galena, perak sanggup menggantikan timbal, atau juga sanggup berasal dari butiran-butiran halus mineral perak yang masuk dalam galena.

Perak sering bersifat "pengganggu" dalam struktur kristal galena, sehingga sering mengakibatkan galena mempunyai kenampakan belahan yang melengkung. Identifikasi belahan tersebut sanggup menjadi pengetahuan penting ketika melaksanakan eksplorasi mineral ini. Selain perak, galena sanggup mengandung sejumlah kecil antimon, arsenik, bismuth, kadmium, tembaga dan seng. Kadang-kadang selenium hadir menggantikan belerang (sulfur) yang ada dalam galena.

Baca juga: Logam Titanium dan Kegunaannya

Galena sangat gampang lapuk. Jika lapuk, galena akan berubah warna dari kilau perak metalik ke warna abu-abu kusam atau hitam kusam. Ketika terkubur di dalam tanah, galena akan cepat lapuk membentuk anglesite, cerusite, pyromorphite atau mineral timah lainnya. Mineral-mineral inilah yang sering dijadikan penanda di permukaan untuk mengungkap keberadaan galena dibawahnya.

Kegunaan Galena

Galena yakni mineral yang sangat penting alasannya yakni berfungsi sebagai bijih untuk sebagian besar produksi timbal di dunia. Galena juga merupakan bijih yang signifikan dari perak. Kegunaan timbal paling penting ketika ini yakni dalam baterai timbal. Sebuah baterai khusus mengandung sekitar 20 pon timbal dan harus diganti setiap empat atau lima tahun. Baterai timbal juga dipakai sebagai sumber pasokan listrik darurat untuk jaringan komputer, kemudahan komunikasi, dan sistem penting lainnya. Timbal juga merupakan salah satu logam yang dipakai dalam sistem penyimpanan energi yang terkait dengan pembangkit listrik dan kendaraan hybrid.
Sumber http://www.geologinesia.com

Sunday, April 8, 2018

√ Mineral Ilmenit ; Genesa, Komposisi Kimia, Sifat Fisik, Dan Kegunaannya

Apa itu Mineral Ilmenit ?

Ilmenit adalah mineral aksesoris yang umumnya berada didalam batuan beku, batuan sedimen, dan material sedimen. Ilmenit merupakan bijih utama dari titanium, logam yang diperlukan untuk menciptakan banyak sekali paduan performa tinggi. Sebagian besar ilmenit yang ditambang di seluruh dunia digunakan untuk menghasilkan titanium dioksida (TiO2), pigmen, kapur putih, dan polishing abrasif. Ilmenit yaitu besi hitam-titanium oksida dengan rumus kimia FeTiO3.

Genesa Ilmenit

Sebagian besar ilmenit terbentuk selama pendinginan lambat pada dapur magma dan terkonsentrasi melalui proses segregasi magmatik. Kristal ilmenit mulai terbentuk pada suhu tertentu, dan kristal ilmenit lebih berat daripada cairan disekitarnya sehingga sanggup karam ke dasar dapur magma.

Hal ini menyebabkan suhu pembentukan ilmenit menyerupai dengan suhu pembentukan mineral lainnya, menyerupai magnetit, yang juga menumpuk di lapisan bawah dapur magma. Gabro, norite, atau anorthosite merupakan batuan yang sering membawa ilmenit (ilmenite bearing). Ilmenit juga terkadang mengkristal dalam vein serta rongga, dan kadang kala dalam bentuk kristal besar di pegmatit.


Ilmenit mempunyai resistensi yang tinggi terhadap pelapukan. Ketika batuan yang mengandung ilmenit mengalami pelapukan, butiran ilmenit akan terlepas dan bergabung dengan material sedimen lainnya. Berat jenis yang tinggi dari butirannya ini menyebabkan ilemenit sanggup memisahkan diri selama proses transportasi, dan pada balasannya terakumulasi sebagai "pasir mineral berat" (Heavy minerals sand).

Pasir ilemenit berwarna hitam dan sangat gampang dikenali oleh hebat geologi. Prospeksi terhadap pasir hitam (black sand) sering dijadikan metode untuk menemukan deposit placer mineral berat. Ilmenit kebanyakan ditambang (ekstraksi) secara komersial dengan menggali atau menggeruk pasir tersebut, yang kemudian disegregasi (dipisahkan) dari butiran mineral berat lainnya.

 mineral aksesoris yang umumnya berada didalam batuan beku √ MINERAL ILMENIT ; Genesa, Komposisi Kimia, Sifat Fisik, dan Kegunaannya
Kenampakan Ilmenit dan Sifat Fisiknya.

Komposisi Kimia dan Sifat Fisik Ilmenit

Komposisi kimia yang ideal untuk ilmenit yaitu FeTiO3. Namun, seringkali komposisi kimia ilmenit banyak mengandung sejumlah variabel magnesium atau mangan. Unsur-unsur tersebut sanggup menggantikan besi dalam bentuk larutan padat. Serangkaian seri larutan padat yang pertama berada diantara ilmenit (FeTiO3) dan geikielite (MgTiO3). Dalam seri ini, sejumlah variabel pengganti besi berupa magnesium berada dalam struktur kristal mineral ini. Larutan padat yang ke-2 berada diantara ilmenite dan pyrophanite (MnTiO3), dengan variabel pengganti besi berupa mangan. Sedangkan pada suhu yang tinggi, seri larutan padat ke-3 berada diantara ilmenite dan hematit (Fe2O3).


Ilmenit yaitu mineral hitam dengan kilap sublogam (sub metallic) sampai kilap logam. Dengan hanya sekilas melihat kilapnya, mineral ini sangat menyerupai dengan hematit dan magnetit. Akan tetapi hal ini sanggup dibedakan dimana hematit mempunyai cerat berwarna merah, sedangkan ilmenit mempunyai cerat berwarna hitam. Selain itu, kita juga sanggup membedakannya dimana mineral magnetit sangat bersifat magnetik, sementara ilmenit non-magnetik. Terkadang ilmenit ditemukan bersifat sub-magnetik (magnetik lemah), ini dimungkinkan alasannya yaitu adanya sejumlah kecil mineral magnetit yang melekat pada ilmenit.

Kegunaan Ilmenit

Ilmenit yaitu bijih utama logam titanium. Sejumlah kecil titanium dipadukan dengan logam tertentu akan menghasilkan paduan logam yang tahan lama, berkekuatan tinggi, serta ringan. Paduan ini digunakan untuk memproduksi banyak sekali materi baku dan alat-alat yang berkinerja tinggi. Contohnya bagian-bagian pesawat, sambungan sendi buatan (artificial joint) bagi manusia, dan peralatan olahraga menyerupai rangka sepeda.


Sekitar 5% dari ilmenit yang ditambang digunakan untuk menghasilkan logam titanium. Selain itu, beberapa ilmenit juga digunakan untuk menciptakan rutil sintetis dan titanium dioksida yang nantinya digunakan untuk menciptakan kapur putih dan pigmen yang sangat reflektif. Pigmen yang dihasilkan dari titanium dioksida ini berwarna putih dan banyak digunakan untuk menciptakan sebuah materi menjadi cerah (mengkilap) menyerupai cat, kertas, lem, plastik, pasta gigi, dan bahkan makanan. Titanium dioksida juga digunakan untuk menciptakan bubuk dengan banyak sekali ukuran partikel. Bubuk ini selanjutnya digunakan untuk menciptakan materi abrasive polishing.

Sumber http://www.geologinesia.com

Monday, April 2, 2018

√ Mineral Magnetit: Pengertian, Sifat Fisik, Dan Kegunaannya

Pengertian Magnetit

Magnetit adalah mineral oksida besi dengan rumus kimia Fe3O4 dan banyak ditemukan dalam batuan beku, metamorf, dan batuan sedimen. Magnetit merupakan bijih besi yang paling sering ditambang. Magnetit juga merupakan mineral dengan kandungan besi tertinggi (72,4%).

Baca juga: Genesa, Sifat Fisik, dan Kegunaan Mineral Ilmenit

Deskripsi Mineral Magnetit

Magnetit sangat gampang untuk di identifikasi, alasannya yakni mineral ini merupakan salah satu dari hanya beberapa mineral yang tertarik pada magnet. Sifat fisik mineral ini yaitu berwarna hitam, buram, kilap submetallic-metalik, bentuk kristal oktahedral, dan mempunyai nilai kekerasan Mohs antara 5 - 6,5. Mineral ini juga sering ditemukan dalam bentuk kristal isometrik. Di alam, magnetit merupakan mineral yang paling berpengaruh sifat magnetiknya.

 mineral oksida besi dengan rumus kimia Fe √ Mineral Magnetit: Pengertian, Sifat Fisik, dan Kegunaannya
Sifat fisik dan bentuk mineral magnetit.

Magnetit sebagai Batu Magnet (Loadstone)

Normalnya, magnetit akan tertarik pada magnet, tetapi beberapa jenis "automagnetized" mempunyai kemampuan untuk menarik potongan-potongan kecil besi, potongan-potongan kecil magnetit, dan benda-benda magnetik lainnya. Bentuk umum magnetit sering dikenal sebagai "batu magnet" (loadstone) merupakan inovasi pertama insan dengan magnet.

Batu magnet gampang diidentifikasi alasannya yakni biasanya ditutupi dengan partikel kecil magnetit dan mineral magnetik lainnya (lihat gambar). Potongan kerikil magnet sebagai kompas magnetik pertama kali dipakai di Cina pada awal 300 SM. Dalam kompas tersebut sepotong kerikil magnet akan mengikuti keadaan dengan medan magnet bumi.

Kegunaan Magnetit sebagai Bijih Utama Besi

Saat ini, sebagian besar bijih besi ditambang dari batuan sedimen banded yang dikenal sebagai taconite, berisi adonan magnetit, hematit, dan rijang. Taconites yang bernilai komersial ketika ini mengandung berat 25% - 30% besi. Bijih taconite dalam bentuk tanah sampai abu halus, dan magnet yang berpengaruh dipakai untuk memisahkan partikel magnetis yang mengandung mineral magnetit dan hematit dari rijang tersebut.

Baca juga: Mengenal Mineral Galena dan Kegunaannya

Konsentrat yang terambil lalu dicampur dengan kerikil kapur dan tanah liat, lalu di "rolled" menjadi pelet lingkaran kecil. bentuk berupa pelet ini gampang untuk di angkut dengan kapal, kereta api, ataupun truk. Mereka bisa pribadi dimuat ke dalam "blast furnace" di pabrik dan dipakai untuk menghasilkan besi atau baja.

Magnetit dan Medan Magnet Bumi

Kristal kecil dari magnetit sering hadir dalam banyak batuan. Dalam proses kristalisasi pada batuan beku, bentuk magnetit berupa kristal kecil akan mencair, dan alasannya yakni mereka bersifat magnetik sehingga mereka akan mengikuti keadaan dengan arah dan polaritas medan magnet bumi. Mineral magnetit akan mempertahankan orientasi medan magnet bumi dalam batuan pada ketika proses kristalisasi terjadi.

Saat ini, andal geologi sanggup mempelajari sifat magnetik batuan dari banyak sekali umur dan merekonstruksi sejarah perubahan medan magnet bumi hanya dari orientasi mineral magnetit. Sifat ini juga sanggup dipakai untuk mempelajari pergerakan benua dari waktu ke waktu. Orientasi serupa dari butiran kecil magnetit terjadi juga pada pengendapan partikel sedimen, dan sanggup dipakai sebagai petunjuk sejarah magnet bumi pada beberapa jenis batuan sedimen.

Sumber http://www.geologinesia.com

√ Mineral Hematit: Pengertian, Kegunaan, Dan Proses Terbentuknya

Pengertian Hematit

Hematit yaitu salah satu mineral yang paling melimpah di permukaan bumi maupun di kerak bumi yang dangkal. Hematit merupakan oksida besi dengan komposisi kimia Fe2O3. Mineral ini merupakan mineral pembentuk batuan yang umumnya ditemukan pada batuan sedimen, metamorf, dan batuan beku. Hematit merupakan bijih yang cukup penting untuk menghasilkan besi. Kebanyakan bijih hematit diproduksi di Cina, Australia, Brazil, India, Rusia, Ukraina, Afrika Selatan, Kanada, Venezuela, dan Amerika Serikat.

Baca juga: Deskripsi dan Genesa Mineral Magnetit

Hematit mempunyai banyak sekali macam kegunaan, tetapi dari sisi nilai ekonomis, hanya sedikit hematit yang dipakai sebagai bijih utama dari besi. Hematit lebih banyak dipakai untuk menghasilkan pigmen, materi pelindung radiasi, ballast, dan masih banyak produk-produk lainnya.

Sifat Fisik Hematit

Hematit mempunyai kenampakan yang sangat variabel. Kilapnya sanggup berkisar dari submetallic hingga metallic dengan sistem kristal trigonal. Rentang warna hematit berada pada merah hingga coklat dan hitam hingga abu-abu perak. Mineral ini hadir dalam banyak sekali bentuk yang mencakup lembaran, padat, kristal, botryoidal, berserat, Oolitic, dan lain sebagainya. Meskipun hematit mempunyai kenampakan yang sangat variabel, mineral ini akan selalu menghasilkan cerat kemerahan. Cerat yang berwarna kemerahan inilah sebagai petunjuk penting untuk mengidentifikasi hematit.

Hematit tidak bersifat magnetik dan tidak selalu tertarik oleh magnet. Namun, banyak jenis dari hematit yang mengandung mineral magnetit sehingga mereka sanggup tertarik oleh magnet. Hal ini sanggup mengakibatkan perkiraan yang salah bahwa mineral magnetit atau pirhotit yaitu lemah magnetik. kita harus menilik sifat-sifat lainnya untuk menciptakan identifikasi yang tepat.

Jika kita menilik suatu spesimen yang lemah sifat magnetiknya serta ceratnya berwarna kemerahan maka identifikasi spesimen tersebut sebagai magnetit atau pirhotit akan dikesampingkan atau dengan kata lain spesimen tersebut yaitu hematit. Sebaliknya, kalau suatu spesimen yang bersifat magnetik dan mempunyai cerat kemerahan, maka kemungkinan besar spesimen tersebut merupakan kombinasi mineral hematit dan mineral magnetit.

Komposisi Hematit

Hematit murni mempunyai komposisi berat sekitar 70% besi dan 30% oksigen. Sama menyerupai material alami lainnya, hematit jarang ditemukan dengan komposisi yang murni. Hal ini utamanya berlaku pada deposit sedimen dimana hematit terbentuk secara anorganik atau akhir pesipitasi biologis dalam badan air.

Sedimentasi klastik sanggup memasukkan mineral lempung kedalam oksida besi. Sedimentasi episodik sanggup mengakibatkan deposit yang bentuknya menyerupai "bands oksida besi" dan serpih. Silika dalam bentuk jasper, rijang, atau kalsedon sanggup masuk melalui proses kimia, klastik, atau proses biologis dalam jumlah kecil. Deposit hematit yang berlapis dan menyerpih atau perpaduan lapisan hematit dan silika dikenal sebagai "banded iron formations" (lihat gambar).

 Hematit yaitu salah satu mineral yang paling melimpah di permukaan bumi maupun di kerak  √ Mineral Hematit: Pengertian, Kegunaan, dan Proses Terbentuknya
Sifat fisik dan kenampakan hematit.

Proses Terbentuknya Hematit

Hematit banyak ditemukan sebagai mineral primer dan sebagai produk alterasi dalam batuan beku, metamorf, dan batuan sedimen. Mineral ini sanggup mengkristal selama proses diferensiasi magma atau presipitasi dari cairan hidrotermal yang bergerak melalui massa batuan. Hematit juga sanggup terbentuk selama proses metamorfosis kontak dikala magma panas bereaksi dengan batuan yang ada disampingnya.

Deposit hematit yang paling penting terbentuk dalam lingkungan sedimen. Sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu, lautan kita banyak mengandung zat besi terlarut, tetapi sangat sedikit mengandung oksigen bebas. Kemudian sekelompok cyanobacteria bisa melaksanakan fotosintesis. Bakteri tersebut memakai sinar matahari sebagai sumber energi untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi karbohidrat, oksigen, dan air. Reaksi ini menghasilkan oksigen bebas pertama di lingkungan laut.

Baca juga: Mengapa Jumlah Karbon banyak terdapat di Inti dan Mantel Bumi ?

Selanjutnya, oksigen bebas tersebut segera berikatan dengan besi dan membentuk hematit yang karam ke dasar maritim dan pada kesannya menjadi unit batuan yang kita kenal kini sebagai "banded iron formations". Proses deposisi ini berlangsung selama ratusan juta tahun, mulai dari sekitar 2,4 hingga 1,8 juta tahun yang lalu. Hal ini memungkinkan pembentukan deposit besi yang tebalnya mencapai ratusan hingga ribuan kaki dengan pelamparan lateralnya mencapai ratusan hingga ribuan mil persegi.

Sumber http://www.geologinesia.com

Sunday, April 1, 2018

√ Mineral Olivin: Pengertian, Genesa, Deskripsi Dan Kegunaannya

Apa itu Mineral Olivin ?

Olivin (Olivine) adalah nama dari sekelompok mineral pembentuk batuan yang banyak ditemukan dalam batuan beku mafik dan ultramafik menyerupai basalt, gabro, dunit, diabas, dan peridotit. Olivin biasanya berwarna hijau dan mempunyai komposisi kimia berkisar antara Mg2SiO4 dan Fe2SiO4. Banyak orang yang dekat dengan olivin alasannya merupakan mineral dari gamestone (akik) hijau yang sangat populer, yang kita kenal sebagai peridotit.


Genesa Olivin

Kebanyakan olivin ditemukan di permukaan bumi, pada batuan beku yang berwarna gelap. Mineral ini biasanya mengkristal bersamaan dengan plagioklas dan piroksen untuk membentuk kerikil gabro ataupun basalt. Kedua jenis batuan tersebut merupakan batuan yang paling umum pada batas lempeng divergen dan pada sentra hotspot lempeng tektonik.

Olivin mempunyai suhu kristalisasi yang tinggi dibandingkan dengan mineral lainnya. Olivin merupakan mineral pertama yang mengkristal dari magma. Kristal olivin terbentuk selama proses pendinginan magma yang lambat dan lalu mengendap dibagian bawah dapur magma alasannya densitasnya yang relatif tinggi. Akumulasi olivin ini sanggup mengakibatkan pembentukan batuan menyerupai dunit yang berada dibagian bawah dapur magma.


Kristal olivin juga sanggup terbentuk selama proses metamorfosis kerikil kapur dolomit. Dolomit memperlihatkan donasi magnesium, sedangkan silikanya diperoleh dari kuarsa dan mineral pengotor lainnya dalam kerikil kapur tersebut. Olivin juga merupakan mineral yang praktis terubah (teralterasi) oleh proses pelapukan. Karena begitu praktis terubah, olivin bukan mineral yang umum dalam batuan sedimen tetapi hanya merupakan penyerta pada beberapa deposit pasir ataupun sedimen ketika tertransportasi sangat dekat dengan batuan induk yang banyak mengandung olivin.

Komposisi Kimia Olivin

Olivin merupakan nama yang diberikan untuk sekelompok mineral silikat yang mempunyai komposisi kimia umum (A)2SiO4. Berdasarkan komposisi umumnya tersebut, "A" biasanya merupakan Mg atau Fe, tetapi dalam kondisi tertentu "A" sanggup tersubsitusi oleh Ca, Mn, ataupun Ni.

Komposisi kimia yang paling umum dari olivin gotong royong berada di antara forsterit murni (Mg2SiO4) dan fayalit murni (Fe2SiO4). Dalam seri itu, Mg dan Fe sanggup bebas saling menggantikan dalam suatu struktur atom mineral, dalam rasio apapun. Jenis variasi komposisi ini terus terjadi sehingga menghasilkan "larutan padat" dan diwakili dalam rumus kimia sebagai (Mg,Fe)2SiO4.

Sebenarnya, nama "olivine" dipakai sebagai pengganti "forsterit" atau "fayalit" alasannya diharapkan analisis kimia atau pengujian rinci untuk mengidentifikasi kedua jenis mineral tersebut. Nama "olivine" berfungsi sebagai cara cepat, mudah, dan murah untuk memperlihatkan nama pada sebuah material. Pada gambar dibawah, sanggup dilihat kelompok mineral olivin (olivine group) lengkap dengan komposisi kimianya.

Olivin pada Mantel Bumi

Olivin dianggap sebagai mineral penting dalam mantel bumi. Kesimpulan mengenai keberadaannya sebagai mineral pada mantel bumi ditunjukkan oleh perubahan sikap gelombang seismik dikala melewati bidang "Moho" (batas antara kerak dan mantel bumi).


Kehadiran olivin di struktur internal bumi juga terkonfirmasi oleh keberadaannya di xenoliths. Xenoliths merupakan potongan (sobekan) mantel bumi potongan atas, yang terbawa ke permukaan oleh magma (letusan gunung berapi). Olivin juga merupakan mineral yang melimpah pada potongan bawah ofiolit. Ofiolit merupakan batuan kerak samudera yang terdorong ke atas benua.

Deskripsi Olivin (Sifat Fisik)

Olivin merupakan mineral yang berwarna hijau, tetapi juga sanggup berwarna kuning kehijauan. Olivin yaitu mineral yang transparan (tembus cahaya) dengan kilap beling dan kekerasan antara 6,5 ?? hingga 7,0 skala mohs. Walaupun pada umumnya olivin berwarna hijau, tetapi pada kondisi olivin yang kaya zat besi (fayalites) akan menghasilkan warna yang kecoklatan. Sifat-sifat fisik (deskripsi) mineral olivin dirangkum pada gambar dibawah ini.

 nama dari sekelompok mineral pembentuk batuan yang banyak ditemukan dalam batuan beku maf √ Mineral Olivin: Pengertian, Genesa, Deskripsi dan Kegunaannya
Sifat fisik dan kelompok mineral olivin.

Kegunaan Olivin

Kebanyakan olivin dipakai dalam proses metalurgi sebagai "slag conditioner". Olivin dengan kandungan magnesium yang tinggi (forsterit) ditambahkan ke "blast furnace" untuk menghilangkan pengotor baja dan untuk membentuk terak. Olivin juga telah banyak dipakai sebagai materi tahan api. Mereka biasanya dipakai untuk menciptakan kerikil bata tahan api dan sebagai "sands cast".

Sumber http://www.geologinesia.com

Tuesday, March 20, 2018

√ Sejarah Inovasi Logam Tanah Jarang (Ree)

Logam Tanah Jarang (disingkat LTJ) atau terjemahan dari REE (Rare Earth Element) dikenal di dunia sebab inovasi mineral berwarna hitam ytterbit (yang dinamai ulang menjadi gadolinit pada tahun 1800) oleh Letnan Carl Axel Arrhenius pada tahun 1787 di salah satu galian watu di Desa Ytterby, Swedia. Arrhenius menemui Johan Gadolin, profesor di Royal Academy of Turku untuk menganalisis mineral tersebut dan mendapat hasil analisis bahwa mineral yang tidak dikenal itu disebut "yttria". Sementara itu, Anders Gustav Ekeberg mengisolasi berrylium dari gadolinit tetapi gagal untuk mengenali unsur-unsur lain di dalamnya.

Baca juga: Apa itu Tanah Jarang

Setelah inovasi mineral dari Bastnas akrab Riddarthyttan, Swedia pada 1794, lalu diuji ulang oleh Jons Jacob Berzelius dan Wilhelm Hisinger, dan akhirnya dipercaya bahwa mineral itu yakni senyawa besi-tungsten. Pada tahun 1803 mereka memilih nama mineral oksida berwarna putih sebagai ceria, sama dengan mineral ochroia yang juga ditemukan oleh Martin Heinrich Klaproth. Dengan demikian pada tahun 1803 dikenali dua unsur tanah jarang yttrium dan cerium, meskipun memerlukan waktu 30 tahun lalu para peneliti memilih bahwa unsur-unsur lainnya terkandung di dalam bijih-bijih ceria dan yttria.

Pada tahun 1839, Carl Gustav Mosander, salah satu ajun Berzelius memisahkan ceria dengan cara memanaskan nitrat dan melarutkannya di dalam asam nitrit. Dia menyebutnya sebagai oksida dari larutan garam lanthana. Kemudian dalam waktu lebih dari tiga tahun lanthana dipisahkan menjadi didymia dan lanthana murni. Di tahun 1842, Mosander memisahkan yttria menjadi tiga oksida: yttria murni, terbia, dan erbia. Terbium merupakan garam berwarna merah muda, sedangkan peroksida kuning disebut erbium. Sehingga pada tahun 1842 jumlah unsur tanah jarang yang diidentifikasi berupa yttrium, cerium, lanthanum, didymium, erbium, dan terbium.

Nills Johan Berlin dan Marc Delafontaine juga mencoba memisahkan materi mentah yttria dan menemukan hal sama dengan yang ditentukan oleh Mosander, tetapi Berlin (1860) menamai zat garam merah muda itu sebagai erbium dan Delafontaine menyebutnya terbium. Kebingungan ini membawa ke arah beberapa kesalahan penentuan unsur-unsur gres menyerupai mosandrium yang ditentukan oleh J.Lawrence Smith, atau philippium dan decipium hasil penentuan oleh Delafontaine.

Baca juga: Logam Mulia Emas

Pada tahun 1879 Delafontaine memakai proses fisika gres spektroskopi dan menemukan beberapa jalur spektral gres di dalam didymia. Masih di tahun 1879, unsur gres samarium diisolasi dari mineral samarskit oleh Paul Emile Lecoq de Boisbaudran.

Samaria lebih jauh dipisahkan oleh Lecog de Boisbaudran di tahun 1886 dan hasil yang ditentukan dengan cara isolasi eksklusif dari samarskit oleh Jean charles Galissard de Marignac. Mereka menamai unsur tersebut godalium sehabis Johan Gadolin memisahkannya, dan oksidanya disebut gadolina. Antara tahun 1886 dan 1901, analisis spekstroskopi lebih jauh terhadap samaria, yttria, dan smarskit dilakukan oleh William Crookes, Lecoq de Boibaudran, dan Eugene-Anatole Demacay dan menghasilkan beberapa jalur spektroskopis gres yang mengindikasikan keberadaan salah satu unsur tak dikenal. Kristalisasi fraksional dari oksida-oksida tersebut lalu menghasilkan europium di tahun 1901.

 dikenal di dunia sebab inovasi mineral berwarna hitam ytterbit  √ Sejarah Penemuan Logam Tanah Jarang (REE)
Periodik unsur dan elemen logam tanah jarang.

Pada tahun 1839 sumber ketiga unsur tanah jarang menjadi tersedia, yang disebut uranotantalum (sekarang disebut samarskit) dan serupa dengan gadolinit. Mineral ini didapatkan dari Miass di potongan Selatan Pegunungan Ural dan didokumentasikan oleh Gustave Rose. Ahli kimia Rusia R.Hamann mengusulkan nama salah satu unsur gres yang disebut ilmenium yang ada di dalam mineral tersebut, tetapi lalu yang ditemukan di dalamnya oleh Cristian Wilhelm Blomstard, Galissard de Marignac, dan Heinrich Rose hanya berupa tantalum dan niobium (columbium).

Pada ketika itu jumlah niscaya dari unsur-unsur tanah jarang sangat tidak jelas, dan diperkirakan maksimum 25 (duapuluh lima) unsur. Penggunaan spektra X-ray oleh Henry Gwyn Jeffrey Moseley menciptakan penentuan nomor atom unsur-unsur menjadi memungkinkan. Moseley menemukan bahwa jumlah niscaya lanthanida yakni 15 dan unsur ke-61 telah ditemukan. Mengacu pada kenyataan di atas perihal nomor-nomor atom menurut analisis kristalografi X-ray, Moseley juga menunjukkan bahwa hafnium (unsur ke-72) bukan unsur tanah jarang. Moseley terbunuh pada Perang Dunia I di tahun 1915, bertahun-tahun sebelum hafnium ditemukan. Oleh sebab itu, akreditasi Georges Urbain perihal inovasi unsur ke-72 yakni tidak benar. Hafnium merupakan salah satu unsur yang terletak eksklusif di bawah zirkonium dalam tabel periodik, dan hafnium mempunyai sifat-sifat kimia dan fisika yang sama dengan zirkonium.

Baca juga: Logam Titanium

Selama tahun 1940-an, Frank Spending dan lain-lain di Amerika Serikat (Proyek Manhattan) menggambarkan mekanisme kimiawi berupa pertukaran ion untuk pemisahan dan pemurnian unsur-unsur tanah jarang. Metoda ini diaplikasikan pertama kali terhadap actinida untuk memisahkan plutonium-239 dan neptonium dari uranium, thorium, actinium, dan unsur-unsur tanah jarang actinida yang lain yang dihasilkan dari reaktor-reaktor nuklir.

Sumber-sumber utama unsur-unsur tanah jarang berupa mineral-mineral basnasit, monasit, dan loparit serta lempung-lempung adsorpsi-ion lateritik. Kecuali kelimpahan unsur-unsurnya yang tinggi mineral-mineral tanah jarang lebih sukar ditambang dan diekstraksi daripada sumber-sumber logam transisi (karena kesamaan sifat kimianya); menciptakan unsur-unsur tanah jarang relatif berharga mahal. Penggunaannya di bidang industri sangat terbatas sampai teknik-teknik pemisahan yang efisien dikembangkan menyerupai pertukaran ion (ion exchange), kristalisasi fraksional (fractional cristalization) dan ekstraksi cairan-cairan (liquid-liquid extraction) selama final tahun 1950-an dan awal tahun 1960-an.
Sumber http://www.geologinesia.com

Saturday, March 17, 2018

√ Perkembangan Logam Tanah Jarang (Ree) Di Dunia Dan Indonesia

Logam Tanah Jarang (LTJ / REE) sesuai dengan namanya merupakan senyawa mineral dengan unsur tanah jarang yang sangat langka atau kelimpahannya sangat sedikit. Keterdapatan di alam berupa senyawa kompleks umumnya senyawa fosfat dan karbonat. Dengan perkembangan teknologi pengolahan material, logam tanah jarang semakin diharapkan dan umumnya pada industri teknologi tinggi.

Baca juga: Sejarah Penemuan Tanah Jarang

Logam tanah jarang banyak diburu bersama paduannya lantaran dipakai untuk banyak peralatan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya berupa: memori komputer, DVD, baterai isi ulang, telepon seluler, konventer katalis kendaraan bermotor, magnet, lampu fluoresen dan lain-lain. Bahkan kegunaan untuk komputer dan DVD telah tumbuh lebih cepat daripada telepon seluler. Berbagai tipe rechargeable batteries yang banyak mengandung cadmium (Cd) atau timbal, kini digantikan dengan baterai rechargeable lanthanum-nickel-hydride (La-Ni-H). Demikian halnya pada baterai komputer, baterai kendaraan beroda empat dan peralatan komunikasi banyak memakai LTJ lantaran daya pakai yang lebih lama, gampang diisi ulang (recharge) dan gampang didaur ulang.

Di dalam negeri, logam tanah jarang sebagai komoditas pertambangan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 23 tahun 2010 yakni digolongkan sebagai cuilan dari jenis mineral logam yang keseluruhannya 58 jenis, walaupun pada kenyataannya sampai dikala ini belum ada Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diterbitkan khusus untuk LTJ, namun dalam bentuk mineral monasit ((Ce, La, Pr, Nd, Th, Y)PO4) dan xenotim (YPO4) banyak diperdagangkan secara tidak resmi.

Pengusahaannya sebagai komoditas tambang sudah pula diatur dalam PP nomor 1 tahun 2014 dan dalam Peraturan Menteri nomor 1 tahun 2014 sebagai produk mineral yang harus diolah atau dimurnikan di dalam negeri, akan tetapi produk LTJ ini diperoleh berupa produk sampingan timah (Sn). Hingga kini industri LTJ dalam pengertian industri hulu dengan produk unsur, senyawa oksida atau hidroksida belum ada di Indonesia walaupun perencanaan ke arah sana sudah dibahas dalam aneka macam seminar berkali-kali.

Perkembangan Logam Tanah Jarang secara Global (REE/LTJ).

Bila melihat kondisi pasar REE setidaknya pada dekade terakhir ini, kebutuhan dunia terus meningkat terutama disebabkan kegunaannya dalam industri berteknologi tinggi. Pada teknologi tinggi berupa industri "magnetic refrigeneration" lantaran REE memiliki daya magnet yang sangat kuat. Untuk memenuhi kebutuhan, dunia sudah semenjak usang mengandalkan potensi yang ada di Tiangkok. Sekitar 90% kebutuhan dunia dipasok dari Tiongkok. Akan tetapi akhir-akhir ini pemerintah Tiongkok mulai membatasi produksinya sampai 60% yang berdampak semakin mahalnya dan langkanya komoditas ini di pasaran global. Harganya pun sempat meroket walau belakangan harga ini mulai menurun.

Baca juga: Logam Tanah Jarang

Sejalan dengan perhatian terhadap ketidaktergantungan pemanfaatan energi, perubahan iklim, dan isu-isu wacana penjualan kendaraan listrik yang memakai baterai, mengakibatkan ajakan akan senyawa logam tanah jarang meningkat lebih cepat. Pemicu peningkatan ajakan senyawa-senyawa logam tanah jarang juga sejalan dengan peningkatan kebutuhan materi pembuat katalis, fosfor, dan pemoles untuk pengendali pencemaran udara, layar iluminasi pada perangkat elektronik dan gelas optik.
Sumber http://www.geologinesia.com

Thursday, March 15, 2018

√ Penelitian Logam Tanah Jarang (Ltj/Ree) Di Indonesia

Merespon kondisi pasar yang demikian bagusnya, banyak sekali negara disamping penghasil utama, Tiongkok, berlomba-lomba mencari potensi dan berbagi LTJ secara serius, menyerupai Amerika, Kanada, Jepang, maupun negara-negara lainnya, tidak ketinggalan juga Indonesia. Khusus Jepang, Tiongkok, negara-negara Asia lainnya rupanya melirik Indonesia menjadi lokasi pilihan bagi investor atau para peminat dari negara-negara tersebut dalam berbagi komoditas REE. Badan geologi dan institusi terkait lainnya merespon dengan mengadakan banyak sekali seminar maupun kelompok diskusi, survey, dan eksplorasi secara rutin guna berbagi penelitian potensi REE di Indonesia.


Secara historis, bekerjsama Indonesia sudah melaksanakan penyelidikan LTJ setidaknya menurut laporan penyelidikan yang tersedia semenjak tahun 1991. Misalnya, menurut kompilasi data kadar monazit dan xenotim pada endapan aluvial di wilayah Kepulauan Riau dan Bangka Belitung mengatakan kandungan yang cukup signifikan (lihat gambar di bawah).

Pada tahun 1990-an, PSDG yang pada waktu itu masih berjulukan Direktorat Sumber Daya Mineral, membentuk unit khusus untuk melaksanakan banyak sekali penyelidikan wacana LTJ. Hasilnya, banyak indikasi di Sumatera dan Bangka Belitung dan juga indikasi berupa zircon di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Semenjak maraknya undangan pasar dunia, Badan Geologi telah secara rutin melaksanakan survey dan penyelidikan LTJ secara rutin.

Hal yang menjadi fokus utama bagi para peneliti di Indonesia yaitu tetap mengarah kepada penelitian mineral-mineral yang mengandung unsur tanah jarang (monazit, xenotim, dan zircon) yang tersebar sebagai ikutan terutama di dalam cebakan aluvial (placer) timah. Hal ini disebabkan potensi cebakan tersebut diperkirakan melimpah sebarannya di lingkungan bahari dan daratan kepulauan Bangka, Belitung, dan Riau yang merupakan potongan dari jalur sumberdaya timah Asia Tenggara.

 Merespon kondisi pasar yang demikian bagusnya √ Penelitian Logam Tanah Jarang (LTJ/REE) di Indonesia
Kandungan monasit dan xenotim mengandung LTJ di Kepulauan Riau dan Bangka Belitung.

Disamping forum penelitian pemerintah, BUMN menyerupai PT Timah,Tbk juga aktif melaksanakan penelitian pemanfaatan sisa buangan tambang timah yang dimiliki terutama di wilayah Bangka Belitung dan Riau. Perusahaan ini juga menjalin kerjasama dengan BATAN, Kementrian Perindustrian, Badan Geologi, dan Balitbang ESDM guna melaksanakan penelitian bersama dalam berbagi LTJ.


Baru-baru ini telah dibuat secara bahu-membahu suatu konsorsium LTJ yang melibatkan para jago yang ada untuk menangani penyelidikan mulai dari hulu, inventarisasi atau penyelidikan sumberdaya, sampai potongan hilir yaitu pengolahan dan ekstraksi unsur LTJ maupun industri pembuatan aneka produk di dalam negeri. Suatu langka positif yang sudah terlihat sampai kini diantaranya yaitu telah terbangunnya suatu pilot plant industri pengolahan LTJ dengan materi baku berupa sisa buangan tambang timah, dimana pabrik percobaan tersebut ditempatkan di Bangka Barat (Mentok) dengan kapasitas uji coba sekitar 50 kg monasit per hari.

Disamping itu, Badan Geologi telah banyak mempublikasikan hasil-hasil penyelidikan LTJ baik dalam endapan sisa buangan timah, tambang emas plaser maupun jenis primer di banyak sekali lokasi. Peta kandungan monasit sebagai mineral utama LTJ untuk Kepulauan Bangka Belitung telah dipublikasikan pada tahun 2013 yang sanggup dipakai sebagai anutan dalam penyelidikan LTJ di Pulau Bangka. Hasil penyelidikan pada pelapukan granit di Sumatera Utara yang mengatakan adanya indikasi LTJ yang cukup signifikan di tempat ini juga telah dipublikasikan jadinya pada tahun 2012.


Penemuan indikasi LTJ dalam monasit juga merupakan hal penting yang ditemukan oleh Badan Geologi di Kepulauan Natuna, Riau baru-baru ini yang masih terus dikembangkan sampai diperoleh sumberdayanya. Masih banyak kegiatan penyelidikan yang akan dilaksanakan pada masa mendatang untuk memastikan layak tidaknya industri LTJ dibangun di Indonesia dalam banyak sekali skala atau tingkatannya.

Sumber http://www.geologinesia.com

Sunday, March 11, 2018

√ Geologi Dan Genesa Logam Tanah Jarang (Ltj/Ree)

Konsentrasi unsur logam termasuk logam tanah jarang (LTJ/REE) akan membentuk endapan hemat yang sanggup dijadikan komoditas tambang. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa tanah jarang adalah suatu kelompok unsur yang terdiri atas 17 unsur kimia, dimana dalam proses pembentukannya selain dipengaruhi faktor fisika dan kimia juga dipengaruhi oleh nilai kandungan unsur-unsur itu di dalam kerak bumi, sebab semua proses pembentukan tersebut berlangsung dalam kerak bumi.

Baca juga: Penelitian Logam Tanah Jarang di Indonesia

Proses yang berlangsung baik pada media larutan magmatis maupun fluida sisa magmatis (hidrotermal), akan membawa unsur-unsur yang ada dalam kerak dan terkonsentrasikan pada daerah tertentu sesuai kondisi lingkungan fisika dan kimia. Ketika magma naik ke arah kerak bumi, terjadi perubahan komposisi sebagai respon terhadap variasi tekanan, suhu dan komposisi batuan-batuan di sekelilingnya. Akibatnya terbentuk jenis-jenis batuan yang berbeda dengan variasi pengayaan unsur-unsur bernilai ekonomis, termasuk unsur-unsur tanah jarang.

Kelimpahan logam tanah jarang (LTJ) pada kerak bumi bersama-sama tidak tergolong terkecil jikalau dibandingkan unsur logam lainnya, bahkan ada yang hanya beberapa ppb mirip emas, hal ini terlihat dari nilai kandungannya sampai puluhan ppm mirip ditunjukkan sejumlah data pada tabel dibawah ini.

Konsentrasi unsur logam termasuk logam tanah jarang  √ Geologi dan Genesa Logam Tanah Jarang (LTJ/REE)
Tabel sebaran logam tanah jarang pada kerak bumi (ppm) (Keith R. Long., 2010).

Konsentrasi unsur LTJ pada proses pembentukan batuan berbeda-beda satu terhadap yang lain. Karbonatit, kimberlit, batuan alkalin merupakan jenis batuan dimana kandungan LTJ termasuk paling tinggi, sehingga secara teoritis proses konsentrasi bijih pada lingkungan batuan ini lebih kaya dibandingkan batuan lainnya, contohnya dibandingkan dengan batuan menengah selisik (lihat tabel dibawah). Dengan demikian pencarian endapan LTJ hemat di lingkungan batuan ini lebih berpeluang dibandingkan pada lingkungan batuan lainnya.

Konsentrasi unsur logam termasuk logam tanah jarang  √ Geologi dan Genesa Logam Tanah Jarang (LTJ/REE)
Tabel kandungan LTJ dalam batuan basa dan ultrabasa (kiri atas) dan dalam batuan beku menengah-selisik (kiri tengah); gambar model pembentukan LTJ di Bayan, Obo Tiongkok (kiri bawah); Tabel pembagian terstruktur mengenai endapan-endapan mengandung LTJ (kanan). (Henderson, 1984; Drew et al, 1991; Long dkk., 2010).

Genesa endapan logam tanah jarang secara umum sanggup diklasifikasikan ke dalam endapan primer dan sekunder. Pada endapan primer, proses pembentukannya sangat bekerjasama dengan acara magmatik dan hidrotermal. Sedangkan pada endapan sekunder bekerjasama dengan proses rombakan dan sedimentasi.

Baca juga: Sejarah Penemuan Logam Tanah Jarang

Berdasarkan endapan yang terdapat di potongan Obo, Tiongkok maka LTJ sanggup terbentuk sebagai proses pergantian (replacement) batuan karbonat asal sedimenter, namun larutan sanggup berasal dari seri batuan intrusi karbonat alkalin (Drew et. Al, 1991). Batuan alkalin/karbonat mengandung sebagian besar sumberdaya LTJ. Karbonatit umumnya berasosiasi dengan materi ultramafik dan/atau batuan alkalin, dalam banyak kasus terdapat sebagai dyke terisolasi, intrusif berbentuk silinder dan kerucut gunung api.

Di Mountain Pass Amerika Serikat, endapan tipe karbonatit berukuran besar. Keterdapatan LTJ pada endapan tipe karbonatit berukuran besar dipandang sebagai potongan massa batuan beku utama, artinya terbentuk bersama-sama dengan pembekuan batuan tersebut. Endapan lain dari tipe hidrotermal dan pengayaan supergen di dalam karbonatit juga dijumpai sejumlah kecil mineral mengandung LTJ diikuti pembentukan granit, granit alkalin, dan batuan bersifat alkalin. Endapan LTJ juga sanggup terbentuk di dalam pegmatit dan proses kontak skarn, endapan lainnya terbentuk sebagai urat hidrotermal dan pergantian (replacement).

Pembentukan LTJ atas dasar studi endapan Bayan Obo (Tiongkok) mengatakan bahwa endapan terbentuk pada batuan karbonatit yang mirip data pantai samudera dan berinteraksi dengan kelompok Bayan Obo. Sementara jenis endapan LTJ lainnya terbentuk melalui proses replacement hidrotermal terhadap batuan karbonat asal sedimenter. Larutan hidrotermal sanggup berasal dari seri intrusi karbonatit alkalin. Endapan yang cukup besar mirip itu memerlukan struktur skala besar yang bertindak sebagai jalan masuk untuk unsur bijih dari kedalaman.

Baca juga: Perkembangan Logam Tanah Jarang Secara Global

Berdasarkan endapan karbonatit Mountain Pass (Amerika Serikat), batuan-batuan syenit, shonkinit, granit dan banyak karbonatit di intrusi beralaskan metamorf. Tubuh Karbonatit Sulphida Queen merupakan endapan utama dengan panjang 730 m dan lebar 200 m, yang utamanya tersusun dari dolonium dan kalsit yang diikuti barit dan sejumlah besar bastnaesit.

Beberapa endapan lain juga ditemukan berupa endapan oksida besi tembaga (Cu) - Emas (Au) dan telah dikenal sebagai salah satu endapan mengandung unsur tanah jarang menurut inovasi endapan raksasa "Olympic Dam" di Australia Selatan pada tahun 1980-an. Endapan luar biasa ini mengandung sejumlah besar unsur-unsur tanah jarang dan uranium (U).

Jenis endapan LTJ yang terdapat di dunia jikalau dikaitkan dengan lingkungan batuannya terdiri dari jenis batuan beku pegmatit, karbonatit, metamorf, dan plaser (lihat tabel pembagian terstruktur mengenai di atas). Pada umumnya jenis plaser dicirikan dengan mineral monasit dan xenotim, menyebar di potongan Australia, Asia Selatan, Afrika potongan selatan, dan Amerika Latin. Yang berkaitan dengan batuan karbonatit mayoritas menempati daratan Tiongkok.
Sumber http://www.geologinesia.com

Friday, March 2, 2018

√ Genesa Endapan Sekunder Logam Tanah Jarang (Ltj)

Proses pelapukan residual banyak ditemukan terbentuk di bawah iklim tropis dan subtropis. Proses pelapukan mengkonsentrasikan LTJ berupa layer mineral utama pada kerak pelapukan yang bersumber dari batuan kaya LTJ ibarat karbonatit dan granit. Dalam hal ini ibarat dengan proses lateritisasi bauksit dan nikel.

Baca juga: Pembentukan Endapan Primer Logam Tanah Jarang

Proses pelapukan lainnya yang dianggap gres terdapat di Jiangxi Tiongkok. Batuan granitoid mengandung endapan LTJ terkonsentrasi berupa layer lempung pada kerak lapukan, sejumlah geologist Tiongkok menyebutnya sebagai tipe endapan "ion adsorption-type".

Mengacu pada endapan LTJ pantai Australia, endapan plaser LTJ terbentuk tanggapan gelombang, tiupan angin, dan kombinasinya. Endapan plaser sanggup berasosiasi dengan rutil-zircon-ilmenit. Endapan jenis residual (ion-adsorption deposits) menurut yang terdapat di tempat Wanling Tiongkok Selatan, terbentuk sebagai hasil pelapukan lateritik granit yang meluas mengintrusi, terutama watu granit berumur 195 - 130 juta tahun lalu.

Baca juga: Pengertian Logam Tanah Jarang (LTJ/REE)

Granit merupakan batuan induk paling umum untuk endapan tipe ion adsorpsi. Di bawah iklim panas dan lembab pada zona subtropis, granit ini mengalami pelapukan kimia biologi kuat, dimana LTJ terabsorpsi terutama di atas permukaan lempung berupa ion, kemudian membentuk endapan LTJ jenis ion absorpsi. Jenis endapan ion penyerapan terbentuk setidaknya harus mempunyai dua persyaratan umum, yaitu:
  1. Harus cukup jumlah batuan induk yang mengandung LTJ,
  2. Pelapukan atau proses lateritik harus terawetkan / bertahan pada periode panjang dengan pengikisan terbatas. 

Proses pelapukan residual banyak ditemukan terbentuk di bawah iklim tropis dan subtropis √ Genesa Endapan Sekunder Logam Tanah Jarang (LTJ)
Kenampakan tipe deposit ion adsorption.

Pelapukan semua jenis batuan menghasilkan sedimen-sedimen yang diendapkan di aneka macam lingkungan ibarat sungai, pantai, kipas aluvial dan delta. Proses pengikisan menghasilkan konsentrasi-konsentrasi mineral berat terutama emas, membentuk endapan-endapan placer. Demikian juga unsur-unsur tanah jarang ibarat monasit dan xenotim, tergantung kepada sumbernya sanggup terkonsentrasi bersama mineral-mineral berat lainnya.

Sumber unsur-unsur tanah jarang tidak harus batuan beku alkalin atau endapan unsur-unsur tersebut. Banyak batuan beku lainnya, batuan malihan, dan juga batuan-batuan sedimen dengan kandungan monasit sanggup membentuk suatu endapan plaser mengandung monasit. Namun, jenis-jenis plaser dengan konsentrasi monasit khususnya berupa plaser mengandung mineral berat ilmenit. Plaser ilmenit ditambang untuk kemudian dipakai sebagai pigmen oksida titanium (Ti) dan timah putih (Sn).

Baca juga: Sejarah Penemuan Logam Tanah Jarang

Bauksit karst yaitu jenis endapan lain berupa tanah yang kaya akan kandungan aluminum (Al) yang terakumulasi di atas karst batugamping. Deposit ibarat ini sanggup ditemukan di Montenegro dan aneka macam tempat lainnya. Deposit ini kaya akan kandungan unsur-unsur tanah jarang, tetapi tidak membentuk konsentrasi yang bernilai ekonomis.

Endapan-endapan fosfat marin yaitu jenis lain endapan yang mengandung unsur-unsur tanah jarang. Jenis endapan ini sanggup mengandung oksida tanah jarang sampai 0,1%. Disini, unsur-unsur tanah jarang hanya dipakai sebagai sampingan dari pengolahan pupuk fosfat.

Endapan LTJ sanggup terbentuk dengan proses sedimentasi menjadi endapan plaser dan konglomerat. Mineral detrital berasal dari aneka macam varietas batuan primer mulai dari fragmen urat-urat kuarsa sampai kompleks batuan beku ataupun metamorf.

Baca juga: Penelitian Logam Tanah Jarang di Indonesia

Untuk membentuk konsentrat yang bernilai ekonomis, memerlukan sejumlah mineral berharga serta kondisi geografis dan iklim yang sesuai. Biasanya, mineral utama LTJ (monasit dan xenotim) berasosiasi dengan mineral titanium dan zircon dalam bentuk endapan plaser, sering dijumpai di Australia, India, Brazil, Malaysia, dan Indonesia. Sedangkan jenis endapan LTJ konglomerat yang kaya kelompok yttrium sering dijumpai di Kanada.
Sumber http://www.geologinesia.com

Thursday, March 1, 2018

√ Garnet Ialah Kelompok Mineral, Bukan Batuan

Apa itu Garnet?

Garnet yakni kelompok besar mineral-mineral pembentuk batuan dengan struktur kristal dan komposisi kimia umum X3Y2(SiO4)3. Dalam komposisi tersebut, "X" sanggup berupa Ca, Mg, Fe2+ atau Mn2+, dan "Y" sanggup berupa Al, Fe3+, Mn3+, V3+ ataupun Cr3+. Garnet sanggup ditemukan hampir disemua jenis batuan (batuan sedimen, metamorf, dan beku). Berdasarkan definisi tersebut maka perlu diperhatikan disini bahwa nama "garnet" merujuk pada kumpulan mineral-mineral dengan struktur dan komposisi kimia menyerupai yang telah dijelaskan di atas.


Kebanyakan garnet yang dijumpai dekat permukaan bumi terbentuk dikala batuan sedimen dengan kandungan aluminium tinggi, menyerupai serpih, dikenai panas dan tekanan yang cukup besar lengan berkuasa sehingga menghasilkan sekis atau gneiss. Garnet juga sanggup ditemukan dalam batuan metamorfosis kontak, subsurface dapur magma, pemikiran lava, deep-sources letusan gunung berapi, serta pada soil dan sedimen yang terbentuk dikala batuan yang mengandung garnet lapuk dan tererosi.
Kebanyakan orang mengasosiasikan kata "garnet" dengan kerikil permata merah; Namun, bahu-membahu garnet terbentuk dalam banyak sekali warna serta mempunyai banyak manfaat/kegunaan lainnya. Khusus di Amerika Serikat, pada tahun 2012 garnet banyak dipakai dalam industri menyerupai waterjet cutting (35%), media abrasif peledakan (30%), filtrasi air (20%), dan debu penggosok (10%).

Sifat Fisik dan Kimia Garnet

Mineral yang paling umum dijumpai pada kelompok (group) garnet yakni almandine, pyrope, spessartine, andradite, grossular, dan uvarovite. Semua mineral tersebut mempunyai kilap vitreous, diaphaneity transparan sampai translucent, brittle (rapuh), dan belahan yang kurang (lack cleavage).


Mineral-mineral dalam group garnet juga sanggup ditemukan sebagai sebuah individu kristal, kerikil di sungai, dan agregat granular. Komposisi kimia, berat jenis, kekerasan, dan warna dari mineral-mineral dalam garnet group sanggup anda lihat pada gambar dibawah ini.

mineral pembentuk batuan dengan struktur kristal dan komposisi kimia umum X √ Garnet Adalah Kelompok Mineral, Bukan Batuan
Gambar Sifat Fisik dan Kimia Mineral-mineral Anggota Garnet Group.

Komposisi yang tercantum di atas terdiri atas anggota garnet group dibeberapa seri larutan padat. Masih ada sejumlah mineral garnet lain yang jarang dijumpai dan kurang penting dipakai dalam industri menyerupai goldmanite, kimzeyite, morimotoite, schorlomite, hydrogrossular, hibschite, katoite, knorringite, majorite, dan calderite.


Pada gambar di atas terlihat banyak sekali jenis garnet, dimana masing-masing mempunyai komposisi kimia yang berbeda. Variasi komposisi kimia inilah yang banyak memilih sifat fisik mereka. Sebagai contoh: garnet kalsium umumnya mempunyai berat jenis lebih rendah, kekerasan lebih rendah dan biasanya berwarna hijau. Sebaliknya, manganese garnet mempunyai berat jenis lebih tinggi, kekerasan yang lebih besar dan biasanya berwarna merah.

Proses Terbentuknya Garnet

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa garnet sanggup terbentuk hampir disemua jenis batuan, di bawah ini yakni penjelasannya.

Garnet di Batuan Metamorf
Sebagian besar garnet terbentuk pada batas lempeng konvergen yang ditindaklanjuti oleh metamorfosis regional. Panas dan tekanan akhir proses metamorfisme menghasilkan ikatan kimia gres dan menyebabkan mineral mengkristal ke dalam struktur yang lebih stabil pada kondisilingkungan suhu dan tekanan yang baru. Aluminium garnet, almandine, umumnya terbentuk di lingkungan ini.


Saat batuan bermetamorfosis, butiran garnet mulai terbentuk dan perlahan membesar selama proses metamorfosis berlangsung. Ketika kristal garnet tumbuh, mereka akan mulai menggantikan materi penyusun batuan lainnya yang ada di sekitarnya. Gambar di bawah ini mengatakan kenampakan mikroskopis dari butiran-butiran garnet yang telah berkembang dalam matriks sekis. Gambar tersebut juga sanggup menunjukkan butiran mineral garnet menyerupai tumbuh pada batuan "host"nya. Hal ini sanggup menjelaskan mengapa begitu banyak garnet terbentuk oleh proses metamorfosis regional.

mineral pembentuk batuan dengan struktur kristal dan komposisi kimia umum X √ Garnet Adalah Kelompok Mineral, Bukan Batuan
Gambar Berbagai Macam Jenis Garnet.

Kelompok garnet kalsium biasanya terbentuk dikala batugamping lempungan (argillaceous limestone) teralterasi menjadi marmer melalui kontak metamorfisme sepanjang tepi intrusi batuan beku. Kelompok garnet kalsium ini (andradite, grossular, dan uvarovite) biasanya berwarna hijau dengan berat jenis yang lebih rendah. Sedikitnya ada 2 jenis garnet kalsium yang sangat terkenal dalam dunia gamestone yaitu tsavorite (grossular berwarna hijau terang) dan demantoid (sebuah andradite berwarna hijau keemasan).

Garnet di Batuan Beku
Garnet sering terdapat dalam batuan beku sebagai mineral aksesori, misalnya pada granit. Banyak orang yang dekat dengan almandine garnet alasannya mereka kadang kala terlihat sebagai kristal merah gelap di batuan beku granit. Spessartine yakni garnet oranye yang ditemukan sebagai kristal di granit pegmatites. Pyrope yakni garnet merah yang terbawa ke permukaan bumi dalam bentuk potongan-potongan peridotit selama letusan gunung berapi. Garnet juga sanggup ditemukan di dalam pemikiran lava basaltik.


Garnet di Material Sedimen dan Batuan Sedimen
Garnet merupakan mineral yang relatif tahan terhadap perlapukan. Mereka sering ditemukan terkonsentrasi di tanah. Garnet dalam material sedimen terbentuk dikala batuan sumber (garnet-bearing) lapuk dan tererosi. Pengkonsentrasian garnet menyerupai ini sering disebut dengan garnet aluvial. Garnet aluvial sering menjadi sasaran operasi penambangan alasannya mereka gampang untuk ditambang dan diekstraksi dari sedimen/tanah walaupun dengan pengolahan secara mekanis.

Sumber http://www.geologinesia.com

Tuesday, February 27, 2018

√ Mineralogi Logam Tanah Jarang Di Indonesia

Berdasarkan hasil penelitian di Indonesia, mineral-mineral yang mengandung unsur tanah jarang di Indonesia terdapat sebagai mineral ikutan dari acara penambangan timah dan emas aluvial. Hal ini merupakan sebuah peluang untuk sanggup diambil sebagai produk sampingan yang memperlihatkan nilai tambah sehingga sanggup mengurangi materi galian tertinggal dan materi galian terbuang dalam suatu acara penambangan.

Baca juga: Genesa Endapan Sekunder Logam Tanah Jarang

Potensi endapan timah dan emas aluvial di Indonesia kita ketahui cukup berlimpah. Mineral utama mengandung unsur atau logam tanah jarang yang banyak ditemukan di Indonesia yaitu xenotim, monasit, dan zircon yang berasosiasi dengan kasiterit yang diperoleh dari penambangan timah aluvial. Berikut ini diuraikan ketiga mineral utama LTJ yang banyak ditemukan di Indonesia:

Berdasarkan hasil penelitian di Indonesia √ Mineralogi Logam Tanah Jarang di Indonesia
Tabel Mineral Utama LTJ pada Penambangan Timah Aluvial.

MONASIT
Monasit yaitu mineral fosfat yang mengandung LTJ dan thorium (Ce,La,Pr,Nd,Th,Y)PO4 dan mengandung 60-62% total oksida tanah jarang. Monasit umumnya diambil dari konsentrat yang merupakan hasil pengolahan dari endapan aluvial mineral logam berat lain.

Monasit mempunyai kandungan thorium yang cukup tinggi, sehingga mineral tersebut mempunyai sinar alfa (sifat radiaktif). Thorium memancarkan radiasi tingkat rendah, dengan hanya memakai selembar kertas saja maka akan terhindar dari radiasi yang dipancarkannya.

Baca juga: Timah Placer

Monasit tahan terhadap pelapukan kimia dan mempunyai berat jenis yang tinggi dalam asosiasinya dengan mineral berat lainnya ibarat ilmenit, magnetit, zircon, dan rutil. Kristal monasit berwarna kuning hingga coklat atau orange-coklat dengan kilap sutera. Butiran monasit biasanya berbentuk prismatik dengan diakhiri bentuk membaji, bentuk lainnya biasanya granular dan bentuk pejal.

XENOTIM
Xenotim yaitu mineral fosfat yang mengandung Y (YPO4) dan merupakan senyawa yttrium fospat dengan kandungan 54-65% LTJ termasuk erbium, cerium, dan thorium. Xenotim juga merupakan mineral yang sering ditemukan dalam pasir mineral berat serta dalam pegmatit dan batuan beku.

Xenotim berwarna coklat kekuningan hingga coklat kemerahan dengan kilap sutera. Warna lain xenotime biasanya kelabu, oranye, dan hijau. Xenotim selalu akan hadir sebagai mineral pelengkap dalam batuan asam dan alkalin, walaupun dikala ini telah teramati dalam sekis mika dan gneiss yang kaya kuarsa. Selain itu, xenotim sanggup hadir sebagai mineral rombakan.

Xenotim sanggup secara gampang tertukar dengan zircon oleh alasannya kesamaan bentuk kristal dan kenampakan secara keseluruhan. Namun demikian, xenotim tidak sekeras zircon dan menampakan kepingan sempurna.

ZIRCON
Zircon merupakan senyawa zirkonium silikat yang di dalamnya sanggup terkandung thorium, yttrium, dan cerium.

Baca juga: Genesa Endapan Primer Logam Tanah Jarang

Ketiga jenis mineral yang mengandung LTJ di atas banyak ditemukan dalam penambangan timah aluvial di tempat Bangka-Belitung dan Kepulauan Riau. Masing-masing wilayah penambangan memperlihatkan karakteristik persen berat kelimpahan kasiterit, monasit, xenotim, dan zircon yang berbeda-beda.
Sumber http://www.geologinesia.com

Sunday, February 11, 2018

√ Mineral Yakni Padatan Senyawa Kimia Anorganik, Ini Pengertian Lengkapnya

Menurut ilmu geologi, mineral ialah padatan senyawa kimia homogen, anorganik, yang mempunyai sistem kristal tertentu dan terbentuk secara alami. Setidaknya ada 5 syarat sebuah bahan disebut mineral yaitu alami, anorganik, padat, mempunyai komposisi kimia khusus, dan mempunyai struktur internal.

Mineral ialah "Alami" artinya bukan buatan manusia, mineral ialah "Anorganik" berarti bahwa tidak dibentuk oleh organisme, mineral ialah "Padat" berarti bahwa tidak berbentuk cairan atau gas pada suhu dan tekanan standar. Mineral ialah bahan yang "Memiliki komposisi kimia khusus" berarti bahwa semua mineral mempunyai komposisi kimia yang bervariasi dalam kisaran tertentu, dan yang terakhir mineral ialah suatu bahan yang "Memiliki struktur internal" artinya bahwa atom dalam mineral harus berada dalam contoh yang sistematis dan berulang.

Pertanyaan lain yang sering berafiliasi dengan tanggapan diatas ialah sebagai berikut:
  • Mineral ialah apa ?
  • Jelaskan pengertian mineral ?
  • Apa itu mineral ?
  • Mineral berasal dari apa ?
  • Apa pengertian mineral ?
  • Syarat sebuah bahan disebut mineral ?
  • Definisi mineral berdasarkan ilmu geologi ?

 mineral ialah padatan senyawa kimia homogen √ Mineral ialah Padatan Senyawa Kimia Anorganik, Ini Pengertian Lengkapnya

Untuk mengenal lebih jauh mengenai apa itu mineral, silahkan menuju ke artikel geologinesia yang berafiliasi dengan "pengertian mineral" pada link dibawah ini:
1. Dolomit ialah Mineral, Bukan Batuan
2. Garnet Adalah Kelompok Mineral, Bukan Batuan
3. Pengertian, Sifat, dan Jenis-Jenis Mineral
Sumber http://www.geologinesia.com

Wednesday, January 31, 2018

√ Zeolit Berdasarkan Perspektif Geologi

Apa itu Zeolit ? - Zeolit yaitu nama kelompok besar mineral yang memiliki sifat atau ciri utama porous, tersusun atas mineral aluminosilikat (struktur dasar mereka saling interloking tetrahedral pada SiO4 dan AlO4) yang mengandung cukup banyak air, serta tingginya kemampuan pertukaran kation. Sifat yang demikian menciptakan zeolit banyak di fungsi kan sebagai materi penyerap.

Baca juga: Pirit Sebagai Mineral Petunjuk Adanya Emas

Nama zeolit sesungguhnya berasal dari bahasa Yunani, yaitu "zeo" yang berarti "mendidih", dan "litos" yang berarti "batu". Zeolit diberi nama menyerupai itu alasannya yaitu dikala kau memanaskannya, maka mereka biasanya melepaskan air dalam bentuk uap.

Zeolit yaitu group mineral dimana ada puluhan mineral dalam group zeolit, diantaranya yaitu natrolite, tschernichite, gmelinite, serta masih banyak lagi lainnya. Kamu bisa melihat daftar mineral zeolit DISINI.

 Zeolit yaitu nama kelompok besar mineral yang memiliki sifat atau ciri utama porous √ Zeolit Menurut Perspektif Geologi


Pembentukan Zeolit

Mineral Zeolit sering terbentuk melalui interaksi batuan vulkanik, bubuk serta air tanah alkali. Dengan demikian, Kamu sanggup sering menemukan kristal zeolit spektakuler nan sangat indah dalam rongga (vesicle) maupun vugs pada batuan vulkanik menyerupai basalt ( biasanya dalam bentuk amygdules atau rongga berisi kristal zeolit ). Zeolit juga sanggup terbentuk dengan cara mengkristal di cekungan bahari dangkal.

Baca juga: Olivin yaitu Kakak Semua Mineral

Kegunaan Zeolit

Kegunaan mineral zeolit sangat luar biasa untuk menyerap, menahan, melepaskan, serta menukar materi kimia, nutrisi, racun maupun ion yang berbeda sesuai kebutuhan. Berikut ini beberapa manfaat ataupun kegunaan zeolit di beberapa bidang :
  • Pengendalian Pencemaran: Mampu meningkatkan acara biologis, mengurangi volume maupun anyir lumpur, mengurangi kadar amonia.
  • Pertambangan: Remediasi tambang melalui perembesan dan retensi logam berat berbahaya serta limbah metalurgi lainnya.
  • Pemupukan: Mampu mencegah leeching dan menahan nutrisi berharga menyerupai amonium nitrat, potasium, magnesium dan kalsium,
  • Hortikultura: Mempertahankan nutrisi lebih usang untuk menurunkan biaya pupuk serta mengurangi leeching unsur hara.
  • Stockfeeds: Mengurangi keracunan amonia, menaikkan kadar nitrogen dalam pupuk, serta membatasi tingkat kelembaban dalam limbah organik.
  • Akuakultura: Mengurangi tingkat amonia di dalam bak dan tangki, sebagai Filtrat air besih di tangki.
  • Gambut: Menghasilkan peningkatan gambut yang signifikan, meningkatkan kadar potassium tanah, meningkatkan secara permanen kapasitas tukar kation di gambut.
  • Vermikultura: Sebagai perangkap nitrogen melalui pertukaran kation, menyerap dan mengikat logam berat, menstabilkan nilai pH; Meningkatkan nilai gizi dari vermicast.

Sumber http://www.geologinesia.com