Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Friday, April 6, 2018

√ Mengenal Kejiwaan Tipe Siswa Introvert Dan Ekstrovert

Salah satu pendekatan berguru siswa yakni dengan mengenal tipe kejiwaan siswa apakah ia termasuk ke dalam tipe Introvert ataukah termasuk Ekstrovert. Dengan mengenal jiwa siswa secara individu tersebut, guru akan menjadi lebih bisa menemukan strategi, cara, metode atau teknik yang sempurna bagi pembelajaran mereka. Strategi, cara, metode atau teknik berguru yang sesuai dengan kejiwaannya menciptakan mereka akan lebih bisa menyesuaikan dengan pembelajaran.

Ada yang harus di pahami oleh orang-orang bahwa setiap insan mempunyai tipe-tipe kepribadian yang berbeda-beda dan unik-unik. Ketidaksamaan tersebut merupakan ciri khas dari setiap individu yang ditampakkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dalam cara pengambilan keputusan, prilaku verbal dan non verbal, menangani masalah, interaksi sosial, metode belajar, dan lain sebagainya. Hal itu sanggup dianalisa dalam kontekstualnya dengan memahami di setiap perbedaan. Sehingga Eysenk mencetuskan bahwa tipe umum kepribadian terbagi menjadi dua bab yaitu Ekstrovert dan Interovert yang kedua macam tersebut mempunyai pandangan yang berbeda-beda dalam menanggapi lingkungan dan sosial juga dalam hal psikososialnya.
Salah satu pendekatan berguru siswa yakni dengan mengenal tipe kejiwaan siswa apakah ia t √ Mengenal Kejiwaan Tipe Siswa Introvert dan Ekstrovert
Introvert dan Ekstrovert
Tipe umum kepribadian introvert berdasarkan Jung ialah seseorang yang mempunyai pandangan yang subjektif dan terindividualisasi dalam melihat hal-hal di dunia. Sedangkan ekstrovert ialah seseorang yang mempunyai pandangan yang objektif dan tidak dipersonalisasikan mengani dunia. Namun berbeda dengan Eysenk, bahwa seseorang yang mempunyai tipe ekstrovert ialah mempunyai karakteristik yang lebih terbuka dan kemampuan bersosialisasi yang impulsif, sementara introvert berkebalikan dari introvert yang cenderung tertutup dan kurang bisa bersosialisasi.

Dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert tersebut mana yang anda sukai? Sebuah pertanyaan pilihan akan memiliih sesuai dengan tipe kepribadiannya sendiri namun hal itu jarang ditemui untuk menentukan dua-duanya ataupun diantaranya alasannya kita terkadang membutuhkan dan menginginkan sesesorang di situasi-situasi yang berbeda-beda atau di satu situasi namun dengan membutuhkan sifat yang berbeda sehingga ketidaksamaan akan melengkapi satu sama lainnya.

Orang-orang yang suka ekstrovert seperti bahagia bercanda, penuh gairah, cepat dalam berpikir, optimis, serta sifat lain yang mengindikasikan orang-orang yang menghargai korelasi mereka dengan orang lain. Dari contoh-contoh tersebut merupakan langsung yang menciptakan orang lain berceria dan suasana menjadi ramai alasannya seseorang yang suka bercanda akan selalu menciptakan orang lain tertawa lepas dengan guyonan dan kelucuannya yang ceplas-ceplos. Tidak hanya itu tipe ekstrovert akan menciptakan orang lain ikut semangat juga alasannya mereka selalu optimis dalam melaksanakan hal, kemudian peka terhadap lingkungan dengan menghargai teman-teman maupun keluarga tanpa keegoisan dirinya.

Selanjutnya orang yang mempunyai tipe langsung introvert yaitu pendiam, pasif, tidak terlalu bersosialisasi, hati-hati, tertutup, penuh perhatian, pesimistis, damai, tenang, dan terkontrol. Seseorang yang mempunyai langsung introvert akan susah untuk mempunyai sobat yang gres alasannya sosialisasinya terhambat dan komunikasinya kurang sehingga terkadang menciptakan orang lain optimis dan selalu serius terhadap lingkungan namun satu hal yang diunggulkan dalam langsung introvert ini yaitu ia penuh perhatian terhadap sosialnya dan menjadikannya tenang dan hening tidak suka keadaan yang rame. Yang mengakibatkan dasar perbedaan langsung introvert dan ekstrovert ialah sifat dasar biologis dan genetiknya bukan terletak pada prilakunya.

Untuk membedakan orang ekstrovert dan introvert ialah kalau introvert menghindari aktivitas-aktivitas yang menegangkan dan menantang menyerupai memimpin, olahraga kompetitif, menuruni bukit, dan lain-lain alasannya orang introvert mempunyai ambang sensoris yang rendah namun tingkat rangsangan kortikal yang tinggi. Sementara ekstrovert kebalikan dari introvert yaitu lebih suka beragam-ragam aktivitas-aktivitas dengan sifat yang menantang menyerupai mendaki gunung, mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, minum-minuman alkohol, dan lain-lain alasannya langsung ekstrovertmemiliki ambang sensoris yang tinggi namun rangsangan kortikal yang rendah.

Introvert dan ekstrovert, mana yang lebih baik? Tidak ada kepribadian yang paling baik alasannya keduanya saling melengkapi. Keduanya sebagai penyeimbang bagi satu sama lain. Apa akhirnya kalau dunia ini hanya diisi oleh kaum ekstrovert begitu pun sebaliknya. Bukan kah sungguh monoton jadinya?
Sumber http://menofschool.blogspot.com

Thursday, April 5, 2018

√ Karakteristik Orang Introvert Dan Nilai Aktual

Dunia selalu menyayangi orang ekstrovert, dan seorang introvert sering dipandang sebagai suatu ketidakcocokan. Apakah itu benar? Atau apakah ada laba menjadi seorang introvert? Mari kita cari tahu.

“Sendirian, bukan berarti saya kesepian. Dalam kesendirian, saya gunakan semua imajinasiku dan kreativitasku.”- Bram Ardianto

Ada beberapa orang diluar sana yang selalu dianggap aneh, yang tidak bisa dibaca, dimengerti, dan susah ditebak, sering menciptakan orang lain tidak nyaman, dan mereka yaitu orang-orang introvert. Sementara ekstrovert di luar sana, sepertinya begitu nyaman dengan sekelompok orang, merencanakan mau pergi kemana simpulan minggu, orang introvert mungkin hanya duduk di pinggiran suatu daerah sendirian, menghirup minuman sesekali menghisap rokoknya sambil bermain dengan pikirannya sendiri … mencari kebenaran jalan kehidupan, atau dengan senyum sopan di wajahnya … mengamati orang berlalu-lalang.
 dan seorang introvert sering dipandang sebagai suatu ketidakcocokan √ Karakteristik Orang Introvert dan Nilai Positif
Introvert Personality
Sudah merupakan hal umum bagi introvert mendapatkan cap sebagai orang sombong, mempunyai kecemasan sosial atau fobia sosial. Tapi itu semua tidak benar. Introvert hanya lebih terfokus pada dunia batin mereka sendiri, tidak ibarat orang ekstrovert yang secara alami berorientasi pada dunia luar. Introvert tidak membenci orang, dan mereka niscaya tidak perlu untuk diselamatkan dari dunia mereka, alasannya sepertinya ada kesalahpahaman populer. Yang tentu saja muncul alasannya orang ekstrovert sering dianggap lebih baik daripada introvert, dan dunia sepertinya lebih mendapatkan fakta ini.

Ya, introvert tenang, kalem, lebih sulit untuk dibaca daripada ekstrovert yang khas, tapi itu tidak selalu hal yang buruk, ibarat yang sering diduga banyak orang. Hanya saja seorang introvert kurang dalam pengaturan sosial, ataupun tidak tahu caranya bersikap (dan saya memakai istilah yang sangat longgar), ia menciptakan itu di bidang lainnya. Jadi, apa bersama-sama sisi faktual dari seorang introvert?

Sisi Positif dan Karakteristik Orang Introvert

1. Lebih menyenangkan berada di manapun dengan siapapun

Introvert menjaga diri mereka sendiri, mungkin belum tentu berbicara kecuali diajak berbicara, dan akan menghindari konflik sebagai hukum praktis. Mereka tidak garang dan kurang ajar, dan mereka niscaya tidak menghina orang. Semua hal, mereka sangat menyenangkan berada di sekitar dengan siapapun meskipun tetap lebih menentukan untuk tak banyak bicara.

2. Unik pada banyak hal

Introvert berpikir banyak. Dan berpikir begitu banyak memungkinkan mereka untuk memahami dan menganalisis hal-hal, bukan hanya pada tingkat dangkal, tetapi pada tingkat yang lebih dalam, dan sebagai hasilnya, mereka mengembangkan sepenuhnya mengambil pelajaran unik. Mereka, oleh alasannya itu, menciptakan pemecah dilema yang baik dan merupakan aset di daerah kerja. Bahkan, mereka sering terbukti menjadi individu yang sangat kreatif alasannya ini sifat yang sangat bisa berpikir di luar nuansa hal yang jelas.

3. Mereka yaitu ‘sahabat berkualitas’

Orang mungkin beranggapan bahwa mereka bukan sobat yang bisa untuk diajak bermain, tetapi pendapat itu segera hilang sesudah seseorang berinteraksi dengan mereka. Hanya saja mereka perlu tahu seseorang untuk merasa nyaman di sekitar mereka. Setelah selesai, mereka hanya mungkin bahagia mengejutkan Anda dengan jenis hal yang mereka tak pernah segan harus berbagi. Ekstrovert mungkin menyukai semua kebisingan, tapi seorang introvert mungkin mempunyai cerita yang sangat unik untuk diberitahukan … ia harus ingin memberitahu mereka, itu saja.

4. Nyaman berada sendirian

Ekstrovert sulit untuk menyendiri, dan selalu ingin ditemani orang untuk alasan yang sama. Introvert cukup nyaman ditinggal sendirian dengan pikirannya dan yang mungkin, di sisi lain, mencari kesunyian dari waktu ke waktu. Itu tidak berarti bahwa mereka lebih suka menyendiri pada ‘semua waktu’, mereka bisa saja juga pergi ke pesta dan melaksanakan semua yang meriah, tapi sesudah selesai, mereka mungkin hanya ingin pulang dan bersantai daripada pergi nongkrong dengan yang lain.

5. Lebih menentukan kualitas daripada kuantitas

Introvert mempunyai beberapa sobat bersahabat dan lebih menentukan mengatur hal ini untuk mengumpulkan kenalan. Mereka mengambil waktu untuk mengenal orang, dan menjadikan sobat tertentu hanya sesudah benar-benar mengenalnya dengan baik saja. Pada gilirannya, mereka tetap bisa dijadikan sahabat yang sangat baik juga.

6. Tidak melaksanakan banyak kejanggalan sosial

Introvert tidak selalu bereaksi keras dan segera dalam mengatasi situasi. Mereka mengambil waktu untuk memahami kejadian, berfikir, dan memahami segala sesuatu sebelum berkata apa-apa. Itulah mengapa mereka cenderung menderita kejanggalan sosial.

7. Adalah pendengar yang sangat baik

Dalam dunia di mana semua orang ingin didengar, seorang introvert lebih suka mendengarkan saja, dimana itu yaitu suatu kebajikan. Introvert suka mengamati orang-orang dan mempelajari sifat mereka, dan saat seseorang berbicara kepada seorang introvert, mereka mendapatkan kepuasan yang telah didengar, alasannya seorang introvert bisa memberikan dari apa yang sudah dipelajarinya. Introvert tidak menghakimi, berkomentar, atau memberi saran perihal apa yang tidak perlu seseorang harus dan tidak harus dilakukan dalam hidupnya sendiri. Mereka menyediakan pertolongan tanpa menghakimi.

8. Praktis untuk berada di sekitarnya

Introvert sangat rendah dan sederhana. Mereka, oleh alasannya itu, tidak menjadikan bahaya bagi siapa pun. Mereka tidak selalu berada di mana saja, menginginkan satu bentuk acara atau yang lain, mereka tidak menuntut menginginkan sesuatu dilakukan dengan cara mereka, ataupun murka kalau tidak dilaksanakan, dan mereka niscaya tidak mengambil alih dan bertanggung jawab, atau memaksa orang lain untuk mengikuti. Mereka tidak mendominasi, dan mereka tidak suka orang lain mendominasi kehidupan mereka sendiri dalam semua hal, mereka sangat gampang untuk berada di sekitar dengan siapapun.

9. Mereka lebih santai

Introvert lebih suka santai, gaya hidup tetap yang tidak penuh acara dan konstan dalam hal menargetkan sesuatu. Mereka lebih menentukan untuk menjaga bisnis mereka sendiri, dan sobat sekamar atau tetangga yang sempurna.

10. Mereka memancarkan aura misteri

Introvert tidak terbuka terlalu sering, mereka tidak sanggup dengan gampang dibaca, tidak ada yang tahu apa yang mereka pikirkan, dan kadang-kadang, orang mungkin menemukan mereka tersenyum untuk diri mereka sendir i-semua ini hanya menambah misteri perihal kehidupan mereka. Mereka tidak ibarat buku terbuka, jadi kalau seseorang benar-benar meluangkan waktu untuk mengenal mereka, mereka niscaya akan terkejut melihat banyak sisi menarik dan unik dari kepribadian mereka.

Banyak orang introvert merasa sulit untuk menjadi diri mereka sendiri dalam banyak sekali situasi, alasannya kebanyakan orang merasa lebih gampang dan nyaman untuk berada di sekitar orang ekstrovert. Mereka menemukan hal lebih gampang dilakukan daripada harus menjelaskan mereka sisi yang lebih rumit dari dunia. Setelah kita ketahui, alasannya begitu banyak sisi faktual menjadi seorang introvert, mengapa orang tidak meluangkan waktu untuk mencoba mengenal mereka, ibarat apa mereka dan untuk siapa mereka?

Refrensi dan Sumber http://bramardianto.com/sisi-positif-dan-karakter-orang-introvert.html

Sumber http://menofschool.blogspot.com

Wednesday, March 28, 2018

√ Mengenal Macam Kecerdasan Anak

Definisi ihwal apa itu "kecerdasan" sebagaimana pandangan Spearman telah banyak menimbulkan kita percaya dan yakin hanya satu cara supaya anak menjadi cerdas. Definisi kecerdasan berdasarkan pandangan Spearman merupakan kemampuan kognitif general yang sanggup diukur dan dinyatakan dengan angka. Oleh alasannya yakni itu, cukup banyak orang bau tanah anak bertanya “seberapa cerdas anak saya?” dan mencari balasan dari hasil ujian yang dinyatakan dengan angka.

Original Source from : http://blog.temantakita.com/kecerdasan-majemuk/
Dalam kenyataannya, setiap anak sanggup menjadi cerdas dengan jalannya masing-masing. Kenyataan tersebut yang lalu diteorikan menjadi "Kecerdasan Mmajemuk" oleh Howard Gardner. Menurutnya, kecerdasan yakni kemampuan untuk memecahkan duduk kasus dan membuat produk yang mempunyai nilai budaya. Dalam pengertian lain, kecerdasan yakni kemampuan komputasi seseorang, kemampuan seseorang dalam mengolah jenis warta tertentu.

Satu dari 6 prinsip kecerdasan majemuk menyatakan bahwa ada banyak jalan biar anak menjadi cerdas. Jumlah jalan menjadi cerdas tak terbatas, sebanyak variasi komposisi 8 kecerdasan majemuk yang dimiliki oleh seorang anak. Makara jalan menjadi cerdas bukan hanya 1 jalan, bahkan bukan hanya 8 jalan, tapi tak terbatas jumlahnya, tersusun dari 8 kecerdasan beragam berikut ini.

Kecerdasan Aksara

Kecerdasan Aksara adalah kecerdasan mengelola bahasa, baik mulut maupun tertulis. Anak dengan kecerdasan huruf berpikir dengan kata-kata, di dalamnya meliputi kepandaian dalam berbahasa untuk berbicara, menulis, membaca, menghubungkan, dan menafsirkan.

Kecerdasan Alam

Kecerdasan Alam yakni kemampuan memahami alam untuk menjaga keseimbangan. Anak dengan kecerdasan alam mempunyai keterkaitan yang besar lengan berkuasa dengan alam semesta. Ia lebih peka terhadap aneka macam tanda-tanda alam, tumbuhan maupun hewan.

Kecerdasan Diri

Kecerdasan Diri adalah kemampuan dalam memahami dan mengelola diri. Anak dengan kecerdasan diri peka terhadap emosi, ide, impian dan motivasi yang dirasakannya.

Kecerdasan Imaji

Kecerdasan Imaji adalah kemampuan memahami, mengelola dan membuat imaji dari suatu obyek dan ruang. Anak dengan kecerdasan imaji akan lebih peka pada warna atau bentuk dari sebuah obyek.

Kecerdasan Logika

Kecerdasan Logika adalah kemampuan dalam memahami dan mengelola hubungan logis antara dua kejadian atau simbol. Anak dengan kecerdasan logika berpikir dengan penalaran, yaitu mencari korelasi sebuah warta dengan warta lainnya, contohnya korelasi alasannya yakni dan akibat.

Kecerdasan Musik

Kecerdasan Musik adalah kemampuan dalam memahami dan mengelola nada dan irama untuk mengekspresikan sebuah pandangan gres atau emosi. Anak dengan kecerdasan musik mempunyai kepekaan dalam mengetahui dan membedakan bunyi yang berirama dengan yang acak.

Kecerdasan Relasi

Kecerdasan Relasi adalah kemampuan memahami orang lain untuk membangun kekerabatan sosial. Anak dengan kecerdasan kekerabatan mempunyai kepekaan terhadap keadaan, suasana hati, impian dan perilaku orang lain, serta jeli terhadap perubahan perilaku orang lain.

Kecerdasan Tubuh

Kercerdasan Tubuh adalah kemampuan dalam memahami dan mengelola badan untuk berkarya atau mengekspresikan emosi. Kecerdasan badan berkaitan dengan kepekaan menyadari perubahan posisi, tekanan, dan keseimbangan tubuh.
Sumber http://menofschool.blogspot.com

Thursday, March 15, 2018

√ Pengertian Memori Insan Lengkap Fungsi, Jenis, Teori, Proses Dan Perjuangan Meningkatkan Kemampuan Memori

Setiap insan niscaya melibatkan memori dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari, menyerupai mengingat hal apa saja yang sudah terjadi serta apa saja yang akan direncanakannya. Hal itu ialah belahan dari memori. Memori sanggup diartikan sebagai ingatan. Memori merupakan alat atau kawasan menerima, mengelola, serta menyimpan isu ke dalam otak dan bisa digunakan kembali (mengingat kembali) isu tersebut. Memori mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia.

Nahh... Pada pembahasan kali ini kami akan membahas ihwal Memori Pada Manusia secara lengkap, mulai dari pengertian memori, fungsi memori, jenis-jenis memori, teori-teori memori, proses-proses memori, perjuangan meningkatkan kemampuan memori, dan proses memori memerlukan organisasi salah satu. Untuk selengkapnya, mari eksklusif saja kita simak pembahasan dibawah ini.
 Setiap insan niscaya melibatkan memori dalam melaksanakan aktivitas sehari √ Pengertian Memori Manusia Lengkap Fungsi, Jenis, Teori, Proses dan Usaha Meningkatkan Kemampuan Memori
Ilustrasi Memori Manusia

Pengertian Memori

Secara etimologi, kata memori berasal dari bahasa inggris yaitu 'memory'. Secara sederhana, memori ialah kemampuan untuk menyimpan isu sehingga sanggup digunakan lagi dimasa yang akan datang. Manusia atau organisme sanggup menyimpan isu yang diterima yaitu melalui semua indera yang akan diubah bentuknya sedemikian rupa sehingga sanggup disimpan kedalam otak. Secara singkat memori sanggup diartikan sebagai suatu sistem pengolahan informasi.

Fungsi Memori

  1. Storage (Menyimpan) ialah proses dimana enconding selesai dilakukan gres sanggup melaksanakan penyimpanan atau resensi. 
  2. Enconding (Memasukkan Informasi) ialah proses pengubahan isu kedalam gelombang-gelombang listrik atau simbol-simbol tertentu yang sama dengan perangkat yang ada pada organisme. 
  3. Retrieval (Menimbulkan Kembali) ialah pemanggilan kembali isu yang sudah tersimpan didalam otak.

Jenis-Jenis Memori

Berdasarkan pengertian diatas, dikenal tiga jenis memori, yaitu :
  1. Memori Sensoris, yaitu proses penyimpanan memori melalui jalur syaraf-syaraf sensoris yang berlangsung dalam waktu amat pendek. Misalnya; Untuk menggambarkan memori sensoris ini cobalah matikan semua lampu diruang berguru Anda sebentar, dekatkan jari-jari tangan Anda pada lampu diatas meja, kemudian buka mata sejenak dan tutup lagi kedua mata Anda. Pada ketika itu akan terlintas bayangan jari-jari Anda selama beberapa detik. Seperti itulah berlangsungnya memori sensoris. 
  2. Memori Jangka Pendek, yaitu suatu proses penyimpanan memori sementara. Disebut juga Working Memory, lantaran isu yang disimpan hanya dipertahankan selama isu itu masih dibutuhkan. 
  3. Memori Jangka Panjang, yaitu proses penyimpanan isu yang relatif permanen.
Ketiga jenis memori ini saling bekerjasama erat. Informasi akan selalu diterima ke dalam memori sensoris, kemudian akan diteruskan ke dalam memori jangka pendek dan yang lain hilang. Dari memori jangka pendek ada proses seleksi lagi untuk diteruskan ke memori jangka panjang yang tidak diteruskan juga akan dilupakan.

Teori-Teori Memori

Berikut teori-teori memori ada 3, yaitu :
Teori Motivated Forgetting 
Menurut teori ini, seseorang akan cenderung berusaha melupakan hal-hal yang menyakitkan. Hal-hal yang tidak menyenangkan atau menyakitkan ini akan cenderung di tekan atau tidak di perbolehkan muncul dalam kesadaran. Teori ini didasarkan atas teori psikoanalisis yang di pelopori oleh Sigmund Freund. Dari klarifikasi di atas, sanggup diketahui bahwa teori ini juga beropini bahwa isu yang sudah disimpan masih selalu ada. 

Teori Retrrievak Failure 
Teori ini pada hakikatnya sependapat dengan teori interferensi yang menyatakan bahwa isu yang telah disimpan dalam memori jangka panjang selalu ada, tetapi kegagalan untuk mengingat kembali tidak disebabkan tidak adanya petunjuk yang mencukupi dengan demikian, jikalau syarat tersebut dipenuhi (disajikan petunjuk yang tepat), maka isu tersebut niscaya sanggup di telusuri serta diingat kembali.

Lupa Karena Sebab-sebab Fisiologis 
Para peneliti sependapat bahwa setiap penyimpanan akan diiringi banyak sekali perubahan fisik di otak. Perubahan fisik ini disebut dengan 'engram'. Gangguan pada engram ini akan menimbulkan amnesia (lupa ingatan). Jika yang dilupakan merupakan informasi-informasi yang sudah disimpan beberapa waktu yang lalu, yang mengalami hal tersebut dikatakan menderita amnesia antegrad. Karena proses lupa dalam kedua kasus ini erat hubunganya dengan faktor-faktor biokimiawi otak, maka kurang menjadi fokus perhatian bagi para pendidik.

Proses-Proses Memori

Proses Enconding 
Enconding adalah suatu proses mengubah suatu isu ke dalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori pada organisme. Proses ini sangat kuat pada lamanya suatu isu yang disimpan dalam memori. 
  1. Enconding dalam memori sensoris. Pada ketika mata kita melihat sesuatu, atau indera pendengaran sanggup mendengar sesuatu, isu dari indera-indera itu akan diubah dalam bentuk impuls-impuls neural dan dihantarkan ke belahan tertentu di otak. Proses ini berlangsung dalam waktu yang sepersekian detik. Sinar yang mengenai retina di terima oleh reseptor-reseptor yang ada, kemudian sinar tersebut di transformasikan bentuknya ke dalam impuls-impuls neural dan dikirim ke otak. 
  2. Encoding dalam memori jangka pendek. Mula-mula akan berlangsung proses endocing seperti dalam memori sensoris, yaitu rangsang diterima oleh indera, diubah bentuknya menjadi implus-implus neural dan di kirim ke otak. Akan tetapi isu yang telah diterima oleh otak kemudian dikenai oleh suatu proses yang disebut control processes, yaitu proses yang mengatur laju dan mengalirnya isu . Informasi yang masuk melalui indera dan disimpan dalam memori sensoris sanggup dianggap sebagai materi mentah yang jumlahnya banyak sekali, kemudian jumlah yang banyak itu akan diseleksi berdasarkan beberapa cara dalam control processes. Mekanisme lain digunakan untuk menyeleksi isu ialah attention (perhatian). Perhatian ini menyaring isu yang masuk kedalam memori jangka pendek sehingga hanya sebagian kecil yang boleh lewat. 
  3. Encoding dalam memori jangka panjang. Dalam memori jangka pendek isu tersebut sudah diseleksi berdasarkan control processes. Untuk sanggup masuk kedalam memori jangka panjang, perlu dilakukan lagi yang disebut semantic atau imagery coding. Dalam proses ini arti dari isu dianalisis lebih jauh lagi.

Baca Juga : Bagian Otak Manusia Dan Fungsinya, Lengkap Penjelasan Dan Gambar

Proses Penyimpanan Informasi (Storage)
Penyimpanan isu atau storage adalah suatu proses mengendapkan isu yang diterima dalam suatu kawasan tertentu. Penyimpanan ini sekaligus telah meliputi kategorisasi informasi, sehingga kawasan isu disimpan sesuai dengan kategorinya. Penyimpanan isu merupakan prosedur penting dalam memori. Sistem penyimpanan ini sangat mempengaruhi jenis memori yang akan diperagakan oleh organisme.

1. Penyimpanan isu dalam memori sensoris. 
Memori sensoris ternyata mempunyai kapasitas penyimpanan isu yang amat besar, tetapi inforamsi yang disimpan dalam memori sensoris akan mulai menghilang sesudah sepersepuluh detik dan hilang sama sekali sesudah satu detik. Mekanisme semacam ini penting sekali artinya dalam hidup insan lantaran hanya dengan memori menyerupai ini kita bisa menaruh perhatian pada sejumlah kecil isu yang relefan atau berkhasiat bagi hidup kita. 

2. Penyimpanan isu dalam memori jangka pendek.
Kapasitas dalam memori jangka pendek sangat terbatas untuk menyimpan sejumlah isu dalam jangka waktu tertentu. Kapasitas itu sanggup dilihat dengan percobaan yang di sebut: memory-span task. Contoh : Bacalah angka sebagai berikut : 1 3 5 2 7 6 9, secara satu persatu dengan selang waktu kurang lebih satu detik, kemudian pejamkan mata dan ulangi deretan angka tersebut. Kesatun ini membantu kita mengatasi keterbatasan kapasitas memori jangka pendek. Strategi lain yang sering di lakukan ialah yang biasa disebut jembatan keledai. Contoh : ANDAL (kata ini sendiri suatu chunk, jadi gampang di ingat) yang berarti Analisas Dampak Lingkungan, atau LUBER (langsung, umum, bebas, rahasia). 

3. Penyimpanan isu dalam memori jangka panjang. 
Memori jangka panjang sanggup menyimpan isu yang luar biasa banyaknya yang diperoleh sepanjang hidup organisme. Meskipun demikian memori masih bekerja sangat efisien yaitu dengan jalan mereorganisasi isu yang diterima di memori jangka pendek. Reorganisasi ini erat hubunganya dengan proses retrieval atau mengingat kembali isu yang telah disimpan. 

4. Proses mengingat kembali (retrieval). 
Proses mengingat kembali ialah suatu proses mencari serta menemukan isu yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali jikalau diharapkan isu dalam jangka panjang sangat terorganisir. Organisir isu ini besar faedahnya lantaran kapasitas memori ini luar biasa besarnya. Proses mengingat dalam memori jangka panjang ini sangat penting, oleh lantaran itu banyak dilakukan penelitian untuk mengingatnya. 

5. Proses terjadinya lupa. 
Lupa merupakan suatu tanda-tanda di mana isu yang telah disimpan tidak sanggup ditemukan kembali untuk digunakan. Ada 4 teori lupa, diantaranya yaitu: 
  • Teori Interferensi, teori ini menyatakan bahwa isu yang telah disimpan dalam memori jangka panjang masih terdapat dalam gudang memori. Akan tetapi proses lupa terjadi lantaran isu yang satu mengganggu proses mengingat isu yang lain.
  • Decay Theory, teori ini menganggap bahwa memori menjadi semakin jelek dengan berselangnya waktu jikalau tidak pernah diulang lagi (rehearsal). Teori ini mengandalkan bahwa setiap isu disimpan dalam memori akan meninggalkan jejak (memory trace). Jejak-jejak ini akan rusak atau menghilang bila tidak pernah digunakan lagi. Meskipun demikian, banyak jago kini menemukan bahwa lupa tidak semata-mata tidak disebabkan oleh ausnya informasi. 
  • Teori Motiveted Forgetting, berdasarkan teori ini, seseorang akan cenderung berusaha melupakan hal-hal yang menyakitkan. Hal-hal yang tidak menyenangkan atau menyakitkan ini akan cenderung ditekan atau tidak diperoleh.
  • Teori Retrievel Failure, teori ini bekerjsama oke dengan teori interferensi yang menyatakan bahwa isu yang telah disimpan dalam memori jangka panjang selalu ada. Akan tetapi, interferensi tidak menimbulkan kegagalan dalam mengingat kembali sebuah memori. Kegagalan dalam mengingat kembali disebabkan lantaran tidak adanya petunjuk yang memadai. Dengan demikian, jikalau syarat tersebut terpenuhi, maka isu tersebut tentu bisa ditelusuri serta diingat kembali.

Usaha Meningkatkan Kemampuan Memori

Secara umum, terdapat 3 ketentuan yang harus dipenuhi sebagai perjuangan meningkatkan kemampuan memori yaitu sebagai berikut: 
Proses memori bukanlah suatu perjuangan yang mudah.
Hilgard, dkk (1975:222- 224) menyebutkan tiga jenis proses mengingat, diantaranya yaitu: 
  • Recall, yaitu proses mengingat inforrmasi yang di pelajari dimasa kemudian tanpa petunjuk yang di hadapkan pada organisme. 
  • Recognition, yaitu proses mengingat isu yang sudah di pelajari melalui suatu petunjuk yang di hadapkan pada organisme. 
  • Redintegrative, proses mengingat dengan menghubungkan banyak sekali isu menjadi suatu konsep atau dongeng yang cukup kompleks. 

Proses mengingat dalam memori jangka pendek. 
Kapasitas memori jangka pendek sangat terbatas. Oleh lantaran itu, proses mengingat memori jangka pendek tidak membutuhkan waktu yang lama. Ada dua cara dalam mengingat memori jangka pendek yaitu:
  • Parallel Search, isu yang disimpan dalam memori ditelusuri sekaligus. 
  • Serial Search, penulusuran inforrmasi dilakukan pada kesatuan isu satu-persatu. 

Proses dalam memori jangka panjang.
Dijelaskan di atas bahwa penyimpanan hearsal merupakan perjuangan yang sangat membantu. Retensi suatu isu sanggup dibantu dengan cara mengulang isu yang bersangkutan, khususnya untuk mempertahankan isu dimemori jangka pendek dan panjang. Meskipun demikian banyak sekali penilitian menandakan bahwa pengulangan saja tidak ada artinya bila tidak dihubungkan dengan teksa yang sudah dikenal. Pengulangan juga sanggup dilakukakn secara (periodic recall/ hearsal). 

Bahan-bahan yang akan diingat harus berkaitan dengan hal-hal lain. Secara khusus dalam hal ini, konteks memegang peranan penting. Berdasarkan uraian diatas sanggup diketahui bahwa memori sangat membantu jikalau isu yang dipelajari mempunyai kekerabatan dengan hal-hal yang telah diketahui sebelumnya. Konteks bisa berupa tempat, peristiwa, nama sesuatu, persamaan tertentu dan lain-lain.

Proses Memori Memerlukan Organisasi

Salah satu pengorganisasian isu yang sangat dikenal ialah mnemonik (bahasa Yunani: mnemosyne, yaitu dewi memori pada mitologi Yunani). isu diorganisasi sedemikian rupa (dihubungkan dengan hal-hal yang sudah dikenal). Sehingga isu yang kompleks gampang untuk diingat kembali. Salah satu metode memorik yang bisa di lakukan ialah metode loci(metbod of loci; loci = locus = tempat). Individu dimana untuk membayangkan suatu kawasan yang ia kenal dengan baik, contohnya rumahnya, ia membayangkan belahan tertentu dri rumah itu, contohnya dari ruang tamu, hingga ke kamarnya. 

Metode yang lain yang bisa digunakan ialah metode menghubung-hubungkan (link method), yaitu menghubungkan isu yang harus diingat satu dengan yang lainya sehingga mempunyai arti, walau kadang kala agak lucu. Misalnya orang yang berguru musik sering harus menghafal nada-nada yang amat kompleks.

Sumber :
Irwanto. 2014. Psikologi Umum. Jakarta: PT Prinhallindo.
Raharjo, Oko, budi. 2009. Jurnal Memori. Jogjakarta: Uin Sunan Kali Jaga.

Sekian artikel mengenai Pengertian Memori Lengkap Fungsi, Jenis, Teori, Proses dan Usaha Meningkatkan Kemampuan Memori. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat bagi sahabat baik untuk mengerjakan kiprah maupun untuk sekedar menambah pegetahuan seputar pengertian memori, fungsi memori, jenis-jenis memori, teori-teori memori, proses-proses memori, perjuangan meningkatkan kemampuan memori, dan proses memori memerlukan organisasi salah satu. Terimakasih atas kunjungannya.

Pengertian Memori Manusia Lengkap Fungsi, Jenis, Teori dan Proses
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/

Tuesday, March 13, 2018

√ Bab Otak Insan Dan Fungsinya, Lengkap Klarifikasi Dan Gambar

Otak Manusia merupakan salah satu organ yang paling kompleks dan terbesar dalam badan insan yang menjadi pusats dari sistem saraf manusia. Kecerdasan, emosi, kreativitas, pergerakan badan dan ingatan merupakan beberapa bab yang diatur oleh otak. Otak terletak di bab kepala dan dilindungi oleh selaput otak (meninges) sebagai lapisan pembungkus dan tengkorak sebagai penutup. Otak terdiri dari 100 miliar lebih sel saraf dan sejumlah jaringan pendukung yang saling terhubung dengan triliunan koneksi yang disebut sinaps. 

Otak memerintah dan mengatur seluruh badan insan dengan cara mendapatkan masukan dari organ sensoris dan mengirimkan output ke otot yang kemudian menghasilkan sebuah tindakan. Pada bab dasar atau bawah, otak terhubung ke saraf tulang belakang yang disebut dengan sistem saraf sentra (SSP). Saraf tulang belakang berfungsi mengirim sebuah informasi dari dan menuju otak. Sistem saraf sentra bersama sistem saraf perifer bertugas memberikan sebuah informasi dari otak ke seluruh tubuh. 

Otak tidak hanya berupa satu entitas, tetapi ada beberapa bab otak yang bertanggung jawab untuk  mengatur aneka macam fungsi tubuh. Nahh... Pada pembahasan kali ini kami akan membahas wacana bagian otak insan dan fungsinya secara lengkap, mulai dari struktur otak manusia, bagian-bagian otak insan serta fungsi otak manusia. Untuk selengkapnya, mari eksklusif saja kita simak pembahasan dibawah ini.

 merupakan salah satu organ yang paling kompleks dan terbesar dalam badan insan yang men √ Bagian Otak Manusia Dan Fungsinya, Lengkap Penjelasan Dan Gambar
Otak Manusia

Struktur Otak Manusia

Otak insan terdiri dari dua sel, yaitu neuron dan glia. Sel yang melapisi neuron atau sel pelindung neuron disebut glia. Neuron yaitu sel saraf yang membawa semua informasi yang dibutuhkan dari badan ke otak. Informasi yang dibawa neuron dalam bentuk potensial aksi. Antara satu neuron dengan neuron yang lain saling berhubungan, menyerupai rantai yang tidak bisa terputus.

Dari neuron yang satu ke neuron yang lainnya akan membawa informasi dalam bentuk potensial agresi serta membawa neurotransmitter (suatu materi kimia). Neurotransmitter kemudian dibawa dan dikirim melalui suatu celah antara neuron yang disebut sinapsis. Semua makhuk hidup, termasuk insan mempunyai ratusan hingga jutaan neuron yang saling berafiliasi untuk membawa aneka macam macam informasi ke otak.

Bagian-Bagian Otak Manusia

 merupakan salah satu organ yang paling kompleks dan terbesar dalam badan insan yang men √ Bagian Otak Manusia Dan Fungsinya, Lengkap Penjelasan Dan Gambar
Bagian-Bagian Otak Manusia

Otak mempunyai 3 bab utama, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brainstem). Selain itu, terdapat bab penting lainnya dari otak yaitu meninges, cairan serebrospinal, corpus callosum, kelenjar pituitari, kelenjar pineal, ventrikel, saraf kranial dan sistem limbik. Berikut bagian-bagian otak beserta fungsinya :

Otak Besar (Cerebrum) 
Cerebrum yaitu bab otak yang terbesar. Cerebrum dibedakan menjadi dua bab yaitu otak sebelah kanan dan otak sebelah kiri. Keduanya terhubung dengan serabut saraf di bab bawahnya. Pada umumnya, otak sebelah kanan berfungsi untuk mengontrol sisi kiri tubuh, sedangkan otak sebelah kiri berfungsi untuk mengontrol sisi kanan tubuh.

Permukaan luar cerebrum dinamakan Cerebral Cortex (grey matter) yang merupakan area otak dimana sel saraf membuat sebuah koneksi yang disebut dengan sinaps. Sinaps yaitu sistem saraf yang mengontrol acara otak. Pada bab dalam cerebrum terdapat sel-sel saraf yang terbungkus mielin yang berfungsi memberikan informasi antara saraf tulang belakang dan otak. Cerebrum dibedakan menjadi 4 bab yang disebut dengan lobus, yaitu lobus frontal (depan), lobus temporal (samping), lobus parietal (atas), dan lobus oksipital (belakang).

 merupakan salah satu organ yang paling kompleks dan terbesar dalam badan insan yang men √ Bagian Otak Manusia Dan Fungsinya, Lengkap Penjelasan Dan Gambar
Bagian Otak Besar
  • Lobus frontal merupakan bab terdepan dari sturktur otak besar atau bagian otak yang terletak di belakang dahi. Lobus ini berfungsi untuk mengendalikan ucapan, gerakan, memori,  perilaku, kepribadian, emosi serta fungsi intelektual, menyerupai penalaran, proses berpikir, pemecahan masalah, perencanaan dan pengambilan keputusan, gerakan, kepribadian, proses intelektual serta interaksi. 
  • Lobus oksipital merupakan bab dari sturktur otak besar yang terletak paling belakang. Lobus ini berafiliasi dengan penglihatan (visual) manusia, sehingga badan sanggup membedakan aneka macam hal yang dilihat oleh mata. Lobus ini berfungsi untuk menerima, memproses, dan menerjemahkan informasi sensoris. 
  • Lobus parietal merupakan bab dari sturktur otak besar yang terletak di bab tengah. Lobus ini bertanggung jawab terhadap lima indra manusia. Lobus ini berfungsi untuk mengendalikan orientasi spasial (pemahaman mengenai bentuk, ukuran dan arah) serta mengendalikan sensasi, menyerupai tekanan, sentuhan, nyeri dan suhu.
  • Lobus temporal merupakan bab dari sturktur otak besar yang terletak di bab samping kanan dan kiri otak. Lobus ini berfungsi untuk mengatur input sensoris, produksi bahasa dan ucapan, persepsi pendengaran, serta daya ingat. 

Otak Kecil (Cerebellum) 
Otak kecil atau cerebellum terletak di bab bawah otak besar, tepatnya di bawah lobus oksipital. Seperti halnya otak besar, otak kecil juga mempunyai dua belahan otak, yaitu yang berwarna abu-abu dan putih. Otak kecil berfungsi untuk mengatur keseimbangan, gerakan, mengatur sikap, posisi atau  postrur tubuh, hingga koordinasi otot. Cerebellum berperan penting dalam kemampuan seseorang untuk melaksanakan suatu tindakan dengan cepat dan berulang, menyerupai bermain video game. Selain itu, cerebellum juga berperan penting dalam mengendalikan gerakan halus, menyerupai orang yang sedang melukis, atau pada ketika dokter melaksanakan mekanisme bedah.

Cerebellum dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
  • Spinoserebelum, yaitu bab otak kecil yang berfungsi untuk mengendalikan kemampuan otot dan gerakan tubuh.
  • Vestibuloserebelum, yaitu bab otak kecil yang berfungsi untuk mengendalikan dan menjaga keseimbangan pergerakan mata.
  • Sereberoserebelum, yaitu bab otak kecil yang berfungsi untuk menyimpan memori, melaksanakan perencanaan, dan menginisiasi gerakan yang disadari.

Batang Otak (Brainstem)
Batang otak merupakan serangkaian jaringan saraf di dasar otak. Brainstem berperan sebagai stasiun pemancar yang menghubungkan cerebrum dengan saraf tulang belakang. Selain itu, brainstem berfungsi untuk mengirim dan mendapatkan pesan dari aneka macam bab badan dan otak.  Batang otak mempunyai saraf kranial yang berkhasiat untuk mengendalikan pendengaran, menelan, gerakan mata, dan gerakan pada otot wajah, leher, bahu, serta lidah. Saraf kranial untuk penglihatan dan penciuman berasal dari otak besar. Brainstem terdiri atas tiga struktur utama, yaitu sebagai berikut :
 merupakan salah satu organ yang paling kompleks dan terbesar dalam badan insan yang men √ Bagian Otak Manusia Dan Fungsinya, Lengkap Penjelasan Dan Gambar
Batang Otak (Brainstem)
  • Otak tengah (Midbrain) merupakan sentra gerak okular yang penting yang menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil. Otak tengah berkaitan dengan proses penglihatan pada manusia.
  • Medulla oblongata yaitu titik awal dimulainya saraf yang akan menuju ke tulang belakang, kemudian akan diteruskan ke seluruh tubuh. Medulla oblongata berfungsi untuk mengendalikan fungsi pernapasan, irama jantung, tekanan darah dan menelan. Medulla oblongata berkaitan dengan proses pengendalian fungsi otomatis organ-organ pada manusia.
  • Pons yaitu bab batang otak yang berada di bawah medulla oblongata. Pons berfungsi untuk mengatur dan meneruskan seluruh informasi ke bab otak yang lain. Pons berkaitan dengan koordinasi gerakan wajah dan mata, menangkap sensasi di bab wajah, indera pendengaran serta keseimbangan.

Meninges
Maninges merupakan membran tipis atau lapisan yang berfungsi sebagai epilog dan pelindung otak serta saraf tulang belakang. Maninges mempunyai tiga lapisan, yaitu lapisan luar paling tebal (dura mater), membran tengah dan tipis (lapisan arachnoid) dan lapisan dalam (pia mater).

Cairan Serebrospinal
Cairan Serebrospinal merupakan cairan jernih dan bening yang mengelilingi serta melindungi otak dan saraf tulang belakang. Cairan ini berfungsi untuk menghilangkan produk limbah atau sisa metabolisme dari otak, membawa nutrisi melalui darah ke otak, membasahi serta melindungi otak dan saraf tulang belakang. Cairan ini bersirkulasi melalui bilik yang dinamakan ventrikel yang berada di otak. Banyaknya jumlah cairan ini diknt@leh otak. Cairan serebrospinal berasal dari Pleksus koroid yang berada di bab ventrikel di otak.

Corpus Callosum
Corpus Callosum merupakan serangkaian serabut saraf yang terletak diantara dua belahan otak. Serabut saraf ini menghubungkan atau mengkomunikasikan antara kedua belahan otak kanan dan otak kiri.

Kelenjar Pituitari
Kelenjar pituitari merupakan kelenjar endokrin yang berada pada bab paling bawah dari otak besar, tepatnya terletak pada bab sela tursika (lekuk kecil dasar otak) dibawah hipotalamus. Kelenjar pituitari terdiri atas dua lobus, yaitu lobus anterior dan lobus posterior. Kelenjar pituitari ini memproduksi aneka macam hormon yang berfungsi untuk mengontrol kelenjar-kelenjar lain yang berada di seluruh badan manusia, menyerupai kortikotropin, prolaktin dan hormon pertumbuhan.

Kelenjar Pineal
Kelenjar Pineal merupakan kelenjar yang berukuran sangat kecil yang terletak di bab ventrikel ketiga pada otak. Kelenjar ini berperan dalam perkembangan secual serta memproduksi hormon melatonin yang sanggup memengaruhi contoh berdiri dan tidur.

Ventrikel
Ventrikel merupakan suatu ruangan yang berisi cairan di dalam otak. Cairan di dalam ventrikel disebut dengan cairan serebrospinal. Terdapat empat ventrikel, yaitu dua ventrikel lateral yang terletak di belahan otak besar, ventrikel ketiga yang terletak di tengah otak serta dikelilingi oleh hipotalamus dan talamus, dan ventrikel keempat yang terletak di belakang otak, antara otak kecil dan batang otak. Ventrikel satu dengan ventrikel lainnya saling terhubung oleh serangkaian tabung.

Saraf Kranial
Ada 12 pasang saraf kranial dengan fungsi khusus pada area leher dan kepala. Satu pasang saraf kranial pertama terdapat di otak besar, sementara 11 pasang lainnya terdapat di batang otak. Saraf kranial mempunyai banyak fungsi, diantaranya yaitu mendeteksi cahaya dan penglihatan oleh pupil mata, pendengaran, penciuman, mengunyah, pelebaran pupil dan kelopak mata, gerakan mata, sensasi wajah, ekspresi wajah, keseimbangan, indera perasa di bab depan lidah, bicara, refleks muntah, mengendalikan otot-otot organ internal, mengangkat bahu, pergerakan leher, dan mengatur gerakan lidah.

Sistem Limbik
Sistem Limbik bertanggungjawab atas perasaan atau emosi. Sistem ini terdiri dari hipotalamus, talamus, amigdala dan hippocampus.
 merupakan salah satu organ yang paling kompleks dan terbesar dalam badan insan yang men √ Bagian Otak Manusia Dan Fungsinya, Lengkap Penjelasan Dan Gambar
Sistem Limbik

1. Hipotalamus
Hipotalamus merupakan bab otak yang terletak di bab batang otak, yaitu di diencephalon. Bagian ini mempunyai fungsi penting yaittu sebagai sentra koordinasi sistem saraf autonom (sistem kelenjar dan hormon pada manusia) yang mengontrol  selera makan, kestabilan suhu tubuh, lapar dan haus, metabolisme karbohidrat dan lemak, tekanan darah, tingkah laku, mengatur keseimbangan jumlah cairan, hingga contoh tidur. Selain itu, hipotalamus juga bisa mengendalikan fungsi tertentu pada kelenjar pituitari yang berada di bawah otak. Fungsi hipotalamus diantaranya yaitu :
  • Memonitoring serta mengontrol aneka macam macam acara tubuh. 
  • Mengatur serta mengontrol hormon endokrin untuk memelihara homeostasis tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh, cairan tubuh, emosi, nafsu makan dan perilaku. 
  • Mengatur fungsi sekretorik pada anterior dan posterior kelenjar hipofisis.

2. Talamus
Talamus yaitu bab otak yang berukuran 1 inch dan berwarna abu-abu yang berada di bab sentra otak insan (di atas diencephalon dan di bawah otak besar). Talamus merupakan struktur dari otak tengah yang mepunyai dua lobus. Talamus berperan sebagai pemancar informasi yang tiba serta berjalan di antara seluruh sistem saraf di badan dan otak. Bagian otak ini mempunyai fungsi motorik dan sensorik. Dimana hampir semua informasi sensorik dari panca indra (kecuali penciuman) memasuki pada bab ini untuk diproses, dan kemudian dikirim ke area sensori yang ada di cerebrum. Dengan demikian talamus berperan sebagai sentra penerus impuls dari panca indra (kecuali penciuman)  ke cerebrum. Fungsi lain dari talamus antara lain yaitu :
  • Mengatur kewaspadaan, kesadaran, serta tidur.
  • Menyampaikan signal motorik dan sensorik kepada kortek selebral.

3. Amigdala
Amigdala atau maygdalae yaitu sekumpulan saraf yang mempunyai bentuk menyerupai kacang almond yang terdapat di bab medial temporal lobe. Amigdala merupakan bab dari sistem limbik yang mempunyai fungsi untuk mengolah ingatan, pengambilan keputusan dan reaksi emosi. Selain itu, amigdala juga bab dari bangsal ganglia. Amigdala mempunyai fungsi sebagai berikut :
  • Membentuk dan menyimpan memori yang berkaitan dengan insiden emosional. 
  • Mengirimkan proyeksi ke hipotalamus, inti thalamic retikuler, thalamus dorsomedial, locus coeruleus, area ventral tegmental, tegmental inti laterodorsal, serta inti saraf trigeminal dan saraf wajah.
  • Mengatur konsolidasi memori di kawasan otak yang lain.

4. Hippocampus
Hippocampus yaitu komponen utama dari otak insan ataupun jenis vertebrata yang mempunyai peranan penting dalam navigasi spasial, serta konsolidasi informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Pada otak insan hippocampus berada di bawah kortek selebral, sedangkan pada otak primata hippocampus berada pada lobus temporal medial, tepatnya dibawah permukaan kortikal. Hippocampus memiliki fungsi sebagai berikut :
  • Membentuk memori spasial dan navigasi.
  • Membentuk kenangan gres yang berafiliasi dengan insiden yang telah dialami, baik itu memori yang bersifat otobiografi atau episodik dengan cara mendeteksi tempat, insiden baru, dan rangsangan. 

Baca Juga : Pengertian Memori Manusia Lengkap Fungsi, Jenis, Teori, Proses dan Usaha Meningkatkan Kemampuan Memori

Fungsi Otak Manusia

Otak yaitu salah satu organ terpenting dalam badan manusia. Manusia tidak sanggup hidup dan berkembang bila tanpa otak. Berikut yaitu beberapa fungsi otak manusia, diantaranya yaitu :
  • Sebagai alat sensor terhadap perasaan, menyerupai tekanan, tertekan, menghasilkan rasa sakit dan merespon sentuhan. 
  • Sebagai sentra regulasi untuk bergerak atau beraktivitas, merangsang kreativitas pada manusia, kognisi, sanggup menuntaskan masalah, sanggup membuat perencanaan, mengontrol perasaan, menawarkan penilaian, sanggup berbahasa secara umum serta sanggup mengontrol sikap yang berafiliasi dengan secual.
  • Sebagai sentra masuknya aneka macam informasi visual yang kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk penglihatan yang sama dengan aslinya. 
  • Sebagai alat penerjemah verbal, sehingga seseorang sanggup mendengar, sanggup memahami bahasa dalam bentuk suara, serta sanggup memahami dan memaknai informasi. 
  • Sebagai alat penerjemah visual manusia, menyerupai membesarkan atau memperkecil pupil mata menurut cahaya yang masuk, menggerakkan bola mata, serta mengatur gerakan badan manusia. 
  • Sebagai sentra yang mengatur gerakan koordinasi antar otot badan dan keseimbangan, sehingga seseorang bisa bergerak sebagaimana insan bergerak dan tidak terjatuh. 
  • Mengontrol fungsi otomatis otak, menyerupai mengatur sirkulasi peredaran darah, mengatur detak jantung, mengatur sistem pencernaan, serta mengatur pernafasan. 
  • Menghasilkan perasaan, pengaturan produksi hormon, pengaturan emosi, memelihara homeostasis, membuat rasa lapar, membuat rasa haus, merangsang perasaan untuk senang, menciptakan impian wacana sec, mengatur memori jangka panjang insan dan mengatur metabolisme tubuh.
  • Sebagai penjaga badan ketika dalam keadaan tertidur atau terjaga. 

Sekian artikel mengenai Bagian Otak Dan Fungsinya, Lengkap Penjelasan Dan Gambar. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat bagi teman baik untuk mengerjakan kiprah maupun untuk sekedar menambah pegetahuan seputar apa itu otak manusia, struktur otak manusia, bagian-bagian otak insan serta fungsi otak manusia. Terima kasih atas kunjungannya. 

Bagian Otak Dan Fungsinya, Lengkap Penjelasan Dan Gambar
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/

√ Pengertian Intelegensi Lengkap Ciri, Macam Dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Inteligensi merupakan salah satu kemampuan yang dimiliki manusia. Kemampuan inteligensi merupakan kecakapan umum dan bersifat potensial. Kecakapan ini bisa menjadi kecakapan aktual dengan adanya sumbangan lingkungan. Meskipun inteligensi sangat penting dalam pendidikan, rentang pemahaman wacana konsep intelegensi sangat bervariasi. Akibatnya muncul perdebatan mengenai konsep inteligensi dalam pelaksanaan pendidikan.

Pada pembahasan kali ini kami akan membahas wacana Intelegensi secara lengkap, mulai dari pengertian intelegensi, ciri-ciri intelegensi, macam-macam intelegensi, faktor-faktor yang mempengaruhi intelegensi, intelegensi dan IQ, intelegensi dan bakat, intelegensi dan kreativitas, serta validitas dan reliabilitas tes intelegensi. Untuk selengkapnya, mari eksklusif saja kita simak pembahasan dibawah ini.

 Inteligensi merupakan salah satu kemampuan yang dimiliki insan √ Pengertian Intelegensi Lengkap Ciri, Macam Dan Faktor Yang Mempengaruhinya
Pengertian Intelegensi Lengkap Ciri, Macam Dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Pengertian Intelegensi
Kata Intelegensi berasal dari Bahasa Latin yaitu “intelligere” yang berarti menghubungkan atau menyatukan satu sama lain. Menurut Stern dan Claparde, intelegensi ialah kemampuan untuk beradaptasi secara mental terhadap situasi atau kondisi baru. Menurut K. Buhler, intelegensi ialah perbuatan yang disertai dengan pemahaman dan pengertian.

Menurut David Wechsler, menyampaikan bahwa intelegensi ialah kapasitas untuk mengerti lingkungan dan kemampuan nalar akal untuk mengatasi tantangan-tantangannya. Kemudian pada kesempatan lain, David menyampaikan bahwa kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.

Ciri-Ciri Intelegensi
Dari beberapa pengertian intelegensi yang dsajikan diatas, sanggup disimpulkan ciri-ciri intelegensi, diantaranya yaitu:
  • Intelegensi tidak bisa dilihat secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari banyak sekali tindakan aktual yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. 
  • Intelegensi tercermin dari tindakan yag terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul dari padanya.

Macam-Macam Intelegensi
Intelegensi Terikat dan Bebas 
Intelegensi terikat ialah intelegensi suatu makhluk yang bekerja dalam situasi-situasi pada lapangan pengamatan yang berafiliasi eksklusif dengan kebutuhan vital yang harus segera dipuaskan. Dalam situasi yang sewajarnya boleh dikatakan tetap keadaanya, maka dikatakan terikat. Perubahan mungkin dialami juga, kalau perbuatannya senantiasa diulang kembali. Intelegensi bebas dimiliki oleh insan yang berbahasa dan berbudaya. Dengan intelegensi yang dimilikinya, seseorang selalu ingin membuat perubahan-perubahan untuk mencapai suatu tujuan. Kalau tujuan telah sanggup dicapai, insan ingin mencapai tujuan yang lain lebih tinggi dan lebih maju.

Intelegensi Menciptakan (Kreatif) dan Meniru (Eksekutif) 
Intelegensi mencipta ialah kesanggupan membuat tujuan-tujuan gres dan mencari alat-alat yang sesuai guna mencapai tujuan itu. Intelegensi kreatif menghasilkan pendapat-pendapat gres seperti, kereta api, radio, listrik, kapal terbang dan sebagainya. Intelegensi menggandakan ialah kemampuan untuk memakai serta mengikuti pikiran atau hasil inovasi orang lain, baik yang diucapkan, dibuat, ataupun ditulis.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Intelegensi
Pengaruh Faktor Bawaan 
Banyak penelitian memperlihatkan bahwa individu-individu yang berasal dari suatu keluarga, nilai dalam tes IQ mereka berkorelasi tinggi (± 0,50). Diantara kembar hubungan sangat tinggi (± 0,90), sedang diantara individu-individu yang tidak bersanak saudara korelasinya sangat rendah (± 0,20). Untuk bawah umur yang diadopsi masih mempunyai hubungan yang tinggi dengan ayah/ibu yang sesungguhnya (antara + 0,40 hingga + 0,50). Sedangkan hubungan dengan orangtua angkatnya sangat rendah (+ 0,10 hingga + 0,20). Kemudian, studi terhadap kembar yang diasuh secara terpisah memperlihatkan bahwa IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi. Ini memperlihatkan bahwa meskipun lingkungan kuat terhadap taraf kecerdasan seseorang, tetapi banyak hal dalam kecerdasan itu yang tetap tidak berubah. 

Pengaruh Faktor Lingkungan 
Intelegensi tidak sanggup terlepas dari otak. Gizi yang dikonsumsi sangat kuat pada perkembangan otak. Oleh sebab itu, terdapat hubungan antara konsumsi makanan yang bergizi dengan intelegensi seseorang. Konsumsi makanan bergizi ialah salah satu imbas lingkungan yang amat penting. Selain gizi, ada rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga mempunyai peranan yang sangat penting. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa intelegensi bias menurun sebab tidak ada bentuk rangsangan tertentu dalam awal kehidupan individu. Dalam studi longitudinal, Skeels dan Skodak menemukan bahwa bawah umur yang dididik dalam lingkungan yang kaku, kurang perhatian, dan kurang dorongan kemudian dipindahkan ke dalam lingkungan yang hangat, penuh perhatian, rasa percaya dan dorongan, memperlihatkan peningkatan skor yang cukup berarti pada tes kecerdasan. Zajonc dalam banyak sekali penelitian menemukan bahwa anak pertama biasanya mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dari adik-adiknya. Hal tersebut dikarenakan anak pertama hanya dikelilingi oleh orang-orang remaja untuk jangka waktu yang cukup lama. 

Stabilitas Intelegensi dan IQ 
Intelegensi bukanlah IQ, intelegensi merupakan suatu konsep umum wacana kemampuan individu, sedangkan IQ hanyalah hasil dari suatu tes intelegensi tertentu. Stabilitas intelegensi merujuk pada konsep yang umum wacana kemampuan individu. Intelegensi sangat dipengaruhi oleh perkembangan organik otak seseorang. Oleh sebab itu, sesuai dengan tahap-tahap perkembangan otak, maka pada masa-masa pertumbuhan (± hingga usia 20 th) akan terjadi peningkatan intelegensi. Setelah itu ada suatu masa-masa stabil, kemudian, sejalan dengan kemunduran organik otak, akan terdapat kecenderungan menurun. Sedangkan, stabilitas IQ tidak diukur semata-mata menurut perubahan-perubahan fisik (umur yang sebenarnya).

Baca Juga : Bagian Otak Manusia Dan Fungsinya, Lengkap Penjelasan Dan Gambar

Kematangan 
Kecerdasan tidak tetap statis, tetapi sanggup tumbuh dan berkembang. Tumbuh serta berkembangnya intelegensi sebagian besar sejalan dengan bertambahnya umur, perkembangan jasmani dan kemampuan lainnya yang sudah dicapai.

Intelegensi Dan IQ
Intelligence Quotient: kebanyakan orang beropini bahwa arti intelegensi dengan IQ ialah sama, padahal ke dua istilah tersebut mempunyai arti yang berbeda yang amat mendasar, arti intelegensi sudah di jelaskan diatas, sedangkan IQ atau kependekan dari Intelligence Quotient ialah poin yang didapat dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian IQ hanya memperlihatkan sedikit indeksi mengenai taraf kecerdasan seseorang secara keseluruhan.

Pada awalnya, skor IQ mula-mula di perhitungkan dengan membandingkan Chronological Age (CA) dengan Mental Age (MA). Jika kemampuan yang dimiliki individu dalam menuntaskan persoalan-persoalan yang terdapat dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang dimiliki individu seumuran ia pada dikala itu (umur kronologis), maka akan dihasilkan skor 1. Skor tersebut kemudian di kalikan 100 dan di pakai sebagai dasar perhitungan IQ. Bila MA lebih tinggi dari CA, akan dperoleh skor lebih tinggi dari 100 (yang mengindikasikan kemajuan intelektual). Sebalik nya jikalau MA lebih rendah dari CA akan di peroleh skor ruang dari 100 yang mengindikasikan keterbelakangan intelektual.

Setelah otak mencapai kemasakan maka akan timbul masalah, menyerupai tidak terjadi perkembangan lagi bahkan pada titik tertentu akan mengalami penurunan kemampuan. Dengan demikian, CA terus bertambah, sedangkan MA akan mengalami slagnasi serta penurunan pada waktu tertentu, bila rumus diatas tetap di pakai, maka skor IQ seseorang akan turun drastis bila di ukur kembali sesudah ia berumur 50 tahun.

Within-group norms deviation IQ: masalah ini kemudian diatasi dg membandingkan skor seseorang dengan skor orang lain dalam kelompok umur yang sama, cara ini di sebut perhitungan IQ menurut norma dalam kelompok (within-group norms) hasil nya ialah IQ penyimpanan atas deviation IQ.

Intelegensi Dan Bakat
Intelegensi ialah sebuah konsep wacana kemampuan umum individu dalam berdaptasi dengan lingkungan. Dalam kemampuan umum individu ada beberapa kemampuan yang sangat spesifik yang memperlihatkan individu sebuah kondisi yang memungkinkan tercapainya kecakapan, pengetahuan atau keterampilan tertentu sesudah melewati sebuah latihan. Ini yang dinamakan talenta (aptitude).

Jika suatu tes intelegensi tidak di rancang khusus untuk menyikapi kemampuan-kemampuan yang khusus ini, maka talenta tidak bisa segera diketahui melalui tes intelegensi. Demikian juga, sebab rangsang lingkungan tidak dengan sadar di arahkan pada kemampuan-kemampuan khusus ini maka talenta tidak selalu dengan sendirinya menampakkan diri.

Alat yang digunakan untuk menyikap kemampuan khusus individu dinamakan aptitude test atau tes bakat. Karena sifatnya khusus maka tes ini di rancang khusus untuk mengungkap kemampuan yang amat spesifik, tes talenta yang digunakan untuk mengungkap prestasi mencar ilmu pada bidang tertentu disebut Scholastic Aptitude Test, dan yang digunakan pada bidang pekerjaan disebut Interest Inventory dan Vocational Aptitude Test. Graduate Record Examination (GRE) atau Tes potensi akademik (TPA) merupakan pola dari Scholastic Aptitude Test. Sedangkan Kuder Occupational Interest Survey atau Differential Aptitude Test (DAT) merupakan pola dari Interest Inventory dan Vocational Aptitude Test.

Intelegensi Dan Kreativitas
Kreativitas ialah salah satu ciri dari tingkah laris yang intelegen, sebab kreativitas merupakan bentuk dari suatu proses kognitif. Dengan demikian, hubungan antara intelegensi dan kreativitas tidak selalu memperlihatkan bukti yang memuaskan. Meskipun terdapat anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurvalinear dengan intelegensi, akan tetapi bukti-bukti yang didapat dari beberapa penelitian tidak mendukung anggapan itu.

Skor IQ yang rendah akan di ikuti tingkat kreativitas yang rendah juga. Tetapi semakin skor IQ tinggi, tidak selalu di ikuti dengan kreativitas yang tinggi juga. Hingga pada skor IQ tertentu, masih ada hubungan yang cukup berarti. Akan tetapi jikalau lebih tinggi lagi, ternyata tidak di temukan hubungan antara tingkat kreativitas dan IQ. Para andal sudah berusaha mencari tahu kenapa ini terjadi.

J. P. Gulford memberi klarifikasi bahwa kreativitas ialah sebuah proses berfikir yang bersifat differgent, yaitu kemampuan untuk memperlihatkan banyak sekali alternatif balasan yang sudah di berikan. Sebaliknya, tes intelegensi hanya di rancang untuk mengukur proses berfikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memperlihatkan satu kesimpulan atau balasan yang logis sesuai dengan isu yang di berikan. Ini ialah akhir dari pola pendidikan tradisional yang kurang memperhatikan perkembangan proses berfikir yang bersifat differgent, meskipun kemampuan ini terbukti memliki peranan penting dalam banyak sekali kemajuan yang di capai oleh ilmu pengetahuan.

Jawaban lain yang di berikan sehubungan dengan hubungan antara intelegensi dengan kreativitas ialah kurang jelasnya batasan kreativitas. Di satu pihak ada batasan yang menghendaki semoga nilai sosial dari produk kreativitas ikut di cantumkan. Di pihak lain, ada batasan yang menjelaskan kegunaan kreativitas itu sendiri tanpa menyinggung nilai sosialnya. Batasan menyerupai ini juga di kemukakan oleh S. C. U.

Munandar, seorang psikolog yang menaruh perhatian besar pada pengembangan kreativitas di Indonesia yaitu “krativitas ialah kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berfikir serta kemampuan untuk klarifikasi terperinci (mengembangkan, memperkaya, dan merinci) suatu gagasan”. Bila batasan menyerupai di atas di sepakati oleh kebanyakan ahli, maka hubungan antara intelegensi dan kreativitas akan lebih gampang di ukur.

Validitas Dan Reliabilitas Tes Intelegensi
Kita sanggup bertanya apakah tes intelegensi yang sudah dirancang hingga dikala ini benar-benar mengukur intelegensi (apakah tes itu valid?) Dan bila balasan untuk pertanyaan itu ialah “ya”, apakah tes itu memperlihatkan hasil yang sama biarpun waktu dan tempatnya berbeda. Menjawab kedua pertanyaan diatas sangatlah riskan.

Semua tes intelegensi yang sudah ada hingga dikala ini dirancang untuk mengukur proses-proses mental yang diharapkan dalam rangka pendidikan. Dengan kata lain, tes intelegensi kebanyakan memakai prestasi sekolah sebagai parameter atau kriteria utamanya. Mereka yang mendapat skor tinggi dalam suatu tes intelegensi diharapkan berhasil dalam pendidikannya.

Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa tes intelegensi memang mempunyai hubungan yang amat tinggi dengan prestasi sekolah. Makara dalam hal ini tes tersebut valid. Tes Intelegensi seharusnya tidak hanya berkolerasi dengan prestasi sekolah (lihat definisi intelegensi depan). Tes Intelegensi harus sanggup juga meramalkan keberhasilan seseorang di bidang-bidang yang lain dalam kehidupan yang lebih luas, menyerupai dalam kerir. Berbagai penelitian telah dilakukan dengan hasil yang mengecewakan. Berdasarkan hal ini, banyak andal yang tidak suka memakai tes intelegensi.

Culture-Fair 
Pernyataan validitasi, dan khususnya reabilitasi tes intelegensi menyangkut pada imbas budaya. Bila tes sanggup dibentuk sama sekali tidak dipengaruhi oleh budaya (culture fair atau culture free), maka tes tersebut sanggup diharapkan realibel sanggup digunakan dimana saja. Seperti yang dikatakan diatas, kebanyakan tes intelegensi mengacu pada prestasi sekolah. Oleh sebab itu materi tes amat dipengaruhi oleh bentuk dan jenis isu atau keterampilan yang diajarkan di sekolah. Mereka yang tidak bisa baca tulis, tidak mengenal simbol-simbol matematika, tidak mempunyai pengetahuan yang diperoleh di sekolah, niscaya akan dirugikan.

Pembakuan
Pembakuan (standardisasi) ini biasanya dilakukan didalam budaya Barat, ras kulit putih, dan dari kelas sosial ekonomi kelas sosial ekonomi menengah ke atas. Oleh sebab itu, bila tes dikembangkan dalam konteks ini digunakan begitu saja pada kelompok dengan latar belakang yang lain, maka kemungkinan besar tes tersebut memperlihatkan hasil yang amat beda. Pola berpikir spasial (ruang) pun tidak lepas dari imbas ini sebab persepsi terhadap ruang juga dipengaruhi oleh kebutuhan dan kebiasaan.

Adaptasi Tes 
Adanya masalah reabilitasi ini mengharuskan setiap pemakai alat tes yang dirancang pada suatu budaya tertentu untuk mengadaptasikan alat tes tersebut dengan ciri-ciri kelompok yang akan ia dikenai dengan tes tersebut. Masalah pembiasaan tes ini merupakan hal yang serius untuk Indonesia sebab belum banyak tes intelegensi yang dirancang berdasarkan norma kelompok di Indonesia (TIKI, TIA). Lagi pula Indonesia ialah negara yang penduduknya beraneka ragam ciri-cirinya.

Sumber :
Ahmadi, H. Abu. 2003. Psikologi Umum. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Irwanto. 2016. Psikologi Umum. Jakarta: PT. Prenhallindo.
Atkinson, Rita L. dan Atkinson, Richard C. Pengantar Psikologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Sekian artikel mengenai Pengertian Intelegensi Lengkap Ciri, Macam Dan Faktor Yang Mempengaruhinya. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat bagi sahabat baik untuk mengerjakan kiprah maupun untuk sekedar menambah pegetahuan seputar apa itu intelegensi, ciri-ciri intelegensi, macam-macam intelegensi, faktor-faktor yang mempengaruhi intelegensi, intelegensi dan IQ, intelegensi dan bakat, intelegensi dan kreativitas, serta validitas dan reliabilitas tes intelegensi. Terima kasih atas kunjungannya.

Pengertian Intelegensi Lengkap Ciri, Macam Dan Faktor Yang Mempengaruhinya
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/

Monday, March 12, 2018

√ Pengertian Interaksi Sosial Lengkap Ciri, Faktor Pendorong, Bentuk Dan Sifat Interaksi Sosial

Pada pembahasan kali ini kami akan membahas perihal Interaksi Sosial secara lengkap, mulai dari pengertian interaksi sosial, ciri-ciri interaksi sosial, faktor pendorong interaksi sosial, bentuk dan sifat interaksi sosial, syarat terjadinya interaksi sosial, serta arah komunikasi dalam interaksi sosial. Untuk selengkapnya, mari eksklusif saja kita simak pembahasan dibawah ini.

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial ialah hubungan timbal balik antara dua individu, kelompok dengan kelompok, atau individu dengan kelompok, dalam banyak sekali bentuk, contohnya persaingan, kerjasama, ataupun perselisihan.
 Pada pembahasan kali ini kami akan membahas perihal  √ Pengertian Interaksi Sosial Lengkap Ciri, Faktor Pendorong, Bentuk Dan Sifat Interaksi Sosial
Interaksi Sosial

Interaksi/hubungan antara individu dengan individu 
merupakan bentuk interaksi antara individu yang satu dengan individu yang lain dimana saling memperlihatkan pengaruh, stimulus atau rangsangan. Individu yang terkena dampak tersebut akan memperlihatkan respon, reaksi atau tanggapan.

Interaksi/hubungan antara kelompok dengan kelompok 
Merupakan bentuk interaksi antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya yang saling berhadapan dalam suatu kepentingan, tetapi ada juga kepentingan individu didalamnya dan kepentingan dalam kelompok ialah satu kesatuan, berkaitan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain.

Interaksi/hubungan antara individu dengan kelompok 
Secara faktual, bentuk interaksi antara individu dengan kelompok sanggup diilustrasikan menyerupai seorang ustadz yang sedang berceramah di depan para jemaahnya atau orang banyak, ada juga seorang guru yang sedang mengajar atau berhadapan di depan para siswanya di dalam kelas. Bentuk interaksi tersebut memperlihatkan bahwa kepentingan individu sanggup saling ketergantungan dengan kepentingan kelompok.

Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Sistem sosial yang ada dalam suatu masyarakat akan menghasilkan suatu referensi interaksi sosial yang relatif tetap atau baku, kalau interaksi sosial terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang relatif usang serta para pelaku yang relatif sama. Pola semacam ini sanggup diketahui dalam bentuk sistem norma dan nilai. 

Sejarah referensi yang mendasari interaksi sosial ialah kebutuhan yang bermanfaat dan jelas, tujuan yang jelas, adanya berhasil guna dan keselarasan, serta adanya keselarasan dengan hukum sosial yang berlaku. Interaksi sosial mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 
  1. Interaksi sosial selalu berkaitan dengan komunikasi antara dua belah pihak yaitu sender (pengirim) dan receiver (penerima).
  2. Jumlah pelaku sanggup lebih dari satu orang. 
  3. Terdapat tujuan-tujuan khusus, terlepas dari sesuai atau tidaknya tujuan tersebut. Interaksi sosial juga menekankan pada tujuan merubah tingkah laris seseorang yang mencakup perubahan sikap, pengetahuan, serta tindakan dari penerima.
  4. Interaksi sosial merupakan suatu upaya untuk mewujudkan pengertian diantara pengirim dan penerima. 

Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Faktor Internal 
  1. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan, Dorongan ini memerlukan keberadaan orang lain yang akan saling memerlukan dan saling tergantung satu sama lain untuk melengkapi kebutuhan hidup.
  2. Dorongan untuk menyebarkan atau meneruskan keturunan, Secara intuitif, insan mempunyai dorongan nafsu birahi untuk saling menyukai dengan lawan jenis. Dorongan ini bersifat kodrati artinya seseorang akan mengetahui dengan sendirinya tanpa harus mempelajarinya dan orang akan berpasang-pasangan untuk menyebarkan keturunannya supaya tidak terjadi kepunahan.
  3. Dorongan untuk berkomunikasi dengan sesama, Secara aluriah, insan membutuhkan keberadaan orang lain untuk saling berkomunikasi dan memberikan harapan yang ada dalam hati masing-masing. Secara psikologis, insan akan merasa tentram dan nyaman kalau hidup secara gotong royong dalam suatu lingkungan sosial budaya serta sanggup berkomunikasi dengan orang lain.
  4. Dorongan untuk mempertahankan hidup, Dorongan ini berkhasiat dalam menghadapi banyak sekali bahaya dari luar, menyerupai bahaya dari hewan buas, bahaya dari kelompok atau suku bangsa lain. 

Faktor Eksternal 
  1. Identifikasi, ialah harapan atau kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. 
  2. Simpati, ialah perilaku keterkaitan terhadap orang lain. Sikap ini muncul alasannya ialah adanya kesamaan antara nilai yang diyakini oleh kedua belah pihak. 
  3. Imitasi, ialah suatu tindakan atau perbuatan seseorang untuk memalsukan sesuatu yang ada pada orang lain. 
  4. Motivasi, ialah suatu rangsangan atau dorongan yang diberikan seseorang pada orang lain dengan sedemikian rupa, sehingga seseorang yang menerima motivasi tersebut melakukan apa yang dimotivasikan kepadanya.
  5. Sugesti, ialah cara proteksi sebuah efek atau pandangan kepada orang lain dengan banyak sekali cara khusus sehingga seseorang tersebut mengikuti efek atau pandangan yang diberikan tanpa berpikir panjang. 
  6. Empati, ialah proses sosial yang hampir menyerupai dengan simpati, perbedaannya yaitu tenggang rasa lebih menjiwai atau lebih melibatkan emosi dalam diri seseorang daripada simpati. 

Bentuk dan Sifat Interaksi Sosial

Dalam interaksi sosial terdapat 2 bentuk proses yaitu proses sosial asosiatif dan proses sosial disosiatif. 
Proses Sosial Asosiatif 
Merupakan proses sosial yang mengarah pada persatuan dan kerja sama. Berikut beberapa proses sosial asosiatif yaitu: 
1. Asimilasi
Proses sosial ini terjadi kalau dalam suatu masyarakat ada perbedaan kebudayaan antara kedua belah pihak, maka ada interaksi intensif antara kedua belah pihak, serta ada proses saling menyesuaikan.

2. Akulturasi
Adalah proses sosial yang muncul alasannya ialah adanya suatu kebudayaan absurd atau kebudayaan lain tanpa menjadikan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.

3. Akomodasi
Merupakan proses usaha-usaha yang dilakukan insan untuk memecahkan atau meredakan konflik dalam rangka mencapai kestabilan.

4. Kerja sama
Adalah bentuk yang paling utama pada proses interaksi sosial alasannya ialah interaksi sosial yang dilakukan oleh seorang atau kelompok mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan atau kepentingan bersama. Berikut beberapa bentuk kerja sama, diantaranya yaitu :
  • Kerjasama impulsif : kerjasama yang timbul secara spontan. 
  • Kerjasama eksklusif : kerjasama yang terjadi alasannya ialah adanya perintah dari atasan. 
  • Kerjasama kontrak : kerjasama yang terjadi atas dasar ketentuan tertentu yang disetujui bersama untuk jangka waktu tertentu. 
  • Kerjasama tradisional : kerjasama yang terbentuk alasannya ialah adanya sistem tradisi yang kondusif. 

Proses Sosial Disosiatif 
Merupakan proses sosial yang mengarah pada perpecahan. Berikut beberapa proses sosial disosiatif yaitu :  
1. Persaingan
Adalah sebuah proses sosial yang melibatkan pencapaian laba lewat bidang kehidupan yang pada ketika tertentu menjadi sentra perhatian umum, tanpa kekerasan atau ancaman.

2. Pertentangan atau Konflik Sosial
Adalah sebuah proses sosial antara dua individu atau lebih, ataupun kelompok yang berusaha menjatuhkan pihak lain dengan cara melemahkan atau menghancurkannya.

3. Kontrovensi
Adalah sebuah proses sosial yang berada diantara konflik dan persaingan. Kontrovensi sanggup berbentuk perilaku tidak suka, baik secara tersembunyi maupun secara terbuka.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Kontak Sosial 
Adalah tahap awal dari syarat terjadinya interaksi sosial dimana tiap-tiap pihak saling berinteraksi meskipun secara fisik tidak saling bersentuhan. Jadi, setiap kontak tidak harus selalu berkomunikasi. Pada kehidupan sehari-hari terdapat beberapa macam kontak sosial, diantaranya yaitu : 
  1. Kontak primer dan kontak sekunder (berdasarkan tingkat hubungannya atau proses terjadinya) 
  2. Kontak eksklusif dan kontak tidak eksklusif (berdasarkan cara yang dilakukan). 
  3. Kontak negatif dan kontak positif (berdasarkan sifatnya). 

Komunikasi 
Adalah penerimaan pesan dan pengiriman pesan dengan tujuan supaya sanggup dimengerti. Proses komunikasi terjadi ketika berlangsungnya kontak sosial. 

Tindakan Sosial 
Merupakan tindakan individu yang mensugesti individu lain dalam suatu masyarakat serta merupakan tindakan yang bermakna dimana tindakan yang dilakukan dengan cara memperhitungkan keberadaan orang lain. Menurut tujuan dan cara yang akan dilakukan, tindakan sosial dibagi menjadi 4, yaitu : 
  1. Tindakan rasional berorientasi nilai yaitu tindakan sosial yang begitu mempertimbangkan cara. 
  2. Tindakan rasional instrumental yaitu tindakan sosial yang dilakukan oleh seseorang dengan mempertimbangkan keselarasan cara yang digunakan kemudian tujuan apa yang akan dicapai dalam tindakan itu. 
  3. Tindakan efektif yaitu tindakan sosial yang seringkali dilakukan tanpa adanya kesadaran penuh dan sebuah perencanaan yang matang. Tindakan ini timbul alasannya ialah dorongan emosi atau perasaan dalam diri pelaku.
  4. Tindakan tradisional yaitu tindakan sosial yang tidak mempertimbangkan keputusan rasional. Tindakan tradisional dilakukan alasannya ialah keputusan sopan santun dan kebiasaan. 

Arah Komunikasi dalam Interaksi Sosial

Menurut Gibson (1996) desain organisasi harus memungkinkan terjadinya komunikasi dari 4 arah yang berbeda : 
  1. Komunikasi ke atas (up ward communication) ialah komunikasi yang bergerak dari tingkat bawah ke tingkat atas dalam suatu organisasi, menyerupai pertemuan kelompok, kotak saran dan mekanisme keluhan. 
  2. Komunikasi ke bawah (down ward communication) ialah komunikasi yang bergerak dari tingkat atas ke tingkat bawah dalam suatu organisasi, menyerupai instansi atau memoresmi, serta kebijakan pimpinan. 
  3. Komunikasi diagonal (diagonal communication) ialah komunikasi yang bergerak melintasi tingkatan dan fungsi dalam organisasi.
  4. Komunikasi horizontal (horizontal communication) ialah komunikasi yang bergerak melintasi banyak sekali fungsi dalam organisasi. 

Refrensi Artikel
  • Bambang Siswanto dan Kuswanto. (2003). Sosiologi. Solo: Tiga Serangkai
  • Effendi, Elly dan Ridwan. (2007). Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi. Bandung : Yasindo Multi Aspek

Sekian artikel mengenai Pengertian Interaksi Sosial Lengkap Ciri, Faktor Pendorong, Bentuk Dan Sifat Interaksi Sosial. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat bagi sahabat baik untuk mengerjakan kiprah maupun untuk sekedar menambah pegetahuan seputar pengertian interaksi sosial, ciri-ciri interaksi sosial, faktor pendorong interaksi sosial, bentuk dan sifat interaksi sosial, syarat terjadinya interaksi sosial, serta arah komunikasi dalam interaksi sosial. Terima kasih atas kunjungannya.

Pengertian Interaksi Sosial Lengkap Ciri, Faktor Pendorong, Bentuk Dan Sifat Interaksi Sosial
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/