Showing posts with label Siswa. Show all posts
Showing posts with label Siswa. Show all posts

Wednesday, March 28, 2018

√ Mengenal Macam Kecerdasan Anak

Definisi ihwal apa itu "kecerdasan" sebagaimana pandangan Spearman telah banyak menimbulkan kita percaya dan yakin hanya satu cara supaya anak menjadi cerdas. Definisi kecerdasan berdasarkan pandangan Spearman merupakan kemampuan kognitif general yang sanggup diukur dan dinyatakan dengan angka. Oleh alasannya yakni itu, cukup banyak orang bau tanah anak bertanya “seberapa cerdas anak saya?” dan mencari balasan dari hasil ujian yang dinyatakan dengan angka.

Original Source from : http://blog.temantakita.com/kecerdasan-majemuk/
Dalam kenyataannya, setiap anak sanggup menjadi cerdas dengan jalannya masing-masing. Kenyataan tersebut yang lalu diteorikan menjadi "Kecerdasan Mmajemuk" oleh Howard Gardner. Menurutnya, kecerdasan yakni kemampuan untuk memecahkan duduk kasus dan membuat produk yang mempunyai nilai budaya. Dalam pengertian lain, kecerdasan yakni kemampuan komputasi seseorang, kemampuan seseorang dalam mengolah jenis warta tertentu.

Satu dari 6 prinsip kecerdasan majemuk menyatakan bahwa ada banyak jalan biar anak menjadi cerdas. Jumlah jalan menjadi cerdas tak terbatas, sebanyak variasi komposisi 8 kecerdasan majemuk yang dimiliki oleh seorang anak. Makara jalan menjadi cerdas bukan hanya 1 jalan, bahkan bukan hanya 8 jalan, tapi tak terbatas jumlahnya, tersusun dari 8 kecerdasan beragam berikut ini.

Kecerdasan Aksara

Kecerdasan Aksara adalah kecerdasan mengelola bahasa, baik mulut maupun tertulis. Anak dengan kecerdasan huruf berpikir dengan kata-kata, di dalamnya meliputi kepandaian dalam berbahasa untuk berbicara, menulis, membaca, menghubungkan, dan menafsirkan.

Kecerdasan Alam

Kecerdasan Alam yakni kemampuan memahami alam untuk menjaga keseimbangan. Anak dengan kecerdasan alam mempunyai keterkaitan yang besar lengan berkuasa dengan alam semesta. Ia lebih peka terhadap aneka macam tanda-tanda alam, tumbuhan maupun hewan.

Kecerdasan Diri

Kecerdasan Diri adalah kemampuan dalam memahami dan mengelola diri. Anak dengan kecerdasan diri peka terhadap emosi, ide, impian dan motivasi yang dirasakannya.

Kecerdasan Imaji

Kecerdasan Imaji adalah kemampuan memahami, mengelola dan membuat imaji dari suatu obyek dan ruang. Anak dengan kecerdasan imaji akan lebih peka pada warna atau bentuk dari sebuah obyek.

Kecerdasan Logika

Kecerdasan Logika adalah kemampuan dalam memahami dan mengelola hubungan logis antara dua kejadian atau simbol. Anak dengan kecerdasan logika berpikir dengan penalaran, yaitu mencari korelasi sebuah warta dengan warta lainnya, contohnya korelasi alasannya yakni dan akibat.

Kecerdasan Musik

Kecerdasan Musik adalah kemampuan dalam memahami dan mengelola nada dan irama untuk mengekspresikan sebuah pandangan gres atau emosi. Anak dengan kecerdasan musik mempunyai kepekaan dalam mengetahui dan membedakan bunyi yang berirama dengan yang acak.

Kecerdasan Relasi

Kecerdasan Relasi adalah kemampuan memahami orang lain untuk membangun kekerabatan sosial. Anak dengan kecerdasan kekerabatan mempunyai kepekaan terhadap keadaan, suasana hati, impian dan perilaku orang lain, serta jeli terhadap perubahan perilaku orang lain.

Kecerdasan Tubuh

Kercerdasan Tubuh adalah kemampuan dalam memahami dan mengelola badan untuk berkarya atau mengekspresikan emosi. Kecerdasan badan berkaitan dengan kepekaan menyadari perubahan posisi, tekanan, dan keseimbangan tubuh.
Sumber http://menofschool.blogspot.com

Wednesday, March 14, 2018

√ Mengatasi Kesulitan Berguru Dalam Menghadapi Ujian


Tentu terasa lelah dan stres bila akan menghadapi ujian terlebih lagi Ujian Nasional. Harus banyak baca buku, harus banyak mempelajari soal-soal ujian lama, harus banyak tinggal di rumah agar enggak terbuang waktu untuk hal-hal yang tidak perlu dan seabrek tuntutan lain yang menekan kejiwaan kita. Memang itu tidak salah, namun ada hal lain lagi yang mesti dijaga dan dipertahankan selama menjelang dan menghadapi ujian. Apa sih yang lebih penting dari itu? Bagaimana sih mengatasi kesulitan berguru dalam menghadapi ujian?

Sumber Foto : http://duniadelusi.com
Ada beberapa hal yang lebih penting untuk dilakukan atau dijaga selama menghadapi ujian :

1. Kesehatan Fisik dan Mental

Kesehatan yaitu hal yang terpenting untuk tetap dijaga. Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan fisik saja melainkan pula batin atau kejiwaan. Tubuh yang sehat jasmani dan rohaninya akan membawa hal-hal positif dan kebahagian. Menjaga kesehatan fisik selama menjelang ujian sanggup dengan makan teratur dan bergizi, rutin berolah-raga, menghindari badan terlalu lelah untuk hal yang tidak diharapkan dikala itu atau terlalu memaksakan diri untuk belajar. Kesehatan fisik yang turun akan kuat pula kepada kesehatan mental. Keadaan ini sanggup membawa kepada tekanan mentalitas mirip stres. Jika kesehatan fisik dan mental tidak dikontrol akan menjadi mungkin kita tidak siap menghadapi ujian mirip sakit.

2. Belajar Teratur

Memang seharusnya berguru tidak mendesak dikala menghadapi ujian saja, akan tetapi jauh waktu sebelum ujian berlangsung. Namun banyak dari kita (siswa) terdorong berguru ketika mendekati waktu ujian. Hal ini akan mendesak untuk mengarahkan segala macam upaya dadakan. Mestinya berguru mirip itu perlu dihindari, alasannya yaitu sanggup berakibat hal-hal yang tidak diharapkan.

Belajar sanggup kita ibaratkan layaknya memasukkan air ke dalam botol. Agar air tidak banyak tumpah dan terbuang ke luar dari botol dikala mengisinya perlu perlahan dan menggunakan teknik. Ilmu tidak sanggup dipaksakan untuk masuk ke dalam jiwa dan pemikiran kita sehingga mempelajari ilmu pengetahuan perlu dilakukan secara bertahap, perlahan dan berteknik.

Bertahap maksudnya yaitu belajar dimulai dari yang mudah dipahami sampai tingkatan yang sulit untuk dipahami. Sedangkan perlahan diartikan berguru perlu dengan kesabaran dan konsentrasi yang stabil. Dan berteknik maksudnya yaitu berguru perlu mempunyai strategi atau cara yang sesuai dengan kita yang akan mendapatkan ilmu. Berteknik sanggup kita kaitkan dengan pengaturan (manajemen) waktu, banyak atau batas materi yang maksimal dipelajari dalam satu waktu, sanggup pula wacana cara berguru yang lebih disenangi oleh kita.

3. Konsentrasi

Ketika kondisi kita prima (sehat fisik dan jiwa) dan sudah terbiasa berguru teratur akan mempermudah kita menjaga konsentrasi atau pemusatan pikiran pada hal tertentu. Konsentrasi akan lebih gampang dikuasai apabila kita sudah terbiasa dan keadaan dimana secara fisik serta mental kita normal (sehat). Pelajar yang mempunyai kesulitan untuk berkonsentrasi pada pelajaran khususnya sanggup diakibatkan oleh faktor tidak terbiasanya atau kondisi tidak dalam keadaan sehat. Apabila hal tersebut terjadi, yang mesti dilakukan yaitu mengembalikan keadaan dalam kondisi sehat. Selanjutnya mencoba bertahap teratur berguru walaupun hanya beberapa menit saja.

4. Semangat

Semangat merupakan pendorong dari dalam kejiwaan. Hal ini juga mempunyai peranan yang sangat penting ketika menghadapi ujian. Semangat sanggup berasal dari dan membawa ke arah positif. Berasal alasannya yaitu semangat tiba dari pikiran seseorang yang lebih menyukai keadaan jiwa yang damai dan keyakinan terhadap harapan-harapan. Sedangkan membawa ke arah faktual yaitu ketika sesorang bersemangat, ia tidak terpengaruh oleh rasa khawatir yang berlebihan, rasa takut akan hal yang belum terjadi atau rasa ragu-ragu dalam melangkah. Bila kita merasa kekurangan semangat, cobalah untuk damai sejenak, kemudian pikirkanlah keinginan yang baik, selanjutnya tersenyumlah. Jika perasaan kita sudah plong, gres memulai belajar.

5. Sabar

Sebagian orang yang gagal yaitu alasannya yaitu faktor ketidaksabaran. Kesabaran perlu dikala kita belajar. Dengan kesabaran jiwa kita akan menjadi lebih tenang. Jiwa yang sabar mengajarkan bahwa segala sesuatu membutuhkan proses. Tidak perlu tergesak-gesak dan tidak perlu mengharapkan hasil kalau belum berusaha. Dengan rasa sabar, keyakinan kita akan bertambah. Kesabaran memperlihatkan kita rasa damai dan waktu yang lebih guna sanggup berpikir jernih wacana cara atau seni administrasi dalam mencapai tujuan berguru tersebut.

6. Berdo'a

Ketika kita sudah melaksanakan rutinitas perjuangan yaitu belajar, jangan lupakan untuk berdo'a. Karena do'a yaitu Power of Faith (kekuatan dari keyakinan). Membiasakan berdo'a sebelum belajar layaknya memfokuskan niat dan tujuan terhadap apa yang akan dilakukan. Sedangkan berdo'a setelah belajar layaknya kita bersyukur atas apa ilmu pengetahuan yang sudah diterima.

7. Tawakkal

Yang terakhir yaitu tawakal. Tawakal sanggup berarti mempasrahkan diri kepada Allah Yang Maha Kuasa setelah apa yang sudah kita usahakan sebaik mungkin. Sikap tawakal ini akan menghindarkan kita dari stres dan putus asa yang berkepanjangan.
Sumber http://menofschool.blogspot.com

Tuesday, February 27, 2018

√ Pelatihan Kreatifitas Siswa

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk pembinaan kreatifitas siswa di sekolah, terlepas dari apakah sekolah kita negeri atau bukan, reguler atau bukan, tingkat dasar atau lanjutan. Beberapa diantaranya akan kita bahas pada bab ini.
Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk  √ Pembinaan Kreatifitas Siswa
Image Source : http://freedesignfile.com

Sebelum lebih lanjut kita membahas bentuk kegiatan-kegiatannya, tentu sebaiknya kita perlu mengetahui mengapa kreatifitas siswa kita mesti dikembangkan dan dibina? Jika kita bertanya alasannya, hal ini akan menyangkut mengenai tujuan dan maksud training kreatifitas siswa.

Tujuan Pembinaan Kreatifitas Siswa

Beberapa maksud dari training dan pengembangan kreatifitas siswa antara lain sebagai berikut :

1. Sebagai Wahana Apresiasi.

Siswa sangat potensial sekali dalam beberapa bidang dalam kehidupan. Potensi yang dimiliki siswa akan berkembang dengan pesat apabila ada kesempatan yang diberikan kepadanya untuk mengekspresikan atau mengapresiasikan sehingga menjadi mungkin sekali potensi-potensi yang bersifat positif akan teraplikasi dalam dunia nyata.

2. Sebagai Antipasi Potensi Negatif.

Potensi yang dimiliki siswa khususnya anak muda sangat besar sekali. Potensi tersebut terbagi menjadi 2 yaitu potensi positif dan potensi negatif. Kedua potensi yang dimiliki akan sama-sama bersaing untuk muncul pada diri siswa. Jika salah satu lebih menonjol, maka potensi yang menonjol akan menjadi peredam munculnya potensi lain.

Maka dari itu potensi positif lah yang mesti dimunculkan biar kejiwaan individu tersebut menjadi manfaat bagi dirinya dan orang lain. Jika salah pembinaan, potensi negatif bisa lebih gampang berkembang dan menghambat perkembangan potensi positif.

Bentuk Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Kreatifitas

Dari maksud perlunya dikembangkan kreatifitas siswa, maka perlu pula lah dibina dengan beberapa kegiatan pengembangan potensinya yang antara lain sebagai berikut :

Kegiatan Intra dan Ekstra

Di setiap sekolah mempunyai kegiatan-kegiatan yang berbeda antara satu sekolah dengan sekolah yang lain. Hal ini bisa dikarenakan kegiatan-kegiatan yang memungkinkan atau mempunyai minat yang banyak dari siswanya sehingga sekolah mengembangkannya, atau mungkin pula lantaran sekolah lain setingkat mempunyai kegiatan tersebut, sehingga sekolah mengadakannya.

Terlepas dari kebutuhan sekolah, kegiatan intra yang kita kenal sebagai kegiatan yang sebagian besar bersifat ilmiah. Biasanya di sekolah kita menemukan Organisasi Siswa Intern Sekolah (OSIS) yang dibina oleh wakil bidang kesiswaan. OSIS bisa diarahkan menuju cara berguru kelompok atau organisasi yang kemajuannya akan lebih efektif jika terjalin kerjasama antar satu siswa dengan yang lainnya.

Selain kegiatan bentuk intern sekolah, adapula yang berbentuk ekstra. Di sebagian banyaknya sekolah kita lebih bersahabat dengan istilah kegiatan ektrakurikuler. Dimana pada kegiatan-kegiatan ektra (tambahan) pada siswa bisa menentukan satu atau beberapa kegiatan yang diminatinya atau sesuai dengan bakatnya yang muncul.

Kegiatan ektra umumnya ialah kepramukaan, palang merah, paduan suara, musik dan band, olah-raga, drumband, menari, kepecintaalaman, drama dan sastra, ketrampilan, dan banyak lagi kegiatan yang pelaksanaannya bisa diubahsuaikan dengan kebutuhan penerima didik dan kemampuan sekolah kita.

Mading

Mading atau kepanjangannya Majalah Dinding dimana berbagai bentuk kreatifitas lembaran dan banyak sekali informasi dikembangkan disini. Apapun isi dari mading itu tergantung pengelola dan pengisinya. Mading yang elok merupakan dimana ada dinamisasi informasi dan kreatiftas di dalamnya. Artinya, isi dari mading tidak akan monoton atau tanpa isi dan tujuan yang jelas. Di dalam mading, kita bisa melihat potensi-potensi yang berkembang dari siswa-siswa. Apakah berkembang dari bentuk goresan pena (puisi, cerpen, laporan, berita, resensi, dll) atau dari bentuk kreatifitas seni rupa dan grafis (kaligrafi, lukisan, sketsa, gambar, dll).

Dinamisasi atau berkelanjutannya sebuah mading yang baik tidak lepas dari minat para siswa terhadap mading dan isinya itu sendiri yang dimotivasi dengan banyak sekali bentuk penghargan terhadap kemampuan yang dimiliki mereka. Tanpa motivasi dan minat siswa, mading tidak akan bertahan lama. Penghargaan merupakan bentuk motivasi yang menyenangkan bagi siswa yang mana tidak selalu harus dalam bentuk formal. Bisa saja mereka diberikan penghargaan dalam bentuk piagam "Konten Favorit", "Konten Terunik", "Konten Terbaik" atau lainnya.

Jika pun sekolah atau pengelola lebih bisa bisa saja diberikan penghargaan dalam bentuk barang yang mendukung minatnya. Misalnya, yang terbaik menciptakan puisi diberikan buku terkait puisi dan bahasa, yang terbaik menciptakan gambar atau lukisan diberikan alat lukis, pewarna dan sejenisnya.

Kunjungan Sekolah

Kunjungan sekolah merupakan salah satu kegiatan training budpekerti siswa. Dengan kata lain dengan kegiatan kunjungan sekolah, ia bisa refresing, mencicipi sekolah lain, silaturahmi dengan siswa sekolah lain. Secara umum, siswa akan mendapat pengalaman berbeda dari sekolah lain yang mungkin tidak ia alami di sekolahnya sendiri.

Kunjungan sekolah tentu perlu melibatkan unsur formal dari suatu sekolah dengan sekolah yang dituju. Oleh alasannya ialah itu kegiatan yang bersifat formal ini, perlu lah lebih banyak partisipasi dari guru atau pihak sekolah sebagai fasilitator kegiatan. Perlu dihindari kegiatan kunjungan sekolah tanpa didampingi oleh guru atau pihak sekolah. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan atau tidak perlu.

Kunjungan sekolah bisa kita sebut pula layaknya studi banding. Membandingkan disini bukan bermaksud membandingkan "sekolahku lebih baik", namun mendapatkan tumpuan dan ide pengembangan sekolah bagi para siswa dan guru yang mengunjungi. Kunjungann pun tidak harus ke sekolah yang maju dari segi kemudahan dan bangunan, bisa saja berkunjung ke sekolah yang terdekat, sekolah setingkat atau sekolah yang bersedia untuk dikunjungi. Bentuk kunjungan sekolah pun tidak mesti harus bersifat extra formal dengan program atau ritual penyambutan macam-macam. Kunjungan sekolah mungkin saja hanya dilakukan antar guru mata pelajaran terkait (sama) dengan kegiatan berguru bersama.

Kunjungan Tempat Bersejarah

Selain kunjungan antar sekolah, kegiatan pengembangan kreatifitas siswa bisa dalam bentuk kunjungan ke daerah bersejarah atau yang berkatan dengan sejarah ibarat ke makam pahlawan, bab jalur napak tilas perjuangan, museum dan daerah atau lokasi bersejarah lainnya.

Kunjungan ke lokasi bersejarah tentu saja memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit, sehingga sekolah (guru) mestilah mempersiapkan rencana yang cukup matang untuk melaksanakannya. Walaupun agak banyak tantangannya untuk melakukan kunjungan bentuk ibarat ini, akan tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Lewat kunjungan ke daerah bersejarah tersebut, para siswa akan bisa merubah perspektif (cara pandang) mereka mengenai berguru tidak harus text book semata, akan tetapi berguru bisa saja melalui pengamatan. Hal ini akan memicu kreatifitas berguru mereka bahwa selain buku diluar sana banyak sumber belajar.

Kunjungan Tempat Praktek Pembelajaran

Bentuk kegitan lainnya ialah kunjungan ke daerah praktek pembelajaran. Tempat praktek pembelajaran bisa ibarat pembuatan tahu-tempe, pembuatan batik-sasirangan, daerah digital printing dan percetakan, lahan perkebunan, lahan pertanian, tambak ikan, dan tempat-tempat yang memungkinkan untuk sekolah kunjungi dengan biaya yang cukup terjangkau.

Mungkin tidak semua memungkinkan tempat-tempat praktek pembelajaran untuk dikunjungi oleh sekolah kita. Guru yang menangani perlu lah kreatif dan selektif pula memilihkan kan potensi daerah yang bisa dikunjungi dalam rangka pembelajaran siswanya.

Rekreasi

Selain rekreasi menjadi suatu kegiatan yang mungkin dilakukan di setiap tamat tahun pelajaran sebagai bentuk refresing atau penyegaran sehabis sekian usang menjalani rutinitas berguru di ruangan, rekreasi bisa dipergunakan untuk tujuan training kreatifitas dalam bentuk kujungan daerah wisata.

Rekreasi ialah kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian besar siswa dan guru yang ikut tentunya. Secara sepintas kegiatan ini merupakan hiburan, penyegaran, jalan-jalan. Walaupun demikian, kita bisa menanamkan pendidikan secara kreatif kepada para siswa sehingga mereka tidak merasa itu menjadi pelajaran yang terikat dengan nilai angka. Mereka bisa diberikan kiprah yang tidak terlalu ketat, namun memperlihatkan pembelajaran hidup yang berharga bagi mereka.

Kita bisa menanmkan rasa cinta tanah air, kepedulian lingkungan, kerja tim (team work) atau hal-hal yang tidak melepaskan rasa menyenangkan atau menciptakan kesenangan berlebihan. Sehingga dalam perjalanannya selama kegiatan rekreasi memperlihatkan makna dan kesan yang baik bagi mereka.

Mengikuti Perlombaan

Perlombaan merupakan kegiatan kompetitif sesama rekan atau se-tingkat diri siswa. Lomba bisa menumbuhkan motivasi atas minat dan bakat yang mereka miliki. Mereka bisa ambil bab untuk mengikuti biar mereka sanggup mengenal sebesar apa keinginan mereka bisa dicapai dalam kehidupan nyata.

Banyak sekali lomba-lomba yang diselenggarakan baik itu setingkat pendidikan atau umur maupun secara umum. Lomba yang diselenggarakan pun ada yang di luar sekolah, online atau di dalam sekolah itu sendiri.

Dari sekian banyak lomba-lomba yang diselenggarakan dengan banyak sekali bidang keahlian dan minat, tidak semua siswa kita mengerti akan lomba dan untuk apa lomba ibarat itu, mungkinkan mereka menang dan beberapa pemikiran yang muncul di diri penerima didik.

Disini perlu lah peranan guru sebagai motivator untuk mengenal dan memperkenalkan kepada penerima didik wacana manfaat lomba itu diikuti. Dukungan guru dan sekolah sangatlah diharapkan biar para siswa bisa menumbuhkan motivasi dalam diri mereka. Kita boleh sebut motivasi luar tersebut sebagai bentuk pancingan sampai siswa sanggup memotivasi dirinya sendiri untu maju dan berkembang.

Sebagai bentuk penghargaan biar para siswa termotivasi untuk menjadi kreatif, maka perlu kiranya guru memperlihatkan apresiasi kepada mereka ibarat yang saya kutip dari sebuah situs http://okeschool.com :
  1. Guru menghargai hasil-hasil pikiran kreatif siswa.
  2. Guru respek terhadap pertanyaan, ide dan solusi siswa yang tidak biasa (unusual)
  3. Guru memperlihatkan bahwa gagasan siswa ialah mempunyai nilai yang ditunjukkan dengan cara mendengarkan dan mempertimbangkan. Pada tataran ini, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan kepada orang lain.
Terima kasih sudah membaca semoga bermanfaat. Salam!

Referensi :

  • http://artikel.okeschool.com/artikel/aktivitas-dan-hiburan/592/cara-meningkatkan-kreativitas-siswa.html

Sumber http://menofschool.blogspot.com

Sunday, February 25, 2018

√ Cara Gampang Belajar

Belajar dengan gampang bukan berarti selama mencar ilmu kita tidak menemui banyak sekali macam hambatan. Akan tetapi kita bisa menuntaskan hambatan-hambatan tersebut dengan cara yang terbaik dan itu bisa teratasi dengan baik.
Belajar dengan gampang bukan berarti selama mencar ilmu kita tidak menemui banyak sekali macam hambat √ Cara Praktis Belajar
Belajar layaknya berjalan di kegelapan, kita tidak bisa melihat apa-apa (tidak tahu) di sekitar kita kecuali kita mendapat cahaya yang menerangi setiap langkah. Kita mungkin saja akan tersesat, terjatuh, tersandung atau galau untuk melangkah lantaran kekawatiran dari ketidak-tahuan kita. Seperti itu merupakan citra dari kendala yang bisa kita hadapi dikala belajar.

Jangan khawatir, berikut ini saya menyebarkan hal yang mudah-mudahan bisa membantu kita untuk mempermudah mencar ilmu :
  1. Niat yang Jelas.
    Belajar sangat perlu mempunyai tujuan, maksud dan cita-cita. Namun jikalau harapan yang besar akan selalu berhadapan dengan proses dan jalan yang tidak singkat. Sehingga bisa jadi tantangan yang dilalui di depan akan banyak dan tidak gampang termasuk godaan untuk berbalik arah (menyerah). Untuk itu niat yang kita inginkan penting untuk dipahami. Apa yang kita inginkan dengan belajar?
  2. Berpikir Mudah.
    Setelah kita punya tujuan mencar ilmu yang jelas, selanjutnya sebelum atau selama kita mencar ilmu cobalah untuk tidak memikirkannya selalu dengan keseriusan dan hal-hal jauh. Lebih baik kita memikirkan hal sederhana dan gampang yang ada di depan kita.
  3. Bertindak Bertahap.
    Sangat penting kita ketahui bersama setiap orang punya kemampuan, potensi dan pedoman yang unik. Sehingga pencapaian seseorang itu bisa saja berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kita bisa saja memandang keberhasilan orang lain sebagai sebuah motivasi bagi diri kita, namun yang lebih penting yaitu memandang langkah yang kita hadapi. Tahapan apa yang sudah kita lewati (tahap dasar, tahap lanjutan, tahap ahli).

    Ketika kita banyak memandang ke atas (kesuksesan orang lain), diperjalanan kita bisa tabarusukbjm (tersandung dan jatuh). Oleh alasannya yaitu itu lebih sering memandang ke depan lebih baik. Cukup sesekali saja memandang ke atas dan memandang ke bawah.
  4. Latihan dari yang Mudah.
    Jangan berhenti sampai berpikir saja. Lanjutkan untuk menerapkannya dalam latihan-latihan. Mulailah latihan dari yang sederhana dan yang mudah. Latihan dari yang gampang dan sederhana layaknya memasang kerikil bata untuk pondasi. Semakin kita latihan, semakin banyak kita bisa memulai dan melakukannya dengan mudah.
  5. Bereksperemen dengan hal-hal kecil.
    Hal-hal kecil merupakan pembangun hal yang besar. Bangunan dan menara yang menjulang ke langit dibentuk dari butiran pasir. Setelah berlatih dengan pola dan bentuk latihan dari orang lain, cobalah mencari cara penyelesaian dan inovasi gres dengan cara kita sendiri.
  6. Selalu Positif.
    Sangat penting untuk kita miliki dan pahami bahwa pedoman nyata akan membawa tindakan nyata dan baik pula. Energi yang kita keluarkan lebih bermanfaat. Pandanglah rintangan, halangan, permasalah menjadi sebuah tantangan yang menarik bagi kita.
  7. Tersenyum.
    Jangan lupa kita menjaga diri semoga selalu tersenyum. Senyum dan tawa yaitu magnet energi positif. Menjadikan kita lebih berpengaruh dan bertahan dikala menghadapi kebimbangan dalam belajar.

Sumber http://menofschool.blogspot.com

Wednesday, February 14, 2018

√ Berguru Bersama

Belajar merupakan cara seseorang menemukan warta dan wawasan untuk mendapat pemecahan dari pertanyaan-pertanyaan. Seseorang yang berguru mencoba aneka macam cara untuk mendapat warta yang dimaksud dengan cara yang tercepat dan terbaik. Banyak yang galau menemukan cara dan metode-metode berguru tersebut sehingga bergabung ke dalam sekolah yang mempunyai metode-metode belajar yang bervariasi.
 Seseorang yang berguru mencoba aneka macam cara untuk mendapat warta yang dimaksud de √ Belajar Bersama
Kerjasama Tim
Sumber :
Di sekolah kita bisa menemukan cara atau metode berguru yang sesuai dengan kemampuan berguru kita. Hal tersebut sanggup kita terapkan ketika waktu di luar jam berguru sekolah ibarat ketika istirahat atau ketika di rumah yang selanjutnya sanggup dilakukan secara rutin atau terarah.

Dari sekian banyak cara atau metode belajar yang ada, salah satunya yaitu belajar bersama. Begitu banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan belajar bersama. Berikut beberapa yang saya akan utarakan mengenai manfaat dari berguru bersama.

Manfaat Belajar Bersama

Kaya Wawasan dan Informasi
Sumber :
  1. Mempercepat Menemukan Informasi.
    Layaknya sebuah kelompok yang mendayung bahtera untuk mencapai tujuan mereka. Bayangkan pula kalau kita mencari sesuatu di suatu daerah terlebih lagi daerah itu luas, bila dilakukan dengan berbagi kiprah dan membuatkan lokasi pencarian tentu menjadi lebih baik bukan? Nah, sama pula dengan dongeng mendayung tadi, kalau mereka mengayuh secara bersama-sama, maka menjadi mungkin sekali kelompok tersebut akan lebih cepat mencapai tujuan tersebut dengan waktu dan tenaga yang lebih efesien.
  2. Memperbanyak Wawasan Mengenai Topik.
    Karena kita tidak berpikir sendirian dengan problem yang ada, maka warta yang sama-sama dimiliki akan lebih kaya bila disatukan untuk mendapat pemecahan terhadap soal-soal yang dihadapi.
  3. Mempermudah Mengolah Informasi.
    Masing-masing dari kita mempunyai potensi yang luar biasa lantaran kita bisa saling mendukung untuk mencerna warta yang dikumpulkan dan memilihnya menjadi warta yang matang atau lebih baik dengan menggabungkan kemampuan bersama.
  4. Menyenangkan.
    Adalah hal yang sangat penting dalam berguru dan kadang pada metode atau cara lain biasa dilupakan. Belajar harus menyenangkan, lantaran berguru tanpa rasa bahagia akan menciptakan kita menjadi tertekan (stres) dan warta yang diolah tidak menjadi lebih baik. Dengan berguru bersama, kita bisa lebih bahagia dan tidaklah menjadi sendiri dalam menghadapi masalah. Anggap saja ibarat berjalan di gelapan sendirian, seram bukan? Bila kita berteman tentu menjadi dongeng yang lain dan tidak lagi sepi dan menakutkan.
  5. Belajar Lebih Semangat.
    Mungkin saja ketika berguru sendiri menjadi sangat berat bagi yang tidak terbiasa. Oleh lantaran itu, dengan berguru bersama melihat kecerian dan semangat kawan-kawan bisa menciptakan kita terpengaruh menjadi ikut besemangat pula.
Selain manfaat dalam belajar bersama, nantinya juga kita mungkin akan berhadapan dengan aneka macam macam tantangan-tantangan biar belajar bersama tersebut menjadi lebih baik dari berguru sendiri. Berikut beberapa tantangan yang mungkin dihadapi.

Tantangan Belajar Bersama

Tantangan dalam Kelompok
Sumber :
  1. Menemukan Waktu yang Tepat.
    Semakin banyak orang semakin banyak tantangan untuk menemukan waktu dan daerah yang ingin dipastikan. Setiap orang mungkin saja mempunyai saran untuk menentukan janji tersebut lantaran masing-masing punya ilham atau pula kesibukan dalam waktu-waktu tertentu dan itu lah dalam sebuah kelompok.
  2. Mengolah Informasi yang Banyak.
    Orang yang lebih dari satu berarti kemungkinan besar warta tidak bersumber dari satu orang saja melainkan dari aneka macam macam sumber. Kelompok akan menjadi tertantang lantaran banyaknya warta yang didapatkan biar sanggup disaring dengan cara yang tepat hingga menghasilkan warta berkhasiat terhadap topik yang dibahas.
  3. Ketidakterarahan.
    Jika dalam kelompok terdapat tujuan yang belum terang apa yang ingin dicapai dalam berguru bersama tersebut, bisa membawa anggota untuk menemukan tujuan masing-masing. Hal ini sangat penting untuk tetap dalam batasan pembahasan topik yang dimaksud. Jika tujuan tidak bisa dipahami apa yang diinginkan kelompok, sedikit banyak sedikit kerancuan sanggup menjadikan ketidaktarikan apa yang seharusnya dibahas sehingga timbul pembahasan dari topik lain yang tidak terkait.
  4. Perlunya Kesabaran.
    Penting untuk dipahami bahwa setiap anggota mempunyai potensi pedoman yang tidak selalu sama, sehingga perlu menjaga kesabaran diri untuk mencapai tujuan berguru kelompok tersebut dan toleransi selalu menjadi salah satu cara memahami pendapat dari orang lain.
  5. Tolerasi dalam Kelompok.
    Toleransi dalam berguru kelompok sangat diharapkan untuk memahami pendapat dari sisi orang lain (anggota yang lain). dengan ini kita bisa membiasakan diri untuk saling menghargai apa yang diutarakan oleh anggota lainnya.
Setelah kita mengetahui beberapa manfaat dan tantangan berguru dengan bersama, selanjutnya kita akan mencoba cara berguru tersebut dengan tindakan-tindakan (action) -nya.

Bagaimana Caranya?

  1. Tahap Pertama.
    Tentukan permasalahan atau topik ingin dibahas. Kemudian ajak atau hubungi orang-orang dalam kelompok. Bila berguru kelompok berdikari (di luar waktu berguru sekolah), kita bisa menghubungi anggota kelompok secara pribadi atau bisa pula memakai alat telekomunikasi bila memungkinkan.
  2. Tahap Kedua.
    Tentukan waktu dan daerah yang sama-sama memungkinkan atau anggota kelompok lebih bisa hadir. Usahakan dengan sebaik-baiknya biar semua kawan-kawan di kelompok bisa berhadir. Hindari menentukan waktu dan daerah sendiri.
  3. Tahap Ketiga.
    Saling menjaga komunikasi lah sebelum bertemu di waktu dan daerah yang telah ditentukan biar setiap anggota kelompok terhindari dari kelupaan akan janji tersebut.
  4. Tahap Keempat.
    Siapkan masing anggota materi dan warta yang terkait dengan topik yang akan dibahas nantinya. Jangan lupa bawa bahan, catatan, warta yang telah didapatkan terlebih dahulu ketika bertemu di berguru bersama. Bawa pula buku catatan untuk mencatat informasi-informasi yang didapatkan ketika membahasnya bersama dalam kelompok.
  5. Tahap Kelima.
    Saat bertemu dengan waktu dan daerah yang telah disepakati, mulailah dengan santai membuka permasalahan atau topik tersebut dan tujuan dalam pertemuan tersebut.
  6. Tahap Keenam.
    Berbagi informasilah secara bergantian dan selalu menjaga perilaku untuk tetap saling menghargai pendapat dan warta yang masing-masing dapatkan. Tanggapi atau beri komentar atas warta yang disampaikan oleh masing-masing anggota.
  7. Tahap Akhir.
    Catatlah warta yang penting dan mendukung untuk mendapat penyelesaiaan permasalahan yang dibahas. Simpulkan seara bahu-membahu dan berilah masing-masing anggota komentar akan kesimpulan yang bisa didapatkan.
Dari klarifikasi di atas semoga kita bisa menemukan warta dan wawasan dalam penyelesaian tantangan berguru yang selama ini kita hadapi. Walaupun mungkin klarifikasi belum termasuk sempurna, semoga saja bisa bermanfaat bagi kita semua.

Terima Kasih sudah membaca, semoga bermanfaat informasinya.
Sumber http://menofschool.blogspot.com