Wednesday, April 17, 2019

√ Apa Perbedaan Mikroevolusi Dan Makroevolusi

Ada satu aspek evolusi tertentu yang perlu diberi perhatian khusus: perbedaan yang agak artifisial antara apa yang disebut “mikroevolusi” dan “makroevolusi”, dua istilah yang sering dipakai oleh para kreasionis dalam upaya mereka untuk mengkritik evolusi dan teori evolusi.


Pengertian Mikroevolusi


Mikroevolusi dipakai untuk merujuk pada perubahan dalam kumpulan gen suatu populasi dari waktu ke waktu yang menghasilkan perubahan yang relatif kecil pada organisme dalam populasi – perubahan yang tidak akan menjadikan organisme gres dianggap sebagai spesies yang berbeda. Contoh-contoh perubahan mikroevolusi semacam itu termasuk perubahan dalam warna atau ukuran spesies.


Pengertian makroevolusi


Sebaliknya, makroevolusi dipakai untuk merujuk pada perubahan organisme yang cukup signifikan sehingga seiring waktu, organisme yang lebih gres akan dianggap sebagai spesies yang sama sekali baru. Dengan kata lain, organisme gres tidak akan sanggup kawin dengan leluhur mereka, dengan perkiraan kita sanggup menyatukan mereka. Kreasionis sering beropini bahwa mereka mendapatkan mikroevolusi tetapi tidak makroevolusi – satu cara umum untuk mengatakannya yaitu dengan menyampaikan bahwa anjing sanggup bermetamorfosis lebih besar atau lebih kecil, tetapi mereka tidak pernah menjadi kucing. Oleh alasannya yaitu itu, mikroevolusi sanggup terjadi dalam spesies anjing, tetapi makroevolusi tidak akan pernah terjadi.


Definisi Evolusi


Ada beberapa problem dengan istilah-istilah ini, terutama dalam cara para kreasionis menggunakannya. Yang pertama yaitu bahwa ketika para ilmuwan memakai istilah mikroevolusi dan makroevolusi, mereka tidak menggunakannya dengan cara yang sama menyerupai para kreasionis. Istilah ini pertama kali dipakai pada tahun 1927 oleh mahir entomologi Rusia Iurii Filipchenko dalam bukunya ihwal evolusi Variabilität und Variation (Variabilitas dan Variasi). Namun, mereka tetap dipakai secara relatif terbatas ketika ini. Anda sanggup menemukannya dalam beberapa teks, termasuk teks biologi, tetapi secara umum, sebagian besar mahir biologi tidak memperhatikannya.


Bagi mahir biologi, tidak ada perbedaan yang relevan antara mikroevolusi dan makroevolusi. Keduanya terjadi dengan cara yang sama dan untuk alasan yang sama, sehingga tidak ada alasan konkret untuk membedakannya. Ketika mahir biologi memakai istilah yang berbeda, itu hanya untuk alasan deskriptif.


Akan tetapi, ketika para kreasionis memakai istilah-istilah itu, itu alasannya yaitu alasan ontologis – ini berarti bahwa mereka mencoba menggambarkan dua proses yang secara mendasar berbeda. Esensi dari apa yang merupakan mikroevolusi adalah, bagi kreasionis, berbeda dari esensi dari apa yang membentuk makroevolusi. Kreasionis berada di bawah kesan kalau ada beberapa garis ajaib antara mikroevolusi dan makroevolusi, tetapi tidak ada garis menyerupai itu dalam ilmu pengetahuan. Makroevolusi hanyalah hasil dari banyak mikroevolusi selama periode waktu yang lama.


Dengan kata lain, kreasionis menerapkan terminologi ilmiah yang mempunyai makna spesifik dan terbatas, tetapi mereka menggunakannya secara lebih luas dan tidak benar. Ini yaitu kesalahan serius tetapi tidak mengejutkan – kaum kreasionis menyalahgunakan terminologi ilmiah secara teratur.


Masalah kedua dengan penggunaan kreasionis dari istilah mikroevolusi dan makroevolusi yaitu definisi apa yang membentuk suatu spesies tidak didefinisikan secara konsisten. Ini sanggup memperumit batas-batas yang diklaim kreasionis ada antara mikroevolusi dan makroevolusi. Lagi pula, kalau seseorang akan mengklaim bahwa mikroevolusi tidak pernah sanggup menjadi makroevolusi, maka akan perlu untuk memilih di mana batas yang seharusnya tidak sanggup dilintasi.


Kesimpulan


Sederhananya, evolusi yaitu hasil dari perubahan arahan genetik. Gen-gen mengkodekan karakteristik dasar yang akan dimiliki oleh suatu bentuk kehidupan, dan tidak ada prosedur yang diketahui yang akan mencegah perubahan kecil (mikroevolusi) pada akibatnya menghasilkan makroevolusi. Sementara gen sanggup bervariasi secara signifikan antara bentuk kehidupan yang berbeda, prosedur dasar operasi dan perubahan pada semua gen yaitu sama. Jika Anda menemukan seorang kreasionis yang beropini bahwa mikroevolusi sanggup terjadi tetapi makroevolusi tidak bisa, tanyakan kepada mereka apa kendala biologis atau logis yang mencegah yang pertama menjadi yang terakhir – dan dengarkan kesunyiannya.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com