Wednesday, May 15, 2019

√ Sebutkan 10 Pola Ekosistem Alami

Ekosistem meliputi organisme hidup dan unsur-unsur tak hidup dari lingkungan mereka. Karenanya, komponen ekosistem meliputi hewan, tanaman, mikroorganisme, batuan, tanah, mineral, atmosfer, dan massa air di sekitarnya. Ekosistem sanggup sangat besar, melintasi beberapa negara, atau sanggup relatif kecil, menyerupai badan hewan, yang merupakan rumah bagi banyak mikroorganisme.


Kita sanggup menggambarkan ekosistem di bawah dua judul – ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem yang tidak alami, yang meliputi daerah pertanian dan perkotaan, sangat dimodifikasi dan dipelihara oleh acara manusia. Sebaliknya, ekosistem alami ialah unit ekologi berdikari dan seimbang, dengan proporsi keanekaragaman hayati orisinil yang tinggi dan gangguan insan yang minimal.


Ekosistem alami biasanya cukup luas. Ini dibagi menjadi dua kelompok utama – ekosistem darat dan perairan. Ini selanjutnya dibagi menjadi banyak jenis ekosistem yang lebih kecil menyerupai yang diuraikan dalam artikel ini. Untuk artikel ini, fokusnya ialah pada ekosistem alami dan kita akan mengeksplorasi 10 jenis ekosistem alami.


1. Ekosistem Padang Rumput


Ekosistem padang rumput dicirikan oleh adonan vegetasi non-kayu dan didominasi oleh rumput atau tumbuhan menyerupai rumput. Ekosistem biasanya ditemukan di daerah yang terlalu kering untuk hutan tetapi mempunyai air tanah yang cukup untuk mendukung kanopi tumbuhan herba, yang tidak sanggup ditemukan di gurun.


Padang rumput terjadi terutama di dataran atau topografi yang bergulir di potongan dalam dari daratan yang luas, dan dari permukaan maritim sampai ketinggian sekitar 16.400 kaki di Andes. Ekosistem ini biasanya dihuni oleh binatang gembalaan, dan sanggup dibagi lagi menjadi:



  • Savana – ditemukan di daerah tropis

  • Prairi – terletak di daerah sedang

  • Stepa – Dapat terjadi di daerah tropis dan beriklim sedang


2. Ekosistem Hutan Hujan Tropis


Ekosistem hutan hujan tropis ditemukan di daerah tropis, dan mereka mempunyai keanekaragaman tumbuhan dan fauna yang lebih besar dibandingkan dengan jenis ekosistem lainnya. Istilah “hutan hujan” berarti bahwa ini ialah salah satu ekosistem terbasah di dunia. Yaitu, ekosistem ini umumnya mendapatkan curah hujan yang sangat tinggi setiap tahun, yang bervariasi di banyak sekali hutan hujan.


Hujan deras menghasilkan vegetasi yang lebat dan rimbun. Pohon-pohon tumbuh sangat tinggi ketika mereka bersaing untuk mendapatkan sinar matahari. Hewan hidup di kanopi pohon. Berbeda dengan doktrin terkenal bahwa tanah di ekosistem hutan hujan subur, tanah hutan hujan bantu-membantu miskin unsur hara. Ada klarifikasi untuk ini?


Nutrisi biasanya tidak disimpan dalam tanah untuk waktu yang lama. Hujan deras yang dialami dalam ekosistem ini mencuci materi organik dari tanah, menjadikannya miskin unsur hara. Perlu juga dicatat bahwa hutan hujan mempunyai kelembaban tinggi – masing-masing sekitar 88 persen dan 77 persen pada demam isu hujan dan kemarau.


3. Ekosistem Hutan sedang


Ekosistem hutan yang beriklim sedang biasa terjadi di daerah di mana demam isu cuek dan demam isu panas menjadi hangat. Ekosistem biasanya terdiri dari pohon yang sanggup berganti daun, yang menumpahkan daunnya setiap demam isu gugur, dan pohon jenis konifera yang tetap hijau sepanjang tahun.


Anda harus menyadari bahwa di banyak daerah ekosistem hutan sedang semula telah diubah oleh acara manusia, memberi jalan bagi pertanian. Namun, satu ekosistem hutan subtropis penting, Pegunungan Great Smoky, ialah daerah lindung dan telah diberi label sebagai Cagar Biosfer Dunia.


25 persen dari hutan beriklim sedang utama yang tersisa terletak di pantai British Columbia Kanada. Anda sanggup menemukan sisa-sisa lainnya di A.S. timur, Eropa, Australia, Selandia Baru, barat daya Amerika Selatan, Jepang, dan Cina. Beberapa tumbuhan alami di hutan beriklim sedang termasuk apel, chestnut, gula maple, dan jamur.


4. Ekosistem Taiga


Taiga ialah sejenis ekosistem hutan yang ditemukan di wilayah paling utara di dunia. Juga dikenal sebagai hutan boreal, ekosistem ini sebagian besar terdiri dari pohon cemara, pohon jenis konifera, menyerupai cemara dan pinus. Pohon rujung ini berbentuk kerucut ini menyesuaikan diri dengan demam isu cuek dan kekeringan serta demam isu tanam yang pendek.


Perlu dicatat bahwa ekosistem taiga terbesar meliputi potongan dari Rusia utara dan Siberia. Ekosistem taiga terkenal lainnya ditemukan di Kanada, Alaska, Norwegia, Swedia, dan Finlandia.


5. Ekosistem Gurun


Ekosistem gurun sebagian besar ditandai oleh vegetasi yang relatif jarang. Populasi binatang dan serangga juga sangat terbatas. Mengingat fakta bahwa gurun tidak selalu panas, kita mempunyai dua tipe utama ekosistem gurun – ekosistem gurun panas atau subtropis dan ekosistem gurun sedang atau dingin.


Sementara gurun beriklim sedang dan ekosistem subtropis mempunyai karakteristik yang berbeda, mereka mempunyai beberapa kesamaan, yang meliputi:



  • Keduanya mendapatkan kurang dari 10 inci curah hujan setiap tahun

  • Keduanya ditandai oleh kondisi hidup yang keras, yang memengaruhi orang atau binatang yang tinggal di sana.

  • Udara kering ditemukan di kedua jenis ekosistem

  • Hewan telah menyesuaikan diri dengan kondisi ekosistem yang menyangkut energi, konsumsi makanan, dan kapan harus aktif.

  • Tumbuhan telah menyesuaikan diri untuk bertahan hidup dengan air yang tidak mencukupi dan suhu yang ekstrem.


Secara umum, ekosistem gurun terdiri dari beberapa komponen abiotik, termasuk, suhu tinggi, dan kelembaban yang tidak mencukupi. Seperti yang dinyatakan sebelumnya, ada juga beberapa faktor biotik, menyerupai binatang dan tumbuhan.


6. Ekosistem Tundra


Ekosistem Tundra ditemukan di Daerah Kutub atau di puncak gunung yang tinggi. Mereka dicirikan oleh kondisi kehidupan yang keras alasannya ialah mereka dibekukan dan ditutupi oleh salju hampir sepanjang tahun. Di tundra tampak putih tanpa pohon, tanah sanggup membeku sepanjang tahun, menciptakan hidup sangat sulit. Kondisi ini dikenal sebagai permafrost.


Namun, selama demam isu panas dan demam isu semi yang singkat, salju sanggup meleleh, menghasilkan kolam yang dangkal yang menarik unggas air yang bermigrasi. Salju yang mencair juga mengatakan lumut dan bunga-bunga kecil. Kata “tundra” paling umum merujuk pada daerah kutub. Namun, pada garis lintang lebih rendah, ekosistem menyerupai tundra yang dikenal sebagai alpine tundra sanggup ditemukan dataran tinggi.


7. Ekosistem Air Tawar


Ekosistem air tawar meliputi sungai, danau, sungai, rawa, kolam, dan rawa air tawar. Kita sanggup menggambarkan ekosistem ini di bawah dua judul besar – ekosistem di mana air mengalir, menyerupai sungai, dan ekosistem di mana airnya hampir diam, menyerupai kolam.


Ekosistem air tawar ialah rumah bagi banyak sekali tumbuhan dan fauna, termasuk ikan, serangga, alga, amfibi, plankton, serta banyak sekali spesies tumbuhan bawah laut.


8. Ekosistem Laut


Perbedaan utama antara ekosistem air tawar dan ekosistem maritim ialah yang terakhir disebut mengandung air garam. Berbagai jenis spesies tumbuhan dan binatang tumbuh subur di air asin dibandingkan dengan air tawar. Perlu dicatat bahwa ekosistem maritim ialah tipe ekosistem terbesar di dunia. yang merupakan rumah bagi banyak mikroorganisme √ Sebutkan 10 Contoh ekosistem alami


Mereka tidak hanya terdiri dari permukaan maritim dan dasar laut, tetapi juga zona pasang surut, rawa-rawa garam, muara, rawa-rawa air asin, dan hutan bakau.


9. Ventilasi Hidrotermal


Ditemukan pada tahun 1970-an, ventilasi hipotermal terletak di kedalaman samudra yang kekurangan sinar matahari di daerah-daerah di mana air yang dipanaskan oleh kedekatan dengan magma panas meresap melalui retakan di lantai samudera. Sementara sebagian besar kehidupan di Bumi bergantung pada oksigen, udang aneh, cacing tabung raksasa, kepiting, dan spesies lain yang tumbuh subur dalam ekosistem semacam ini bergantung pada hidrogen sulfida.


Flora dan fauna dalam air yang sangat panas juga bergantung pada kemosintesis, sebagai lawan fotosintesis, sebagai sumber energi utama dalam rantai kuliner mereka. Beberapa kuman ventilasi maritim telah mengalami evolusi minimal semenjak awal kehidupan di Bumi.


10. Terumbu Karang


Biasanya disebut sebagai hutan hujan lautan, terumbu karang penuh dengan kehidupan. Yakni, sekitar 25 persen spesies maritim bergantung pada ekosistem ini untuk kuliner dan tempat tinggal. Terumbu karang ialah rumah bagi tidak hanya karang dan ikan berwarna cerah tetapi juga bunga karang, bulu babi, anemon laut, dan kerang.



Sumber aciknadzirah.blogspot.com