Showing posts with label Majas. Show all posts
Showing posts with label Majas. Show all posts

Saturday, July 20, 2019

√ Majas Epifora – Pengertian Dan Teladan Kalimatnya

Majas biasanya dipakai oleh orang-orang yang menciptakan artikel sastra, puisi atau semacamnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) majas ialah cara melukiskan sesuatu dengan menyamakannya dengan sesuatu yang lain yang disebut sebagai kiasan. Dalam bahasa Indonesia terdapat banyak macam-macam majas, diantaranya macam-macam perbandingan, macam-macam pertentangan, macam-macam majas sindiran, macam-macam majas penegasan dan macam-macam majas perulangan. Dan salah satu dari majas perulangan ini ialah majas epifora yang akan kita bahas kali ini. Majas epifora ialah majas repetisi yang berupa perulangan kata pada selesai baris atau kalimatnya secara berurutan.


Contoh Majas Epifora dalam kalimat :



  1. Yang pulang, pulang juga. Orang ramai, mengalir juga. Pekik sorak, bersahut juga.

  2. Cintaku hanya untuk kamu, ku tak sanggup hidup tanpa kamu, ku ingin tetap bersama kamu.

  3. Lepaskan aku. Bebaskan aku. Merdekakan aku.

  4. Biarkan saya mencarinya, bebaskan saya mencarinya, izinkan saya mencarinya.

  5. Aku tiba ketika kau tidur, ibu pulang ketika kau tidur, dan saya pergi kau masih tetap tidur.

  6. Kalau kau mau, aku akan datang. Jika kau berkenan, aku akan datang. Bila kau minta, aku akan datang.

  7. Sungguh aku menyayangimu, tidak akan berhenti menyayangimu, dan akan terus menyayangimu.

  8. Di pagi hari Ayah meminum kopi, di malam hari Ayah juga minum kopi, bahkan dikala hujan pun Ayah pasti meminum kopi.

  9. Tunggulah aku sebab aku akan datang, nantikan saya karena aku akan datang, jangan pergi dulu karena aku akan datang.

  10. Izinkanlah aku bertamasya, jangan halangiku bertamasya, karena saya ingin sekali bertamasya.

  11. Bagikan itu kepadanya, berikan itu kepadanya, hadiahkan itu kepadanya.


Selain majas epifora, beberapa majas perulangan lainnya yang sanggup menjadi rujukan pembaca, diantaranya majas aliterasi, contoh majas pleonasme, majas antanaklasis, majas repetisi dan majas paralelisme. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, June 22, 2019

√ 7 Rujukan Majas Mesodiplosis Dalam Bahasa Indonesia

Banyak macam-macam majas dalam bahasa Indonesia. Diantaranya macam-macam majas perulangan, macam-macam majas penegasan, macam-macam majas perbandingan, macam-macam majas sindiran dan macam-macam majas pertentangan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) majas yaitu cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain sanggup disebut juga sebagai kiasan. Salah satu dari sekian jenis majas yaitu majas mesodiplosis yang akan kita bahas kali ini. Majas mesodiplosis yaitu repetisi di tengah-tengah baris atau beberapa kalimat berurutan. Agar lebih jelasnya, mari lihat contoh-contohnya :


Contoh Majas Mesodiplosis :



  1. Guru harus meningkatkan mutu pendidikan.

    Presiden harus meningkatkan pendapatan rakyatnya.


Pada kalimat tersebut, pengulangan terjadi pada frasa “harus meningkatkan”.



  1. Para pembesar jangan mencuri bensin.

    Para gadis jangan mencari perawannya sendiri.


Pada kalimat tersebut, pengulangan terjadi pada kata “jangan”.



  1. Pendidik hendaknya meningkatkan kecerdasan bangsa.

    Para dokter hendaknya meningkatkan kesehatan masyarakat.


Pada kalimat tersebut, pengulangan terjadi pada frasa “hendaknya meningkatkan”.



  1. Keringatmu yang terus mengucur, kakimu yang terus melangkah, bibirmu yang terus berdzikir, semua hanya kamu lakukan untukku.


Pada kalimat tersebut, pengulangan terjadi pada frasa “yang terus”.



  1. Setiap pagi ayah berdzikir, tengah hari juga berdzikir, sore hari tidak pernah lupa untuk berdzikir, dan tidak tidurpun harus berdzikir.


Pengulangan terjadi pada kata “berdzikir”.



  1. Anak merindukan orang tua.

    Orang tua merindukan anak.

    Aku merindukan pacarku.

    Dia merindukan ketentraman batin.

    Kamu merindukan keberhasilan studimu.

    Kumbang merindukan kembang.

    Pungguk merindukan bulan.

    Ombak merindukan pantai.

    Pendeknya semua merindukan sesuatu di dalam hidup ini.


Pada kalimat tersebut, pengulangan terjadi pada kata“merindukan”.



  1. Pada dirimu kami menyimpan harapan.

    Suara kami tolong didengarkan kemudian sampaikan.


Pada kalimat tersebut, pengulangan terjadi pada kata“kami”.


Selain teladan majas mesodiplosis, yang termasuk majas repetisi lainnya yaitu contoh majas anafora, contoh majas epifora dan contoh majas anadiplosis dalam bahasa indonesia. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

Thursday, December 13, 2018

√ 22 Pola Majas Anafora Dan Metafora Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Majas anafora dan metafora merupakan dua diantara macam-macam majas yang ada di dalam kaidah bahasa Indonesia. Majas anafora merupakan pengulangan suatu kata atau frasa yang ada di awal sebuah tulisan, yang kemudian diulang di serpihan goresan pena selanjutnya. Sementara itu, majas metafora merupakan majas yang mengiaskan suatu hal dengan hal lain yang sifatnya menyerupai dengan hal yang dikiaskan tersebut.


Pada artikel kali ini, kedua teladan majas tersebut akan ditampilkan ke dalam format kalimat. Adapun contoh-contoh dari keduanya tersebut yaitu sebagai berikut ini!


A. Contoh Majas Anafora dalam Kalimat Bahasa Indonesia



  1. Tak peduli dari mana kamu berasal, tak peduli seperti apa masa lalumu, saya akan selalu menyayangimu.

  2. Meskipun lelah, meskipun kesal, meskipun terlunta-lunta, saya akan tetap terus berjuang.

  3. Entah benar entah tidak, ia dikabarkan akan menikah ahad depan.

  4. Dalam suka, dalam duka, dalam nestapa, kita akan selalu bersama.

  5. Entah esok hari, entah lusa nanti, entah suatu ketika nanti, saya niscaya akan kembali ke sini.

  6. Baik disajikan dengan air panas, baik disajikan dengan air es, kopi tetap yummy untuk dinikmati.

  7. Berulang kali kau berjanji, berulang kali pula engkau mengingkarinya.

  8. Terlalu sakit untuk diingat, terlalu perih untuk diucapkan.

  9. Lain dulu lain sekarang, sifatnya kini telah berubah.

  10. Entah siapa yang memulai, entah apa penyebabnya, kerusuhan itu telah terjadi.

  11. Engkau kudamba, engkau kunanti, dan engkau yang begitu saya inginkan.

  12. Walaupun terjatuh, walaupun nyaris putus asa, saya akan tetap menemph jalan yang sunyi ini.


B. Contoh Majas Metafora dalam Kalimat Bahasa Indonesia



  1. Si jago merah telah memperabukan seluruh kios itu. (Si jago merah merupakan metafora dari api)

  2. Tulus merupakan salah satu penyanyi solo laki-laki yang kini tengah naik daun. (naik daun yaitu metafora dari terkenal)

  3. Semenjak suaminya meninggal, Bu Narsih kini menjadi tulang punggung untuk keluarganya. (tulang punggung yaitu metafora dari rujukan atau andalan utama seseorang)

  4. Karena kedekatannya dengan sejumlah pimpinan perusahaan serta fasilitas yang ia sanggup dari pihak perusahaan, Danar pun sering disindir sebagai anak emas perusahaan. (anak emas merupakan metafora dari kesayangan orang lain)

  5. angan rentenir itu telah mendatangi rumah kami. (kaki tangan merupakan metafora dari bawahan)

  6. Di pertandingan sepak bola tersebut, tim tamu harus bertekuk lutut atas tim tuan rumah dengan skor telak 5-0. (bertekuk lutut merupakan metafora dari menyerah)

  7. Hari ini, paman akan membawa buah tangan dari kota Pontianak. (buah tangan merupakan metafora dari oleh-oleh)

  8. Pihak terdakwa telah terbukti melakukan main mata dengan sejumlah pejabat aturan di negeri ini. (main mata merupakan metafora dari acara melaksanakan kontak dengan suatu pihak dengan tujuan untuk menguntungkan salah satu pihak.

  9. Dia dijauhi oleh teman-temannya alasannya yaitu ia yaitu seorang yang bermuka dua. (bermuka dua merupakan metafora dari munafik)


Demikianlah beberapa teladan majas anafora dan metafora dalam kalimat bahasa Indonesia. Jika ingin melihat teladan majas anafora dan metafora lainnya, serta jenis majas lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh majas anafora, contoh majas metafora, contoh majas esklamasiocontoh majas polisidenton, contoh majas asidenton, dan contoh majas asosiasi. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai majas anafora dan metafora pada khususnya, maupun bahan pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 22 Rujukan Majas Asidenton Dan Polisidenton Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Majas merupakan sebuah gaya bahasa yang berfungsi untuk mengiaskan suatu hal dengan hal lainnya, membandingkan suatu hal dengan hal lainnya, ataupun menegaskan suatu hal. Majas sendiri memiliki banyak macam, di mana dua diantara macam-macam majas tersebut yaitu majas asidenton dan juga polisidenton.


Majas asidenton merupakan majas yang menegaskan suatu hal dengan menyebut beberapa kata secara berurutan tanpa memakai macam-macam kata penghubung atau konjungsi. Sebaliknya, majas polisidenton merupakan majas yang menegaskan suatu hal dengan menyebut beberapa kata secara berurutan yang i dalamnya terdapat kata penghubung atau konjungsi.


Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui ibarat apa contoh-contoh kedua majas tersebut dalam format kalimat. Adapun beberapa tumpuan tersebut yaitu sebagai berikut ini!


A. Contoh Majas Asidenton dalam Kalimat Bahasa Indonesia



  1. Sehari, dua hari, tiga hari, dia tidak kunjung mengabariku.

  2. Selembar, dua lembar, tiga lembar uangnya telah beliau habiskan untuk berjodi.

  3. Setahun, dua tahun, tiga tahun, dia masih belum pulang ke kampungnya.

  4. Makan, tidur, bermain, adalah kegiatannya sehari-hari.

  5. Andi, Budi, Tara, Nita, mereka yaitu teman-teman terbaikku.

  6. Sepiring, dua piring, tiga piring nasi telah beliau habiskan sendiri.

  7. Rapi, disiplin, rajin adalah tiga kata yang cocok untuk menggambarkan sosok seorang Didi.

  8. Kecewa, sakit hati, kesal adalah tiga perasaan yang sedang berkecamuk di hatiku dikala ini.

  9. Meriah, gemerlap, seru adalah tiga kata yang sempurna untuk menggambarkan pagelaran musik tersebut.

  10. Pak Budi, Pak Untoro, Pak Cokro tengah asyik berbincang di pos ronda itu.


B. Contoh Majas Polisidenton dalam Kalimat Bahasa Indonesia



  1. Sehari, dua hari, bahkan berbulan-bulan, dia tak kunjung mengabariku.

  2. Selembar, dua lembar, sampai berpuluh-puluh lembar telah beliau habiskan untuk berjodi.

  3. Setahun, dua tahun, sampai satu windu, dia masih belum pulang ke kampungnya.

  4. Makan, tidur, dan bermain adalah kegiatannya sehari-hari.

  5. Andi, Budi, Tara, dan Nita adalah teman-teman terbaikku.

  6. Sepiring, dua piring, bahkan satu bakul nasi telah beliau habiskan sendiri.

  7. Rapi, disiplin, dan rajin adalah tiga kata yang cocok untuk menggambarkan sosok seorang Didi.

  8. Kecewa, sakit hati, dan kesal adalah tiga perasaan yang sedang berkecamuk di hatiku dikala ini.

  9. Meriah, gemerlap, dan juga seru adalah tiga kata yang sempurna untuk menggambarkan pagelaran musik tersebut.

  10. Pak Budi, Pak Untoro, serta Pak Cokro tengah asyik berbincang di pos ronda itu.

  11. Dia pun menatap mataku dengan saksama, lalu kemudian aku pun membalas tatapannya, setelah itu dia pun tersipu karenanya, dan dia pun bergegas berlari alasannya yaitu salah tingkah.

  12. Para pemateri seminar itu memberikan materi-materi mereka, setelah itu sesi tanya jawab dibuka, dan acara seminar pun ditutup dengan proteksi plakat kepada semua pemateri.


Demikianlah beberapa tumpuan majas asidenton dan polisidenton dalam kalimat bahasa Indonesia. Jika ingin mengetahui banyak wacana tumpuan majas asidenton dan polisidenton, serta jenis majas lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh majas asidenton, contoh majas polisidenton, contoh majas asosiasi, contoh majas esklamasio, contoh majas klimaks, serta tumpuan majas anafora dan metafora.


Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan gres kepada para pembaca sekalian, baik itu mengenai majas asidenton dan polisidenton pada khususnya, maupun bahan pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan pula jikalau terdapat kesalahan pada penulisan ataupun klarifikasi yang terkandung di dalam artikel ini. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, October 24, 2018

√ 26 Teladan Majas Ironi Dan Litotes Dalam Bahasa Indonesia

Majas ironi dan litotes merupakan dua di antara macam-macam majas yang ada di dalam khazanah bahasa Indonesia. Majas ironi merupakan majas yang digunakan untuk menyindir suatu hal dengan memberikan suatu hal yang bertentangan dengan keadaan yang sesungguhnya. Sementara itu, majas litotes merupakan majas yang digunakan untuk merendahkan diri sendiri di hadapan orang lain.


Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui menyerupai apa contoh-contoh dari kedua majas tersebut. Adapun contoh-contoh yang dimaksud yaitu sebagai berikut ini!


A. Contoh Majas Ironi



  1. Keren sekali penampilanmu itu. Saking kerennya, orang lain hingga tak mau melihat tampilanmu itu.

  2. Kau manis sekali hari ini. Saking cantiknya, perutku terasa mual dibuatnya.

  3. Rumahmu ini besar sekali ya. Aku hingga susah masuk ke rumah ini saking besarnya.

  4. Kau tahu tidak, saking wanginya tubuhmu itu, bunga-bunga yang adadi taman kota hingga layu dibuatnya.

  5. Harga ponsel itu murah sekali, saya hingga harus menjual motorku karenanya.

  6. Suaramu bagus sekali. Saking bagusnya, telingaku hingga kaubuat tulis karenanya.

  7. Sepatu yang kamu berikan padaku itu sangat cocok di kakiku, kakiku saja hingga terkilir karenanya.

  8. Cat rumahmu ini begitu cerah, membuatku teringat pada langit yang mendung itu.

  9. Motor itu joknya sangat lezat untuk diduduki, sehingga pantatku ini terasa panas dibuatnya.

  10. Masakan buatanmu sungguh enak, saya hingga ingin muntah alasannya yaitu saking enaknya.

  11. Aroma masakanmu lezat sekali. Saking enaknya, lalat saja hingga tak mau cium anyir masakanmu.

  12. Wajahmu itu sungguh ceria sekali, saya hingga terenyuh dibuatnya.

  13. Saking baiknya, saya hingga ingin memukuli wajah preman itu.


B. Contoh Majas Litotes



  1. Saya hanyalah seorang pekerja biasa yang hanya makan nasi dan garam.

  2. Mari, pak, silakan masuk rumah yang kecil ini.

  3. Mohon maaf pak, kami hanya bisa menyajikan kudapan-kudapan ringan ini.

  4. Jangan memujiku berlebihan. Sebab, saya hanyalah seorang insan hina yang terlihat baik saja di matamu.

  5. Terima kasih tuan mau mengunjungi rumah hamba yang kumuh ini.

  6. Terima kasih telah mempercayai saya yang rendah ini.

  7. Terima kasih telah merasakan kuliner saya yang a la kadarnya ini.

  8. Akan kupersembahkan lagu sumbang ini hanyalah untukmu yang terindah.

  9. Sungguh, saya yang bagai butiran bubuk ini sangat tak pantas mendapatkan jamuan yang begitu megah ini.

  10. Terima kasih kepada tuan dan puan sekalian yang telah mendengarkan pemaparan saya yang rendahan ini.

  11. Di sini, saya hanyalah watu kecil tak terlihat di hamparan pantai yang begitu luas.

  12. Kekasihku yang cantik, terima kasih telah mendapatkan saya yang tak terperinci rupa ini.

  13. Jika dibandingkan dengan kebaikan yang kamu berikan kepadaku, apa yang saya beri padamu itu hanyalah sebesar atom di bumi saja.


Demikianlah beberapa pola majas ironi dan litotes dalam bahasa Indonesia. agar bermanfaat dan bisa menambah wawasan gres bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai majas pada khususnya, maupun bahan pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan pula kalau terdapat kekeliruan yang terkandung di dalam artikel kali ini.


Jika pembaca ingin menambah rujukan soal majas, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut ini, yaitu: contoh majas asidenton dan polisidenton; contoh majas anafora dan metafora; contoh majas epifora; serta artikel contoh majas anafora.


Sekian dan terima kasih banyak untuk para oembaca sekalian.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 23 Pola Majas Litotes Dan Hiperbola Dalam Bahasa Indonesia

Majas litotes dan majas hiperbola merupakan dua di antara macam-macam majas yang ada di dalam khazanah bahasa Indonesia. Majas litotes merupakan majas yang digunakan untuk merendahkan diri sendiri dihadapan orang lain. Sementara itu, majas hiperbola merupakan majas yang digunakan untuk memberikan suatu hal secara berlebihan. Kedua jenis majas tersebut akan ditampilkan beberapa misalnya di artikel kali ini. Contoh-contoh tersebut bisa dilihat sebagaimana berikut ini!


A. Contoh Majas Litotes



  1. Mari, pak, silakan masuk ke dalam rumah saya yang kumuh ini.

  2. Mari, pak, silakan diicip kopi buatan saya yang tidak semantap kopi buatan bapak.

  3. Jika dibandingan dengan semua kebaikan yang kamu beri, apa yang kuberikan kepadamu itu hanyalah bagaikan remahan daun yang kering saja.

  4. Kekasihku yang jelita, terimalah lamaran dari saya kekasihmu yang jelek rupa.

  5. Terima kasih kepada bapak dan ibu sekalian, dikarenakan telah mendengarkan ocehan saya yang usang tadi.

  6. Terimalah persembahan dari hamba yang hina ini.

  7. Akan kupersembahkan lagu picisan untuk kalian yang sangat saya cintai.

  8. Mohon maaf, tuan dan nyonya, kami hanya bisa menyajikan jajanan-jajanan murah ini kepada tuan dan nyonya sekalian.

  9. Dibandingkan dengan mereka, saya hanyalah seonggok butiran bubuk yang beterbangan dan tak kelihatan.

  10. Para hadirin yang saya hormati, izinkan saya yang semenjana ini memberikan sepatah kata yang mungkin tidak seberapa.

  11. Mari semuanya, cicipi kuliner kami yang tidak seberapa ini.

  12. Terima kasih telah mempercayakan amanah yang agung ini kepada kami yang beegitu hina dan menyedihkan ini.


B. Contoh Majas Hiperbola



  1. Wah, masakanmu lezat sekali, ya! saya hingga ingin menyantapnya lagi dan lagi hingga beratus-ratus kali.

  2. Dia menyanyikan lagu murung itu dengan sangat sadis, hatiku hingga teriris-iris dibuatnya.

  3. Aku membanting tulang ke kiri dan ke kanan hingga tulang ini patah, hanya untuk menafkahi anak dan istriku.

  4. Aku sudah berkeliling tujuh benua dan tujuh samudera, namun beliau tidak kunjung saya temukan.

  5. Dari sepuluh ribu kuliner yang saya coba sepanjang hidupku, kuliner buatanmu yakni yang terenak yang pernah saya makan.

  6. Teh buatanmu ini terlalu manis, saya hingga diabetes dibuatnya.

  7. Aku sudah mendatangi rumahnya selama tujuh tahun tujuh bulan tujuh hari, namun beliau tak kunjung keluar dari rumah itu.

  8. Aku sudah meneleponnya, mengirimnya pesan via WhatsApp, bahkan mengirimnya surat lewat merpati pos, namun beliau tak pernah membalasnya sekalipun.

  9. Dia tidak akan pernah peduli kepadaku, sekalipun saya telah mendaki gunung, menyelami lautan, dan merenangi larva gunung berapi untuknya.

  10. Aku sudah menasihatinya hingga mulutku dower, tapi beliau masih saja bertindak menyerupai itu.

  11. Aku sudah memasukan semua rempah terenak di Indonesia bahkan di dunia ke dalam masakanku. Namun, tetap saja masakanku dianggap tidak lezat olehnya.


Demikianlah beberapa pola majas litotes dan hiperbola dalam bahasa Indonesia. biar bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai majas khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan pula kalau terdapat kesalahan yang terkandung di dalam artikel kali ini.


Jika pembaca ingin menambah acuan soal majas, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh majas ironi dan litotes; contoh majas anafora dan metafora; contoh majas asidenton dan polisidenton; serta contoh majas ekslamasio.


Sekian dan juga terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, October 20, 2018

√ 33 Referensi Majas Hiperbola Dan Majas Personifikasi Dalam Bahasa Indonesia

Majas hiperbola dan majas personifikasi merupakan dua di antara macam-macam majas yang ada di dalam khazanah bahasa Indonesia. Majas hiperbola ialah majas yang mengungkapkan suatu hal dengan cara yang berlebihan. Sementara itu, majas personifikasi ialah majas yang menciptakan benda mati seakan-akan sanggup melaksanakan hal yang dilakukan oleh makhluk hidup.


Untuk mengetahui menyerupai apa referensi kedua majas ini, berikut akan ditampilkan beberapa referensi keduanya yang bisa disimak sebagaimana berikut ini!


A. Contoh Majas Hiperbola



  1. Aku sudah meneloponnya, mengirimkan surat hingga berpuluh ribu kali, mendatangi rumahnya tiap detik dan tiap menit, namun ia tak bisa saya hubungi dan saya temui.

  2. Aku sudah menjelaskan hal itu kepadanya higga mulutku berbusa, tetapi ia masih saja tidak mengerti.

  3. Masakanmu ini enak sekali, saya hingga ingin menyantapnya hingga seribu kali.

  4. Aku akan menunggunya di sini, walau hingga sepuluh ribu tahun sekalipun.

  5. Aku sudah mencaarinya hingga samudera yang paling dalam, namun saya tak kunjung menemukannya.

  6. Senyumnya begitu manis, hingga membuatku diabetes karenanya.

  7. Tatapan matanya begitu menyejukkan, sehingga saya ingin berteuh di dalamnya.

  8. Saat ini, saya merasa menyerupai ditimpa oleh sekawanan gajah yang besar.

  9. Hatiku sekarang tersayat-sayat oleh ucapannya yang setajam pedang samurai tersebut.

  10. Aku merasa menyerupai ditinggalkan oleh semua orang yang ada di planet bumi ini.

  11. Dia punya sejuta seratus ribu cara untuk menipu orang lain.

  12. Cintaku padamu sekarang kian membesar bagaikan bola salju.

  13. Hidupku tanpa cinta darimu, bagaikan langit tanpa mentari.

  14. Akan kudaki seribu gunung, untuk menaklukan hatimu.

  15. Tatapannya yang tajam itu telah menyayat-nyayat hatiku.

  16. Perkataannya itu telah membuatku jatuh dan tak bisa bangun lagi.


B. Contoh Majas Personifikasi



  1. Mentari pagi telah melambaikan tangannya kepadaku.

  2. tiupan angin malam telah mencolek tubuhku yang kurus ini.

  3. Rasa pedas makanan ini telah mencambuk lidahku.

  4. Gunung berapi itu telah memuntahkan segala yang ada di dalam perutnya.

  5. Bintang malam tengah menyapa semesta dengan penuh kemesraan.

  6. Bumi pun bergoyang dan menyebabkan gempa tektonik.

  7. Secangkir opi ini telah membelai kerongkonganku.

  8. Rumah-rumah itu terbakar tanggapan amukan api.

  9. Tanpa pandang bulu, ombak maritim itu telah memukul apa saja yang ada di depannya.

  10. Matahari telah berpulang ke daerah peristirahatannya.

  11. Daun yang luruh itu tengah menari dalam alunan angin.

  12. Ombak di pantai ini tengah melantunkan gemuruhnya yang merdu itu.

  13. Jam dinding itu menertawakan diriku yang hanya termenung membisu.

  14. Lembayung senja tengah menyapa kita yang terduduk di dingklik taman ini.

  15. Kasur ini telah meninabobokan diriku, sehingga saya pun terlelap begitu lama.

  16. Daun-daun pohon kelapa itu tengah melambai-lambai kepada kita yang tengah ada di dermaga pantai ini.

  17. Matahari siang ini tengah menatap kami dengan tatapannya yang nanar.


Demikianlah beberapa referensi majas hiperbola dan majas personifikasi dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai majas hiperbola dan personifikasi khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan pula kalau terdapat kekeliruan yang terkandung di dalam artikel kali ini.


Jika pembaca ingin menambah referensi soal maja, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh majas asidenton dan polisidenton; contoh majas anafora dan metafora; contoh majas litotes dan hiperbola; serta artikel contoh majas ironi dan litotes.



Sumber https://dosenbahasa.com