Friday, August 25, 2017

√ Besi Dalam Al-Qur'an

Besi dalam al-Qur’an


Di dalam al-Qur’an, Allah Swt menjelaskan duduk masalah besi dengan sangat jelas. Bahkan, salah satu surat di dalam al-Qur’an diberi nama al Hadiid yang berarti besi. Tampaknya aneh, dalam pelajaran teologi, nama salah elemen kimia dalam tabel periodik, yakni besu (Fe=Ferrum), bisa menjadi salah satu judul surat dalam kita suci agama. Dan, hal yang diperdebatkan serta dianggap sebagai salah satu kelemahan al-Qur’an. Akan tetapi, fakta yang justru sebaliknya. Pembahasan besi di dalam al-Qur’an justru menambah kemukjizatan yang terdapat di dalam kitab suci tersebut.
Di dalam al-Qur’an, Allah Swt. Memberikan kabar kepada insan bahwa besi merupakan sesuatu yang jago dan mempunyai banyak manfaat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut:

ۖ وَأَنزَلۡنَا ٱلۡحَدِيدَ فِيهِ بَأۡسٞ شَدِيدٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ ٢٥

 “... dan, Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang jago dan banyak sekali manfaat bagi insan ...” (QS. Al-Hadiid [57]: 25)

Kata wa anzalnaa (وَأَنزَلۡنَا) yang berarti “ Kami turunkan” dalam ayat tersebut sanggup diartikan secara kiasan untuk menjelaskan sesungguhnya besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tetapi, dikala kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat tersebut mempunyai keajaiban ilmiah yang sangat penting. Sebab, inovasi astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa logam berat di alam semesta dibentuk dan dihasilka dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi , sistem tata surya kita tidak mempunyai struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya sanggup dibentuk dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebauh bintang-bintang tersebut tidak bisa lagi menanggungnya , dan balasannya meledak melalui kejadian yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan bergerak melalui ruang hampa sampai mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.
Semua ini menunjukkan bahwa logas besi tidak terbentuk di dalam bumi, melainkan kiriman dari binatang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor, kemudian diturunkan ke bumi. Hal itu persis menyerupai yang dinyatakan di dalam ayat tersebut. Jelaslah bahwa fakta ini tidak sanggup diketahui secara ilmiah pada kala ke-7 dikala al-Qur’an diturunkan.
Selain itu, ayat tersebut melibatkan dua isyarat matematika yang sangat menarik. Surat al-Hadiid (Besi) merupakan surat ke-57 di dalam al-Qur’an. Nilai numerik huruf-huruf dari kata al-Hadiid jumlah nya 57 dan nomor ini merupakan nomor massa besi. Selain itu, nilai numerik dari kata “Hadiid”, tanpa penambahan “al”, jumlah nya 26 yang merupakan nomor atom besi.

Sumber: As’adi Muhammad. Penelitian-penelitian bukti keajaiban dan kebenaran al-Qur’an. 2012. Jogjakarta: Sabil.
Harunyahya.com



Sumber http://samplingkuliah.blogspot.com