Showing posts with label Karangan. Show all posts
Showing posts with label Karangan. Show all posts

Friday, July 26, 2019

√ 6 Perbedaan Karangan Ilmiah Dan Non Ilmiah Dalam Bahasa Indonesia

Karangan ilmiah dan karangan non ilmiah merupakan dua diantara jenis-jenis karangan yang ada. Dua jenis karangan tersebut memiliki ciri khas masing-masing yang menciptakan keduanya berbeda. Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui ciri khas kedua karangan tersebut sekaligus juga membahas letak perbedaannya. Adapun pembahasan tersebut ialah sebagai berikut!


1. Karangan Ilmiah


Karangan ini merupakan karangan yang berbasis ilmu pengetahuan dan dibentuk oleh penulis atau peneliti dengan tujuan untuk menawarkan fakta atau hasil penelitian yang dilakukan penulis. Dalam penulisannya, karangan ilmiah mesti menuruti sejumlah metode penulisan yang telah ditentukan.


Karangan ini sendiri memiliki sejumlah ciri, di mana ciri-ciri tersebut antara lain:



  • Bersifat faktual dan objektif.

  • Tidak bertujuan untuk mempengaruhi pembaca.

  • Disusun demi kepentingan ilmiah.

  • Mengandalkan analisis dan hipotesis.

  • Gaya bahasanya cenderung formal dan lugas.

  • Ditulis dengan metode penulisan ilmiah.


2. Karagan Non Ilmiah


Karangan ini merupakan karangan yang mengungkapkan wacana pengalaman atau pengetahuan sang penulis yang bersifat fiktif dan subjektif. Karangan ini bisa berbentuk jenis-jenis puisi, jenis-jenis novel, jenis-jenis roman, jenis-jenis drama, macam-macam dongeng, atau macam-macam cerpen. Seperti halnya karangan ilmiah, karangan ini juga memiliki sejumlah ciri, di mana ciri-ciri tersebut adalah:



  • Bersifat fiktif dan subjektif.

  • Bertujuan untuk mempengaruhi dan memancing imajinasi pembaca.

  • Disusun demi kepentingan seni dan kepuasan batin penulisnya.

  • Tidak mengandalkan analisis dan hipotesis.

  • Gaya bahasanya cenderung sastrawi dan berkias.

  • Ditulis berdasarkan metode jenis karangan non ilmiah yang berlaku. Misalnya: cerpen yang ditulis dengan metode penulisan cerpen.


Dari pemaparan di atas, kita sudah bisa mengambil letak perbedaan karangan ilmiah dan non ilmiah, di mana letak perbedaan tersebut adalah:



  1. Karangan ilmiah bersifat objektif dan faktual atau berdasarkan fakta yang ada. Sementara itu, karangan non ilmiah bersifat subjekti dan fiktif atau berdasarkan imajinasi sang penulis.

  2. Karangan tidak bersifat persuasif atau mempengaruhi pembaca, sementara karangan non ilmiah bersifat persuasif dan juga bersifat sanggup merangsang imajinasi pembaca.

  3. Karangan ilmiah disusun demi kepentingan pribadi, sedagkan karangan non ilmiah disusun demi kepentingan seni dan kepuasan batin penulisnya.

  4. Karangan ilmiah sangat mengandalkan analisis dan hipotesis, sedangkan karangan non ilmiah tidak terlalu mengandalkan kedua unsur tersebut.

  5. Gaya bahasa karangan ilmiah cenderung formal/baku dan lugas, sedangkan karangan non ilmiah gaya bahasanya cenderung sastrawi dan berkias.

  6. Dari segi penulisannya, karangan ilmiah ditulis dengan meode penulisan ilmiah, sementara karangan non ilmiah ditulis berdasarkan gaya penulisan jenis karangan non ilmiahnya.


Dengan demikian, bisa kita simpulkan bahwa perbedaan karangan ilmiah dan non ilmiah terletak pada enam hal. Adapun kelima hal tersebut antara lain sifatnya, persuasif tidaknya, kepentingan penyusunannya, ada tidaknya analisis dan hipotesis di dalamnya, gaya bahasa yang terkandung di dalamnya, serta metode penulisannya. Keenam hal tersebut menjadi faktor penting yang menciptakan karangan ilmiah dan karangan non ilmiah berbeda antara satu dengan yang lainnya.


Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan karangan ilmiah dan non ilmiah dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa lebih lanjut soal karangan ilmiah dan non ilmiah serta jenis karangan ilmiah dan non ilmiah, pembaca bisa membuka artikel karangan ilmiah, semi ilmiah, dan non ilmiah, jenis-jenis karangan ilmiah, serta jenis-jenis karangan non ilmiah. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai karangan ilmiah dan non ilmiah khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Monday, May 20, 2019

√ Pola Biografi Satria Dalam Bahasa Indonesia

Biografi merupakan salah satu diantara jenis-jenis karangan yang ada selain karangan eksposisi, karangan argumentasi, karangan persuasi, karangan deskripsi, dan karangan narasi. Biografi sendiri merupakan suatu karangan yang berisi riwayat hidup seorang tokoh yang ditulis oleh seorang penulis. Dari segi jenis, karangan biografi sanggup dikategorikan sebagai salah satu diantara jenis-jenis karangan semi ilmiah.


Tokoh yang sanggup dijadikan biografi bisa siapa saja, termasuk tokoh hero yang berjasa bagi bangsa dan negara. Di artikel kali ini, kita akan mengetahui menyerupai apa teladan atau bentuk dari biografi yang bertemakan ihwal pahlawan. Adapun teladan tersebut yakni sebagai berikut!


Biografi Roehana Koeddoes*


Roehana Koeddoes merupakan seorang tokoh hero nasional perempuan yang bergerak di bidang jurnalistik. Wanita yang lahir di Koto Gadang pada 20 Desember 1884 ini merupakan putri dari Mohamad Rasjad Maharadja dan Kiam serta abang tiri dari Perdana Menteri Pertama Indonesia, Sultan Sjahrir. Pahlawan perempuan yang meninggal pada 17 Agustus 1972 ini juga merupakan sepupu dari H. Agus Salim serta bibi dari penyair kondang Chairil Anwar. Roehana sendiri lahir dan hidup sezaman dengan R.A. Kartini yang juga seorang hero perempuan Indonesia.


Semasa mudanya, Roehana tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Ia pun hanya mencar ilmu dari ayahnya yang selalu membawakannya materi bacaan dari kantor pemerintahan Belanda daerah ia bekerja. Meski begitu, Roehana bisa menyerap semua yang diajarkan oleh ayahnya sehingga ia pun bisa menguasai sejumlah keterampilan menyerupai membaca, menulis, dan menguasai bahasa Belanda. Saat ayahnya dipindahtugaskan ke Alahan Panjang, Roehana kemudian mencar ilmu pada tetangganya yang merupakan seorang istri dari atasan ayahnya. Dengan tetangganya itu, Roehana mencar ilmu beberapa keterampilan menyerupai menyulam, menjahit, merenda, dan merajut yang notabene meruakan keterampilan khas perempuan Belanda ketika itu. Roehana juga sering disajikan bacaan majalah terbitan Belanda yang dibacanya dengan baik dan saksama.


Saat usianya 27 tahun, Roehana membuka seuah sekolah berjulukan Sekolah Kerajinan Amal Setia yang khusus untuk menunjukkan sejumlah keterampilan kepada kaum perempuan. Adapun keterampilan yang diajarkan di sekolah tersebut antara lain pengelolaan keuangan, baca-tulis, kebijaksanaan pekerti, agama, dan bahasa Belanda.


Setahun sehabis berdirinya sekolah tersebut, Roehana kemudian mendirikan sebuah surat kabar yang berjulukan Sunting Melayu. Surat kabar tersebut merupakan surat kabar pertama yang bertema perempuan dan seluruh anggota redaksinya diisi oleh kaum perempuan.


Pergerakan Roehana di bidang jurnalistik tidak hanya pada Sunting Melayu saja. Istri dari Abdul Kudus ini juga menjadi tokoh bagi berdirinya sejumlah surat kabar di kampung halamannya dan juga di daerah perantauannya. Surat kabar Perempuan Bergerak yakni salah satunya. Surat kabar ini merupakan surat kabar yang ia dirikan ketika merantau ke Lubuk Pakam dan Medan. Di surat kabar tersebut, Roehana berperan sebagai pembentuk dan pemimpin media tersebut.


Tak hanya dibidang pendidikan dan jurnalistik, Roehana juga berjuang dan bergerak di bidang politik dan pergerakan. Salah satu misalnya yakni keterlibatannya dalam membakar semangat juang perjaka Indonesia untuk melawan Belanda dengan tulisannya yang menggerakan semangat juang perjaka bangsa.


Atas semua usaha yang ia lakukan, sejumlah penghargaan pun disematkan kepada perempuan asal Sumatera Barat tersebut. Salah satu penghargaan tersebut yakni Bintang Jasa Utama yang dianugerahkan oleh pemerintah Indonesia pada 6 November 2007 yang lalu.


*Sumber Referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Roehana_Koeddoes


Demikianlah teladan biografi hero dalam bahasa Indonesia. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Teladan Biografi Orang Sukses Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui ibarat apa contoh biografi singkat dan juga contoh biografi pahlawan. Kali ini, kita akan mengetahui ibarat apa bentuk atau teladan biografi dari orang sukses yang meraih kesuksesannya di bidang tertentu. Adapun teladan biografi orang sukses dalam bahasa Indonesia yang dimaksud yakni sebagai berikut ini!


Biografi Bob Sadino*


Bambang Mustari Sadino atau yang terkenal dengan nama Bob Sadino merupakan seorang pengusaha kenamaan Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Pengusaha kelahiran Bandar Lampung 9 Maret 1933 ini dikenal sebab kata-kata bijaknya yang nyeleneh serta penampilannya yang unik, di mana pengusaha yang meninggal pada 19 Januari 2015 ini selalu tampil dengan kemeja lengan pendek dan juga celana pendeknya yang khas.


Bob Sadino sendiri merupakan seorang anak yang terlahir dari keluarga yang berada. Saat kedua orang tuanya meninggal, bungsu dari lima bersaudara ini mendapatkan semua harta warisan dari kedua orang tuanya, sebab kakak-kakaknya sudah dianggap mapan oleh kedua orang tuanya. Separuh dari harta warisan tersebut Sadino gunakan untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya mengelilingi dunia, Sadino sempat menetap di Belanda selama 9 tahun dan bekerja di perusahaan Djakarta Lylod. Di negara kincir angin tersebut, Sadino juga bertemu dengan seorang wanita yang kelak akan menjadi istrinya, yaitu Soelami Soejoed.


Pada tahun 1967, Bob Sadino dan keluarga kembali ke Indonesia dengan membawa serta 2 buah kendaraan beroda empat Mercedes miliknya. Salah satu kendaraan beroda empat miliknya tersebut beliau jual dan uangnya beliau pakai untuk membeli sebidang tanah di tempat Kemang, Jakarta Selatan. Adapun kendaraan beroda empat satunya lagi tetap beliau simpan di tempat kediamannya. Sejak pulang ke Indonesia, Bob Sadino memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya yang usang dan memutuskan untuk bekerja secara mandiri.


Pekerjaan pertama yang dilakoni Bob pasca keluar dari pekerjaan lamanya yakni membuka jasa sewa kendaraan beroda empat Mercedes miliknya yang tidak beliau jual. Sayangnya, pekerjaan ini tidak dilakoninya dalam waktu usang sebab mobilnya mengalami kecelakan dan kerusakan yang cukup parah. Karena tidak memiliki biaya, Bob pun tidak sanggup memperbaiki mobilnya tersebut dan beliau pun memtuskan untuk bekerja sebagai kuli bangunan yang digaji Rp. 100 rupiah perharinya.


Pada suatu hari, sobat baik Bob Sadino menyarankan semoga dirinya memelihara ayam negeri serta menjual telur dari ayam tersebut. Saran itu beliau turuti dan Bob pun mulai berjualan telur ayam negeri. Bob pun menjajakan telur ayam tersebut dengan sistem door to door. Usaha Bob berjualan telur ayam negeri terbilang sulit sebab ketika itu telur ayam negeri belum terkenal di masyarakat. Namun, pelahan tapi pasti, bisnis yang dijalankan Bob pun meningkat pesat dan Bob pun menjadi orang pertama yang memperkenalkan dan berbisnis telur ayam negeri di Indonesia.


Setelah sukses, Bob pun berbagi bisnisnya di bidang penjualan dagim ayam negeri serta sayur-sayuran. Khusus untuk sayur-sayuran, Bob berbagi sayur-sayur yang beliau jual dengan sistem hidroponik yang belum terkenal ketika itu. Hal tersebut menciptakan Bob Sadino sebagai orang pertama yang menanam sayur-sayuran dengan cara hidroponik.


*Referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Sadino


Demikianlah sekelumit teladan biografi orang sukses dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa jenis karangan lainnya, maka pembaca sanggup membuka artikel karangan persuasi, karangan eksposisi, karangan narasi, karangan deskripsi, dan karangan argumentasi. Semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian.



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, May 15, 2019

√ 4 Cara Menulis Resensi Buku Yang Baik Dalam Bahasa Indonesia

Resensi merupakan sebuah karangan yang berisi ulasan sebuah karya yang diulas dari segi kelebihan dan kekurangannya. Resensi sendiri termasuk ke dalam salah satu jenis-jenis karangan semi ilmiah, selain jenis-jenis esai, contoh biografi singkat, opini, dan juga feature. Karya-karya yang sanggup diulas melalui resensi bisa apa saja, termasuk buku. Jika hendak meresensi sebuah buku, maka kita perlu mengetahui sejumlah metode ataupun cara untuk menulis resensi khusus buku tersebut. Cara-cara tersebut akan dibahas khusus pada artikel kali ini. Adapun beberapa cara menulis resensi buku yang baik dalam bahasa Indonesia ialah sebagai berikut!


1. Tulislah Terlebih dahulu Data-Data Singkat Buku yang Hendak Diresensi


Cara pertama yang mesti dilakukan dikala hendak menulis resensi ialah tulis terlebih dahulu data-data singkat dari buku yang hendak diresensi. Adapun data-data tersebut antara lain judul buku, penulis buku, tahun terbit/cetakan, penerbit, dan jumlah halaman. Jika buku yang diresensi merupakan buku terjemahan, maka nama penerjemah buku tersebut mesti dicantumkan sesudah nama pengarang orisinil buku terjemahan tersebut.


2. Tulislah Paragraf Pembuka Pada Resensi Buku yang Hendak Ditulis


Cara selanjutnya yang harus dilakukan dalam menulis sebuah resensi ialah menulis paragraf pembuka untuk mengawali resensi buku tersebut. Paragraf pembuka bisa berupa sinopsis buku yang ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri, atau bisa juga berupa ulasan perihal tema buku tersebut yang diulas atau dijelaskan secara garis besarnya. Fungsi paragraf pembuka ini berfungsi sebagai daya tarik sebuah resensi sekaligus pembuka bagi resensi buku yang hendak ditulis.


3. Ulaslah Kelebihan dan Kekurangan Buku yang Diresensi


Setelah menulis paragraf pembuka, maka cara selanjutnya yang mesti dilakukan ialah mengulas kelebihan dan kekurangan buku tersebut. Setiap kelebihan dan kekurang buku mesti diulas secara khusus dan mendalam. Adapun beberapa hal yang bisa menjadi indikator lebih kurangnya kualitas sebuah buku antara lain desain sampulnya, tata letak bukunya, alur ceritanya, dan juga gaya penulisan yang digunakan pada buku tersebut.


4. Tulislah Kesimpulan


Setelah 3 cara di atas dilakukan, maka cara terakhir menulis yang harus dilakukan dikala menulis sebuah resensi ialah menuliskan kesimpulan dari resensi yang kita tulis. Kesimpulan bisa berisi ulasan singkat kelebihan dan kekurangan buku, serta kelayakan buku tersebut (apakah buku tersebut layak untuk dibdeli dan dibaca atau tidak sama sekali)


Dari pemaparan di atas, bisa disimpulkan bahwa cara menulis resensi buku yang baik dalam bahasa Indonesia terdiri atas 4 cara. Pertama, tuliskan terlebih dahulu data penting dari buku yang diresensi, kemudian kemudian tuliskan paragraf pembukanya. Setelah itu, barulah kelebihan dan kekurangan buku diulas secara khusus di paragraf-paragraf selanjutnya. Setelah selesai mengulas kelebihan dan kekurangan buku, ambildan tulislah kesimpulan dari ulasan kelebihan serta kekurangan tersebut di paragraf akhir. Sertakan pula pernyataan apakah buku yang diresensi itu layak dibeli dan dibaca atau tidak sama sekali.


Demikianlah pembahasan mengenai beberapa cara menulis resensi buku yang baik. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa teladan resensi buku, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh resensi buku pelajaran, contoh resensi buku novel, contoh resensi non fiksi, dan contoh resensi buku cerpen. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai resensi maupun bahasa Indonesia. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, April 17, 2019

√ Pola Karangan Bebas Wacana Kehidupan Dalam Bahasa Indonesia

Karangan bebas merupakan suatu karangan yang tidak terikat oleh suatu hukum tertentu. Karangan bebas bisa bertema apa saja, tidak terkecuali ihwal kehidupan. Tema ini sendiri pernah dijadikan tema pada dua artikel yang lalu, yaitu contoh syair ihwal kehidupan dan contoh paragraf analogi ihwal kehidupan. Artikel kali ini akan menampilkan beberapa contoh karangan bebas yang menyebabkan kehidupan sebagai tema utama. Adapun beberapa pola tersebut yaitu sebagai berikut!


Contoh 1:


Roda senantiasa berputar, terkadang ada di atas terkadang ada di bawah. Perumpamaan itu serupa dengan kehidupan kita selaku insan di dunia ini. Kadangkala hidup kita berada di atas puncak kesuksesan dan kadangkala kita berada di ujung jurang kegagalan. Siklus tersebut tentu saja sulit kita hindari. Kita hanya bisa mendapatkan sekaligus mencoba bertahan dan berusaha sebaik mungkin. Tidak lupa, kita juga harus terus berdoa dan tawakal kepada-Nya, alasannya yaitu hanya Dialah yang bisa membolakbalikkan kehidupan kita menyerupai roda yang berputar.


Dalam meminta kepada-Nya, seringkali kita meminta biar terus berada di atas. Padahal, menyerupai yang sudah disebutkan di awal, bahwa kehidupan ini yaitu menyerupai roda berputar yang kadang di atas dan kadang di bawah. Alangkah lebih baik jikalau kita meminta kepadanya supaya kita diberi kekuatan untuk bertahan di segala kondisi kehidupan dan juga diberi kekuatan untuk terus bersyukur kepada-Nya.


Sejatinya, kehidupan yang bagaikan roda berputar ini yaitu sebuah bentuk pelajaran bagi insan biar tidak sombong ketika ada di atas, dan biar tidak rendah diri ketika ada di bawah. Oleh karenanya, silus hidup tersebut mesti kita terima dan pahami dengan baik supaya kita menjadi insan yang lebih rendah hati dan terus rajin berikhtiar.


Contoh 2:


Harun Ar-Rasyid pernah berkata, bahwa mengejar dunia menyerupai halnya mengejar bayang-bayang kita; jikalau dikejar tidak kunjung dapat, jikalau ditinggalkan malah mengikuti kita. Dari ungkapan tersebut, kita bisa tafsirkan bahwa kita selaku umat insan janganlah terlalu ambisius dan antusias dalam mengejar dunia. Sebab, semakin terus dikejar, maka dunia akan semakin menjauhi kita dan menciptakan kita terus mengejarnya sampai melupakan segalanya, termasuk melupakan-Nya.


Sebaliknya, jikalau kita tidak terlalu mengejar dunia, justru dunialah yang akan menghampiri diri kita. Oleh karenanya, kita selaku umat insan janganlah terlalu mengejar dunia, alasannya yaitu dunia akan menghampiri kita dengan sendiinya, dan mengejar-ngejarnya yaitu suatu kesia-siaan.


Meskipun kita dihentikan terlalu mengejar dunia, bukan berarti kita hanya berdiam diri saja dan terus-menerus berdoa kepada-Nya tanpa henti. Kita harus tetap bekerja dan berkarya semaksimal mungkin. Asalkan, semua itu kita lakukan atas dasar untuk mencari keridaan-Nya dan bukan untuk meraih keduniawiaan. Sebab, jikalau Dia sudah rida kepada kita, maka Dia niscaya akan menunjukkan dunia kepada kita.


Demikianlah beberapa pola karangan bebas ihwal kehidupan dalam bahasa Indonesia. Untuk menambah acuan soal karangan, pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: cara menulis resensi buku, contoh biografi orang sukses, contoh autobiografi singkat ihwal diri sendiri, dan contoh karangan persuasi ihwal pendidikan. Semoga bermanfaat dan bisa menunjukkan wawasan tersendiri bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai karangan bebas pada khususnya, maupun mengenai mata pelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih, serta mohon maafkan atas semua kesalahan yang ada pada artikel kali ini.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Teladan Karangan Bebas Perihal Lingkungan Sekolah Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui ibarat apa contoh karangan bebas wacana kehidupan. Kali ini, kita akan juga akan mengetahui contoh karangan bebas lainnya dengan tema yang khusus pula, yaitu lingkungan sekolah. Selain di artikel ini, tma tersebut juga pernah ditampilkan di beberapa artikel, ibarat contoh paragraf argumentasi wacana lingkungan sekolah, dan contoh paragraf narasi wacana lingkungan sekolah.


Adapun pola kalimat bebas wacana lingkungan dalam bahasa Indonesia sendiri ialah ibarat berikut ini!


Contoh Karangan Bebas wacana Lingkungan Sekolah


Saat ini, saya bersekolah di salah satu Sekolah Menengan Atas swasta di kota kelahiranku ini. Sekolahku ini letaknya tidak jauh dari taman kota dan memiliki sekitar 100 buah ruanganya yang sebgaian besarnya adlah ruang kelas. Sekolah yang dicat berwarna hijau tosca itu juga memiliki sebuah lapngan sekolah yang sanggup digunakan untuk banyak sekali kegiatan sekolah, ibarat berolahraga, upacara, dan bahkan untuk panggung program pentas seni. Terdapat pula sebuah bak ikan yang disekelilingnya terdapat pepohonan hijau dan sebuah saung yang terbuat dari kayu.


Lingkungan sekolahku bisa dikatakan cukup bersih, di mana jarang sekali ditemukan sampah-sampah yang awut-awutan di jalan sepanjang sekolah. Kalaupun ada, biasanya hanya sampah-sampah daun dari pepohonan yang ada di dalam lingkungan sekolah. Aku sendiri cukup kagum dengan kebersihan lingkungan sekolahku ini. Padahal, kesadaran siswa-siswanya di sini akan kebersihan lingkungan sekolah terbilang masih kurang. Sudah beberapa kali kepala sekolah membahas hal tersebut dikala upacara pengibaran bendera. Sudah beberapa kali pulalah kepala sekolah selalu mengimbau kami semua untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Namun, tampaknya memang butuh waktu bagi siswa-siswi di sini untuk menyadari hal tersebut.


Adapun lantaran musabab bersihnya lingkungan ini ialah tekunnya petugas-petugas sekolah yang membersihkan sampah-sampah di sekolah dengan dibantu oleh sejumlah siswa dan guru yang memiliki kesadaran cukup baik wacana kebersihan lingkungan sekolah. Aku sendiri ialah salah satu dari siswa itu. Meski tidak sering, namun saya suka membantu petugas sekolah atau guru dalam membersihkan lingkungan sekolah. Minimal, saya selalu membuang sampahku sendiri di daerah sampah yang telah tersedia.


Kini, saya sudah menginjak kelas XII. Itu berarti saya akan segera meninggalkan sekolah beserta lingkungannya ini. Selepas dari sekolah ini, saya tidak terlalu berharap banyak, baik untuk masa depanku ataupun untuk lingkungan sekolahku tercinta. Untuk masa depanku, saya hanya berharap bisa melanjutkan kuliah ke akademi tinggi yang terdapat jurusan kuliah tujuanku, terlepas akademi itu negeri ataupun bukan. Dan khusus untuk lingkungan sekolahku, saya hanya bisa berharap agar kondisinya akan terus higienis dan kalau perlu bisa lebih baik selepas saya lulus nanti. Aku juga berharap agar siswa-siswa di sini bisa lebih peduli dan sadar lagi soal pentingnya kebersihan lingkungan sekolah.


Demikianlah pola karangan bebas wacana lingkungan sekolah dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa pola karangan lainnya, pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut ini, yaitu: contoh karangan persuasi wacana pendidikan, contoh biografi orang sukses, contoh autobiografi wacana diri sendiri, contoh karangan argumentasi wacana lingkungan. Semoga artikel kali ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai karangan bebas pada khususnya, maupun mengenai mata pelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Pola Karangan Bebas Wacana Keinginan Dalam Bahasa Indonesia

Pada dua artikel sebelumnya, kita sudah beberapa contoh karangan bebas dengan tema-tema berbeda di artikel-artikel sebelumnya. Adapun artikel-artikel tersebut antara lain contoh karangan bebas wacana kehidupan, dan contoh karangan bebas wacana lingkungan sekolah. Artikel kali ini pun juga akan menampilkan referensi karangan bebas dengan tema tertentu, di mana tema terebut yaitu cita-cita. Adapun referensi tersebut yaitu sebagai berikut!


Contoh Karangan Bebas wacana Cita-Cita


Sedari umur 7 tahun, saya selalu menyukai olahraga sepakbola. Ketertarikanku akan olahraga itu dimulai ketika saya sering menyaksikan serial kartun Captain Tsubasa yang tayang di sebuah televisis swasta ketika itu. Meskipun serial kartun itu menampilkan banyak jurus-jurus yang tidak masuk di akal, namun serial kartun tersebut tetap membuatku jatuh cinta akan olahraga sepakbola. Kecintaanku akan sepakbola kian memekar ketika pamanku mengajak diriku untuk menonton tim sepakbola kota kami di stadion. Saat itu saya sangat antusias dengan penampilan tim kotaku yang kebetulan meraih kemenangan dengan skor besar. Teriakan, yel-yel, dan antusiasme penonton pun menciptakan saya semakin mantap untuk menekuni olahraga ini secara serius.


Akhirnya niat itu pun saya utarakan kepada ke dua orang tuaku. Meski awalnya menolak, namun hasilnya mereka merestui niatku dan mendaftarkanku di sebuah sekolah sepakbola yang tak jauh dari rumahku. Di sana, saya berguru beberapa teknik sepakbola dan berkenalan dengan sejumlah teman.


Awalnya, saya ingin sekali menjadi seorang gelandang sayap ataupun penyerang. Namun, pelatihku di sekolah sepakbola menyampaikan bahwa saya lebih cocok ditempatkan sebagai gelandang bertahan. Menurut beliau, saya tidak memiliki kecepatan yang mumpuni sebagai seorang pemain sayap atau penyerang. Namun, dia menyampaikan bahwa saya memiliki kemampuan mengoper yang baik serta disiplin yang baik. Meskipun keberatan, hasilnya saya pun mendapatkan saran sang instruktur dan mulai berguru untuk menjadi seorang gelandang tengah yang baik.


Selain berlatih teknik dan filosofi seorang gelandang, saya juga mempelajari gaya bermain seorang gelandang tengah dari pemain-pemain jago dunia dan Indonesia. Dari semua pemain tersebut, Andrea Pirlo dan Bima Sakti-lah yang menjadi panutanku dalam bermain sebagai gelandang tengah. Di mataku, keduanya memiliki kemampuan mengumpan dan penempatan diri yang baik kala menyerang dan bertahan. Selain itu, sikap dan kharismatik mereka pun menjadi daya tarik tersendiri bagiku.


Setelah lulus dari sekolah sepakbola, saya mencoba mengikuti seleksi tim anabawang di tim sepakbola kota kelahiranku. Sayangnya, saya tidak diterima seleksi oleh tim tersebut. Setelah itu, saya pun mencoba mengikuti seleksi anabawang di tim luar kota yang direkomendasikan oleh tim instruktur di sekolah sepakbolaku dulu. Beruntung, saya diterima di sana, dan sekarang menjadi bab tim senior tim tersebut.


Meskipun tim luar kota yang kubela ini bukanlah tim besar, namun saya senang bermain di sini alasannya yaitu kepercayaan dari tim serta suporter yang tinggi kepadaku. Aku sadar bahwa saya belum bisa menunjukkan gelar untuk tim ini. Namun, saya akan mencoba untuk terus tampil sebaik mungkin dan syukur-sykur bisa menunjukkan gelar untuk tim yang menjadi tempatku menyebarkan kemampuan ini.


Demikianlah referensi karangan bebas wacana impian dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa referensi karangan lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh biografi pahlawan, contoh biografi orang sukses, contoh karangan persuasi wacana pendidikan, dan contoh karangan argumentasi wacana lingkungan. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, April 16, 2019

√ Pola Karangan Bebas Perihal Persahabatan Dalam Bahasa Indonesia

Beberapa contoh karagan bebas sudah pernah ditampilkan pada beberapa artikel yang lalu. Adapun artikel-artikel tersebut antara lain contoh karangan bebas perihal kehidupan, contoh karangan bebas perihal lingkungan sekolah, dan contoh karangan bebas perihal cita-cita. Artikel kali ini pun juga akan menampilkan sebuah teladan karangan bebas bertema khusus, yaitu persahabatan. Tema ini sendiri pernah digunakan sebagai tema di beberapa artikel, menyerupai contoh cerpen singkat perihal persahabatan, contoh obrolan 2 orang perihal persahabatan, dan contoh naskah drama pendek perihal persahabatan.


Adapun teladan karangan bebas bertema persahabatan tersebut yaitu sebagai berikut!


Contoh Karangan Bebas perihal Persahabatan


Aku yaitu anak gres pindahan Sekolah Menengan Atas luar kota yang bersekolah di Sekolah Menengan Atas ini. Saat saya memasuki Sekolah Menengan Atas ini, pak guru menyuruhku memperkenalkan diri dan menyuruhku duduk dengan sahabat sebangkuku yang kelak menjadi sahabatku, Adnan. Awal mula berkenalan dengannya, saya melihat ia sebagai sosok lelaki yang kalem, ramah dan santai. Tidak menyerupai diriku yang cerewet, urakan, dan gampang panik. Selama duduk sebangku dengannya, ia selalu memberitahuku soal lingkungan di kelas dan sekolahku, serta tabiat dari setiap guru dan teman-temanku. Dia juga menjadi orang pertama yang saya tanyakan soal PR di sekolah ketika saya tidak masuk sekolah.


Selain dikenal sebagai anak yang kalem, ramah, santai, dan baik, Adnan juga ternyata seorang anak yang cerdik dan prestasi akademiknya pun cukupk baik. Ini terbukti dengan masuknya ia ke dalam rangking 10 besar di kelasku. Meskipun pintar, namun Adnan tidak pernah menunjukkan kepintarannya dan cenderung tidak ambisius untuk mengejar rangking. Baginya, yang terpenting dari sekolah itu yaitu ilmu yang kita pelajari dan manfaatkan, bukan rangking ataupun nilai tinggi. Sebagai siswa SMA, pemikirannya perihal sekolah itu terbilang brilian bagiku. Dan alasannya ucapannya pun, saya menjadi lebih rajin berguru dan menikmati setiap proses berguru di sekolah.


Sebagai sahabat, ia yaitu sahabat yang selalu ada saatku butuh, entah untuk urusan sekolah maupun urusan pribadiku. Pernah suatu hari ia membujuk guru BK untuk tidak mengeluarkanku dari sekolah. Saat itu, saya pernah bermasalah dengan salah seorang murid di kelas lain dan murid tersebut menciptakan fitnah dengan cara menaruh sebungkus rokok di bangkuku ketika jam istirahat. Saat itu, Adnan membelaku di hadapan guru BK dan ia pun memasang dirinya sebagai saksi atas insiden tersebut. Adnan pun ketika itu juga mencari siapa dalang dibalik fitnah tersebut. Sampai balasannya diketahui bahwa pelakunya yaitu seorang murid yang pernah bermasalah denganku. Singkat cerita, problem itu pun selesai dan saya pun bebas dari fitnah tersebut.


Sayangnya, saya dan Adnan sudah tidak bersama lagi dalam satu sekolah alasannya ketika kenaikan ke kelas XII, saya harus pindah lagi ke luar kota dan bersekolah di sana. Meski begitu, saya dan ia masih saling menghubungi via WhatsApp meskipun tidak terlalu sering alasannya kami sekarang sibuk dengan urusan masing-masing.


Demikianlah teladan karangan bebas perihal persahabatan dalam bahasa Indonesia. Jika ingin mengetahui teladan karangan lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh biografi singkat, contoh biografi pahlawan, dan contoh biografi orang sukses. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai karangan maupun bahasa Indonesia. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, April 5, 2019

√ 3 Pola Sinopsis Novel Dalam Bahasa Indonesia

Menuut laman kbbi.kemendikbud.go.id, sinopsis diartikan sebagai ringkasan suatu karangan yang biasanya diterbitkan gotong royong dengan karangan yang disinopsiskan tersebut. Sinopsis sanggup kita temukan di aneka macam karangan, termasuk novel. Di artikel kali ini, akan ditampilkan beberapa pola sinopsis dari aneka macam novel yang ada. Adapun beberapa pola sinopsis tersebut yakni sebagai berikut ini!


Contoh 1:


Sepanjang hidupnya, Winston berusaha menjadi warga negara yang baik dengan mematuhi setiap hukum Partai meski jauh di dalam hati dan pikirannya bersemayam antipati terhada kediktaktoran yang ada di negaranya. Walaupun begitu, Winston tidak berani melaksanakan perlawanan secara terbuka.


Tidak mengherankan, alasannya Polisi Pikiran, teleskrim, dan mikrofon tersembunyi menciptakan privasi hanya serupa fantasi. Bahkan, sejarah ditulis ulang sesuai kehendak Partai. Negara berkuasa mutlak atas rakyatnya. Yang berbeda atau bertentangan akan segera diuapkan.


1984 merupakan satire tajam, menyajikan citra ihwal luluhnya kehidupan masyarkat totalitarian masa depan yang di dalamnya setiap gerak warga dipelajari, setiap kata yang terucap disadap, dan setiap aliran dikendalikan. Hingga kini, 1984 merupakan karya penting Orwell yang mengantarkannya ke puncak kemasyhuran.


(Dinukil dari novel karya Geroge Orwel, 1984 yang diterjemahkan oleh Landung Simatupang)


Contoh 2:


Novel ini bercerita ihwal Soedarsono, seorang anak dari keluarga buruh tani yang oleh orang bau tanah dan sanak saudaranya dibutuhkan sanggup menjadi “sang pemula” untuk membangun dinasti keluarga priyayi kecil. Berkat dorongan Asisten Wedana Ndoro Seten, ia sanggup sekolah dan lalu menjadi guru desa.


Dari sinilah ia memasuki dunia elit birokrasi sebagai priyayi pangreh praja. Ketiga anaknya melewati zaman Belanda dan zaman Jepang tumbuh sebagai opsir PETA dan istri tangan kanan wedana. Cita-cita keluarganya berhasil. Benarkah? Lalu apakah sebetulnya “priyayi” itu? Status kelas? Pandangan dunia kelas menengah elit birokrasi? Sekadar gaya hidup? Atau kesemuanya?


(Sinopsis novel “Para Priyayi” karya Umar Kayam yang dinukil dari laman https://www.goodreads.com/book/show/984819.Para_Priyayi)


Contoh 3:


Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjakkan tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya yakni berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.


Tiba-tiba saja beliau harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di Jawa Timur. Ibunya ingin beliau menjadi Buya Hamka walau Alif ingin jadi Habibie. Dengan setengah hati beliau mengikuti perintah ibunya: berguru di pondok.


Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti Man Jadda Wa Jadda. Siapa yang sungguh-sungguh niscaya sukses.


Dia terheran-heran menedengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak mengigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan oarng menyanyikan syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi menyerupai melayang di udara.


………………………………………………………………………………………………………………………………..


(Sinopsis Novel “Negeri 5 Menara” Karya Ahmad Fuadi yang dikutip dari laman https://www.goodreads.com/book/show/6688121-negeri-5-menara)


Demikianlah beberapa pola sinopsis novel dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa pola karangan, pembaca sanggup membuka artikel contoh karangan bebas ihwal cita-cita, contoh karangan bebas ihwal lingkungan sekolah, contoh karangan bebas ihwal kehidupan, contoh biografi pahlawan, contoh biografi orang sukses, contoh biografi singkat, dan contoh autobiografi singkat ihwal diri sendiri. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian, baik itu mengenai sinopsis maupun bahasa Indonesia. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 3 Pola Sinopsis Antologi Cerpen Dalam Bahasa Indonesia

Sinopsis yakni ringkasan suatu karangan yang menggambarkan keseluruhan isi karangan sekaligus menjadi pengantar atau pengiring dari karangan tersebut. Adapun karangan yang disinopsiskan bisa apa saja, tak terkecuali buku antologi cerpen atau buku kumpulan kisah pendek. Dalam artikel kali ini, kita akan mengetahui beberapa pola sinopsis dari beberapa antologi cerpen. Adapun contoh-contoh tersebut yakni sebagai berikut ini!


Contoh 1:


Orang-Orang Bloomingtoon yakni karya penting Budi Dharma. Kumpulan kisah ini merupakan salah satu karya Sang Maestro yang berbeda dengan kebanyakan karyanya yang umumnya bertema hal-hal yang abstrak. Melalui cerita-cerita yang ditulis dari tahun 1970-an ini, pembaca tidak hanya diajak untuk menelanjangi pergolakan emosional para tokoh di dalamnya, tetapi juga menyelami banyak sekali dilema humanistik mereka dalam bekerjasama dengan lingkungan dan sesama.


(Sinopsis kumpulan cerpen Orang-Orang Bloomington karya Budi Dharma yang dikutip dari laman https://www.goodreads.com/book/show/2236672.Orang_Orang_Bloomington)


Contoh 2:


Inilah New York, dan Umar Kayam bercerita di dalamnya. New York yakni satu raksasa pemakan manusia. Raksasa ini entah alasannya yakni kena penyakit apa, tidak pernah merasa kenyang semoga beliau sudah makan berapa ribu manusia. Karena itu mulutnya terus saja menganga tidak sempat menutup. Segala manusia, putih, hitam, kuning, cokelat, besar, kecil, ditelannya tanpa pilih-pilih lagi. Umar Kayam mengutip perubahan itu dalam kisah Istriku, Madame Schlitz, dan Sang Raksasa, kisah kedua dan terpanjang dalam kumpulan ini. Secara tipikal, beliau tidak menyatakan adakah beliau sepakat atau tidak dengan karikatur perihal New York tersebut. Namun 6 buah kisah pendek yang ditulisnya selama ia hidup di kota itu semuanya dengan latar Manhattan (sebuah “belantara”, katanya) menampilkan kota jutaan itu sebagai dunia yang menarik, tapi murung. “Aku melihat  ke luar jendela. Ribuan pencakar langit kelihatan menyerupai gunduk-gunduk bukit yang hitam, kaku dan garang.”


……………………………………………………………………………………………………………..


(Sinopsis antologi cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam yang dinukil dari laman https://www.goodreads.com/book/show/1680750.Seribu_Kunang_kunang_di_Manhattan)


Contoh 3:


“Apa rasanya kalau sejarah kita berubah dalam satu hari?”


Nenek saya yakni seorang penjual roti, dan dia,


Bersama kakek yang tidak saya kenal,


Mewariskan anggota keluarga gres yang tak pernah saya tahu:


Madre.”


Terdiri dari 13 prosa dan karya fiksi, Madre merupakan kumpulan karya Dee selama lima tahun terakhir. Untaian kisah apik ini menyuguhkan banyak sekali tema: usaha sebuah toko roti kuno, obrolan antara ibu dan janinnya, dilema antara cinta dan persahabatan, hingga tema menyerupai reinkarnasi dan kemerdekaan sejati.


Lewat sentilan dan sentuhan khas Dee, Madre merupakan etalase bagi kematangannya sebagai salah satu penulis wanita terbaik di Indonesia.


(Sinopsis dari buku antologi cerpen atau kumpulan kisah pendek Madre karya Dewi “Dee” Lestari yang dikutip dari laman https://www.goodreads.com/book/show/11924352-madre)


Demikianlah beberapa pola sinopsis antologi cerpen dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin melihat beberapa pola sinopsis serta karangan lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh sinopsis novel, contoh biografi pahlawan, contoh biografi singkat, contoh biografi orang sukses, pola autobiografi singkat perihal diri sendiri, contoh karangan bebas perihal kehidupan, serta artikel contoh karangan bebas perihal lingkungan sekolah.


Semoga artikel kali ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan tersendiri bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai sinopsis pada khususnya, maupun materi bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan pula bila ada kesalahan dalam penulisan ataupun penuturan dalam artikel kali ini. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Thursday, April 4, 2019

√ 4 Pola Sinopsis Buku Kumpulan Puisi Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa pola sinopsis dari aneka macam jenis karangan, yakni contoh sinopsis novel dan contoh sinopsis antologi cerpen. Artikel ini pun juga akan menampilkan beberapa pola sinopsis dari karya tulis lainnya, yang mana jenis karya tulis yang ditampilkan pola sinopsisnya ialah buku kumpulan puisi. Adapun beberapa pola sinopsis tersebut ialah sebagai berikut ini!


Contoh 1:


Kumpulan duka-Mu abadi adalah suatu perkembangan baru, pembebasan, dan inovasi kembali atas aneka macam pengalaman manusiawi sehingga menjadi sajak yang indah, membebaskan hati, sambil menjadikannya sedih.


Kumpulan ini pertama kali dilakukan oleh pelukis Jeihan dari karya-karya penulis yang tersebar di aneka macam media tahun 1969.


Isinya berupa 43 puisi-puisi yang ditulis pada tahun 1967 dan tahun 1968.


(Sinopsis buku puisi Duka-Mu Abadi karya Sapardi Djoko Damono yang dinukil dari laman https://www.goodreads.com/book/show/1440932.Duka_Mu_Abadi)


Contoh 2:


Koleksi sajak 1942-1949.


Selama ini kita tidak bisa menemukan sajak-sajak Chairil Anwar dalam satu buku. Sebagian kita temukan dalam Debu Campur Deru dan Kerikil Tajam yang Terampas dan Terputus, sedangkan sebagian lagi kita jumpai dalam Tiga Menguak Takdir dan Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45. Akan tetapi, sajak-sajak yang terdapat dalam pelbagai buku itu kini disatukan dalam Aku Ini Binatang Jalang.


Selain keseluruhan sajak asli, dalam koleksi ini juga dimuat untuk pertama kalinya surat-surat Chairil yang menggambarkan “keadaan jiwa”-nya kepada karibnya, H.B. Jassin.


(Sinopsis buku puisi Aku Ini Binatang Jalang Chairil Anwar yang dinukil dari laman https://www.goodreads.com/book/show/1446004.Aku_Ini_Binatang_Jalang)


Contoh 3:


Hanya satu kata: Lawan! Kalimat pendek itu lebih dikenal ketimbang Widji Thukul, penyair yang menuliskan puisi tersebut. Hanya satu kata: Lawan! telah menjadi semacam roh bagi kebangkitan jiwa-jiwa yang coba menemukan jati dirinya, yaitu sebuah kekuatan melawan rezim otoritarianisme. Ia telah menemukan api bagi sebuah simbol kekuasaan.


(Sinopsis buku Aku Ingin Makara Peluru (Kumpulan Puisi) karya Widji Thukul yang dinukil dari laman https://www.goodreads.com/book/show/1697353.Aku_Ingin_Jadi_Peluru)


Contoh 4:


Rendra, penyair legendari negeri ini, telah usang berpulang. Namun, ia tidak sepenuhnya pergi. Ditinggalkannya alunan kata yang indah dan bertenaga bagi kita. Rendra bukan hanya seorang pemuja estetika. Dia turut menghadirkan realita di dalamnya. Perhatikanlah betapa puisi-puisinya selalu berbicara kejadian di sekeliling kita. Tentang mulut-mulut yang terbungkam. Tentang orang-orang yang dirampas haknya. Tentang impian mereka yang dilupakan. Namun, tak lupa pula ia membingkai rasa hormatnya kepada pencipta dalam larik-larik penuh makna.


Doa untuk Anak Cucu berisi puisi-puisi yang kerap dibacakan Rendra di aneka macam kesempatan, namun tak pernah diterbitkan. Buku ini memperlihatkan kesempatan bagi siapa saja yang ingin menikmati kepekaan dan kejeniusan Rendra dalam mengolah rasa menjadi kata, sekaligus menjadi warisan otentik tak ternilai bagi generasi-generasi yang akan terlahir di masa-masa berikutnya.


(Sinopsis buku puisi Doa untuk Anak Cucu karya W.S. Rendra yang dinukil dari laman https://www.goodreads.com/book/show/17847550-doa-untuk-anak-cucu)


Demikianlah beberapa pola sinopsis buku kumpulan puisi dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai sinopsis pada khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Adapun kalau pembaca ingin menambah rujukan mengenai pola karangan, pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, contoh karangan bebas, contoh autobiografi singkat perihal diri sendiri, contoh biografi singkat, contoh biografi pahlawan, dan contoh biografi orang sukses. Sekian dan juga terima kasih yang sebesar-besarnya.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 4 Pola Sinopsis Buku Nonfiksi Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa pola resensi dari jenis-jenis karangan fiksi, menyerupai contoh sinopsis novel, contoh sinopsis antologi cerpen, dan contoh sinopsis buku kumpulan puisi. Kali ini, kita juga akan menampilkan beberapa pola sinopsis dari jenis karangan lainnya, yang mana pola sinopsis yang ditampilkan di artikel ini berasal dari buku nonfiksi yang termasuk ke dalam jenis-jenis prosa nonfiksi. Adapun beberapa pola sinopsis buku nonfiksi tersebut yaitu sebagai berikut!


Contoh 1:


Konon puisi yaitu mahkota bahasa. Puisi yaitu hasil yang dicapai bila seseorang bisa bermain-main dengan bahasanya. Apa yang ditulis penyair tidak serta-merta bisa diartikan secara harfiah. Gerimis bukan berarti hujan, dan bunga belum tentu berarti kembang. Kerap penyair bilang begini, tapi maksudnya begitu. Lalu bagaimana caranya bisa menikmati puisi dan menangkap pesan atau makna yang ingin disampaikan oleh penyair?


Buku ini bukan teori sastra tetapi semacam undangan dari Sapardi Djoko Damono untuk mengapresiasi puisi dengan pengenalan akan sejumlah alat kebahasaan yang dimanfaatkan penyair untuk memberikan sesuatu yang bisa saja berupa cerita, gagasan, sikap, suasana, dan sebagainya. Sejumlah alat atau kecerdikan bulus atau gaya yang biasa dipakai penyair dalam puisinya dijelaskan dengan menampilkan sejumlah contoh. Pemahaman atas alat-alat itu dibutuhkan bisa membantu tumbuhnya apresiasi puisi yang lebih baik.


(Sinopsis buku nonfiksi karya Sapardi Djoko Damono yang bertajuk Bilang Begini Maksudnya Begitu yang dinukil dari laman https://www.goodreads.com/book/show/23605292-bilang-begini-maksudnya-begitu)


Contoh 2:


Buku yang berisi pemikiran-pemikiran (alm.) Soe Hok Gie, mahasiswa jurusan sejarah FSUI. Disusun lewat pengumpulan karya-karya goresan pena Gie, baik di jurnal hariannya, maupun dari tulisan-tulisannya di koran nasional.


Menarik untuk dibaca, terlebih lagi penggambarannya sebagai mahasiswa pada kala orde lama, Gie sanggup membawa kita menyelami kehidupan rakyat Indonesia sekitar tahun 1960-an.


(Sinopsis buku nonfiksi Soe Hok Gie yang berjudul Catatan Seorang Demonstran yang dikutip dari laman https://www.goodreads.com/book/show/1488085.Catatan_Seorang_Demonstran)


Contoh 3:


Jurnalisme terikat oleh satu kendala, dari bisnis hingga politik, untuk menghadirkan dirinya, namun hambatan sastra hanyalah kejujurannya sendiri. Buku sastra bisa dibredel, tetapi kebenaran dan kesusasteraan menyatu bersama udara, tak tergugat dan tak terkalahkan.


(Sinopsis buku nonfiksi karya Seno Gumira Adjidarma yang betajuk Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara (Trilogi Insiden) yang dinukil dari laman https://www.goodreads.com/book/show/5360676-ketika-jurnalisme-dibungkam-sastra-harus-bicara)


Contoh 4:


Tulisan Mohammad Hatta, mantan wakil Presiden pertama RI ini pernah dimuat di majalah Pandji Masyarakat no. 22 1 Mei 1960 dan sempat dihentikan terbit disertai dengan larangan untuk membaca, menyiarkan, bahkan menyimpan majalah Pandji Masyarakat edisi tersebut. Buku ini memuat uraian yang jenius dari seorang bapak bangsa yang mengkhawatirkan jalannya pemerintahan sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden Sukarno 5 Juli 1959 dan diberlakukannya Keadaan Darurat dengan dibubarkannya Badan Konstituante yang bertugas menyusun Undang-Undang Dasar baru.


(Sinopsis buku nonfiksi karya Mohammad Hatta yang bertajuk Demokrasi Kita: Idealisme dan Realitas Serta Unsur yang Diperkuatnya yang dikutip dari https://www.goodreads.com/book/show/1431515.Demokrasi_Kita)


Demikianlah beberapa pola sinopsis buku nonfiksi dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah wawasan mengenai beberapa pola goresan pena yang berafiliasi dengan buku nonfiksi, pembaca bisa membuka artikel cara menulis resensi buku, contoh resensi nonfiksi, struktur esai yang baik, serta artikel cara menciptakan esai yang benar. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai sinopsis maupun bahasa Indonesia. Sekian dan juga terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, April 3, 2019

√ Pola Sinopsis Film Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa pola sinopsis dari jenis-jenis karangan non ilmiah serta dari jenis-jenis prosa non fiksi di beberapa artikel yang lalu. Adapun artikel-artikel tersebut antara lain contoh sinopsis novel, contoh sinopsis buku kumpulan puisi, contoh sinopsis antologi cerpen, dan contoh sinopsis buku nonfiksi. Artikel ini juga akan menampilkan menampilkan beberapa pola sinopsis. Hanya saja, pola sinopsis ini bukanlah sinopsis dari beberapa jenis karangan ataupun dari jenis-jenis prosa, melainkan dari suatu karya seni yang berjulukan film.


Seperti halnya pada karangan atau buku, sinopsis pada film juga merupakan ringkasan umum dari sebuah film sekaligus menjadi pengiring dalam film tersebut, di mana sinopsis film ini selalu ada kala sebuah film akan muncul. Sinopsis film sendiri umumnya bisa dibaca di beberapa situs yang menampilkan data film tersebut. Adapun beberapa pola sinopsis film sendiri ialah sebagai berikut!


Contoh 1:


Suatu hari di sebuah padang sabana Sumba, Indonesia, sekawanan tujuh perampok mendatangi rumah seorag janda berjulukan Marlina. Mereka mengancam nyawa, harta, dan juga kehormatan Marlina dihadapan suaminya yang sudah berbentuk mumi duduk di pojok ruangan. Keesokan harinya dalam sebuah perjalanan demi mencari keadilan dan penebusan, Marlina membawa kepala dari bos rampok, Markus  yang dipenggalnya kemarin malam. Marlina kemudian bertemu dengan Novi yang menunggu kehadiran bayinya, serta Franz yang menginginkan kepala Markus Kembali. Di belakang Marlina, badan Markus yang tak berkepala pun tak henti mengikutinya.


(Sinopsis film Marlina si Pembunuh Empat Babak garapan sutradara Mouly Surya yang disadur dari http://www.21cineplex.com/marlina-si-pembunuh-dalam-empat-babak-movie,4691,07MSPD.htm)


Contoh 2:


Menceritakan wacana kisah seorang Fitri, wanita yang tidak bisa melihat semenjak kecil. Fitri jatuh cinta kepada sesosok hantu dokter yang tak henti dikiriminya surat-surat yang berisi hal-hal personal yang hanya diketahui oleh dirinya. Pada suatu waktu, wanita yang tidak bisa melihat ini pun bertemu dengan sosok hantu dokter tersebut yangmuncul tanpa sepatah kata pun. Baru diketahui bahwa sosok hantuk dokter itu ialah seorang laki-laki yang tidak bisa mendengar dan berjulukan Edo. Jika saja Fitri sanggup melihat dan Edo sanggup mendengar, mungkin keduanya akan saling jatuh cinta semenjak lama. Tapi, siapa yang tahu. mungkin saja cinta mereka telah melusuh dalam lusuhnya kontrakan yang mereka tinggali.


Di kawasan lain, ada seorang gadis 17 tahun berjulukan Diana yang hanya bisa melihat dalam jarak 2 cm saja. Jika saja gadis ini bisa melihat lebih jauh, mungkin semenjak usang ibunya akan membawanya ke kelas balet yang diidam-idamkan sang anak. Selain hanya bisa melihat sedekat 2 cm, Diana pun belum mengalami menstruasi sekalipun, kendati usianya telah menginajk angka 17.


Pada suatu hari, Diana bertemu seorang lelaki berjulukan Andhika yang telah mengubah hidup Diana untuk selamanya. Apakah Andhika menyayangi Diana? Jika saja Andhika bisa melihat, mungkin ketika ini ia tengah bersama mantan kekasihnya yang berjulukan Gadis.


(Sinopsis Film What They Don’t Talk About When They Talk About Love garapan sutradara Mouly Surya yang dikutip dari http://www.21cineplex.com/what-they-dont-talk-about-when-they-talk-about-love,3120.htm)


Demikianlah beberapa pola sinopsis film dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawsan tersendiri bagi para pembaca sekalian, entah itu mengenai sinopsis pada khususnya, maupun mengenai bahan pelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan pula bila ada kesalahan penulisan atau penuturan yang ada di dalam pembahasan artikel kali ini. Sekian dan juga terima kasih yang sebesar-besarnya.



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, March 5, 2019

√ 5 Cara Menciptakan Sinopsis Novel Dalam Bahasa Indonesia

Sinopsis merupakan ringkasan suatu karangan atau karya seni lain yang biasanya turut mengiringi karya tersebut. Salah satu karangan atau karya yang lazim disinopsiskan yaitu novel. Di artikel ini, kita akan mengetahui menyerupai apa cara menciptakan sinopsis sebuah novel. Adapun langkah-langkah tersebut–yang dinukil dari laman id.wikipedia.org–adalah sebagai berikut ini!


1. Membaca Naskah Novel


Langkah pertama mebuat sinopsis novel yaitu membaca naskah novelnya terlebih dahulu. Dengan membaca naskah novel, kita akan mengetahui menyerupai apa garis besar dongeng yang ada dalam novel tersebut. Selain itu, dengan membaca naskah novel, kita juga tahu kesan atau pesan apa yang hendak disampaikan oleh penulis novel tersebut. Dengan begitu, kita bisa membayangkan menyerupai apa poin-poin yang hendak kita sampaikan dalam sinopsis novel yang hendak kita tulis.


2. Mencatat Gagasan Utama


Langkah selanjutnya dalam menulis sinopsis novel yaitu mencatat setiap gagasan utama yang ada. Adapun gagasan utama yang dimaksud adalh gagasan utama yang ada dalam sebuah novel, baik itu gagasan di tiap paragraf maupun di tiap babnya. Dengan mencatat gagasan utama tersebut, kita bisa mengetahui apa konsep besar atau gagasan paling utama yang hendak diungkapkan penulis melalui novelnya. Selain itu, mencatat gagasan utama juga bisa menjadi materi rujukan kita untuk membuatkan poin-poin yang hendak kita sampaikan dalam sinopsis novel kita.


3. Menulis Ringkasan


Setelah gagasan utama dicatat, gagasan utama tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah ringkasan. Dalam penulisannya, ringkasan tersebut mesti ditulis dengan kalimat yang singkat, padat, dan menarik, sehingga bisa diolah menjadi suatu sinopsis novel yang bagus.


4. Mencantumkan Dialog atau Monolog Novel


Cara ini merupakan cara yang bisa dilakukan guna menambah daya tarik dari sinopsis novel yang kita tulis. Adapun diialog atau moolog yang ditulis yaitu monolog yang sekiranya sanggup menarik perhatian pembaca.


5. Sinopsis Tidak Menyimpang


Cara yang terakhir dalam menciptakan sebuah sinopsis yaitu jangan menulis sinopsis secara menyimpang. Artinya, sinopsis yang ditulis harus sesuai dengan isi naskah novel yang hendak disinopsiskan. Sebab, menyerupai yang kita tahu, bahwa sinopsis yaitu ringkasan dari novel itu sendiri.


Dari pemaparan di atas, kita bisa simpulkan bahwa cara menulis sinopsis novel yang baik terdiri atas lima cara, yaitu membaca naskah novel secara utuh, mencatat gagasan-gagasan utama yang terkandung di dalamnya, membuatkan gagasan ke dalam ringkasan yang lebih rinci, mencantumkan obrolan atau monolog untuk mempermanis sinopsis, dan tidak menyimpang dari isi naskah novel. Semua langkah tersebut mesti dilakukan biar sinopsis yang kita buat hisa menjadi sinopsis yang baik, menarik, dan tida menyimpang dari naskah novel secara keseluruhan.


Demikianlah pembahasan mengena beberapa cara menciptakan sinopsis novel dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin melihat beberapa pola sinopsis dan pembahasan soal novel, pembaca bisa membuka artikel contoh sinopsis novel, contoh sinopsis antologi cerpen, contoh sinopsis buku puisi, contoh sinopsis buku nonfiksi, contoh sinopsis film, jenis-jenis novel, dan perbedaan cerpen dan novel.


Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai sinopsis khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan pula jikalau terdapat kesalahan dalam artikel ini, entah itu dari segi penulisan atapun pemaparannya. Sekian dan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para pembaca sekalian.



Sumber https://dosenbahasa.com

Monday, December 10, 2018

√ 4 Cara Menulis Kata Pengantar Pada Skripsi Dalam Bahasa Indonesia

Kata pengantar merupakan sebuah goresan pena yang berisi pengantar dari sebuah karangan. Salah satu karangan yang mengandung kata pengantar ialah skripsi. Dalam penulisannya, kata pengantar pada karangan skripsi mesti ditlis dengan sejumlah cara. Adapun sejumlah cara tersebut akan dibahas khusus pada artikel ini, di mana pembahasan tersebut ialah sebagai berikut ini!


1. Tuliskan Terlebih Dahulu Ungkapan Syukur Kepada Tuhan


Cara menulis kata oengantar pada skripsi yang pertama ialah menuliskan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan terlebih dahulu. Ungkapan tersebut ditulis sebagai ungkapan terima kasih dan syukur kepada Tuhan atas terselesaikannya skripsi yang kita susun itu. Untuk mengetahui menyerupai apa bentuk rasa syukur tersebut, berikut ditampilkan salah satu contohnya!


Puji syukur peneliti ucapkan kepada Allah SWT, alasannya atas rahmat dan ridha-Nya peneliti dapat menuntaskan skripsi yang berjudul “Strategi Komunikasi PT. Citra Aksara dalam Memasarkan Produk Terbarunya” ini dengan baik.


2. Tuliskan Tujuan Dibuatnya Skripsi Tersebut


Cara kedua yang mesti dilakukan dalam menulis kata pengantar skripsi ialah menuliskan tujuan dibuatnya skripsi tersebut. Adapun fugsi penulisan tujuan penulisan dilakukan agar pembaca tahu apa tujuan peneliti/penulis dalam membuat/menyusun skripsi tersebut. Dalam penulisannya, tujuan pembuatann skripsi dapat ditulis sehabis ucapan syukur kepada Tuhan. Selain itu, tujuan pembuatanan juga dapat dilakukan di bawah ucapan puji syukur. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada pola di bawah ini!


A. Contoh Penulisan Tujuan Pembuatan Skripsi yang Ditulis Setelah Ucapan Syukur


Puji syukur peneliti ucapkan kepada Allah SWT, alasannya atas rahmat dan ridha-Nya peneliti dapat menuntaskan skripsi yang berjudul “Strategi Komunikasi PT. Citra Aksara dalam Memasarkan Produk Terbarunya” ini dengan baik. Selain sebagai syarat untuk meraih gelar S1, skripsi ini juga dibentuk untuk memberi wawasan kepada masyarakat terkait sseperti apa taktik yang diterapkan oleh PT. Citra Aksara dalam memasarkan produk terbarunya, sehingga produk tersebut dapat dikenal luas oleh khalayak.


Catatan: goresan pena bercetak miring di atas merupakan tujuan penulisan skripsi.


B. Contoh Penulisan Tujuan Pembuatan Skripsi yang Ditulis di Bawah Ucapan Syukur


Puji syukur peneliti ucapkan kepada Allah SWT, alasannya atas rahmat dan ridha-Nya peneliti dapat menuntaskan skripsi yang berjudul “Strategi Komunikasi PT. Citra Aksara dalam Memasarkan Produk Terbarunya” ini dengan baik.


Selain sebagai syarat untuk meraih gelar S1, skripsi ini juga dibentuk untuk memberi wawasan kepada masyarakat terkait sseperti apa taktik yang diterapkan oleh PT. Citra Aksara dalam memasarkan produk terbarunya, sehingga produk tersebut dapat dikenal luas oleh khalayak.


3. Tuliskan Ucapan Terima Kasih Kepada Beberapa Pihak yang Membantu Terselesaikannya Skripsi Tersebut


Cara ketiga ini dilakukan dengan menuliskan nama, gelar, dan jabatan pihak-pihak tersebut, mulai dari yang paling tinggi sampai yang terendah. Adapun orang-orang yang namanya dicantumkan mestilah orang-orang yang benar membantu penulis dalam menciptakan skripsi, entah itu orang-orang di lingkungan kampus, organisasi, maupun keluarga. Untuk mengetahui menyerupai apa bentuknya, pembaca dapat melihat pola di bawah ini*!


Skripsi ini tersusun bukan alasannya hasil kerja keras peneliti saja. Bantuan dari pihak lain pun turut andil dalam tersusunnya skripsi ini. Untuk itu, peneliti mengucapkan terima kasih semua pihak yang telah membantu tersusunnya skripsi ini, diantaranya:



  • Bapak Moelyono S.E., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Harapan Bangsa Jakarta.

  • Ibu Sulaksmi Wibisana S.E., M.M selaku Ketua Program Studi S1 Manajemen.

  • Bapak Andu Moelyanto S.E., M.M selaku dosen pembimbing.

  • Bapak Priyatna selaku Founder dan Chief Excecutive Ofiicer PT Panonpoe media beserta jajarannya.

  • Bapak dan Ibu dosen pengampu dan staf karyawan di Fakultas Ekonomi Universitas Harapan Bangsa Jakarta.

  • Orang tua, kerabat, sahabat, dan pihak-pihak lainnya yang tidak dapat peneliti sebut.


4. Tuliskan Penutup


Cara terakhir menulis kata pengantar skripsi ialah menulis penutup. Penutup sendiri dapat berupa ajakan maaf atas kekurangan yang ada dalam skripsi, serta impian penulis/peneliti terhadap skripsi yang dibentuk itu. Penulisan tanggal, kota, dan identitas pembuat skripsi pun mesti dicantumkan dalam penutup, di mana ketiga komponan itu diletakkan di sebelah kanan bawah kata pengantar. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada pola berikut ini**!


Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, kritik dan saran dari pembaca sekalian sangat peneliti nantikan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.


 


Jakarta, 2 Juni 2017


Peneliti


Demikianlah beberapa cara menulis kata pengantar pada skripsi dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah tumpuan soal kata pengantar dan juga hal-hal lain seputar karangan, pembaca dapat membuka artikel contoh kata pengantar makalah, contoh kata pengantar singkat, contoh kata pengantar proposal, contoh penulisan catatan kaki dan daftar pustaka, cara menulis catatan kaki dari buku terjemahan, serta artikel cara penulisan daftar pustaka. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.


*Contoh diambil dari artikel contoh kata pengantar skripsi.


**ibid.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Pola Kata Pengantar Buku Novel Dalam Bahasa Indonesia

Kata pengantar merupakan suatu goresan pena yang berfungsi untuk membuka sekaligus memperkenalkan secara umum sebuah karangan. Tulisan ini biasanya ditempatkan di bab awal sebuah karangan. Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui menyerupai apa kata pengantar pada salah satu jenis karangan non ilmiah atau karya fiksi, yaitu novel. Adapun rujukan tersebut ialah sebagai berikut ini!


Pengantar¹


Yang Anda hadapi ini versi bahasa Indonesia novel terakhir karya George Orwell. Tujuh bulan sehabis karyanya ini terbit, Juni 1949, Orwell meninggal dunia. Begitu terbit, Nineteen Eighty-Four langsung meraup sukses. Orang cenderung menghubungkan sukses itu antara lain dengan kenyataan bahwa dalam karyanya ini Orwell berkisah secara mendebarkan, setidaknya berdasarkan ukuran waktu itu, perihal fantasi remaja: gerilya sec, pembangkangan dan kembelingan, serta teror yang fatal.


Juga, kisah yang heboh ini luas dibaca sebagai komentar atau kritik sosial. Padangan menyerupai itu barangkali tidak usah mengejutkan. Seperti yang dicitrakan dalam novel ini, kehidupan warga Inggris pun–tempat novel ini ditulis–ketika itu sedang sesak, sumpek, dengan birokrasi pemerintahannya (di baah Partai Buruh yang berkuasa). Bersamaan dengan itu, totaliterisme sedang menghantu. Nazi Jerman yang belum usang berlalu, dan postur Uni Soviet serta Tiongkok yang kekar dan berangasan masa itu, mencekam kesadaran politik Barat.


Bahkan, karya yang merupakan semacam harapan “futuristik” buram ini, yang terbit pada 1949 dan diberi tajuk yang mengacu pada keadaan kehidupan pada 1984, koon sempat pula dicerap sebagai semacam ramalan. Semakin tahun 1984 mendekat, ada suasana yang semakin “tegang menyerupai saat orang sedang menyimak bola kristal untuk melihat apa yang sebentar lagi akan terjadi.” Demikian antara lain komentar Ben Pimlott, 1989, pada pengantarnya untuk penerbitan kembali novel ini pada tahun tersebut. Sebagai tanda imbas Orwell yang mencengangkan, saat tahun 1984 itu maikn dekat, “hari-H” di kalender pun ramai dibicarakan–dengan nyaris cemas–di seluruh dunia, seola ini semacam awal suatu milenium baru.


Sekarang semua itu sudah lewat. Sementara orang bertanya-tanya, apakah novel ini masih akan bisa bertahan di rak buku? Hingga berapa lamakah suatu kisah perihal sebuah “masa depan yang sudah lewat” membikin sidang pembacanya tercekam; terkesiap? Memang, pertanyaan itu sanggup pribadi dibalas dengan pertanyaan: rak buku siapa? Untuk orang yang memandang nobel ini atau novel lain apapun, melulu sebagai paparan atau ramalan perihal keadaan faktual masyarakat, novel ini boleh jadi harus dibuang dari rak bukunya. Tetapi, pembaca yang tidak menjerumuskan dirinya sendiri sebagai hanya memperhatikan segi “reportase lugas” atau “ramalan” itu, barangkali masih menempatkan novel ini di posisi terhormat pada rak bukunya.


……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..


Bentang Pustaka


Demikianlah rujukan kata pengantar novel dalam bahasa Indonesia. Untuk menambah referensi soal kata pengantar dan juga novel, pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh kata pengantar singkat, contoh kata pengantar skripsi, contoh kata pengantar buku, contoh kata pengantar proposal, jenis-jenis novel, contoh sinopsis novel, serta perbedaan cerpen dan novel.


Semoga artikel kali ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kata pengantar pada novel khususnya, maupun bahan pembelajaran bahasa Indonesia. Mohon dimaafkan pula kalau terdapat kesalahan, baik dalam penulisan maupun juga dalam konteks klarifikasi materi. Sekian dan juga terima kasih.


¹George Orwell, 1984, Terj. Landung Simatupang, (Yogyakarta: Bentang, 2016), hlm v-vi.



Sumber https://dosenbahasa.com

Sunday, December 9, 2018

√ Teladan Kata Pengantar Antologi Puisi Dalam Bahasa Indonesia

Kata pengantar merupakan sebuah goresan pena yang berfungsi sebagai pembuka sekaliigus pengantar suatu karangan. Hampir semua karangan mencantumkan kata pengantar di dalamnya, tak terkecuali antologi puisi. Dalam karangan ini, kata pengantar terkadang selalu dijuduli dengan frasa “catatan penulis” “kata penyair” atau frasa-frasa lainnya. Namun, meski begitu, esensi kata pengantar tetap menempel dan tidak dihilangkan.


Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui salah satu pola kata pengantar yang ada di dalam suatu antologi puisi. Adapun pola tersebut yaitu sebagai berikut ini!


Catatan Penulis¹


Hujan Bulan Juni pertama kali diterbitkan oleh Grasindo, tahun 1994, berisi sepilihan sajak yang saya tulis tahun 1964 hingga 1994. Sajak-sajak tersebut berasal dari beberapa buku puisi, yakni duka-Mu Abadi (1969), Mata Pisau (1974), Akuarium (1974), dan Perahu Kertas (1984). Di samping itu ada sejumlah yang belum pernah dimuat dalam buku puisi sebelumnya. Hujan Bulan Juni sempat dicetak ulang beberapa kali , dan setiap kali cetak ulang ada sedikit perubahan berupa koreksi, penambahan, atau pengurangan sajak. Buku ini pun mengalami perubahan, terutama yang menyangkut jumlah dan waktu penulisannya. Beberapa sajak yang ditulis semenjak 1959 ditambahkan biar ada citra yang lebih lengkap perihal puisi yang saya tulis hingga tahun 1994. Perubahan lain pada umumnya hanya menyangkut sedikit koreksi atas salah tulis atau salah cetak.


Perlu saya sampaikan terima kasih kepada Sdr. Pamusuk Eneste yang mula-mula mendorong saya mengumpulkan sajak-sajak saya ini dalam sebuah antologi. Juga saya sampaikan terima kasih kepada komposer dan penulis lagu yang telah memanfaatkan puluhan sajak dalam buku ini biar bisa juga ‘didengarkan’ dalam bentuk lagu, klasik maupun populer. Saya sebut beberapa saja: Umar Muslim, Ags. Arya Dwipayana, Budiman Hakim, Reda Gaudiamo, Ananda Sukarlan, Nana Tatyana, Bambang Wibawarta, Ari Malibu, Neno Warisman, Mimi, dan lain-lain. Perlu saya sampaikan juga bahwa buku ini, Hujan Bulan Juni, saya pilih menurut judul kaset rekaman pertama saya yang diusahakan oleh sebagian besar nama yang saya sebut sebelumnya, yang banyak di antaranya waktu itu masih menjadi mahasiswa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, daerah saya mengajar. Usaha mereka itulah yang telah membantu tersebarluasnya puisi saya, di samping menjadi bab penting dalam perkembangan proses alih wahana, yakni musikalisasi puisi, di negeri ini.


Sapardi Djoko Damono


Demikianlah pola kata pengantar antologi puisi dalam bahasa Indonesia. Contoh di atas sendiri merupakan pola yang disadur dari kata pengatar buku “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono. Buku tersebut merupakan buku antologi puisi karya Pak Sapardi–panggilan dekat Sapardi Djoko Damono–yang memuat 102 puisi karya beliau.


Jika pembaca ingin menambah rujukan soal kata pengantar dan puisi, pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut ini, yaitu: contoh kata pengantar singkat, contoh kata pengantar buku, contoh kata pengantar buku novel, contoh kata pengantar skripsi, contoh kata pengantar proposal, jenis-jenis puisi, jenis-jenis puisi lama, jenis-jenis puisi baru, macam-macam puisi gres menurut isinya, dan macam-macam puisi gres menurut bentuknya.


Semoga arrikel kali ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan gres bagi para pembaca sekalian, baim itu mengenai kata pengantar antologi puisi khususnya, maupun materi pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan jikalau terdapat kesalahan dalam artikel kali ini, baik itu kesalahan penulisan ataupun klarifikasi materi. Sekian dan terima kasih.


¹Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni, (Jakarta: Gramdeia, 2015), hlm v-vi.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, December 8, 2018

√ Pola Kata Pengantar Antologi Cerpen Dalam Bahasa Indonesia

Beberapa pola kata pengantar sudah kita lihat di artikel-artikel sebelumnya. Artikel-artikel tersebut antara lain: contoh kata pengantar singkat, contoh kata pengantar buku, contoh kata pengantar buku novel, contoh kata pengantar antologi puisi, contoh kata pengantar skripsi, contoh kata pengantar laporan praktikum, serta artikel contoh kata pengantar proposal. Artikel kali ini juga akan menampilkan pola kata pengantar pada suatu karangan, di mana karangan tersebut ialah antologi cerpen atau kumpulan dongeng pendek. Adapun pola tersebut ialah sebagai berikut ini!


KATA PENGANTAR¹


Berani Mencintai Bunga-Bunga


Oleh: Bernard Batubara


Ibu saya bahagia menanam bunga. Ia punya banyak pot di rumah kami, semuanya berisi bunga. Saya tidak begitu mengenal bunga-bunga itu, apalagi menghafal namanya. Tapi di antara pot-pot yang tersusun rapi di bersahabat beranda tersebut, saya ingat pernah melihat bugenvil dan kembang sepatu. Sesekali, biasanya sore hari sehabis saya bangkit dai tidur siang sepulang sekolah, saya menyirami bunga-bunga itu–saya mengambil bunga dari kolam mandi dengan gayung, lalau memercikkannya ke setiap pot, sembari menghitung satu per satu po itu, sampai saya yakin semuanya telah tersiram. Saya senantiasa tersenyum setiap beres menyirami bunga-bunga milik ibu. Saya bahagia melihat bunga-bunga itu tampak segar. Keindahan mereka semakin terpancar sehabis basa terkena percikan air.


Ayah saya, di sisi lain, bahagia memelihara hewan. Dari beberapa binatang di rumah kami–burung, ikan, munyuk–yang mati secata bergiliran, saya merasa ayah saya tidak begitu berbakat memelihara hewan. Tapi dia seorang pria yang ulet. Ia tidak gampang menyerah. Hewan terakhir yang menjadi anggota keluarga kami ialah tiga ekor angsa, dan sehabis arwana kami yang sempat hidup cukup lama, tiga ekor bebek inilah yang sampai ketika ini masih bertahan di rumah. Ayah saya juga gemar bertukang. Ia ingin meiliki bengkelnya sendiri. Ia juga secara rutin memanjat dan memangkasi dahan-dahan pohon ketapang besar di halaman rumah. Ia selalu terlihat mengenakan kaus singlet dan berkotor-kotoran.


Cerita pendek Dilarang Mencintai Bunga-Bunga karya Kuntowijoyo, seketika saja menciptakan ingatan saya terlempar ke pot-pot bunga milik ibu di rumah kami. Tak hanya kepada ibu, dongeng itu juga menciptakan sata teringat pada ayah saya. Dialog tokoh Ayah di dongeng tersebut, meski tidak persis sama dengan apa yang pernah diucapkan ayah saya sendiri, menciptakan saya mau tidak mau mengingat pria yang selalu menjadi panutan hidup aya itu. Tokoh ibu yang menyuruh si anak menuruti perkataan ayahnya, mengingatkan saya pada ibu saya sendiri. Tokoh utama dongeng itu, seorang anak kecil yang dipenuhi rasa ingin tau dan bahagia melihat bunga-bunga yang indah, mengingatkan saya pada diri saya sendiri.


Sebagai anak kecil, saya merasa lebih bersahabat kepada ibu ketimbang ayah. Katanya (entah kata siapa) hal demikian ialah wajar–anak pria lebih bersahabat dengan ibu dan anak wanita lebih bersahabat dengan ayah. Saya lebih tertari apa yang dilakukan ibu: memasak, mencuci piring dan gelas, menyirami bunga-bunga, menyetrika dan melipat pakaian, atau menciptakan kue….


…………………………………………………………………………………………………………………………………………………….


Demikianlah pola kata pengantar antologi cerpen dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kata pengantar khususnya, maupun bahan pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Terima kasih.


¹Kuntowijoyo, Dilarang Mencintai Bunga-Bunga, (Jakarta: Noura), hlm VII-IX



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, December 7, 2018

√ 4 Cara Menulis Resensi Film Dalam Bahasa Indonesia

Resensi yaitu sebuah karangan yang membahas suatu karya, baik itu buku, lagu, ataupun film. Resensi sendiri berfungsi sebagai pemberi citra kepada khalayak mengenai menyerupai apa karya yang hendak mereka hadapi. Selain itu, resensi juga berfungsi memberi citra kepada kahlayak perihal layak tidaknya sebuah karya disimak oleh para khalayak.


Khusus pada artikel kali ini, kita akan membahas seputar resensi film, terutama dari segi cara penulisannya. Hal ini dibahas supaya kita mengetahui teknis penulisan resensi film yang tepat. Dengan mengetahui teknis penulisan resensi, dibutuhkan para pembaca bisa menulis resensi film secaaara tepat, sehingga pembaca bisa memberi citra informasi suptar film yang diresensi, serta tingkat kelayakan film tersebut untuk ditonton.


Dalam penulisannya, resensi film mesti dilakukan dengan beberapa cara khusus. Adapun cara-cara menulis resensi film yang dimaksud yaitu sebagai berikut ini!


1. Tulis Identitas Film


Cara menulis resensi film yang pertama yaitu dengan menuliskan identitas atau data film tersebut. Identitas film sendiri terdiri atas: judul film, sutradara, penulis naskah, produser, pemeran, durasi, bahasa, negara asal film, dan daerah produksi film tersebut. Khusus untuk pemeran, nama-nama pemain film yang hanyalah tokoh-tokoh utamanya saja. Selain data-data tersebut, identitas film juga bisa ditambah dengan data nama simatografer, penata musik, distributor, dan penyunting dari film tersebut.


2. Menuliskan Ringkasan Cerita Film Tersebut


Cara kedua menulis resensi film yaitu menulis ringkasan dongeng dalam film tersebut. Ringkasan ini ditulis biar pembaca sanggup memperoleh garis besar atau inti dari film tersebut. Rigkasan film sendiri bisa berasal dari sinopsis film yang kita kembangkan dalam bahasa kita sendiri. Atau, bisa juga berasal dari apa yang ditangkap penulis ketika menonton film tersebut.


3. Menulis Ulasan Kelebihan dan Kekurangan Film


Setelah menulis ringkasan dongeng film, maka langkah selanjutnya yaitu menuliskan kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada film tersebut. Adapun aspek yang perlu dibahas kelebihan dan kekurangan pada film tersebut antara lain jalan cerita, visual (penataletakkan kamera, pemilihan latar belakang, dan sebagainya), dan karakter-karakter dalam film.


4. Menulis Kesimpulan


Setelah semua kelebihan dan kekurangan dibahas, maka langkah terakhir yang mesti dilakukan yaitu menulis kesimpulan dari resensi yang dibuat. Kesimpulan sendiri berisi perihal layak-tidaknya film itu disimak oleh para penonton.


Dari pembahasan di atas, bisa disimpulkan bahwa cara menulis resensi film terdiri atas empat cara, di mana cara-cara tersebut antara lain menulis identitas film, ringkasan, film, keunggulan dan kekurangan, serta kesimpulan resensi. Bila dilihat, bahwasanya cara menulis resensi film ini menyerupai dengan cara menulis resensi buku. Hanya saja, objek yang diresensinya saja yang berbeda.


Demikianlah pembahasan mengenai cara menulis resensi film dalam bahasa Indoensia. Jika pembaca ingin menambah acuan seputar resensi, sinopsis, atau hal-hal lain yang berafiliasi dengan karangan, pembaca bisa membuka artikel berkut, yaitu: contoh resensi buku novel, contoh resensi buku pelajaran, contoh sinopsis film, contoh sinopsis buku nonfiksi, contoh biografi pahlawan, serta contoh autobiografi singkat perihal diri sendiri.


Semoga artikel kali ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan gres bagi pembaca sekalian, baik itu mengenai resensi khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan jikalau terdapat kesalahan dan kekeliruan dalam artikel kali ini, entah itu dari segi penulisan ataupun pemaparan materinya. Sekian dan terima kasih.


 



Sumber https://dosenbahasa.com

Thursday, December 6, 2018

√ Pola Abnormal Skripsi Dalam Bahasa Indonesia

Abstrak merupakan sebuah ringkasan yang terdapat dalam sebuah karangan, terutama pada jenis-jenis karangan ilmiah menyerupai skripsi atau tesis. Abstrak sendiri diletakkan sebelum kata pengantar dan berfungsi untuk memberi ringkasan atau citra umum suatu karya ilmiah. Asbtrak sendiri biasnaya ditulis dalam dua halaman dan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia (satu halaman) dan bahasa Inggris (satu halaman). Selain itu, aneh juga mesti diawali dengan data diri pembuat karya ilmiah, menyerupai nama peneliti, NPM (Nomor Pokok Mahasiswa), serta judul penelitian yang hendak dibuat. Di skema asbtrak, biasanya ditampilkan beberapa kata kunci yang berkaitan dengan penelitian yang diangkat dalam sebuah karangan ilmiah. Namun, hal ini tidak bersifat mutlak, dalam artian tidak semua aneh mengandung kata kunci di cuilan bawahnya.


Khusus pada artikel kali ini, kita akan mengetahui menyerupai apa bentuk aneh dari karya ilmiah skripsi. Abstrak pada skripsi sendiri berisi ringkasan atau citra umum yang ada di dalam skripsi tersebut. Seperti aneh pada umumnya, aneh pada skripsi juga ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Khusus untuk artikel ini, kita hanya akan menampilkan contoh aneh skripsi dalam format bahasa Indonesia. Adapun contoh tersebut ialah sebagai berikut ini!


Abstrak*


Nama: Anggie Warsito


NPM : C1021311RB1001


Penggunaan Bahasa Jurnalistik Pada Editorial Pers Mahasiswa


Bahasa merupakan instrumen komunikasi. Tanpanya, komunikasi akan terhambat atau tidak terjadi. Sebuah bahasa hendaknya harus disepakati dalam sebuah hukum biar para penggunanya tidak menyimpang dalam memakai bahasa. Pada kenyataannya, penggunaan bahasa masih saja menyimpang, kendati sudah diatur dalam undang-undang maupun dalam sebuah teori.


Hal tersebut berlaku pada penggunaan bahasa jurnalistik, khususnya pada rubrik editorial tabloid pers mahasiswa Suaka. Pers mahasiswa bergotong-royong bisa menjadi laboratorium yang baik untuk penggunaan bahasa jurnalistik yang benar. Namun, alasannya ialah banyak sekali keterbatasan, bahasa jurnalistik pun tidak sanggup teraplikasikan dengan baik.


Pers mahasiswa Suaka yang merupakan pers tertua di Bandung dan menjadi pola bagi pers mahasiswa di Bandung, semestinya bisa mengoptimalkan penggunaan bahasa jurnalistik yang benar. Namun, sebagaimana yang telah disebutkan, ada banyak sekali faktor yang menyebabkannya,


Penggunaan bahasa jurnalistik pada penerbitan pers mahasiswa bisa diaplikasikan mulai dari rubrik editorial. Sebab, ediorial ialah mahkota bagi sebuah media yang merepresentasikan opini serta gaya bahsa si media. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba melihat sejauh mana penggunaan bahasa jurnalistik pada tabloid Suaka, khususnya edisi Maret sampai Mei 2017, apakah sudah memenuhi prinsip bahasa jurnalistik atau belum.


Prinsip bahasa jurnalistik yang dipakai ialah prinsip bahasa jurnalistik Abdul Chaer. Prinsip bahasa jurnalistik Chaer merupakan ringkasan dari prinsip bahasa jurnalistik yang ada di peraturan kebahasaan PWI. Lewat pendekatan Chaer, kita akan melihat sejauh mana penggunaan bahasa jurnalistik editorial Suaka, apakah sudah irit kata, sempurna makna, dan menarik, atau belum.


Demikianlah contoh aneh skripsi dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai aneh khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan jikalau terdapat kesalahan pada artukel kali ini, baik itu kesalhaan penulisan maupun kesalahan dalam pemaparan materinya.


Jika pembaca ingin melihat beberapa tumpuan yang berkaitan dengan aneh dan karya ilmiah, pembaca bisa membuka artikel contoh kata pengantar skripsi, contoh kata pengantar laporan paktikum, cara menulis catatan kaki dari buku terjemahan, tata cara penulisan catatan kaki, contoh penulisan catatan kaki dan daftar pustaka, cara penulisan daftar pustaka dari buku yang baik dan benar, cara menulis daftar pustaka dari skripsi, serta cara menulis daftar pustaka dari internet. Sekian dan terima kasih.


*Sumber: dokumen pribadi.



Sumber https://dosenbahasa.com